Connect with us

Polda

Pocil Polres Pasuruan Kota Raih Juara 3 Gebyar Pocil Polda Jatim 2026, Harumkan Nama Kota Pasuruan Di Tingkat Provinsi

Published

on

POLRESPASURUANKOTA.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Polisi Cilik (Pocil) binaan Satlantas Polres Pasuruan Kota. Tim Pocil yang mewakili Kota Pasuruan berhasil meraih Juara III dalam ajang Gebyar Polisi Cilik (Pocil) Polda Jawa Timur 2026, setelah bersaing dengan 36 kontingen Pocil dari kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

Kegiatan Gebyar Pocil Polda Jatim 2026 diselenggarakan di Universitas Bhayangkara Surabaya selama empat hari. Babak penyisihan berlangsung pada 22 hingga 24 Juni 2026, sementara babak final digelar pada 25 Juni 2026.

Pocil Polres Pasuruan Kota diwakili oleh siswa-siswi SD Unggulan Nahdlatul Ulama Pasuruan, yang sebelumnya berhasil menjadi juara pada lomba Pocil tingkat Kota Pasuruan. Dalam penampilannya, tim Pocil membawakan atraksi Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan koreografi bertemakan “Trah Kinjeng”, sebuah karakter ikonik dan sakral yang dikenal dalam kesenian tradisional Jathilan.

Tema tersebut berhasil memikat perhatian dewan juri maupun penonton karena mampu memadukan unsur kedisiplinan, kekompakan, budaya lokal, serta kreativitas yang dikemas secara atraktif dan penuh semangat.

Atas capaian tersebut, piala dan hadiah juara diserahkan langsung oleh Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur Kombes Pol Iwan Saktiadi, S.I.K., M.H., M.Si., mewakili Kapolda Jawa Timur, dalam acara penutupan dan pengumuman pemenang di Universitas Bhayangkara Surabaya.

Kasatlantas Polres Pasuruan Kota, AKP Amrullah, S.T.K., S.I.K., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh anggota Pocil, pelatih, guru pendamping, serta orang tua yang telah memberikan dukungan penuh selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba.

“Alhamdulillah, pencapaian Juara III tingkat Polda Jawa Timur ini merupakan hasil kerja keras, disiplin dan semangat luar biasa dari anak-anak Pocil SD Unggulan Nahdlatul Ulama Pasuruan. Mereka telah menunjukkan kemampuan terbaiknya dan mampu bersaing dengan kontingen-kontingen terbaik dari seluruh Jawa Timur,” ujar AKP Amrullah.

Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan sekadar prestasi dalam perlombaan, tetapi juga menjadi bukti keberhasilan pembinaan karakter, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap budaya daerah sejak usia dini.

“Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus berprestasi, menjaga disiplin, serta menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjuangan Pocil Polres Pasuruan Kota hingga mampu mengharumkan nama Kota Pasuruan di tingkat provinsi,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Pocil Polres Pasuruan Kota mengaku bangga dan bersyukur atas hasil yang diraih timnya. Ia menilai pelaksanaan Gebyar Pocil Polda Jatim 2026 berlangsung sangat baik dan memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta.

“Lomba ini sangat positif karena tidak hanya mengajarkan disiplin dan kerja sama tim, tetapi juga melatih mental, rasa percaya diri, serta menumbuhkan semangat untuk terus berprestasi. Kami sangat senang bisa bertemu dan belajar dari teman-teman Pocil dari berbagai daerah di Jawa Timur,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa seluruh anggota tim telah berusaha maksimal selama proses latihan hingga perlombaan berlangsung.

“Kami bangga bisa membawa nama Kota Pasuruan dan mempersembahkan prestasi ini untuk sekolah, keluarga, Polres Pasuruan Kota, dan masyarakat Kota Pasuruan. Semoga ke depan Pocil Polres Pasuruan Kota dapat meraih prestasi yang lebih tinggi lagi,” katanya.

Keberhasilan meraih Juara III dalam Gebyar Pocil Polda Jatim 2026 menjadi catatan prestasi tersendiri bagi Polres Pasuruan Kota. Selain mengharumkan nama daerah, capaian tersebut juga menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda melalui program Polisi Cilik mampu melahirkan anak-anak yang disiplin, berkarakter, kreatif, dan berprestasi.

Dengan semangat yang ditunjukkan para anggota Pocil, diharapkan program pembinaan Polisi Cilik terus berkembang dan menjadi wadah positif dalam membentuk generasi penerus bangsa yang unggul serta berbudaya. (*dar)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Polda

Polda Jatim Tekan Angka Kecelakaan melalui Operasi Patuh Semeru 2026

Published

on

SURABAYA – Polda Jawa Timur bersiap menggelar Operasi Patuh Semeru 2026 mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Operasi kewilayahan ini menyasar berbagai pelanggaran lalu lintas yang berpotensi memicu kecelakaan. Pada pekan kedua atau awal November, kepolisian dijadwalkan mulai menerapkan sistem tilang manual.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan, pelaksanaan operasi ini tetap mengedepankan langkah preemtif, preventif, serta pendekatan persuasif dan humanis. Namun penegakan hukum tegas tetap diberlakukan bagi pelanggaran yang membahayakan keselamatan.

“Penindakan melalui sistem tilang manual direncanakan pada pekan kedua sebagai upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat. Pelaksanaannya akan dilakukan oleh personel bersertifikasi di bawah pengawasan perwira,” ujar Kombes Abast, Jumat (23/10/2026).

Kabid Humas Polda Jatim merinci sejumlah pelanggaran yang menjadi sasaran utama, di antaranya penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang tidak sesuai ketentuan, melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, serta tidak mengenakan sabuk keselamatan.

Petugas juga membidik pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI, melebihi batas kecepatan, berboncengan lebih dari satu orang, berkendara di bawah pengaruh alkohol atau narkoba, hingga pengendara di bawah umur yang belum memiliki SIM.

Sementara itu, Wadir Lantas Polda Jatim AKBP Wawan Andi Susanto menegaskan, penindakan hukum merupakan upaya terakhir setelah edukasi dilakukan. Perhatian khusus akan diberikan pada pelanggaran fatal seperti melawan arus.

AKBP Wawan juga menyoroti maraknya anak usia sekolah yang mengendarai sepeda motor meski belum memiliki SIM. Menurutnya, orang tua memegang peran krusial dalam membatasi akses kendaraan bagi anak yang belum cukup umur.

“Kami mengimbau orang tua agar tidak memberikan kendaraan bermotor kepada anak yang belum memenuhi syarat. Ditlantas Polda Jatim akan menggandeng Bhabinkamtibmas untuk mengoptimalkan edukasi kepada orang tua dan sosialisasi ke sekolah-sekolah,” tegas AKBP Wawan.

Melalui Operasi Patuh Semeru 2026, Polda Jatim berharap kesadaran berlalu lintas masyarakat meningkat, sehingga mampu menekan angka kecelakaan fatalitas di wilayah Jawa Timur secara signifikan. (*)

Continue Reading

Polda

Polda Jatim Amankan 11 Orang Terkait Dugaan Upaya Memicu Kericuhan di Tengah Aksi Mahasiswa Surabaya

Published

on

SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengamankan 11 orang terkait dugaan upaya memicu kericuhan di tengah kegiatan penyampaian aspirasi mahasiswa di kawasan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (22/10/2026).

Dalam pengamanan tersebut, Polisi turut mengamankan sejumlah barang yang ditemukan, antara lain cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), serta sejumlah telepon seluler. Keterkaitan barang-barang tersebut dengan dugaan perbuatan yang sedang didalami masih dalam proses pemeriksaan.

Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono mengatakan, 11 orang tersebut diamankan petugas di beberapa titik terpisah di sekitar lokasi kegiatan.

Lokasi pengamanan antara lain kawasan Taman Apsari, Gang Setan, depan Hotel Ina Simpang, hingga area air mancur Alun-Alun Surabaya.

“Saat ini seluruhnya masih menjalani pemeriksaan di Polrestabes Surabaya. Dua di antaranya berstatus mahasiswa, sedangkan sembilan lainnya anak putus sekolah,” kata Irjen Pol Dekananto dalam konferensi pers di Polrestabes Surabaya, Kamis malam (22/10/2026).

Dari pemeriksaan terhadap perangkat komunikasi yang diamankan, Polisi menemukan sejumlah percakapan yang mengarah pada dugaan adanya ajakan untuk melakukan tindakan yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban.

Temuan tersebut saat ini masih terus didalami, termasuk keterkaitan antara percakapan yang ditemukan, barang yang diamankan, serta peran masing-masing dari 11 orang tersebut.

Polda Jatim juga masih melakukan pendalaman untuk mengetahui apakah terdapat pihak lain yang terlibat maupun memiliki keterkaitan dengan dugaan perbuatan tersebut.

“Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan alat bukti yang cukup dan terpenuhi unsur pidananya, tentunya akan kami proses secara hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Irjen Pol Dekananto.

Kapolda Jatim menegaskan bahwa penanganan terhadap 11 orang tersebut harus dibedakan dengan kegiatan penyampaian aspirasi mahasiswa yang secara umum berlangsung aman dan tertib.

Para mahasiswa dapat menyampaikan aspirasinya dengan tertib dan membubarkan diri sesuai dengan ketentuan waktu pelaksanaan kegiatan.

Irjen Pol Dekananto mengapresiasi mahasiswa, koordinator lapangan, serta seluruh peserta yang telah menjaga ketertiban selama berlangsungnya penyampaian aspirasi.

Menurutnya, Polda Jatim menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan.

“Masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi akan kami layani dan kami amankan dengan baik. Kami menghormati penyampaian pendapat yang dilakukan secara tertib dan sesuai ketentuan,” ujar Irjen Pol Dekananto.

“Namun terhadap setiap perbuatan yang terbukti melanggar hukum, tentunya Polri akan melakukan tindakan secara profesional, proporsional, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya. (*)

Continue Reading

Polda

Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Kapolda Jatim Gelar Courtesy Call ke Kajati

Published

on

SURABAYA – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono melaksanakan kunjungan kehormatan (courtesy call) kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur Abdul Qohar di Kantor Kejati Jatim, Rabu (21/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Jatim didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim dan disambut langsung oleh Kajati Jatim beserta jajaran.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi dan koordinasi kelembagaan antara Polda Jatim dan Kejati Jatim.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 14.30 WIB itu juga mencerminkan komitmen kedua institusi untuk terus membangun sinergi dalam mendukung pelaksanaan tugas penegakan hukum sesuai kewenangan masing-masing.

Kepolisian dan kejaksaan memiliki fungsi dan kewenangan masing-masing yang saling berkaitan dalam sistem peradilan pidana. Karena itu, komunikasi dan koordinasi yang efektif menjadi bagian penting dalam mendukung proses penegakan hukum yang profesional, cermat, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Hubungan kelembagaan yang harmonis juga diharapkan dapat menunjang kelancaran pelaksanaan tugas di lapangan sekaligus memberikan kepastian hukum dan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

Sebagai wilayah dengan dinamika masyarakat yang tinggi, Jawa Timur membutuhkan soliditas dan sinergi seluruh unsur penegak hukum dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan rasa keadilan kepada masyarakat.

Melalui courtesy call tersebut, Polda Jatim dan Kejati Jatim berkomitmen untuk terus membangun komunikasi kelembagaan yang terbuka, konstruktif, dan profesional.

Sinergi antarlembaga tersebut tetap dilaksanakan dengan menghormati fungsi, kewenangan, dan independensi masing-masing institusi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan komunikasi dan koordinasi yang semakin kuat, berbagai pelaksanaan tugas yang membutuhkan sinergi antarlembaga diharapkan dapat berjalan semakin efektif serta mendukung terwujudnya penegakan hukum yang profesional, berintegritas, dan berkeadilan di Jawa Timur. (*)

Continue Reading

Terbaru

Copyright © 2026 Polres Pasuruan Kota - Presisi