Connect with us

Berita

Wakapolri Dorong Sepolwan Naik Level: Cara Belajar Berubah, Polwan Disiapkan Hadapi Tantangan Modern

Published

on

JAKARTA – Cara belajar calon Polisi Wanita (Polwan) di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Lemdiklat Polri terus berubah. Outcome Based Education (OBE) dan Learning Management System (LMS) kini menjadi bagian dari transformasi pendidikan untuk memastikan siswa tidak hanya memahami materi, tetapi memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan saat bertugas di tengah masyarakat.

Hal tersebut menjadi perhatian Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. saat mengunjungi Sepolwan Lemdiklat Polri, Jalan Ciputat Raya, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2026).

Wakapolri menyapa dan berdialog langsung dengan para siswa, termasuk Polwan yang memiliki prestasi di bidang akademik, bahasa dan olahraga. Ia juga mengunjungi kelas digital, kelas judo, kelas menembak dan dormitory untuk melihat langsung proses pendidikan sekaligus kehidupan siswa.

“Masyarakat berubah, tantangan berubah, maka cara kita belajar juga harus berubah. Polwan ke depan harus mampu menggunakan teknologi, berpikir kritis, berkomunikasi dengan baik dan memahami kebutuhan masyarakat,” ujar Wakapolri.

OBE mengubah orientasi pendidikan dari sekadar menyampaikan materi menjadi memastikan kompetensi siswa benar-benar terbentuk.

Siswa didorong memahami apa yang harus mereka kuasai, bagaimana menggunakan pengetahuan tersebut dan bagaimana menerapkannya dalam situasi nyata.

Sementara LMS menjadi bagian dari digitalisasi pendidikan yang memperluas ruang belajar. Dengan sistem tersebut, siswa dapat mengakses materi, mengikuti pembelajaran, berdiskusi dan mendapatkan evaluasi secara lebih terintegrasi.

Kasepolwan Lemdiklat Polri Kombes Pol. Dr. Melda Yanny, S.I.K., M.H. mengatakan penggunaan laptop, OBE dan LMS telah diterapkan dalam proses pembelajaran.

“Siswa sekarang merupakan generasi yang sangat dekat dengan teknologi. Karena itu proses pembelajaran juga harus melibatkan teknologi. Pengajar menjadi fasilitator, sementara siswa didorong untuk aktif berdiskusi dan berpikir kritis,” jelas Melda.

Wakapolri pun mengingatkan siswa agar memanfaatkan teknologi untuk memperluas pengetahuan.

“Jangan hanya menjadi siswa yang menunggu diberi tahu. Jadilah pembelajar yang aktif. Teknologi sudah memberikan begitu banyak sumber pengetahuan. Gunakan itu untuk memperkuat kemampuan kalian,” pesan Wakapolri.

Belajar di Kelas, Menguji di Lapangan

Wakapolri menekankan agar pengetahuan yang diperoleh siswa dapat diterapkan melalui latihan kerja (latja).

Salah satu kemampuan yang harus diperkuat adalah komunikasi. Polwan harus mampu mendengarkan masyarakat, menjelaskan kebijakan dan berkomunikasi secara tepat sesuai kewenangan.

Kemampuan tersebut semakin penting ketika Polri terlibat dalam pelaksanaan berbagai program pemerintah, termasuk perlindungan sosial.

“Polisi bekerja dengan masyarakat. Karena itu kemampuan komunikasi menjadi kompetensi utama. Apa yang dipelajari di kelas harus bisa dibawa ke lapangan,” kata Wakapolri.

Dalam kunjungannya, Wakapolri tidak hanya melihat proses pembelajaran, tetapi menyapa dan berdialog langsung dengan siswa.

Wakapolri menggali pengalaman, prestasi dan kemampuan yang mereka miliki, sekaligus memberikan motivasi agar para siswa tidak berhenti mengembangkan diri.

Salah satunya Fransina Putri Iriani Blesya, Nosis 184, kelas 3B, siswa kiriman Polda Papua Barat Daya.

Fransina merupakan lulusan SMA dengan Kurikulum Merdeka dan pernah memperoleh beasiswa penuh Pemerintah New South Wales untuk menempuh Bachelor of Chemical Engineering di Macquarie University, Sydney, Australia.

Ia menguasai Bahasa Inggris aktif dan Bahasa Spanyol pasif serta memiliki prestasi OSN-P Ekonomi, OSN-P Astronomi, Olimpiade Ilmu Kedokteran Universitas Hasanuddin, Paskibraka tingkat provinsi dan Exhibition NZ Science.

Ayahnya, Eduard Blesya, bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya, Supriyani, merupakan guru.

9 Siswa Sepolwan Berlaga di Ajang Internasional

Talenta siswa juga terlihat dari 9 siswa yang mengikuti kompetisi olahraga internasional.

Sebanyak 8 siswa mengikuti ASEAN Games di Jepang, sedangkan 1 siswa mengikuti Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di China dan Chili.

Tinju – ASEAN Games Jepang

* Nabila – Nosis 648, Kelas 2F.

Hockey – ASEAN Games Jepang

* Fatma Sri Hapsari – Nosis 417, Kelas 2D.
* Dea Destian – Nosis 444, Kelas 3D.
* Natasya Naiborhu – Nosis 400, Kelas 1D.
* Richa Azlia – Nosis 649, Kelas 2F.
* Asri Dewi Prasasti – Nosis 675, Kelas 3F.
* Innes Aditiya – Nosis 324, Kelas 3C.

Balap Sepeda – ASEAN Games Jepang

* Ayustina Delia Priatna – Nosis 338, Kelas 4C.

Panjat Tebing – Kejuaraan Dunia

* Kadek Adi Asih – Nosis 066, Kelas 3A.

Keberadaan para siswa tersebut menunjukkan bahwa pendidikan Polwan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan prestasi di luar kompetensi kepolisian.

Di bidang bahasa asing terdapat siswa yang menguasai Bahasa Inggris, Arab, Turki dan Spanyol. Di bidang olahraga terdapat pengalaman internasional dalam cabang downhill, kabaddi, judo, futsal, dayung, karate, panjat tebing, bulutangkis, hockey, menembak dan kick boxing.

Prestasi nasional juga tercatat dalam Karate, Taekwondo, Pencak Silat, Voli, Kempo, Bulutangkis, Selam dan Hockey Indoor.

Di bidang seni, siswa memiliki kemampuan memainkan gitar, keyboard, biola, flute dan saxophone, serta bernyanyi, menciptakan lagu, paduan suara dan tari tradisional.

Sementara di bidang komunikasi terdapat siswa dengan kemampuan public speaking, MC formal, moderator, talkshow hingga stand-up comedy.

Wakapolri: Prestasi Harus Jadi Modal Berkembang

Wakapolri menegaskan bahwa prestasi siswa tidak boleh berhenti sebagai penghargaan.

Kemampuan yang sudah terlihat sejak pendidikan perlu dipetakan dan dikembangkan sebagai bagian dari manajemen talenta Polri.

“Prestasi jangan berhenti sebagai piala. Jadikan prestasi sebagai modal untuk terus belajar dan berkembang. Kalian harus terus meningkatkan kemampuan karena tantangan Polri ke depan semakin kompleks,” ujar Wakapolri.

Siswa Polwan yang berprestasi juga didorong memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti pendidikan lanjutan, termasuk S1 STIK dan program pendidikan yang didukung LPDP.

Dalam kunjungannya, Wakapolri melihat langsung sejumlah fasilitas pendidikan.

Di kelas digital, Wakapolri melihat penerapan pembelajaran berbasis teknologi.

Di kelas judo dan kelas menembak, Wakapolri melihat proses pembentukan keterampilan dan kesiapan fisik siswa.

Sementara di dormitory, Wakapolri melihat kehidupan siswa di luar kelas yang menjadi bagian dari pembentukan disiplin, kemandirian dan kebersamaan.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi ruang dialog langsung antara pimpinan Polri dengan generasi Polwan yang sedang dipersiapkan untuk bertugas.

Wakapolri berharap kapasitas Sepolwan dapat dimaksimalkan sehingga pada 2027 mampu mendidik 1.000 Polwan, dengan tetap memperhatikan kesiapan sarana-prasarana dan kualitas pendidikan.

Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra S., M.Si. menyampaikan bahwa Lemdiklat terus melakukan pembaruan sistem pendidikan, termasuk penguatan LMS dan kerja sama pendidikan internasional.

OBE mengubah orientasi pembelajaran menjadi kompetensi. LMS memperluas ruang belajar. Latja menghubungkan teori dengan praktik. Sementara pemetaan prestasi membuka ruang pengembangan talenta.

Semua diarahkan pada satu kebutuhan: mempersiapkan Polwan yang mampu menghadapi masyarakat yang semakin dinamis, kritis dan dekat dengan teknologi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Polres

Bhabinkamtibmas Desa Sungikulon Perkuat Sinergi Bersama Masyarakat, Wujudkan Harkamtibmas Kondusif

Published

on

 

 

Polresta Pasuruan – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan Polri melalui pendekatan humanis dan penguatan sinergi bersama warga. Bhabinkamtibmas Desa Sungikulon, Polsek Pohjentrek, melaksanakan kegiatan sambang dan komunikasi bersama masyarakat di Desa Sungikulon, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Senin (13/10/2026), sebagai langkah nyata dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) tetap aman dan kondusif.

 

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas menjalin komunikasi secara langsung dengan masyarakat untuk menyerap informasi, mendengarkan aspirasi, serta mengetahui perkembangan situasi keamanan di lingkungan desa. Kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat mempererat hubungan kemitraan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

 

Selain memperkuat komunikasi, masyarakat juga diajak untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, menjaga kerukunan antarwarga, serta berperan aktif dalam mencegah potensi gangguan keamanan. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis.

 

Kapolsek Pohjentrek, AKP Sukrisno, menyampaikan bahwa pemeliharaan Harkamtibmas membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

 

“Kami mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan. Dengan sinergi yang baik, situasi kamtibmas yang aman dan kondusif dapat terus terpelihara,” ujarnya.

 

Polsek Pohjentrek mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan kejadian yang membutuhkan kehadiran kepolisian melalui Call Center Polri 110, layanan pengaduan dan bantuan kepolisian yang dapat diakses secara gratis. Melalui sinergi yang kuat, komunikasi yang terbuka, serta partisipasi aktif masyarakat, diharapkan situasi kamtibmas di Desa Sungikulon senantiasa aman, tertib, dan kondusif.

Continue Reading

Polres

Polri Hadir, Masyarakat Terayomi: Polsek Rejoso Bangun Kemitraan Kamtibmas

Published

on

 

Polresta Pasuruan – Kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga membangun kedekatan, kepercayaan, dan kemitraan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Melalui pendekatan humanis, Polsek Rejoso terus memperkuat sinergi bersama masyarakat sebagai bagian dari upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).

 

Pada Selasa, 13 Oktober 2026, Polsek Rejoso melaksanakan kegiatan sambang dan dialog bersama masyarakat di Desa Kawisrejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini menjadi sarana untuk menjalin komunikasi secara langsung, menyerap informasi dari warga, sekaligus mengetahui perkembangan situasi keamanan di lingkungan setempat.

 

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Rejoso mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan, menjaga kerukunan, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong. Partisipasi aktif masyarakat dinilai penting untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini dan mencegah terjadinya tindak kriminalitas.

 

Kapolsek Rejoso, AKP Bambang Pamungkas, menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keamanan membutuhkan kerja sama yang kuat antara kepolisian dan masyarakat.

 

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan tidak ragu menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas. Dengan komunikasi yang baik dan kepedulian bersama, situasi yang aman dan kondusif dapat terus kita wujudkan,” ujarnya.

 

Polsek Rejoso berkomitmen untuk terus hadir melalui pelayanan yang humanis, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Warga juga diimbau segera melaporkan gangguan keamanan atau membutuhkan bantuan kepolisian melalui Call Center Polri 110 yang dapat diakses secara gratis. Melalui kemitraan yang berkelanjutan, diharapkan tercipta lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Continue Reading

Polres

Polisi Bersama Masyarakat, Waka Polres Pasuruan Kota Tekankan Pelayanan Humanis, Respons Cepat, Dan Disiplin Anggota

Published

on

Polresta Pasuruan – Sinergitas antara Polri dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik. Mengusung semangat “Polisi Bersama Masyarakat,” Polres Pasuruan Kota berkomitmen mengedepankan pelayanan humanis, respons cepat, serta disiplin dalam pelaksanaan tugas guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

Komitmen tersebut ditegaskan Waka Polres Pasuruan Kota, Kompol Yochbeth Wally, S.I.K., saat memberikan arahan dalam apel jam pimpinan di Lapangan Wicaksana Laghawa Polres Pasuruan Kota, Jalan Gajah Mada Nomor 19, Kota Pasuruan, Selasa (13/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti seluruh pejabat utama, personel Polres Pasuruan Kota, serta aparatur sipil negara (ASN).

 

Dalam arahannya, Kompol Yochbeth Wally meminta seluruh personel memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan sikap ramah, santun, dan humanis. Setiap anggota diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik serta menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi masyarakat.

 

Ia juga menekankan agar setiap laporan masyarakat segera ditindaklanjuti secara cepat dan tepat. Personel diminta segera mendatangi lokasi kejadian serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sesuai prosedur, sehingga setiap laporan mendapatkan penanganan secara profesional dan bertanggung jawab.

 

Menurutnya, kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat harus mampu memberikan manfaat dan rasa aman. Respons cepat, sikap santun, serta kesungguhan dalam menangani pengaduan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Selain meningkatkan kualitas pelayanan, Waka Polres mengingatkan seluruh personel agar menjaga disiplin kerja dan menghindari segala bentuk pelanggaran. Setiap anggota harus mematuhi aturan, menjaga integritas, serta melaksanakan tugas sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Ia turut menekankan pentingnya menjaga etika dan perilaku saat berinteraksi dengan masyarakat. Seluruh personel diminta menghindari sikap arogan dan tindakan yang dapat menyakiti hati masyarakat, serta senantiasa mengedepankan empati, kesabaran, dan penghormatan terhadap sesama.

 

“Layani masyarakat dengan baik dan humanis. Segera tindak lanjuti laporan masyarakat dengan mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP sesuai prosedur. Tingkatkan disiplin kerja, hindari segala bentuk pelanggaran, dan jangan sekali-kali menyakiti hati masyarakat,” tegas Kompol Yochbeth Wally.

 

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan seluruh personel untuk senantiasa menyayangi keluarga dan menjadikan keluarga sebagai motivasi dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Setiap anggota diharapkan mampu menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, dan institusi Polri melalui perilaku yang baik serta kepatuhan terhadap aturan.

 

Melalui apel jam pimpinan ini, Polres Pasuruan Kota menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan yang profesional, humanis, dan responsif. Seluruh personel diharapkan mengimplementasikan arahan pimpinan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat,” guna mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, tertib, dan kondusif.

Continue Reading

Terbaru

Copyright © 2026 Polres Pasuruan Kota - Presisi