Connect with us

Berita

Pelajar SMA Taruna Nusantara Kunjungi STIK Polri, Kenali Dunia Kepolisian Lebih Dekat

Published

on

gambar whatsapp 2025 04 30 pukul 12.21.08 ad547fb7

Jakarta. Guna mengenal tugas dan peran Polri, siswa/i dari SMA Taruna Nusantara berkunjung ke Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Selasa (29/4/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Mutiara STIK ini juga dihadiri oleh 65 orang pamong (guru), serta disambut langsung oleh Wakapolri Komjen Pol Ahmad Dofiri.

Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara, Brigjen TNI Imam Gogor Arif Anas menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada para siswa tentang peran dan fungsi kepolisian di Indonesia.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran Polri yang telah menerima kami dengan hangat. Melalui kunjungan ini, kami ingin siswa-siswi lebih mengenal Polri dan menginspirasi mereka untuk menjadi bagian dari penjaga keamanan dan ketertiban bangsa,” ujar Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara usai kunjungan.

Sementara itu, Wakapolri Komjen Pol Ahmad Dofiri menyampaikan amanat dari Kapolri, yang berisi tiga pesan utama kepada para siswa Taruna Nusantara sebagai generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

“Dari sekian banyak yang disampaikan, ada tiga amanat penting dari Bapak Kapolri. Pertama, teruslah belajar dan tingkatkan kompetensi. Kedua, bangun karakter dan integritas. Dan yang terakhir, jangan pernah kendor dalam mengejar cita-cita,” tegas Wakapolri.

Ia menambahkan, melalui kunjungan edukatif seperti ini, diharapkan wawasan siswa semakin luas terhadap peran Polri dalam menjaga keamanan dan mewujudkan pembangunan nasional.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menambah pemahaman generasi muda tentang tugas dan tanggung jawab Polri, serta mendorong mereka menjadi generasi unggul demi Indonesia Emas 2045,” tutupnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Polres

Sosialisasi Zero ODOL dan Traffic Attitude Record, Satlantas Polres Pasuruan Kota Ajak Pengemudi Tertib Berlalu Lintas

Published

on

Pasuruan Kota, Kamis 1 Oktober 2026 — Satlantas Polres Pasuruan Kota terus meningkatkan edukasi kepada para pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan angkutan, melalui kegiatan sosialisasi kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) dan Traffic Attitude Record (TAR).

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara humanis dengan menyampaikan pemahaman kepada pengemudi mengenai pentingnya kendaraan yang memenuhi ketentuan dimensi dan muatan. Petugas juga memberikan edukasi mengenai perilaku berlalu lintas yang tertib dan bertanggung jawab.

Dalam sosialisasi tersebut, petugas mengingatkan bahwa kendaraan yang membawa muatan melebihi ketentuan maupun tidak sesuai dimensi dapat meningkatkan risiko keselamatan di jalan. Karena itu, kepatuhan terhadap aturan menjadi bagian penting dalam menciptakan lalu lintas yang aman bagi seluruh pengguna jalan.

Selain Zero ODOL, petugas turut memperkenalkan Traffic Attitude Record sebagai bagian dari upaya mendorong budaya tertib berlalu lintas. Masyarakat diberikan pemahaman bahwa perilaku pengemudi di jalan menjadi bagian penting dalam membangun keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.

Salah seorang peserta sosialisasi mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, penyampaian informasi secara langsung membuat para pengemudi lebih memahami pentingnya memperhatikan muatan kendaraan dan perilaku saat berkendara.

“Kegiatan seperti ini sangat membantu kami sebagai pengemudi. Informasinya jelas dan kami jadi lebih memahami pentingnya membawa muatan sesuai aturan serta selalu berhati-hati di jalan,” ujar salah seorang peserta.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Pasuruan Kota AKP AMRULLAH SETIAWAN, S.T.K., S.I.K., menegaskan bahwa sosialisasi dilakukan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Kami terus mengedepankan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Melalui pemahaman mengenai Zero ODOL dan Traffic Attitude Record, kami berharap para pengemudi semakin disiplin, mengutamakan keselamatan, serta mematuhi ketentuan yang berlaku,” ungkap AKP AMRULLAH SETIAWAN.

Satlantas Polres Pasuruan Kota juga mengajak seluruh pengemudi dan pengguna jalan untuk bersama-sama membangun budaya berlalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan. Edukasi akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menciptakan kondisi lalu lintas yang semakin kondusif di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.

Continue Reading

Polres

Tilang Manual Berlaku Lagi di Surabaya, Kapolrestabes Tegaskan Nol Toleransi Pungli

Published

on

SURABAYA – Polrestabes Surabaya Polda Jatim resmi memberlakukan kembali penindakan tilang manual guna menekan angka pelanggaran lalu lintas dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan di Kota Pahlawan.

Langkah tegas ini diambil menyusul masih tingginya angka pelanggaran kasat mata di jalan raya, meski berbagai upaya sosialisasi dan edukasi keselamatan berkendara telah masif dilakukan.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menegaskan kebijakan ini menekankan pada penegakan ketertiban, bukan semata-mata pemberian sanksi.

Menurut Kombes Pol Luthfie, keputusan ini juga didorong oleh banyaknya keluhan masyarakat, tokoh agama, hingga instansi pemerintahan terkait situasi jalanan yang kian tidak tertib.

Pelanggaran yang kerap ditemukan meliputi menerobos lampu merah, berhenti melebihi marka jalan, serta melakukan manuver berbahaya.

“Sejumlah pengendara bahkan sengaja menghindari tilang elektronik (ETLE) dengan melepas pelat nomor, menutupnya menggunakan lakban, hingga menggunakan pelat palsu,” ujar Kombes Pol Luthfie pada Rabu (30/9/2026).

Ia juga menegaskan bahwa pelanggaran yang sering dianggap sepele tersebut justru meningkatkan risiko fatalitas kecelakaan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lain, termasuk anak-anak dan keluarga yang sedang beraktivitas.

Untuk memastikan profesionalisme, penindakan di lapangan hanya dilakukan oleh personel Satlantas pilihan yang telah memiliki sertifikasi resmi dan rekam jejak yang baik.

Selain itu, setiap lembar surat tilang yang dikeluarkan wajib diketahui serta ditandatangani oleh perwira penanggung jawab di lokasi razia. Sebagai bentuk transparansi, proses penilangan di lapangan wajib direkam dalam format video.

Polrestabes Surabaya juga berencana melengkapi unit kendaraan patroli dengan kamera pengawas internal.

“Seksi Propam akan diterjunkan langsung untuk mengawasi dan mendampingi petugas di lapangan. Kami menegaskan tidak ada toleransi bagi anggota yang menyalahgunakan wewenang ataupun melakukan pungutan liar (pungli),” jelasnya.

Masyarakat juga diajak untuk aktif mengawasi pelaksanaan kebijakan ini dengan melaporkan segala bentuk pelanggaran oknum petugas melalui saluran resmi kepolisian, media sosial Instagram @luthfie.daily, layanan darurat, maupun pos pengaduan Propam.

Melalui penerapan kembali tilang manual ini, Polrestabes Surabaya berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif serta budaya tertib berlalu lintas demi mewujudkan Surabaya yang aman dan nyaman bagi semua. (*)

Continue Reading

Berita

Wakapolri Dorong Sepolwan Naik Level: Cara Belajar Berubah, Polwan Disiapkan Hadapi Tantangan Modern

Published

on

JAKARTA – Cara belajar calon Polisi Wanita (Polwan) di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Lemdiklat Polri terus berubah. Outcome Based Education (OBE) dan Learning Management System (LMS) kini menjadi bagian dari transformasi pendidikan untuk memastikan siswa tidak hanya memahami materi, tetapi memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan saat bertugas di tengah masyarakat.

Hal tersebut menjadi perhatian Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. saat mengunjungi Sepolwan Lemdiklat Polri, Jalan Ciputat Raya, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2026).

Wakapolri menyapa dan berdialog langsung dengan para siswa, termasuk Polwan yang memiliki prestasi di bidang akademik, bahasa dan olahraga. Ia juga mengunjungi kelas digital, kelas judo, kelas menembak dan dormitory untuk melihat langsung proses pendidikan sekaligus kehidupan siswa.

“Masyarakat berubah, tantangan berubah, maka cara kita belajar juga harus berubah. Polwan ke depan harus mampu menggunakan teknologi, berpikir kritis, berkomunikasi dengan baik dan memahami kebutuhan masyarakat,” ujar Wakapolri.

OBE mengubah orientasi pendidikan dari sekadar menyampaikan materi menjadi memastikan kompetensi siswa benar-benar terbentuk.

Siswa didorong memahami apa yang harus mereka kuasai, bagaimana menggunakan pengetahuan tersebut dan bagaimana menerapkannya dalam situasi nyata.

Sementara LMS menjadi bagian dari digitalisasi pendidikan yang memperluas ruang belajar. Dengan sistem tersebut, siswa dapat mengakses materi, mengikuti pembelajaran, berdiskusi dan mendapatkan evaluasi secara lebih terintegrasi.

Kasepolwan Lemdiklat Polri Kombes Pol. Dr. Melda Yanny, S.I.K., M.H. mengatakan penggunaan laptop, OBE dan LMS telah diterapkan dalam proses pembelajaran.

“Siswa sekarang merupakan generasi yang sangat dekat dengan teknologi. Karena itu proses pembelajaran juga harus melibatkan teknologi. Pengajar menjadi fasilitator, sementara siswa didorong untuk aktif berdiskusi dan berpikir kritis,” jelas Melda.

Wakapolri pun mengingatkan siswa agar memanfaatkan teknologi untuk memperluas pengetahuan.

“Jangan hanya menjadi siswa yang menunggu diberi tahu. Jadilah pembelajar yang aktif. Teknologi sudah memberikan begitu banyak sumber pengetahuan. Gunakan itu untuk memperkuat kemampuan kalian,” pesan Wakapolri.

Belajar di Kelas, Menguji di Lapangan

Wakapolri menekankan agar pengetahuan yang diperoleh siswa dapat diterapkan melalui latihan kerja (latja).

Salah satu kemampuan yang harus diperkuat adalah komunikasi. Polwan harus mampu mendengarkan masyarakat, menjelaskan kebijakan dan berkomunikasi secara tepat sesuai kewenangan.

Kemampuan tersebut semakin penting ketika Polri terlibat dalam pelaksanaan berbagai program pemerintah, termasuk perlindungan sosial.

“Polisi bekerja dengan masyarakat. Karena itu kemampuan komunikasi menjadi kompetensi utama. Apa yang dipelajari di kelas harus bisa dibawa ke lapangan,” kata Wakapolri.

Dalam kunjungannya, Wakapolri tidak hanya melihat proses pembelajaran, tetapi menyapa dan berdialog langsung dengan siswa.

Wakapolri menggali pengalaman, prestasi dan kemampuan yang mereka miliki, sekaligus memberikan motivasi agar para siswa tidak berhenti mengembangkan diri.

Salah satunya Fransina Putri Iriani Blesya, Nosis 184, kelas 3B, siswa kiriman Polda Papua Barat Daya.

Fransina merupakan lulusan SMA dengan Kurikulum Merdeka dan pernah memperoleh beasiswa penuh Pemerintah New South Wales untuk menempuh Bachelor of Chemical Engineering di Macquarie University, Sydney, Australia.

Ia menguasai Bahasa Inggris aktif dan Bahasa Spanyol pasif serta memiliki prestasi OSN-P Ekonomi, OSN-P Astronomi, Olimpiade Ilmu Kedokteran Universitas Hasanuddin, Paskibraka tingkat provinsi dan Exhibition NZ Science.

Ayahnya, Eduard Blesya, bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya, Supriyani, merupakan guru.

9 Siswa Sepolwan Berlaga di Ajang Internasional

Talenta siswa juga terlihat dari 9 siswa yang mengikuti kompetisi olahraga internasional.

Sebanyak 8 siswa mengikuti ASEAN Games di Jepang, sedangkan 1 siswa mengikuti Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di China dan Chili.

Tinju – ASEAN Games Jepang

* Nabila – Nosis 648, Kelas 2F.

Hockey – ASEAN Games Jepang

* Fatma Sri Hapsari – Nosis 417, Kelas 2D.
* Dea Destian – Nosis 444, Kelas 3D.
* Natasya Naiborhu – Nosis 400, Kelas 1D.
* Richa Azlia – Nosis 649, Kelas 2F.
* Asri Dewi Prasasti – Nosis 675, Kelas 3F.
* Innes Aditiya – Nosis 324, Kelas 3C.

Balap Sepeda – ASEAN Games Jepang

* Ayustina Delia Priatna – Nosis 338, Kelas 4C.

Panjat Tebing – Kejuaraan Dunia

* Kadek Adi Asih – Nosis 066, Kelas 3A.

Keberadaan para siswa tersebut menunjukkan bahwa pendidikan Polwan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan prestasi di luar kompetensi kepolisian.

Di bidang bahasa asing terdapat siswa yang menguasai Bahasa Inggris, Arab, Turki dan Spanyol. Di bidang olahraga terdapat pengalaman internasional dalam cabang downhill, kabaddi, judo, futsal, dayung, karate, panjat tebing, bulutangkis, hockey, menembak dan kick boxing.

Prestasi nasional juga tercatat dalam Karate, Taekwondo, Pencak Silat, Voli, Kempo, Bulutangkis, Selam dan Hockey Indoor.

Di bidang seni, siswa memiliki kemampuan memainkan gitar, keyboard, biola, flute dan saxophone, serta bernyanyi, menciptakan lagu, paduan suara dan tari tradisional.

Sementara di bidang komunikasi terdapat siswa dengan kemampuan public speaking, MC formal, moderator, talkshow hingga stand-up comedy.

Wakapolri: Prestasi Harus Jadi Modal Berkembang

Wakapolri menegaskan bahwa prestasi siswa tidak boleh berhenti sebagai penghargaan.

Kemampuan yang sudah terlihat sejak pendidikan perlu dipetakan dan dikembangkan sebagai bagian dari manajemen talenta Polri.

“Prestasi jangan berhenti sebagai piala. Jadikan prestasi sebagai modal untuk terus belajar dan berkembang. Kalian harus terus meningkatkan kemampuan karena tantangan Polri ke depan semakin kompleks,” ujar Wakapolri.

Siswa Polwan yang berprestasi juga didorong memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti pendidikan lanjutan, termasuk S1 STIK dan program pendidikan yang didukung LPDP.

Dalam kunjungannya, Wakapolri melihat langsung sejumlah fasilitas pendidikan.

Di kelas digital, Wakapolri melihat penerapan pembelajaran berbasis teknologi.

Di kelas judo dan kelas menembak, Wakapolri melihat proses pembentukan keterampilan dan kesiapan fisik siswa.

Sementara di dormitory, Wakapolri melihat kehidupan siswa di luar kelas yang menjadi bagian dari pembentukan disiplin, kemandirian dan kebersamaan.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi ruang dialog langsung antara pimpinan Polri dengan generasi Polwan yang sedang dipersiapkan untuk bertugas.

Wakapolri berharap kapasitas Sepolwan dapat dimaksimalkan sehingga pada 2027 mampu mendidik 1.000 Polwan, dengan tetap memperhatikan kesiapan sarana-prasarana dan kualitas pendidikan.

Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra S., M.Si. menyampaikan bahwa Lemdiklat terus melakukan pembaruan sistem pendidikan, termasuk penguatan LMS dan kerja sama pendidikan internasional.

OBE mengubah orientasi pembelajaran menjadi kompetensi. LMS memperluas ruang belajar. Latja menghubungkan teori dengan praktik. Sementara pemetaan prestasi membuka ruang pengembangan talenta.

Semua diarahkan pada satu kebutuhan: mempersiapkan Polwan yang mampu menghadapi masyarakat yang semakin dinamis, kritis dan dekat dengan teknologi.

Continue Reading

Terbaru

Copyright © 2026 Polres Pasuruan Kota - Presisi