Connect with us

Berita

Disamping Laksanakan Patroli Blue Light, Anggota Polsek Grati Beri Imbauan Warga Tentang Pilkada Damai.

Published

on

img 20240905 wa0008
img 20240905 wa0008

Polresta Pasuruan – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Grati terus mengintensifkan patroli malam atau yang dikenal dengan Patroli Blue Light. Patroli ini dilakukan secara rutin guna mencegah tindak kriminalitas serta memastikan situasi tetap kondusif di wilayah hukum Polsek Grati, Rabu (04/09/2024) jam 21.30 Wib.

Kegiatan Patroli Blue Light ini dilakukan pada malam hari, dengan menyalakan lampu biru rotator mobil patroli sebagai simbol kehadiran Polisi di tengah masyarakat. Kehadiran aparat di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mencegah niat jahat dari pihak-pihak yang ingin mengganggu ketertiban umum.

Tidak hanya fokus pada patroli, anggota Polsek Grati juga aktif memberikan imbauan kepada warga tentang pentingnya menjaga Pilkada damai. Dalam dialog yang dilakukan saat patroli, para petugas menyampaikan pesan-pesan untuk tidak mudah terpancing oleh isu-isu provokatif atau hoaks yang sering kali beredar saat masa kampanye. “Kami mengajak seluruh warga untuk menjaga kerukunan, tidak mudah terprovokasi, dan selalu waspada terhadap penyebaran berita bohong yang bisa memecah belah persatuan,” ujar Aiptu Samingan, di sela-sela patroli.

Imbauan ini dirasa sangat penting mengingat Pilkada sering kali menjadi momentum yang rawan konflik, terutama jika masyarakat tidak memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya persatuan dan kesatuan. Dalam kesempatan tersebut, petugas juga meminta masyarakat agar lebih cermat dalam menerima informasi, terutama yang beredar melalui media sosial. “Saring sebelum sharing,” tambah Aiptu Samingan, mengingatkan warga agar tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

img 20240905 wa0009
img 20240905 wa0009

Selain memberikan imbauan tentang Pilkada damai, Polsek Grati juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan apabila ada aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka, khususnya yang terkait dengan potensi gangguan keamanan selama masa kampanye. “Kami meminta partisipasi aktif dari masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban bersama. Jangan segan-segan melapor jika menemukan sesuatu yang mencurigakan,” lanjutnya.

Kegiatan Patroli Blue Light ini juga menyasar titik-titik yang dianggap rawan kejahatan, seperti jalan raya yang sepi, permukiman warga, serta tempat-tempat umum yang sering dijadikan lokasi nongkrong oleh pemuda. Dengan pendekatan persuasif, petugas juga kerap berdialog dengan pemuda-pemuda yang ditemui saat patroli, memberikan penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan pentingnya menjauhi tindakan kriminal.

Kehadiran Polri, dalam hal ini Polsek Grati, di tengah masyarakat tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra dalam menjaga situasi yang kondusif, khususnya menjelang Pilkada 2024 yang diperkirakan akan berlangsung ketat. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, saling menghormati pilihan politik masing-masing, dan berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi yang aman dan damai.

Dengan adanya patroli ini, Polsek Grati berharap masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan tenang tanpa rasa khawatir. Selain itu, kehadiran aparat keamanan di lapangan diharapkan dapat menurunkan angka kejahatan serta meningkatkan rasa aman di tengah masyarakat.

Pilkada yang damai dan tertib bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Kesadaran dan kerja sama yang baik antara masyarakat dan Polri menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan Pilkada yang bebas dari konflik. Dengan menjaga keamanan dan ketertiban, diharapkan Pilkada 2024 dapat berlangsung dengan sukses dan menghasilkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas serta mampu membawa perubahan positif bagi daerah.

Di tempat terpisah Kapolsek Grati AKP Yudi Prasetyo, S.H., menerangkan bahwa Polsek Grati terus berkomitmen untuk menjaga kamtibmas di wilayahnya, terlebih di masa-masa krusial seperti jelang Pilkada. Patroli Blue Light dan imbauan Pilkada damai diharapkan bisa menjadi langkah preventif dalam mencegah terjadinya potensi konflik dan kriminalitas. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada, bijak dalam menggunakan media sosial, dan terus menjaga persatuan demi masa depan bersama yang lebih baik, “Tutupnya”.

By Humas Grati.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

BRAN dan Komnas HAM Perkuat Sinergi, Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Berbasis HAM

Published

on

JAKARTA – Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menjajaki kerja sama kelembagaan guna mempercepat penyelesaian konflik agraria. Langkah awal kolaborasi ini difokuskan pada penyusunan nota kesepahaman (MoU) sebagai landasan hukum penanganan konflik lahan yang berkeadilan dan mengedepankan prinsip HAM.

Komitmen tersebut disepakati dalam High Level Meeting bertema “Sinergi Mengoptimalkan Penegakan Hukum dalam Isu Hak Asasi Manusia” di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2026).

Pertemuan dihadiri Kepala BRAN Jenderal Polisi Prof. Dr. Dedi Prasetyo dan Ketua Komnas HAM Anis Hidayah beserta jajaran komisioner.

Urgensi penanganan ini berkaca pada tingginya angka sengketa lahan. Anis Hidayah mengungkapkan, Komnas HAM menerima sekitar 2.700 pengaduan konflik agraria dalam tiga tahun terakhir.

Kasus-kasus tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat adat, korporasi, hingga sengketa terkait aset negara. Banyak di antaranya telah mandek lebih dari lima tahun tanpa kejelasan.

“BRAN merupakan lembaga negara strategis yang sudah lama ditunggu masyarakat. Selama bertahun-tahun, penyelesaian konflik agraria menemui jalan terjal dan penuh tantangan,” ujar Anis.

Ia menambahkan, Komnas HAM telah menyusun peta jalan penanganan konflik agraria berbasis HAM selama dua tahun terakhir. Dokumen ini memuat rekomendasi reformasi kelembagaan, perbaikan tata kelola, pembenahan regulasi, hingga strategi pencegahan.

Menanggapi hal itu, Kepala BRAN Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menegaskan, penyelarasan data dan pemetaan menyeluruh di lapangan menjadi kunci. BRAN berkomitmen mengkaji setiap kasus berdasarkan fakta sosiologis, aspek hukum, serta riwayat penguasaan tanah.

“Kami fokuskan pembentukan MoU agar koordinasi berjalan optimal. BRAN sepakat bekerja cepat menuntaskan beberapa kasus prioritas yang diusulkan oleh Komnas HAM,” kata Dedi.

Dedi juga memaparkan bahwa Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) BRAN saat ini sedang digodok intensif.

“Kami menargetkan SOTK rampung dalam 100 hari kerja agar pembagian tugas dan pelaksanaan fungsi lembaga bisa segera berjalan optimal,” tuturnya.

Sementara itu, Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan HAM Komnas HAM Saurlin Siagian menilai, penetapan skala prioritas sangat krusial mengingat menumpuknya ribuan berkas aduan.

Sinergi ini juga diharapkan menekan dampak lanjutan, seperti intimidasi fisik yang kerap membutuhkan intervensi aparat penegak hukum.
Harapan senada disampaikan Wakil Ketua Internal Komnas HAM Prabianto Mukti Wibowo.

Ia berharap kehadiran BRAN mampu menghadirkan penyelesaian non-litigasi yang humanis.

“Penyelesaian tidak semata-mata bertumpu pada jalur hukum formal, melainkan harus mampu memulihkan hak dan rasa keadilan bagi para korban,” pungkasnya. (*)

Continue Reading

Berita

Tak Hanya Padamkan Api, Polri Selamatkan Anak Beruang Madu Terdampak Karhutla

Published

on

Jakarta – Seekor anak beruang madu yang terpisah dari induknya akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah berhasil diselamatkan tim gabungan Baharkam Polri, Polda Kalimantan Tengah, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Jumat (23/10/2026).

Anak beruang madu tersebut ditemukan di sekitar kawasan perkebunan dan hutan Desa Lampasan, Kabupaten Seruyan. Sebelum dievakuasi, satwa dilindungi itu sempat diamankan seorang warga bernama Sugiarto agar terhindar dari ancaman kebakaran dan gangguan di sekitarnya.

Direktur Polisi Satwa Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Tory Kristianto mengatakan, penyelamatan bermula dari laporan masyarakat yang mengetahui keberadaan anak beruang madu tersebut.

“Begitu menerima informasi dari masyarakat, tim langsung berkoordinasi dengan BKSDA untuk melakukan penyelamatan. Prioritas kami memastikan satwa ini berada dalam kondisi aman dan mendapatkan penanganan yang tepat,” ujar Tory, Jumat (23/10/2026).

Tim gabungan kemudian melakukan evakuasi sekaligus pemeriksaan kesehatan awal. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada luka fisik maupun gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap.
Beruntung, anak beruang madu tersebut berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup dan tanpa cedera serius.

Tory kemudian memberikan nama Meli kepada satwa tersebut, yang merupakan singkatan dari “Menyelamatkan Yang Liar”.

Nama itu menjadi simbol kepedulian terhadap satwa liar yang kehidupannya semakin terancam ketika kebakaran melanda kawasan hutan.

“Meli mengingatkan kita bahwa di balik kebakaran hutan, ada kehidupan lain yang juga harus diselamatkan. Satwa-satwa ini tidak bisa meminta pertolongan, sehingga menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melindunginya,” katanya.

Setelah menjalani pemeriksaan awal, Meli dievakuasi menuju fasilitas konservasi BKSDA di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, untuk mendapatkan penanganan dan pemulihan lebih lanjut.

Menurut Tory, penyelamatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan SAR satwa liar yang dilaksanakan Baharkam Polri di Kalimantan Tengah atas arahan Kabaharkam Polri Komjen Herry Heryawan.

Sehari sebelumnya, tim Baharkam Polri telah berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Tengah dan meninjau Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) untuk melihat kondisi orangutan serta kesiapan penanganan satwa yang berisiko terdampak kabut asap.

Tim juga mengevaluasi kesiapan personel dan peralatan SAR bersama jajaran Satbrimob Polda Kalimantan Tengah sebelum melanjutkan pemantauan ke wilayah yang berpotensi terdampak karhutla.

Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Perlindungan habitat dan keselamatan satwa liar juga harus menjadi perhatian bersama.

Ia pun mengapresiasi kepedulian masyarakat, khususnya Sugiarto, yang telah mengamankan Meli sebelum tim penyelamat tiba.

“Peran masyarakat sangat penting. Penyelamatan Meli menjadi contoh bagaimana kepedulian warga dan kesiapan petugas dapat berjalan bersama untuk melindungi satwa liar,” ujarnya.

Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Tory berharap kerja sama antara kepolisian, lembaga konservasi, dan masyarakat terus diperkuat untuk menjaga kelestarian hutan beserta kehidupan di dalamnya.

“Apa yang kita selamatkan hari ini adalah bagian dari kekayaan alam yang harus tetap terjaga untuk generasi mendatang,” pungkasnya.

Continue Reading

Berita

Kapolri: Tim Gabungan Sita Hampir 1,2 Ton Sabu dari Laboratorium Gelap di Aceh

Published

on

PIDIE – Kepolisian bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai mengungkap laboratorium gelap pembuatan sabu yang diduga menjadi bagian dari jaringan narkotika internasional di Kabupaten Pidie, Aceh. Dalam pengungkapan tersebut, petugas menyita hampir 1,2 ton bruto narkotika, menjadikannya pengungkapan laboratorium gelap dengan barang bukti terbesar di Indonesia.

Penindakan dilakukan secara serentak pada 21 Oktober 2026 di lima lokasi yang tersebar di Kabupaten Pidie, Bireuen, Aceh Utara, dan Kota Lhokseumawe. Pengungkapan ini berawal dari pengembangan informasi intelijen serta pemantauan pergerakan jaringan dan logistik yang diduga digunakan untuk memproduksi sabu.

Di sebuah ruko di Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, petugas menemukan laboratorium gelap yang diduga digunakan untuk mengolah meth oil atau sabu cair menjadi sabu kristal. Dari lokasi tersebut, petugas menyita 20 drum berisi meth oil, sekitar 500 kilogram sabu kristal, serta sejumlah peralatan produksi.

Secara keseluruhan, barang bukti yang disita dalam operasi tersebut mencapai hampir 1,2 ton bruto. Sebanyak 11 orang yang diamankan terdiri atas dua WNA dan sembilan WNI. Penyidik masih mendalami peran masing-masing serta kemungkinan keterkaitan mereka dengan jaringan narkotika internasional.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, bahan narkotika cair tersebut diduga bergerak dari kawasan Asia Tenggara sebelum tiba di Aceh. Tim gabungan kemudian memantau pergerakan sejumlah orang yang diduga terlibat hingga menemukan lokasi yang digunakan sebagai laboratorium gelap.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengapresiasi kerja sama lintas lembaga dan dukungan masyarakat dalam pengungkapan tersebut.

“Saya ucapkan selamat atas pengungkapan dalam rangka menyelamatkan anak bangsa ini. Polisi dan masyarakat kita berhasil mengungkap jaringan narkoba skala besar,” kata Suyudi di Pidie, Jumat (23/10/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya pemilik ruko, kontrakan, dan rumah sewa, untuk memastikan identitas serta aktivitas penyewa dapat dipertanggungjawabkan.

“ Saya berpesan kepada seluruh masyarakat, khususnya pemilik ruko, kontrakan, atau rumah sewa, agar senantiasa selektif dan memastikan identitas serta aktivitas penyewa dapat dipertanggungjawabkan. Jangan apatis dengan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Penyidik masih mendalami jaringan yang terlibat, mengejar sejumlah pihak yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), serta menelusuri dugaan aliran dana hasil kejahatan. Polri bersama instansi terkait juga akan berkoordinasi dengan otoritas luar negeri untuk mengungkap keterkaitan jaringan tersebut.

Kapolri turut mengapresiasi personel Polri, BNN, Bea Cukai, dan National Narcotics Control Commission (NNCC) Tiongkok yang terlibat dalam pengungkapan tersebut. Kerja sama lintas negara dinilai penting untuk memutus rantai pasokan narkotika dan mencegah Indonesia digunakan sebagai lokasi produksi maupun jalur distribusi jaringan internasional.

Continue Reading

Terbaru

Copyright © 2026 Polres Pasuruan Kota - Presisi