Berita
Anggota Polsek Nguling Polres Pasuruan Kota Gelar Patroli Siang Hari di Depan SPBU, Cegah Gangguan Kamtibmas

Polresta Pasuruan – Untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), anggota Polsek Nguling Polres Pasuruan Kota melaksanakan patroli siang hari di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kecamatan Nguling. Patroli ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, termasuk aksi kriminalitas, antrean panjang kendaraan, serta ketertiban lalu lintas di sekitar area SPBU. Sabtu(8/2/2025)
Dalam kegiatan tersebut, anggota kepolisian menyambangi SPBU yang berada di jalan utama dan memberikan imbauan kepada petugas SPBU serta masyarakat agar selalu waspada terhadap tindak kejahatan, seperti pencurian kendaraan bermotor, aksi premanisme, maupun potensi kecurangan dalam transaksi bahan bakar.
Kapolsek Nguling AKP Agung Prayana SH., MH., menjelaskan bahwa patroli ini dilakukan sebagai bentuk kehadiran polisi di tengah masyarakat guna menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan serta konsumen SPBU.
“Kami rutin melakukan patroli, terutama di tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan kerawanan, seperti SPBU. Kehadiran polisi di lokasi ini bertujuan untuk mencegah tindakan kriminal serta memastikan kelancaran aktivitas masyarakat.” Ujar Kapolsek.

Dalam kesempatan tersebut, anggota Polsek Nguling juga berdialog dengan petugas SPBU mengenai langkah-langkah keamanan yang perlu diterapkan, seperti memastikan CCTV berfungsi dengan baik, berhati-hati terhadap pembayaran dengan uang palsu, serta tidak melayani pembelian BBM dalam jumlah besar tanpa prosedur resmi.
“Selain mengawasi situasi keamanan, petugas kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk mematuhi aturan keselamatan di SPBU, seperti tidak menggunakan ponsel saat mengisi bahan bakar, mematikan mesin kendaraan, serta menghindari penyimpanan bahan bakar dalam wadah yang tidak sesuai standar.” Tambah AKP Agung.
Polsek Nguling Polres Pasuruan Kota berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli rutin di berbagai lokasi strategis guna menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi masyarakat. Masyarakat juga diimbau agar segera melaporkan kejadian yang mencurigakan kepada pihak kepolisian melalui layanan pengaduan yang tersedia.
Berita
Safari Subuh di Masjid Jami’ Assegaf, Kapolres Pasuruan Kota Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Polresta Pasuruan – Pererat silaturahmi dan tingkatkan sinergi dengan masyarakat, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo, S.I.K., S.H., M.H., bersama pejabat utama (PJU) melaksanakan Safari Subuh dan dialog interaktif di Masjid Jami’ Assegaf, Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan diikuti Pejabat Utama Polres Pasuruan Kota, Kapolsek Purworejo serta personel Polres Pasuruan Kota dan sekitar 40 jamaah, dengan diawali salat Subuh berjamaah, zikir, dan doa bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Pasuruan Kota menyampaikan pesan kamtibmas sekaligus mengajak masyarakat menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat. Apabila mengetahui informasi atau hal-hal yang berpotensi mengganggu kamtibmas, silakan sampaikan kepada anggota kepolisian, khususnya Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing,” ujar AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo.
Sementara itu, Ta’mir Masjid Jami’ Assegaf, Ustaz Yasin, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan Safari Subuh yang dilaksanakan Polres Pasuruan Kota. Ia juga mengucapkan terima kasih atas pesan dan imbauan kamtibmas yang disampaikan Kapolres kepada para jamaah.

“Kami menyambut baik kegiatan Safari Subuh ini karena menjadi sarana mempererat silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat. Terima kasih kepada Bapak Kapolres atas imbauan yang disampaikan kepada jamaah. Semoga pesan tersebut dapat menjadi pengingat bagi kita semua untuk bersama-sama menjaga keamanan, kerukunan, dan ketertiban lingkungan,” ungkap Ustaz Yasin.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, pemberian bingkisan, foto bersama, dan ramah tamah. Seluruh rangkaian berlangsung aman dan kondusif.
Melalui Safari Subuh ini, Polres Pasuruan Kota berharap hubungan harmonis dengan masyarakat semakin kuat demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Berita
BRAN dan Komnas HAM Perkuat Sinergi, Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Berbasis HAM

JAKARTA – Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menjajaki kerja sama kelembagaan guna mempercepat penyelesaian konflik agraria. Langkah awal kolaborasi ini difokuskan pada penyusunan nota kesepahaman (MoU) sebagai landasan hukum penanganan konflik lahan yang berkeadilan dan mengedepankan prinsip HAM.
Komitmen tersebut disepakati dalam High Level Meeting bertema “Sinergi Mengoptimalkan Penegakan Hukum dalam Isu Hak Asasi Manusia” di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2026).
Pertemuan dihadiri Kepala BRAN Jenderal Polisi Prof. Dr. Dedi Prasetyo dan Ketua Komnas HAM Anis Hidayah beserta jajaran komisioner.
Urgensi penanganan ini berkaca pada tingginya angka sengketa lahan. Anis Hidayah mengungkapkan, Komnas HAM menerima sekitar 2.700 pengaduan konflik agraria dalam tiga tahun terakhir.
Kasus-kasus tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat adat, korporasi, hingga sengketa terkait aset negara. Banyak di antaranya telah mandek lebih dari lima tahun tanpa kejelasan.
“BRAN merupakan lembaga negara strategis yang sudah lama ditunggu masyarakat. Selama bertahun-tahun, penyelesaian konflik agraria menemui jalan terjal dan penuh tantangan,” ujar Anis.
Ia menambahkan, Komnas HAM telah menyusun peta jalan penanganan konflik agraria berbasis HAM selama dua tahun terakhir. Dokumen ini memuat rekomendasi reformasi kelembagaan, perbaikan tata kelola, pembenahan regulasi, hingga strategi pencegahan.
Menanggapi hal itu, Kepala BRAN Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menegaskan, penyelarasan data dan pemetaan menyeluruh di lapangan menjadi kunci. BRAN berkomitmen mengkaji setiap kasus berdasarkan fakta sosiologis, aspek hukum, serta riwayat penguasaan tanah.
“Kami fokuskan pembentukan MoU agar koordinasi berjalan optimal. BRAN sepakat bekerja cepat menuntaskan beberapa kasus prioritas yang diusulkan oleh Komnas HAM,” kata Dedi.
Dedi juga memaparkan bahwa Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) BRAN saat ini sedang digodok intensif.
“Kami menargetkan SOTK rampung dalam 100 hari kerja agar pembagian tugas dan pelaksanaan fungsi lembaga bisa segera berjalan optimal,” tuturnya.
Sementara itu, Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan HAM Komnas HAM Saurlin Siagian menilai, penetapan skala prioritas sangat krusial mengingat menumpuknya ribuan berkas aduan.
Sinergi ini juga diharapkan menekan dampak lanjutan, seperti intimidasi fisik yang kerap membutuhkan intervensi aparat penegak hukum.
Harapan senada disampaikan Wakil Ketua Internal Komnas HAM Prabianto Mukti Wibowo.
Ia berharap kehadiran BRAN mampu menghadirkan penyelesaian non-litigasi yang humanis.
“Penyelesaian tidak semata-mata bertumpu pada jalur hukum formal, melainkan harus mampu memulihkan hak dan rasa keadilan bagi para korban,” pungkasnya. (*)
Berita
Tak Hanya Padamkan Api, Polri Selamatkan Anak Beruang Madu Terdampak Karhutla

Jakarta – Seekor anak beruang madu yang terpisah dari induknya akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah berhasil diselamatkan tim gabungan Baharkam Polri, Polda Kalimantan Tengah, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Jumat (23/10/2026).
Anak beruang madu tersebut ditemukan di sekitar kawasan perkebunan dan hutan Desa Lampasan, Kabupaten Seruyan. Sebelum dievakuasi, satwa dilindungi itu sempat diamankan seorang warga bernama Sugiarto agar terhindar dari ancaman kebakaran dan gangguan di sekitarnya.
Direktur Polisi Satwa Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Tory Kristianto mengatakan, penyelamatan bermula dari laporan masyarakat yang mengetahui keberadaan anak beruang madu tersebut.
“Begitu menerima informasi dari masyarakat, tim langsung berkoordinasi dengan BKSDA untuk melakukan penyelamatan. Prioritas kami memastikan satwa ini berada dalam kondisi aman dan mendapatkan penanganan yang tepat,” ujar Tory, Jumat (23/10/2026).
Tim gabungan kemudian melakukan evakuasi sekaligus pemeriksaan kesehatan awal. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada luka fisik maupun gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap.
Beruntung, anak beruang madu tersebut berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup dan tanpa cedera serius.
Tory kemudian memberikan nama Meli kepada satwa tersebut, yang merupakan singkatan dari “Menyelamatkan Yang Liar”.
Nama itu menjadi simbol kepedulian terhadap satwa liar yang kehidupannya semakin terancam ketika kebakaran melanda kawasan hutan.
“Meli mengingatkan kita bahwa di balik kebakaran hutan, ada kehidupan lain yang juga harus diselamatkan. Satwa-satwa ini tidak bisa meminta pertolongan, sehingga menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melindunginya,” katanya.
Setelah menjalani pemeriksaan awal, Meli dievakuasi menuju fasilitas konservasi BKSDA di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, untuk mendapatkan penanganan dan pemulihan lebih lanjut.
Menurut Tory, penyelamatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan SAR satwa liar yang dilaksanakan Baharkam Polri di Kalimantan Tengah atas arahan Kabaharkam Polri Komjen Herry Heryawan.
Sehari sebelumnya, tim Baharkam Polri telah berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Tengah dan meninjau Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) untuk melihat kondisi orangutan serta kesiapan penanganan satwa yang berisiko terdampak kabut asap.
Tim juga mengevaluasi kesiapan personel dan peralatan SAR bersama jajaran Satbrimob Polda Kalimantan Tengah sebelum melanjutkan pemantauan ke wilayah yang berpotensi terdampak karhutla.
Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Perlindungan habitat dan keselamatan satwa liar juga harus menjadi perhatian bersama.
Ia pun mengapresiasi kepedulian masyarakat, khususnya Sugiarto, yang telah mengamankan Meli sebelum tim penyelamat tiba.
“Peran masyarakat sangat penting. Penyelamatan Meli menjadi contoh bagaimana kepedulian warga dan kesiapan petugas dapat berjalan bersama untuk melindungi satwa liar,” ujarnya.
Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Tory berharap kerja sama antara kepolisian, lembaga konservasi, dan masyarakat terus diperkuat untuk menjaga kelestarian hutan beserta kehidupan di dalamnya.
“Apa yang kita selamatkan hari ini adalah bagian dari kekayaan alam yang harus tetap terjaga untuk generasi mendatang,” pungkasnya.
-
Berita7 hari ago
Patroli Akhir Pekan Polsek Keboncandi, Tingkatkan Kamtibmas Aman dan Kondusif
-
Berita7 hari ago
Bhabinkamtibmas Kawisrejo Dampingi Petani Jagung, Dukung Ketahanan Pangan
-
Berita7 hari agoKapolres Pasuruan Kota Hadiri Anniversary Paguyuban Ojol, Perkuat Sinergitas dan Kebersamaan
-
Berita7 hari agoPolres Pasuruan Kota Gelar Bimtek, Tingkatkan Kompetensi Pelayanan Publik Ramah Bagi Kelompok Rentan
-
Polres5 hari agoPolisi Bersama Masyarakat: Kapolres Madiun Kota Ngopi Bareng Warga,Serap Aspirasi Perkuat Kamtibmas
-
Berita1 minggu agoKapolri: Polri Perkuat Penegakan Hukum dan Pemadaman Karhutla
-
Berita7 hari agoPolri: Imbau Masyarakat Waspadai Risiko Judi Online, Tingkatkan Kesadaran Diri Jaga Keluarga
-
Polres6 hari agoPerkuat Semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polresta Malang Kota Gelar Minggu Kasih
