Berita
Gerak Cepat Ungkap Kasus Pembunuhan, Sat Reskrim Polres Pasuruan Kota Tangkap Pelaku Dalam Waktu Kurang dari 1×24 Jam

Polresta Pasuruan – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasuruan Kota berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang mengejutkan warga Bugul Kidul dalam waktu kurang dari 24 jam. Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen Polres Pasuruan Kota dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukumnya. Selasa(10/12/2024)
Melalui konferensi pers yang digelar secara doorstop, pihak kepolisian memaparkan kronologi peristiwa tragis tersebut serta langkah cepat yang dilakukan untuk menangkap pelaku.
Waka Polres Pasuruan Kota Kompol Andria Diana Putra SE., MH., didampingi Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota Iptu Choirul Mustofa SH., MH., menyampaikan kronologi kejadian berdasarkan laporan. Peristiwa bermula pada Senin malam, 9 Desember 2024, sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu, seorang pelapor tengah berada di dalam rumahnya ketika mendengar teriakan meminta tolong dari arah timur rumahnya. Istrinya yang pertama kali mendengar suara tersebut segera memberitahukan pelapor.
“Karena penasaran, pelapor keluar untuk mengecek. Ia melihat seorang pria, yang kemudian diketahui sebagai SA, berlari ke arah selatan. Pelapor mencoba memanggil SA, namun panggilannya diabaikan. Merasa ada yang tidak beres, pelapor memutuskan untuk masuk ke dalam rumah korban yang berada tidak jauh dari rumahnya.” Ucap Wakapolres.
“Di dalam rumah, pelapor menemukan pemandangan yang mengejutkan. Seorang saksi bernama AS sedang memangku tubuh korban, yang tergeletak tak berdaya di lantai ruang tengah. Tubuh korban berlumuran darah, dan di dekatnya terdapat gagang pisau yang diduga kuat digunakan oleh SA untuk menganiaya korban.” Ujar Wakapolres.
Korban segera dilarikan ke RSUD R. Soedarsono Kota Pasuruan untuk mendapatkan penanganan medis. Namun sayang, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Tim medis menyatakan korban meninggal dunia setibanya di rumah sakit.
Kasat Reskrim menyatakan setelah menerima laporan dari warga, anggota Polsek Bugul Kidul bersama Satreskrim Polres Pasuruan Kota bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP). Di sana, polisi melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, dan menggali keterangan dari saksi-saksi.
“Berkat informasi yang akurat, tim langsung menuju rumah pelaku SA. Tanpa perlawanan, SA berhasil ditangkap sebelum sempat melarikan diri. Pelaku segera dibawa ke Mapolres Pasuruan Kota untuk penyelidikan lebih lanjut.” Terang Iptu Choirul.

Meski penyelidikan masih berlangsung, penyidik menduga bahwa pembunuhan ini dilakukan dengan perencanaan sebelumnya. Barang bukti berupa pisau yang ditemukan di dekat korban telah diamankan untuk keperluan forensik. Selain itu, keterangan dari saksi-saksi menjadi bagian penting dalam mengungkap latar belakang peristiwa ini.
“Pelaku bisa dijerat dengan sejumlah pasal berat pasal 388 KUHP tentang pembunuhan, pasal 355 Ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan berat dengan perencanaan yang mengakibatkan kematian, dan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara maksimal 20 tahun.” Tegas Iptu Choirul.
Waka Polres Pasuruan Kota dalam Doorstop juga menyampaikan apresiasi kepada tim Satreskrim atas kerja cepat dan koordinasi yang efektif dalam pengungkapan kasus ini.
“Ini adalah hasil kerja keras anggota yang tidak kenal lelah, serta kerjasama masyarakat yang memberikan informasi penting. Kami pastikan bahwa proses hukum terhadap pelaku akan berjalan transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.” Tandas Wakapolres.
Waka Polres menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat dan kepolisian dalam menjaga keamanan. Kami berharap masyarakat terus berperan aktif dalam melaporkan hal-hal mencurigakan. Dengan kerja sama ini, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk semua.
“Kasus ini menjadi pengingat bahwa tindakan kriminal akan mendapatkan respons tegas dari aparat penegak hukum. Dengan gerak cepat dan koordinasi yang solid, Satreskrim Polres Pasuruan Kota berhasil membuktikan komitmennya dalam melindungi masyarakat dan menegakkan hukum.” Pungkas Kompol Andri.
Polres Pasuruan Kota mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan kejadian mencurigakan. Dengan dukungan masyarakat, tugas kepolisian dalam menjaga keamanan akan semakin efektif dan menyeluruh.
Berita
Polres Probolinggo Kota Peringati Hari Kartini Bersama Pengemudi Ojol Perempuan

KOTA PROBOLINGGO – Peringatan Hari Kartini di Kota Probolinggo, Jawa Timur, terekam dalam potret yang berbeda.
Tidak ada kebaya atau seremoni formal di dalam gedung. Semangat emansipasi itu justru hadir di tengah deru mesin dan kepulan debu jalanan, tempat para pengemudi ojek daring perempuan menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk menopang ekonomi keluarga.
Pada momen tersebut, Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota AKP Marjono memilih menanggalkan sekat birokrasi dengan menemui langsung para perempuan tangguh ini.
Pertemuan yang berlangsung di sela-sela aktivitas narik penumpang itu menjadi ruang dialog terbuka antara aparat penegak hukum dan para “Kartini jalanan”.
“Panjenengan (Anda) semua ini adalah Kartini masa kini. Setiap hari berada di jalan, menghadapi risiko demi keluarga, namun tetap berdiri tegak,” ungkap AKP Marjono memberikan apresiasi kepada para pengemudi di Mall Pelayanan Publik Kota Probolinggo, Selasa (21/4/2026).
Bagi kepolisian, sosok pengemudi ojek daring perempuan merupakan manifestasi nyata dari adaptasi perempuan di tengah kerasnya realitas ekonomi.
Emansipasi kini tidak lagi sekadar menuntut kesetaraan di ranah domestik maupun perkantoran, melainkan keberanian untuk terjun ke sektor informal yang penuh risiko fisik dan keamanan.
Namun, pengakuan atas ketangguhan tersebut dibarengi dengan penguatan edukasi.
Satlantas Polres Probolinggo Kota memandang komunitas ojek daring memiliki posisi strategis dalam membentuk budaya tertib berlalu lintas.
Sebagai kelompok yang paling intensif berinteraksi dengan aspal, perilaku mereka menjadi cermin bagi pengguna jalan lainnya.
“Jika pengemudi ojek daring tertib, hal itu akan menjadi preseden baik. Mereka adalah wajah jalanan yang paling sering dilihat masyarakat,” tutur AKP Marjono.
Langkah menyapa langsung para pengemudi ini menegaskan pergeseran paradigma kepolisian menuju pendekatan yang lebih humanis.
Fokus utama tidak lagi melulu pada aspek penegakan hukum atau penindakan di lapangan, tetapi lebih kepada pembangunan kesadaran kolektif melalui kedekatan emosional.
Para pengemudi menyambut positif langkah tersebut. Di tengah stigma dan tantangan pekerjaan yang maskulin, mereka merasa profesinya diakui sekaligus diingatkan bahwa keselamatan adalah modal utama dalam mencari nafkah.
Disiplin menggunakan perlengkapan standar dan etika berkendara bukan sekadar aturan, melainkan pelindung bagi tulang punggung keluarga.
“Peringatan Hari Kartini di jalan raya ini menjadi refleksi bahwa perjuangan perempuan terus bergerak secara dinamis,”lanjut AKP Marjono.
Menurut Kasat Lantas Polres Probolonggo Kota, di balik kemudi dan helm, para driver Ojol tidak hanya mengantar penumpang, tetapi juga mengusung harapan keluarga sembari membawa pesan bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. (*)
Berita
Polres Jember Peduli Kesehatan Buruh, Gelar MCU Gratis Jelang May Day

JEMBER – Memperingati Hari Buruh se Dunia pada 1 Mei 2026, Polres Jember Polda Jawa Timur menggandeng Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso menggelar kegiatan bakti sosial berupa medical check up (MCU) gratis bagi pekerja pabrik di Kabupaten Jember, Rabu (22/4/26).
Kegiatan yang diikuti sekitar 100 karyawan ini turut dihadiri langsung oleh Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra bersama Wakapolres Kompol Ferry Dharmawan.
Para pekerja tampak antusias mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi fisik mereka.
Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap para buruh, khususnya dalam menjaga kesehatan sebagai penunjang produktivitas kerja.
“Momentum Hari Buruh ini kami isi dengan kegiatan positif yang menyentuh langsung kebutuhan para pekerja. Kesehatan menjadi hal utama agar para buruh tetap produktif dan sejahtera,” ujar AKBP Bobby.
Sementara itu, Karumkit Bhayangkara Bondowoso AKBP dr. Sukardi Yunus, Sp.An., M.Kes. menambahkan bahwa pemeriksaan kesehatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini potensi penyakit yang mungkin dialami para karyawan.
“Melalui medical check up ini, kami berharap para pekerja dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini, sehingga apabila ditemukan gangguan bisa segera ditangani dengan tepat,” jelasnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara Polri dan dunia usaha dalam meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup para pekerja di wilayah Kabupaten Jember. (*)
Berita
SPPG Polri Mulai Terapkan Sistem Prasmanan, Perdana di Pejaten

Jakarta Selatan — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Pejaten menghadirkan pendekatan berbeda dalam penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada pelajar dengan menyajikan menu secara prasmanan di SMA Kemala Bhayangkari 1, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Langkah ini dilakukan sebagai terobosan inovasi pelayanan yang lebih dinamis, tidak hanya berfokus pada distribusi makanan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pengalaman belajar bagi siswa.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada Rabu, 22 April 2026, pukul 08.00–17.00 WIB, dengan penyajian MBG prasmanan pada pukul 09.30 WIB. Kegiatan ini diberikan kepada 336 siswa dan masih dalam tahap simulasi penerapan.
Menu MBG yang disajikan meliputi nasi putih, lele crispy, tahu bumbu kuning, tumis buncis wortel, dan pisang, yang disusun oleh ahli gizi untuk memastikan keseimbangan nutrisi bagi para pelajar.
Dari total 9 sekolah penerima manfaat, sistem prasmanan saat ini mulai diterapkan pada 1 sekolah, yaitu SMA Kemala Bhayangkari. Sementara itu, total penerima manfaat MBG dari SPPG Polri Pejaten mencapai 2.606 porsi, yang didistribusikan ke berbagai jenjang pendidikan.
Kepala SPPG Polri Pejaten, Muhammad Iqbal Salim, S.Gz, menyampaikan bahwa pola prasmanan menjadi bagian dari pendekatan pembelajaran yang lebih luas.
“Melalui sistem ini, siswa tidak hanya menerima makanan, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, serta membangun kebersamaan melalui budaya antre dan pengambilan porsi sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Kasatgas MBG Polri Irjen. Pol. Nurworo Danang, S.I.K. menegaskan bahwa pendekatan ini merupakan bagian dari inovasi pelayanan yang berdampak langsung bagi penerima manfaat.
“Penyajian MBG secara prasmanan ini kami lakukan sebagai terobosan inovasi penyaluran makanan yang lebih dinamis kepada para pelajar. Tidak hanya memberikan asupan gizi, tetapi juga menghadirkan pengalaman berbeda yang membangun kebersamaan, tanggung jawab, kesabaran, dan disiplin. Kami juga mendorong partisipasi aktif serta meningkatkan antusiasme siswa dalam mengonsumsi makanan sehat,” jelasnya.
Ia menambahkan, edukasi menjadi bagian penting dalam program MBG.
“Pemberian menu MBG kepada pelajar bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga bagian dari proses edukasi untuk menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Salah satu siswa SMA Kemala Bhayangkari 1 Pasar Minggu menyambut baik penyajian MBG secara prasmanan.
“Aku suka karena makan begini makanannya jadi lebih fresh,” ujarnya.
Meski demikian, ia juga menyampaikan pengalaman antre yang menjadi bagian dari sistem tersebut.
“Suka, tapi jadinya lama. Kalau di ompreng kan dianter terus langsung bisa makan, kalau ini pake antre dulu,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tetap mengedepankan standar keamanan pangan melalui uji organoleptik oleh ahli gizi serta pengujian food safety oleh tim Dokpol. Sistem antrean tertib diterapkan untuk memastikan distribusi berjalan lancar sekaligus melatih kedisiplinan siswa.
Selain itu, SPPG Polri juga melibatkan UMKM dan bahan pangan lokal dalam penyediaan bahan makanan sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi masyarakat.
Program MBG Polri sendiri terus berkembang. Saat ini terdapat 661 unit operasional, 170 tahap persiapan operasional, dan 502 tahap pembangunan, sehingga total mencapai 1.333 unit, dengan rencana penambahan 170 unit di wilayah terpencil menjadi total 1.503 unit.
Ke depan, hasil evaluasi dari penerapan ini akan menjadi dasar pengembangan pola pelayanan MBG yang lebih adaptif dan berdampak luas, baik dari sisi pemenuhan gizi maupun pembentukan karakter generasi muda.
SPPG Polri menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui pendekatan edukatif dan humanis.
-
Berita1 minggu agoSatreskrim Polres Pasuruan Kota Gelar Konferensi Pers Ungkap Kasus Curanmor Dan Pemerkosaan
-
Berita5 hari agoPolres Gresik Ungkap Penimbunan 17 Ribu Liter Solar Subsidi, Satu Tersangka Diamankan
-
Polres6 hari agoPolres Bojonegoro Ungkap Dua Kasus Curanmor, Dua Tersangka Diamankan
-
Polres6 hari agoPolresta Sidoarjo Gelar Curhat Kamtibmas Perkuat Sinergi dan Serap Aspirasi Warga
-
Polres1 minggu agoPolres Jember Ungkap Dugaan Penimbunan Pertalite, Tersangka Gunakan Mobil Modifikasi
-
Berita6 hari agoBinrohtal dan Santunan Yatim, Polres Pasuruan Kota Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial Personel
-
Polres1 minggu agoPores Malang Amankan Tersangka Pengedar Sabu di Ampelgading
-
Berita3 hari agoPerkuat Sinergitas, Polres Madiun Kota Resmikan Posko Ojol Kamtibmas
