Berita
Personel Polsek Bugul Kidul Laksanakan Silaturahmi Kamtibmas dengan Warga Menjelang Pilkada 2024.

Polresta Pasuruan – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, personel Polsek Bugul Kidul melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan warga Rt. 01 Rw. 03 Kel. Tapa’an Kec. Bugul Kidul Kota Pasuruan. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara Polisi dan masyarakat serta memastikan pelaksanaan Pilkada berjalan aman, lancar, dan kondusif, Sabtu (17/08/2024).
Kapolsek Bugul Kidul Kompol Masykur, S.H., M.H., memimpin langsung kegiatan silaturahmi ini dengan mengunjungi beberapa tokoh masyarakat, pemuka agama, serta kelompok-kelompok masyarakat yang berpengaruh. Dalam kesempatan tersebut, Kompol Masykur menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, terutama menjelang Pilkada yang sering kali rawan akan potensi konflik.
“Silaturahmi ini merupakan upaya kami untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dan mengajak mereka untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah. Kami berharap, melalui komunikasi yang baik ini, masyarakat dapat lebih proaktif dalam melaporkan setiap potensi gangguan keamanan,” ujar Kompol Masykur.
Selain itu, Kompol Masykur juga memberikan penyuluhan kepada warga terkait ancaman hoaks yang sering muncul menjelang pelaksanaan Pilkada. Ia mengingatkan agar warga tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya dan selalu mengedepankan klarifikasi sebelum menyebarkan informasi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Hoaks bisa memecah belah persatuan dan mengganggu stabilitas keamanan. Oleh karena itu, kami berharap masyarakat dapat lebih selektif dan mengedepankan verifikasi dalam setiap informasi yang diterima,” tambahnya.

Kegiatan silaturahmi ini disambut baik oleh warga Rt.01/03 Kel. Tapa’an. Salah satu tokoh masyarakat, Bapak Wandono, mengapresiasi langkah Polsek Bugul Kidul dalam menjalin komunikasi yang baik dengan warga. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat penting untuk mencegah terjadinya konflik sosial yang dapat mengganggu pelaksanaan Pilkada.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Dengan adanya komunikasi yang baik antara polisi dan masyarakat, kami merasa lebih aman dan tenang menjelang Pilkada. Kami juga berkomitmen untuk menjaga lingkungan kami tetap kondusif,” ungkap Bapak Rt. Wandono.
Selain silaturahmi dengan warga, Polsek Bugul Kidul juga melakukan patroli rutin di beberapa titik rawan untuk memastikan tidak ada aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum. Patroli ini dilakukan baik pada siang hari maupun malam hari, dengan melibatkan personel dari berbagai unit.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Polri dalam rangka menciptakan situasi yang aman dan damai menjelang Pilkada 2024. Polsek Bugul Kidul berkomitmen untuk terus menjalin kerjasama yang baik dengan masyarakat demi terciptanya suasana yang kondusif, tidak hanya selama Pilkada berlangsung, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya sinergi antara polisi dan masyarakat, diharapkan Pilkada 2024 dapat berjalan dengan lancar, tanpa ada gangguan yang berarti. Masyarakat Bugul Kidul pun diimbau untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, serta menghindari tindakan-tindakan yang dapat merusak keharmonisan sosial.
Dalam penutupannya, Kompol Masykur, S.H., M.H., menegaskan bahwa Polsek Bugul Kidul akan terus berupaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya dengan berbagai program yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. “Kami tidak bisa bekerja sendiri, butuh dukungan dan kerjasama dari seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai. Bersama-sama, kita pasti bisa mewujudkan Pilkada yang sukses dan berkualitas,” tutupnya.
By Humas Bglkdl.
Berita
Polres Ponorogo Amankan Komplotan Peminta Sumbangan Uangnya Digunakan Untuk Judi

PONOROGO – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ponorogo Polda Jatim mengamankan puluhan orang yang tergabung dalam komplotan peminta sumbangan mengatasnamakan yayasan yatim piatu.
Dari hasil penyelidikan, uang sumbangan yang dihimpun dari masyarakat ternyata disalahgunakan untuk berjudi dan membiayai penginapan di hotel.
Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan dan keresahan warga terkait aktivitas sekelompok orang yang berkeliling meminta sumbangan dari desa ke desa di wilayah hukum Polres Ponorogo Polda Jatim.
“Total ada 23 orang yang kami amankan. Mereka mengaku mencari sumbangan untuk yayasan yatim piatu, namun hasilnya justru digunakan untuk berjudi,” ujar AKP Imam Mujali, Jumat (16/1/2026).
Petugas kemudian melakukan penelusuran dan mendapati kelompok tersebut menginap di salah satu hotel di Kabupaten Ponorogo.
Dari hasil penggerebekan, Polisi menemukan praktik perjudian dadu yang dilakukan dengan menggunakan telepon genggam.
“Mereka memesan delapan kamar hotel dan sudah menginap sekitar satu minggu. Saat kami lakukan pengecekan, ada 10 orang yang sedang bermain judi,” jelasnya.
Dari pengakuan para pelaku, mereka berasal dari Lampung dan setiap hari beroperasi sejak pagi hingga sore untuk meminta sumbangan ke rumah-rumah warga.
Warga yang menyumbang rata-rata memberikan uang mulai Rp2.000 hingga Rp10.000, bahkan ada yang lebih, dan diberi stiker atas nama yayasan.
Hasil pemeriksaan juga mengungkap bahwa kelompok tersebut memang dibekali surat tugas dari yayasan.
Pembagian hasilnya disepakati 70 persen untuk yayasan dan 30 persen untuk pencari dana. Namun dalam praktiknya, sebagian uang justru digunakan untuk berjudi.
Dalam kasus perjudian tersebut, Polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka berinisial RD dan IM yang berperan sebagai bandar. Sementara delapan orang lainnya berstatus sebagai penombok.
“Kedua tersangka sudah kami tahan. Sedangkan 21 orang lainnya kami serahkan ke Satpol PP Kabupaten Ponorogo untuk penanganan lebih lanjut setelah berkoordinasi dengan Dinas Sosial,” tegas AKP Imam.
Polisi mencatat, dalam satu hari kelompok tersebut bisa memperoleh uang sumbangan antara Rp.2 juta hingga Rp.5 juta.
AKP Imam Mujali juga mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memberikan sumbangan.
“Salurkan bantuan kepada pihak yang benar-benar jelas dan membutuhkan, agar tidak disalahgunakan,” pungkasnya. (*)
Berita
Polres Magetan Kembalikan Emas Senilai 1 Miliar, Pascatangkap 5 Tersangka Pembobol Toko

MAGETAN – Kurang dari 24 jam, jajaran kepolisian Resor Magetan Polda Jatim berhasil mengungkap dan mengamankan terduga pelaku pembobolan toko emas yang terjadi di wilayah Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan.
Kasus tersebut menimpa sebuah Toko Emas di Jalan Raya Bendo Kabupaten Magetan Jawa Timur.
Polres Magetan Polda Jatim melalui Unit Reskrim Polsek Bendo menerima laporan tindak pidana pencurian tersebut pada Rabu (14/1/2026).
Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa saat Konferensi pers mengatakan, kejadian diketahui sekitar pukul 07.30 WIB, saat adik ipar korban bersama karyawan toko hendak membuka toko.
“Keduanya mendapati tembok bagian belakang toko dalam kondisi terbongkar serta beberapa laci meja berantakan,” ujar AKBP Erik, Kamis (15/1).
Mengetahui toko emas telah dibobol, saksi segera menghubungi pemilik toko.
Setelah tiba di lokasi, korban memastikan kondisi toko dalam keadaan rusak dan berantakan.
Saat dilakukan pengecekan, kunci brankas yang berisi uang dan perhiasan diketahui hilang.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian berupa uang tunai sebesar Rp.24 juta serta perhiasan emas senilai kurang lebih Rp1 miliar, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bendo.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Bendo bersama Satreskrim Polres Magetan dan Tim Inafis segera mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi, serta pengumpulan barang bukti.
Polisi juga mengamankan Tiga file rekaman CCTV dari dalam toko emas.
“Berdasarkan keterangan saksi, hasil olah TKP termasuk sidik jari, serta rekaman CCTV, petugas langsung bekerja mengidentifikasi para pelaku,”lanjut AKBP Erik.
Dari hasil pemantauan CCTV, aksi pencurian diketahui terjadi sekitar pukul 22.57 WIB.
Diduga Tiga orang pelaku masuk ke dalam toko dengan cara menjebol tembok bagian belakang dan melakukan pencurian dengan pemberatan.
Berkat kerja sama Satreskrim Polres Magetan dan Satreskrim Polres Madiun, polisi berhasil mengamankan Lima tersangka di rumah kos mereka di wilayah Jiwan, Kabupaten Madiun.
Lima tersangka tersebut terdiri dari satu orang asal Madiun dan empat orang asal Nusa Tenggara yang diketahui merupakan spesialis pencurian dengan modus melubangi tembok lintas kota, dan telah beberapa kali melakukan aksi di wilayah Madiun dan Magetan.
“Para tersangka kami jerat dengan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana Pasal 477 ayat (1) huruf f dan g UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun,” tegas AKBP Raden Erik Bangun Prakasa.
Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagai bentuk tindak kriminalitas, khususnya pencurian.
Ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan sistem keamanan berlapis, seperti menggunakan kunci pengaman yang lebih kuat serta memasang CCTV di rumah maupun tempat usaha.
Sementara itu, pemilik Toko Emas Senna Golden Star, Ibu Rina Noviana, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran kepolisian.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Polres Magetan dan Polsek Bendo atas gerak cepatnya dalam mengungkap dan menangkap para pelaku. Ini sangat membantu dan memberi rasa aman bagi kami,” ujarnya. (*)
Berita
Polri Hadir Menyembuhkan Luka Bencana, Ratusan Warga Aceh Tengah dan Sekitarnya Terlayani Bakti Kesehatan

ACEH TENGAH — Kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana banjir kembali diwujudkan melalui rangkaian kegiatan Bakti Kesehatan (Baktikes) yang digelar secara berkelanjutan di sejumlah wilayah terdampak di Provinsi Aceh.
Kegiatan kemanusiaan tersebut berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis, 14–15 Januari 2026, dengan fokus utama di wilayah hukum Polres Aceh Tengah.
Pelayanan kesehatan ini juga diperluas hingga ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang guna menjangkau masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis pascabencana.
Di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, tim kesehatan Polri memberikan pelayanan medis kepada warga terdampak banjir di Desa Jamat, Desa Delung Sekinel, dan Desa Kute Reje.
Sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai, personel kesehatan gabungan dari Sidokkes Polres Aceh Tengah bersama tenaga medis BKO Polda Jawa Tengah melakukan pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, serta edukasi kesehatan lingkungan kepada masyarakat.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah tenaga medis Polri, di antaranya Kasidokkes Polres Aceh Tengah IPDA Johariyadi, S.Kep., IPDA dr. Henri Aprilio Purnomo, serta personel kesehatan Brimob dan jajaran tenaga kesehatan lainnya.
Dari hasil pelayanan di wilayah tersebut, tercatat sebanyak 326 warga berhasil mendapatkan layanan kesehatan gratis. Keluhan yang paling banyak ditemukan meliputi ISPA, hipertensi, dispepsia, dislipidemia, serta gangguan kulit akibat dampak banjir.
Salah seorang warga Desa Jamat, Rahmawati (47), mengaku sangat terbantu dengan kehadiran tim kesehatan Polri di kampungnya.
“Sejak banjir kemarin, banyak warga yang batuk dan sesak napas. Kami sulit ke puskesmas karena akses jalan rusak. Alhamdulillah, polisi datang langsung memeriksa kami dan memberi obat. Ini sangat membantu dan menenangkan warga,” tuturnya haru.
Rangkaian Bakti Kesehatan Polri juga berlanjut pada Kamis (15/1/2026) di Kabupaten Bener Meriah, tepatnya di Desa Rusip dan Desa Tembolon, Kecamatan Syiah Utama. Di lokasi ini, tim medis melayani pemeriksaan kesehatan terhadap 84 warga dan menggelar kegiatan trauma healing bagi 41 anak untuk memulihkan kondisi psikologis mereka pascabencana.
Di hari yang sama, pelayanan kesehatan turut digelar di Desa Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, wilayah hukum Polres Lhokseumawe. Di lokasi ini, sebanyak 67 warga menerima layanan kesehatan gratis dari tim medis Polri.
Sementara itu di Kabupaten Aceh Tamiang, pelayanan kesehatan dipusatkan di Posko Polri Kesehatan. Tim gabungan dari Biddokkes Polda Aceh, Polda Metro Jaya, dan Polda Jawa Tengah memberikan pemeriksaan kesehatan serta pembagian vitamin kepada 61 warga terdampak banjir bandang.
Kabid Dokkes Polda Aceh Kombes Pol dr. Dafianto Arief, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan Bakti Kesehatan ini merupakan bagian dari Operasi Aman Nusa II yang digelar Polri dalam rangka penanganan bencana.
“Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Kami mengerahkan tenaga medis lintas polda agar pelayanan bisa menjangkau hingga ke desa-desa yang sulit diakses,” ujarnya.
Menurutnya, metode pelayanan dilakukan secara proaktif melalui pendekatan door to door, home visit, serta edukasi kesehatan guna mencegah munculnya penyakit pascabencana.
Melalui rangkaian kegiatan Bakti Kesehatan tersebut, Polri kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang selalu berdiri bersama masyarakat. Di tengah keterbatasan pascabencana, kehadiran tim medis Polri menjadi harapan dan kekuatan baru bagi warga untuk bangkit dan pulih kembali.
-
Polres1 minggu agoKeselamatan Laut Menjadi Prioritas Utama, Satpolair Polres Pasuruan Kota Imbau Nelayan Antisipasi Cuaca Buruk
-
Berita6 hari agoJumat Berkah, Polsek Taman Berbagi Makanan di Jalan Raya Wonocolo Sidoarjo
-
Berita6 hari agoWater Cannon Disemprotkan di Jalan Lintas Aceh Selatan, Polri Minimalisir Debu Pasca Banjir
-
Berita2 hari agoSPKT MMPP Polresta Sidoarjo Raih Penghargaan Menteri PANRB
-
Polres6 hari agoTekan Angka Laka Lantas, Satlantas Polres Pasuruan Kota Intensifkan Patroli Humanis di Jalan Raya.
-
Polres1 minggu agoAwal 2026 Polres Jember Tegaskan Komitmen Integritas dan Transparansi Pelayanan
-
Polres1 minggu agoKapolres Pasuruan Kota Resmikan SPPG YKB, Dukung Program Makan Bergizi Gratis
-
Polres1 minggu agoPolres Sumenep Perketat Pengawasan di Wilayah Kepulauan Cegah Peredaran Narkoba
