Connect with us

Berita

Polres Kediri Bangun Sumur Bor Bantu Kebutuhan Air Bersih Warga Desa Belor

Published

on

KEDIRI – Polres Kediri Polda Jatim kembali menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat dengan membangun sumur bor di Masjid Al-Bashor, Dusun Belor, Desa Belor, Kecamatan Purwoasri, Minggu (11/1/2026).

Fasilitas ini diharapkan mempermudah akses air bersih warga untuk keperluan ibadah maupun kebutuhan sehari-hari.

Selain pembangunan sumur bor, Polres Kediri Polda Jatim juga menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga kurang mampu dan para janda di sekitar lokasi masjid sebagai bagian dari kegiatan bakti sosial.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kediri, unsur TNI, perwakilan pemerintah kecamatan, serta perangkat desa setempat.

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian Polri untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat yang nyata.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Melalui pembangunan sumur bor ini, kami berharap warga dapat lebih mudah memperoleh air, baik untuk keperluan ibadah maupun kebutuhan sehari-hari, ” kata AKBP Bramastyo.

Selain menyerahkan bantuan, Kapolres Kediri bersama jajaran juga meninjau langsung lokasi pengeboran sumur bor guna memastikan proses pengerjaan berjalan dengan baik dan dapat segera dimanfaatkan oleh warga sekitar Masjid Al-Bashor.

AKBP Bramastyo juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung kelancaran kegiatan bakti sosial tersebut.

“Kegiatan seperti ini dapat terlaksana dengan baik berkat kebersamaan dan dukungan semua pihak. Terima kasih atas partisipasi seluruh elemen, semoga apa yang kita lakukan hari ini membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Desa Belor,” imbuhnya.

Bagi warga sekitar, keberadaan sumur bor dan bantuan sembako tersebut menjadi bukti nyata perhatian Polres Kediri Polda Jatim terhadap kesejahteraan masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan warga. (*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Safari Subuh di Masjid Jami’ Assegaf, Kapolres Pasuruan Kota Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Published

on

Polresta Pasuruan – Pererat silaturahmi dan tingkatkan sinergi dengan masyarakat, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo, S.I.K., S.H., M.H., bersama pejabat utama (PJU) melaksanakan Safari Subuh dan dialog interaktif di Masjid Jami’ Assegaf, Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan diikuti Pejabat Utama Polres Pasuruan Kota, Kapolsek Purworejo serta personel Polres Pasuruan Kota dan sekitar 40 jamaah, dengan diawali salat Subuh berjamaah, zikir, dan doa bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Pasuruan Kota menyampaikan pesan kamtibmas sekaligus mengajak masyarakat menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat. Apabila mengetahui informasi atau hal-hal yang berpotensi mengganggu kamtibmas, silakan sampaikan kepada anggota kepolisian, khususnya Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing,” ujar AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo.

Sementara itu, Ta’mir Masjid Jami’ Assegaf, Ustaz Yasin, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan Safari Subuh yang dilaksanakan Polres Pasuruan Kota. Ia juga mengucapkan terima kasih atas pesan dan imbauan kamtibmas yang disampaikan Kapolres kepada para jamaah.

“Kami menyambut baik kegiatan Safari Subuh ini karena menjadi sarana mempererat silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat. Terima kasih kepada Bapak Kapolres atas imbauan yang disampaikan kepada jamaah. Semoga pesan tersebut dapat menjadi pengingat bagi kita semua untuk bersama-sama menjaga keamanan, kerukunan, dan ketertiban lingkungan,” ungkap Ustaz Yasin.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, pemberian bingkisan, foto bersama, dan ramah tamah. Seluruh rangkaian berlangsung aman dan kondusif.

Melalui Safari Subuh ini, Polres Pasuruan Kota berharap hubungan harmonis dengan masyarakat semakin kuat demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Continue Reading

Berita

BRAN dan Komnas HAM Perkuat Sinergi, Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Berbasis HAM

Published

on

JAKARTA – Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menjajaki kerja sama kelembagaan guna mempercepat penyelesaian konflik agraria. Langkah awal kolaborasi ini difokuskan pada penyusunan nota kesepahaman (MoU) sebagai landasan hukum penanganan konflik lahan yang berkeadilan dan mengedepankan prinsip HAM.

Komitmen tersebut disepakati dalam High Level Meeting bertema “Sinergi Mengoptimalkan Penegakan Hukum dalam Isu Hak Asasi Manusia” di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2026).

Pertemuan dihadiri Kepala BRAN Jenderal Polisi Prof. Dr. Dedi Prasetyo dan Ketua Komnas HAM Anis Hidayah beserta jajaran komisioner.

Urgensi penanganan ini berkaca pada tingginya angka sengketa lahan. Anis Hidayah mengungkapkan, Komnas HAM menerima sekitar 2.700 pengaduan konflik agraria dalam tiga tahun terakhir.

Kasus-kasus tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat adat, korporasi, hingga sengketa terkait aset negara. Banyak di antaranya telah mandek lebih dari lima tahun tanpa kejelasan.

“BRAN merupakan lembaga negara strategis yang sudah lama ditunggu masyarakat. Selama bertahun-tahun, penyelesaian konflik agraria menemui jalan terjal dan penuh tantangan,” ujar Anis.

Ia menambahkan, Komnas HAM telah menyusun peta jalan penanganan konflik agraria berbasis HAM selama dua tahun terakhir. Dokumen ini memuat rekomendasi reformasi kelembagaan, perbaikan tata kelola, pembenahan regulasi, hingga strategi pencegahan.

Menanggapi hal itu, Kepala BRAN Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menegaskan, penyelarasan data dan pemetaan menyeluruh di lapangan menjadi kunci. BRAN berkomitmen mengkaji setiap kasus berdasarkan fakta sosiologis, aspek hukum, serta riwayat penguasaan tanah.

“Kami fokuskan pembentukan MoU agar koordinasi berjalan optimal. BRAN sepakat bekerja cepat menuntaskan beberapa kasus prioritas yang diusulkan oleh Komnas HAM,” kata Dedi.

Dedi juga memaparkan bahwa Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) BRAN saat ini sedang digodok intensif.

“Kami menargetkan SOTK rampung dalam 100 hari kerja agar pembagian tugas dan pelaksanaan fungsi lembaga bisa segera berjalan optimal,” tuturnya.

Sementara itu, Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan HAM Komnas HAM Saurlin Siagian menilai, penetapan skala prioritas sangat krusial mengingat menumpuknya ribuan berkas aduan.

Sinergi ini juga diharapkan menekan dampak lanjutan, seperti intimidasi fisik yang kerap membutuhkan intervensi aparat penegak hukum.
Harapan senada disampaikan Wakil Ketua Internal Komnas HAM Prabianto Mukti Wibowo.

Ia berharap kehadiran BRAN mampu menghadirkan penyelesaian non-litigasi yang humanis.

“Penyelesaian tidak semata-mata bertumpu pada jalur hukum formal, melainkan harus mampu memulihkan hak dan rasa keadilan bagi para korban,” pungkasnya. (*)

Continue Reading

Berita

Tak Hanya Padamkan Api, Polri Selamatkan Anak Beruang Madu Terdampak Karhutla

Published

on

Jakarta – Seekor anak beruang madu yang terpisah dari induknya akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah berhasil diselamatkan tim gabungan Baharkam Polri, Polda Kalimantan Tengah, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Jumat (23/10/2026).

Anak beruang madu tersebut ditemukan di sekitar kawasan perkebunan dan hutan Desa Lampasan, Kabupaten Seruyan. Sebelum dievakuasi, satwa dilindungi itu sempat diamankan seorang warga bernama Sugiarto agar terhindar dari ancaman kebakaran dan gangguan di sekitarnya.

Direktur Polisi Satwa Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Tory Kristianto mengatakan, penyelamatan bermula dari laporan masyarakat yang mengetahui keberadaan anak beruang madu tersebut.

“Begitu menerima informasi dari masyarakat, tim langsung berkoordinasi dengan BKSDA untuk melakukan penyelamatan. Prioritas kami memastikan satwa ini berada dalam kondisi aman dan mendapatkan penanganan yang tepat,” ujar Tory, Jumat (23/10/2026).

Tim gabungan kemudian melakukan evakuasi sekaligus pemeriksaan kesehatan awal. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada luka fisik maupun gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap.
Beruntung, anak beruang madu tersebut berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup dan tanpa cedera serius.

Tory kemudian memberikan nama Meli kepada satwa tersebut, yang merupakan singkatan dari “Menyelamatkan Yang Liar”.

Nama itu menjadi simbol kepedulian terhadap satwa liar yang kehidupannya semakin terancam ketika kebakaran melanda kawasan hutan.

“Meli mengingatkan kita bahwa di balik kebakaran hutan, ada kehidupan lain yang juga harus diselamatkan. Satwa-satwa ini tidak bisa meminta pertolongan, sehingga menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melindunginya,” katanya.

Setelah menjalani pemeriksaan awal, Meli dievakuasi menuju fasilitas konservasi BKSDA di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, untuk mendapatkan penanganan dan pemulihan lebih lanjut.

Menurut Tory, penyelamatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan SAR satwa liar yang dilaksanakan Baharkam Polri di Kalimantan Tengah atas arahan Kabaharkam Polri Komjen Herry Heryawan.

Sehari sebelumnya, tim Baharkam Polri telah berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Tengah dan meninjau Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) untuk melihat kondisi orangutan serta kesiapan penanganan satwa yang berisiko terdampak kabut asap.

Tim juga mengevaluasi kesiapan personel dan peralatan SAR bersama jajaran Satbrimob Polda Kalimantan Tengah sebelum melanjutkan pemantauan ke wilayah yang berpotensi terdampak karhutla.

Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Perlindungan habitat dan keselamatan satwa liar juga harus menjadi perhatian bersama.

Ia pun mengapresiasi kepedulian masyarakat, khususnya Sugiarto, yang telah mengamankan Meli sebelum tim penyelamat tiba.

“Peran masyarakat sangat penting. Penyelamatan Meli menjadi contoh bagaimana kepedulian warga dan kesiapan petugas dapat berjalan bersama untuk melindungi satwa liar,” ujarnya.

Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Tory berharap kerja sama antara kepolisian, lembaga konservasi, dan masyarakat terus diperkuat untuk menjaga kelestarian hutan beserta kehidupan di dalamnya.

“Apa yang kita selamatkan hari ini adalah bagian dari kekayaan alam yang harus tetap terjaga untuk generasi mendatang,” pungkasnya.

Continue Reading

Terbaru

Copyright © 2026 Polres Pasuruan Kota - Presisi