Connect with us

Berita

Mengenang Mendiang Aiptu Jailani, Polisi Humanis, Jujur dan Tegas Anggota Polres Gresik yang Tilang Istrinya

Published

on

1000285001
1000285001

GRESIK – Integritas Anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik bernama Aiptu Jailani ini patut diacungi jempol.

Demi menegakkan disiplin berlalu lintas, ia bahkan pernah menilang istrinya sendiri.

Kini, sosok polisi jujur tersebut telah dipanggil sang khalik. Namun, kejujuran dan kebaikannya akan selalu dikenang dan menjadi teladan rekan kerja hingga orang-orang di sekitarnya.

Tilang Istri Sendiri hingga Tak Disapa 3 Hari

Kejadian itu sekitar tahun 2013 hingga 2014 silam. Aiptu Jailani menilang istrinya sendiri ketika sedang bertugas di Jalan Jaksa Agung Suprapto yang sedang menerapkan car free day (CFD).

Karena sedang CFD tentu saja tidak boleh ada kendaraan bermotor yang melintas di jalan itu.

Ternyata ia malah istrinya sendiri yang sedang berboncengan dengan anaknya melintas masuk jalan itu.

Bukan membiarkan sang istri berlalu, namun Aiptu Jailani justru melakukan penindakan dengan menilang istrinya.

Tidak peduli bahwa itu istrinya sendiri, pelangaran tetap pelanggaran yang harus ditindak tegas.

Saat itu istrinya pulang belanja dari Simpang Lima Sukorame naik sepeda motor.

Istrinya sempat lolos dari penjagaan rekan-rekannya Polantas yang bertugas di gang sekitar Jalan Jaksa Agung.

“Tidak ada pengendara lain yang melintas, dan hanya saya,” kata Rahmawati istri Aiptu Jailani, Selasa (10/12).

Sontak saja ia yang baru menyadari ditilang oleh suaminya sendiri kaget bukan kepalang.

Ia juga mengaku malu karena itu dilakukan di hadapan banyak orang saat CFD.

“Saya sampai musuhan tiga hari itu sama dia. Tapi, ya, akhirnya bapak menjelaskan kenapa dia melakukan itu. Saya juga sadar, itu memang salah saya,” kata Rahmawati.

Sosok Aiptu Jailani di Mata Rekan hingga Tetangga

Aiptu Jailani juga dikenal sebagai sosok yang baik dan humoris.

Di lingkungan rumahnya, ia dikenal aktif bersosialisasi dan sering membantu warga.

Salah satu tetangga Aiptu Jailani, Eti mengakui Aiptu Jailani adalah sosok yang baik, sering membantu tetangga, dan aktif dalam kegiatan bermasyarakat di kampungnya.

“Orangnya baik, sering membantu. Aktif dalam kegiatan bermasyarakat,” kata Eti.

Begitu pula pengakuan Briptu Aldy Bayu Petugas Bagian Foto SIM yang kala itu bekerja satu ruangan di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Polres Gresik, Polda Jatim.

Ia menyebut Aiptu Jailani selalu datang lebih awal dari petugas lainnya.

Sebelum menjalankan tugas, dia sempatkan untuk bersih-bersih ruangan, bersih-bersih kantor, tapi ketika pulang justru paling akhir.

“Iya, saat itu beliau satu ruangan di Satpas. Kalau bekerja, Pak Jailani itu disiplin. Terus pekerja keras. Jadi pekerjaan itu harus rapi kalau sama Pak Jailani. Tapi kalau sama temen beliau suka bercanda. Orangnya baik,” kata Aldy.

Soal integrita, Aldy mengatakan bahwa Aiptu Jailani adalah orang yang paling keras menolak permintaan peserta yang gagal uji SIM agar diloloskan dengan iming-iming apa pun.

“Pak Jailani enggak mau kalau kayak gitu. Benar-benar enggak mau. Pokoknya harus benar-benar sempurna. Orang lihat Pak Jailani itu beda langsung auranya. Tegak lurus orangnya,” kata Aldy.

Sang Polisi Jujur itu Telah Berpulang Karena Serangan Jantung

Kini Aiptu Jailani telah berpulang. Polisi jujur anggota Sat Lantas Polres Gresik Polda Jatim itu meninggal karena serangan jantung.

AKP Engkos Sarkosi, yang saat itu menjabat Kasatlantas Polres Gresik mengatakan Aiptu Jailani meninggal Minggu (17/4/2022) sekitar pukul 20.45 WIB.

“Kami merasa sangat kehilangan sosok beliau karena beliau salah satu Polisi teladan kami,” ujar AKP Engkos.

Aiptu Jailani Dikenang Sebagai Polisi Teladan

AKP Engkos mengatakan Sat Lantas Polres Gresik Polda Jatim selalu mengenang Aiptu Jailani sebagai inspirasi untuk anggota lainnya.

“Yang jelas beliau inspirasi untuk anggota yang lain. Dedikasinya sangat luar biasa dalam masalah dinas. Orangnya tegas, disiplin terutama komitmen. Kami sangat-sangat kehilangan,” kata AKP Engkos.

AKP Engkos juga mengatakan Aiptu Jailani merupakan anggota abadi untuk Polres Gresik Polda Jatim.

Menurutnya Aiptu Jailani telah membawa nama baik bagi Polres Gresik jajaran Polda Jatim.

“Pak Jailani adalah anggota abadi kami yang membawa nama baik Polres Gresik. Keluarga yang tabah. Keluarga Pak Jailani adalah keluarga besar kami, tandas AKP Engkos.

Sementara itu, Ipda Darwoyo yang saat itu menjabat Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Gresik juga mengaku sangat kehilangan sosok Jailani.

Baginya, Jailani adalah rekan sekaligus teman.

“Beliaunya adalah sosok panutan tentang kinerja. Beliau punya integritas, dedikasi, dan loyalitas tinggi,” kata Darwoyo. (*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Polres Probolinggo Kota Peringati Hari Kartini Bersama Pengemudi Ojol Perempuan

Published

on

KOTA PROBOLINGGO – Peringatan Hari Kartini di Kota Probolinggo, Jawa Timur, terekam dalam potret yang berbeda.

Tidak ada kebaya atau seremoni formal di dalam gedung. Semangat emansipasi itu justru hadir di tengah deru mesin dan kepulan debu jalanan, tempat para pengemudi ojek daring perempuan menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk menopang ekonomi keluarga.

Pada momen tersebut, Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota AKP Marjono memilih menanggalkan sekat birokrasi dengan menemui langsung para perempuan tangguh ini.

Pertemuan yang berlangsung di sela-sela aktivitas narik penumpang itu menjadi ruang dialog terbuka antara aparat penegak hukum dan para “Kartini jalanan”.

“Panjenengan (Anda) semua ini adalah Kartini masa kini. Setiap hari berada di jalan, menghadapi risiko demi keluarga, namun tetap berdiri tegak,” ungkap AKP Marjono memberikan apresiasi kepada para pengemudi di Mall Pelayanan Publik Kota Probolinggo, Selasa (21/4/2026).

Bagi kepolisian, sosok pengemudi ojek daring perempuan merupakan manifestasi nyata dari adaptasi perempuan di tengah kerasnya realitas ekonomi.

Emansipasi kini tidak lagi sekadar menuntut kesetaraan di ranah domestik maupun perkantoran, melainkan keberanian untuk terjun ke sektor informal yang penuh risiko fisik dan keamanan.

Namun, pengakuan atas ketangguhan tersebut dibarengi dengan penguatan edukasi.

Satlantas Polres Probolinggo Kota memandang komunitas ojek daring memiliki posisi strategis dalam membentuk budaya tertib berlalu lintas.

Sebagai kelompok yang paling intensif berinteraksi dengan aspal, perilaku mereka menjadi cermin bagi pengguna jalan lainnya.

“Jika pengemudi ojek daring tertib, hal itu akan menjadi preseden baik. Mereka adalah wajah jalanan yang paling sering dilihat masyarakat,” tutur AKP Marjono.

Langkah menyapa langsung para pengemudi ini menegaskan pergeseran paradigma kepolisian menuju pendekatan yang lebih humanis.

Fokus utama tidak lagi melulu pada aspek penegakan hukum atau penindakan di lapangan, tetapi lebih kepada pembangunan kesadaran kolektif melalui kedekatan emosional.

Para pengemudi menyambut positif langkah tersebut. Di tengah stigma dan tantangan pekerjaan yang maskulin, mereka merasa profesinya diakui sekaligus diingatkan bahwa keselamatan adalah modal utama dalam mencari nafkah.

Disiplin menggunakan perlengkapan standar dan etika berkendara bukan sekadar aturan, melainkan pelindung bagi tulang punggung keluarga.

“Peringatan Hari Kartini di jalan raya ini menjadi refleksi bahwa perjuangan perempuan terus bergerak secara dinamis,”lanjut AKP Marjono.

Menurut Kasat Lantas Polres Probolonggo Kota, di balik kemudi dan helm, para driver Ojol tidak hanya mengantar penumpang, tetapi juga mengusung harapan keluarga sembari membawa pesan bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. (*)

Continue Reading

Berita

Polres Jember Peduli Kesehatan Buruh, Gelar MCU Gratis Jelang May Day

Published

on

JEMBER – Memperingati Hari Buruh se Dunia pada 1 Mei 2026, Polres Jember Polda Jawa Timur menggandeng Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso menggelar kegiatan bakti sosial berupa medical check up (MCU) gratis bagi pekerja pabrik di Kabupaten Jember, Rabu (22/4/26).

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 karyawan ini turut dihadiri langsung oleh Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra bersama Wakapolres Kompol Ferry Dharmawan.

Para pekerja tampak antusias mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi fisik mereka.

Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap para buruh, khususnya dalam menjaga kesehatan sebagai penunjang produktivitas kerja.

“Momentum Hari Buruh ini kami isi dengan kegiatan positif yang menyentuh langsung kebutuhan para pekerja. Kesehatan menjadi hal utama agar para buruh tetap produktif dan sejahtera,” ujar AKBP Bobby.

Sementara itu, Karumkit Bhayangkara Bondowoso AKBP dr. Sukardi Yunus, Sp.An., M.Kes. menambahkan bahwa pemeriksaan kesehatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini potensi penyakit yang mungkin dialami para karyawan.

“Melalui medical check up ini, kami berharap para pekerja dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini, sehingga apabila ditemukan gangguan bisa segera ditangani dengan tepat,” jelasnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara Polri dan dunia usaha dalam meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup para pekerja di wilayah Kabupaten Jember. (*)

Continue Reading

Berita

SPPG Polri Mulai Terapkan Sistem Prasmanan, Perdana di Pejaten

Published

on

Jakarta Selatan — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Pejaten menghadirkan pendekatan berbeda dalam penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada pelajar dengan menyajikan menu secara prasmanan di SMA Kemala Bhayangkari 1, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Langkah ini dilakukan sebagai terobosan inovasi pelayanan yang lebih dinamis, tidak hanya berfokus pada distribusi makanan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pengalaman belajar bagi siswa.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada Rabu, 22 April 2026, pukul 08.00–17.00 WIB, dengan penyajian MBG prasmanan pada pukul 09.30 WIB. Kegiatan ini diberikan kepada 336 siswa dan masih dalam tahap simulasi penerapan.

Menu MBG yang disajikan meliputi nasi putih, lele crispy, tahu bumbu kuning, tumis buncis wortel, dan pisang, yang disusun oleh ahli gizi untuk memastikan keseimbangan nutrisi bagi para pelajar.

Dari total 9 sekolah penerima manfaat, sistem prasmanan saat ini mulai diterapkan pada 1 sekolah, yaitu SMA Kemala Bhayangkari. Sementara itu, total penerima manfaat MBG dari SPPG Polri Pejaten mencapai 2.606 porsi, yang didistribusikan ke berbagai jenjang pendidikan.

Kepala SPPG Polri Pejaten, Muhammad Iqbal Salim, S.Gz, menyampaikan bahwa pola prasmanan menjadi bagian dari pendekatan pembelajaran yang lebih luas.

“Melalui sistem ini, siswa tidak hanya menerima makanan, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, serta membangun kebersamaan melalui budaya antre dan pengambilan porsi sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Kasatgas MBG Polri Irjen. Pol. Nurworo Danang, S.I.K. menegaskan bahwa pendekatan ini merupakan bagian dari inovasi pelayanan yang berdampak langsung bagi penerima manfaat.

“Penyajian MBG secara prasmanan ini kami lakukan sebagai terobosan inovasi penyaluran makanan yang lebih dinamis kepada para pelajar. Tidak hanya memberikan asupan gizi, tetapi juga menghadirkan pengalaman berbeda yang membangun kebersamaan, tanggung jawab, kesabaran, dan disiplin. Kami juga mendorong partisipasi aktif serta meningkatkan antusiasme siswa dalam mengonsumsi makanan sehat,” jelasnya.

Ia menambahkan, edukasi menjadi bagian penting dalam program MBG.

“Pemberian menu MBG kepada pelajar bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga bagian dari proses edukasi untuk menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Salah satu siswa SMA Kemala Bhayangkari 1 Pasar Minggu menyambut baik penyajian MBG secara prasmanan.

“Aku suka karena makan begini makanannya jadi lebih fresh,” ujarnya.

Meski demikian, ia juga menyampaikan pengalaman antre yang menjadi bagian dari sistem tersebut.

“Suka, tapi jadinya lama. Kalau di ompreng kan dianter terus langsung bisa makan, kalau ini pake antre dulu,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tetap mengedepankan standar keamanan pangan melalui uji organoleptik oleh ahli gizi serta pengujian food safety oleh tim Dokpol. Sistem antrean tertib diterapkan untuk memastikan distribusi berjalan lancar sekaligus melatih kedisiplinan siswa.

Selain itu, SPPG Polri juga melibatkan UMKM dan bahan pangan lokal dalam penyediaan bahan makanan sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi masyarakat.

Program MBG Polri sendiri terus berkembang. Saat ini terdapat 661 unit operasional, 170 tahap persiapan operasional, dan 502 tahap pembangunan, sehingga total mencapai 1.333 unit, dengan rencana penambahan 170 unit di wilayah terpencil menjadi total 1.503 unit.

Ke depan, hasil evaluasi dari penerapan ini akan menjadi dasar pengembangan pola pelayanan MBG yang lebih adaptif dan berdampak luas, baik dari sisi pemenuhan gizi maupun pembentukan karakter generasi muda.

SPPG Polri menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui pendekatan edukatif dan humanis.

Continue Reading

Terbaru

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.