Connect with us

Berita

Anggota Polsek Rejoso Patroli Dialogis dengan Petani Padi, Dukung Program ASTA CITA untuk Ketahanan Pangan

Published

on

whatsapp image 2025 03 09 at 17.02.12 ffa67095

Polresta Pasuruan – Dalam rangka mendukung program ASTA CITA yang menitikberatkan pada ketahanan pangan, anggota Polsek Rejoso, Polres Pasuruan, menggelar patroli dialogis bersama para petani padi di wilayah Kecamatan Rejoso. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan dukungan kepada petani dalam meningkatkan produksi pangan sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Minggu(9/3/2025)

Dalam kegiatan patroli yang dilakukan pada pagi hari ini, beberapa personel Polsek Rejoso turun langsung ke sawah dan berinteraksi dengan petani. Mereka berbincang mengenai berbagai tantangan yang dihadapi petani dalam mengelola lahan pertanian, termasuk persoalan irigasi, harga pupuk, dan ketersediaan alat pertanian.

Kapolsek Rejoso Iptu Agung Prasetyo SH.,MH., menyatakan bahwa peran petani sangat vital dalam menjaga ketahanan pangan, sehingga dukungan dari berbagai pihak, termasuk kepolisian, sangat diperlukan.

“Kami ingin memastikan bahwa para petani merasa didukung, baik dalam aspek keamanan maupun kesejahteraan. Polsek Rejoso akan terus berupaya menjalin komunikasi dengan masyarakat, terutama petani, agar mereka dapat bekerja dengan tenang tanpa khawatir akan gangguan keamanan.” Ujar Kapolsek.

Selain memberikan dukungan terhadap sektor pertanian, patroli ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Dengan adanya komunikasi yang baik, diharapkan petani tidak ragu untuk melapor jika menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan.

“Program ASTA CITA, yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam bidang ketahanan pangan, bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan petani. Polsek Rejoso menilai bahwa stabilitas pangan sangat erat kaitannya dengan keamanan, sehingga diperlukan sinergi antara petani dan pihak kepolisian untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.” Ucap Iptu Agung.

whatsapp image 2025 03 09 at 17.02.11 218655a6

Dalam kesempatan tersebut, anggota Polsek Rejoso Aipda Putra juga memberikan himbauan kamtibmas kepada para petani agar lebih waspada terhadap berbagai bentuk kejahatan yang dapat terjadi di area pertanian.

“Waspada terhadap pencurian hasil panen dan alat pertanian, laporkan jika ada aktivitas mencurigakan, Pencegahan konflik antar petani, mengantisipasi bahaya kebakaran lahan. selain itu, petani juga diingatkan untuk selalu mengamankan kendaraan dan barang berharga saat bekerja di sawah, mengingat kasus pencurian kendaraan bermotor di area pertanian masih sering terjadi.” Tambah Aipda Putra.

Kapolsek menegaskan patroli dialogis ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat, khususnya para petani. Polsek Rejoso berkomitmen untuk terus melakukan pendekatan secara humanis dan persuasif, sehingga masyarakat semakin merasa nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Ke depan, Polsek Rejoso akan terus mengintensifkan patroli di area pertanian, terutama menjelang musim panen, di mana risiko kejahatan meningkat. Selain itu, pihak kepolisian juga berencana untuk bekerja sama dengan instansi terkait dalam mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian.” Pungkas Kapolsek.

Sebagai upaya lanjutan, Polsek Rejoso mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas yang kondusif, sehingga program ketahanan pangan yang dicanangkan dalam ASTA CITA dapat berjalan dengan sukses demi kesejahteraan bersama.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Sambut HUT ke-46, YKB Tanjung Perak Tanam Mangrove Pulihkan Lahan Kritis

Published

on

TANJUNG PERAK – Kawasan pesisir Jalan Greges Timur, Kalianak Surabaya Utara kini memiliki benteng baru dari ancaman abrasi.

Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Cabang Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan aksi nyata pemulihan lahan kritis dengan menanam ratusan bibit pohon mangrove dan bakau di kawasan tersebut, Rabu (22/4/2026) pagi.

Aksi peduli lingkungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Ny Dina Wahyu.

Tak hanya sekadar menanam, kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mencegah abrasi serta menjaga ekosistem laut di wilayah Surabaya Utara.

Ketua YKB Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Ny Dina Wahyu menjelaskan bahwa gerakan penanaman pohon ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut HUT ke-46 Yayasan Kemala Bhayangkari.

Menurut istri Kapolres Pelabuhan Tanjungperak tersebut, pemilihan lokasi di Kalianak didasari atas kondisi lahan pesisir yang memerlukan perhatian khusus.

“Kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi kelestarian lingkungan pesisir,” kata Ny Dina Wahyu.

Ia menerangkan, penanaman mangrove dan bakau ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas ekosistem laut serta memastikan kawasan pemukiman warga lebih terlindungi dari ancaman abrasi.

“Kami ingin lahan kritis di wilayah Greges dapat kembali produktif secara ekologis dan memberikan dampak ekonomi bagi warga pesisir melalui ekosistem laut yang lebih sehat,” tambah Ny Dina Wahyu.

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh jajaran pengurus Bhayangkari dan personel kepolisian.

Sejumlah siswa dari SMP Kemala Bhayangkari Surabaya serta unsur Forkopimcam Asemrowo turut terjun langsung ke lumpur untuk menanam bibit.

Keterlibatan para siswa ini diharapkan mampu memupuk rasa cinta lingkungan sejak dini.

“Melalui aksi ini menjadi pesan kuat akan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keseimbangan alam, ” tambah Ny.Dina.

Setelah prosesi penanaman selesai, acara dilanjutkan dengan kegiatan bakti sosial (Baksos).

Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga sekitar, Yayasan Kemala Bhayangkari menyerahkan tali asih dan cinderamata kepada masyarakat setempat. (*)

Continue Reading

Berita

Hari Bumi, Polres Madiun Gandeng Perhutani Tanam Ribuan Bibit

Published

on

MADIUN – Polres Madiun Polda Jawa Timur bersama Perhutani KPH Madiun melaksanakan kegiatan penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Bumi tahun 2026.

Kegiatan ini digelar pada Rabu, 22 April 2026, bertempat di Petak 18B-1 RPH Kresek, BKPH Brumbun, Desa Kuwiran, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 2.250 bibit tanaman ditanam, yang terdiri dari berbagai jenis pohon seperti jati, johar, dan alpukat.

Penanaman dilakukan secara bersama-sama sebagai wujud sinergi antara aparat kepolisian dan instansi kehutanan dalam menjaga keberlangsungan alam.

Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup.

Ia menegaskan bahwa penanaman pohon tidak hanya menjadi simbol peringatan Hari Bumi, namun juga langkah konkret dalam menjaga kelestarian hutan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita semua. Pohon yang kita tanam hari ini adalah investasi untuk generasi mendatang,” ujar AKBP Kemas.

Sementara itu, Kepala Perhutani KPH Madiun Rusydi menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan Polres Madiun Polda Jatim dalam kegiatan penghijauan ini.

Ia menuturkan bahwa sinergi lintas sektor sangat penting dalam menjaga kelestarian hutan, khususnya di wilayah Kabupaten Madiun.

“Perhutani KPH Madiun berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan pelestarian lingkungan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Ia berharap pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta ekosistem hutan. (*)

Continue Reading

Berita

Polres Ngawi Ungkap Peredaran Obat Keras Ilegal, Tersangka dan Ratusan Okerbaya Diamankan

Published

on

NGAWI – Satresnarkoba Polres Ngawi Polda Jawa Timur berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana di bidang kesehatan dengan mengamankan seorang pria berinisial CW (25) di wilayah Kecamatan Sine Kabupaten Ngawi.

Dari tangan pelaku, petugas menyita ratusan butir obat keras berbahaya (Okerbaya)daftar G, di antaranya Trihexyphenidyl, Dolgesik, Alprazolam, dan Atarax.

Selain itu barang bukti uang tunai sejumlah Rp. 250.000,- yang diduga hasil transaksi dan satu unit telepon genggam yang digunakan dalam aktivitas peredaran juga diamankan petugas.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama melalui Kasatresnarkoba AKP Marji Wibowo menegaskan peredaran sediaan farmasi tanpa izin dan penyalahgunaan obat keras berbahaya menjadi perhatian serius.

“Kami akan terus melakukan penindakan tegas terhadap setiap bentuk peredaran gelap obat berbahaya di wilayah Kabupaten Ngawi,” ujar AKP Marji Wibowo, Kamis (23/4/2026).

Ia menambahkan, pengungkapan ini juga menjadi bentuk keseriusan Polres Ngawi dalam menutup ruang gerak pelaku peredaran obat-obatan terlarang.

“Pengungkapan ini merupakan komitmen Satnarkoba Polres Ngawi dalam memberantas peredaran obat keras ilegal yang berpotensi merusak generasi muda dan mengganggu kamtibmas,” ujarnya.

Dalam kasus ini, tersangka dijerat dengan persangkaan pasal 435 dan atau pasal 436 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan pasal 60 ayat (1) huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.

Polres Ngawi Polda Jatim juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan apabila mengetahui adanya peredaran obat keras ilegal di lingkungannya.

“Segera laporkan ke Kepolisian, maka kami akan tindaklanjuti,” pungkasnya. (*)

Continue Reading

Terbaru

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.