Connect with us

Berita

Sambung Silaturahmi dengan Perguruan Silat PSHT Ranting Grati, Personel Polsek Grati Sampaikan Himbauan Kamtibmas Jelang Pilkada 2024.

Published

on

img 20240922 wa0011
img 20240922 wa0011

Polresta Pasuruan – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Polsek Grati menjalin silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat. Salah satu langkah yang diambil adalah pertemuan dengan perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Grati pada Sabtu malam, (21/09/2024).

Pertemuan yang berlangsung di Balai Kecamatan Grati ini dihadiri oleh Kapolsek Grati, AKP Yudi Prasetyo, S.H., bersama Anggota dan pimpinan PSHT Ranting Grati, serta beberapa tokoh masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut, Polsek Grati tidak hanya mempererat hubungan dengan perguruan silat setempat, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan penting terkait kamtibmas menjelang Pilkada 2024.

Dalam pertemuan tersebut AKP Yudi Prasetyo, S.H., menekankan pentingnya peran aktif masyarakat, termasuk para pendekar silat, dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama proses Pilkada berlangsung. “Menjelang Pilkada 2024, tensi politik di beberapa daerah berpotensi memanas. Namun, kami berharap agar masyarakat, khususnya perguruan silat yang memiliki banyak anggota, tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan keamanan di lingkungan masing-masing,” tegasnya.

Beliau juga mengingatkan bahwa segala bentuk provokasi, kekerasan, atau tindak anarkis yang mengarah pada konflik selama Pilkada tidak akan ditoleransi. Kepolisian mengajak semua pihak untuk mengutamakan dialog dan penyelesaian masalah secara damai, serta bekerja sama dengan aparat keamanan untuk memastikan Pilkada berjalan lancar tanpa hambatan.

Selain itu, Kapolsek juga mengingatkan anggota PSHT untuk tetap netral dalam proses Pilkada. “Kami meminta seluruh anggota PSHT agar tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis dan tetap menjaga netralitas sebagai perguruan yang menjunjung tinggi persaudaraan. Kami yakin, dengan peran serta aktif perguruan silat, situasi keamanan akan tetap kondusif,” imbuhnya.

img 20240922 wa0010
img 20240922 wa0010

Kapolsek juga meminta agar para anggota PSHT dapat menjadi teladan bagi masyarakat sekitar, terutama dalam hal disiplin, toleransi, dan menghargai perbedaan. Sikap tersebut diharapkan dapat meredam potensi konflik yang mungkin muncul dari perbedaan pilihan politik di tengah masyarakat.

Pimpinan PSHT Ranting Grati, Bapak Harjono, dalam sambutannya menyambut baik inisiatif Polsek Grati untuk menjalin silaturahmi dan mengedukasi masyarakat terkait pentingnya kamtibmas. Ia menyatakan bahwa PSHT sebagai perguruan yang menjunjung tinggi persaudaraan dan nilai-nilai kearifan lokal akan selalu mendukung terciptanya situasi yang aman dan damai.

“Kami dari PSHT Ranting Grati selalu berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah kami. Kami juga akan terus mengedukasi anggota kami agar tidak mudah terprovokasi, serta tetap menjaga persaudaraan di atas segala perbedaan,” ucap Harjono.

Ia juga menambahkan bahwa PSHT siap membantu aparat keamanan jika dibutuhkan, terutama dalam menjaga keamanan di lingkungan setempat.

Pilkada 2024 menjadi salah satu agenda politik penting yang melibatkan banyak kepentingan, sehingga potensi gesekan di masyarakat bisa saja terjadi. Oleh karena itu, himbauan untuk menjaga kamtibmas menjadi sangat penting. Melalui pertemuan ini, Polsek Grati berharap dapat memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk PSHT, dalam menciptakan suasana yang kondusif menjelang dan selama Pilkada berlangsung.

Polsek Grati juga telah menyiapkan sejumlah langkah preventif dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas. Selain patroli rutin, aparat juga akan meningkatkan komunikasi dengan tokoh masyarakat dan organisasi lokal guna mendeteksi dan mengantisipasi segala bentuk ancaman terhadap stabilitas keamanan, “Pungkas Kapolsek”.

By Humas Grati.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Safari Subuh di Masjid Jami’ Assegaf, Kapolres Pasuruan Kota Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Published

on

Polresta Pasuruan – Pererat silaturahmi dan tingkatkan sinergi dengan masyarakat, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo, S.I.K., S.H., M.H., bersama pejabat utama (PJU) melaksanakan Safari Subuh dan dialog interaktif di Masjid Jami’ Assegaf, Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan diikuti Pejabat Utama Polres Pasuruan Kota, Kapolsek Purworejo serta personel Polres Pasuruan Kota dan sekitar 40 jamaah, dengan diawali salat Subuh berjamaah, zikir, dan doa bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Pasuruan Kota menyampaikan pesan kamtibmas sekaligus mengajak masyarakat menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat. Apabila mengetahui informasi atau hal-hal yang berpotensi mengganggu kamtibmas, silakan sampaikan kepada anggota kepolisian, khususnya Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing,” ujar AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo.

Sementara itu, Ta’mir Masjid Jami’ Assegaf, Ustaz Yasin, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan Safari Subuh yang dilaksanakan Polres Pasuruan Kota. Ia juga mengucapkan terima kasih atas pesan dan imbauan kamtibmas yang disampaikan Kapolres kepada para jamaah.

“Kami menyambut baik kegiatan Safari Subuh ini karena menjadi sarana mempererat silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat. Terima kasih kepada Bapak Kapolres atas imbauan yang disampaikan kepada jamaah. Semoga pesan tersebut dapat menjadi pengingat bagi kita semua untuk bersama-sama menjaga keamanan, kerukunan, dan ketertiban lingkungan,” ungkap Ustaz Yasin.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, pemberian bingkisan, foto bersama, dan ramah tamah. Seluruh rangkaian berlangsung aman dan kondusif.

Melalui Safari Subuh ini, Polres Pasuruan Kota berharap hubungan harmonis dengan masyarakat semakin kuat demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Continue Reading

Berita

BRAN dan Komnas HAM Perkuat Sinergi, Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Berbasis HAM

Published

on

JAKARTA – Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menjajaki kerja sama kelembagaan guna mempercepat penyelesaian konflik agraria. Langkah awal kolaborasi ini difokuskan pada penyusunan nota kesepahaman (MoU) sebagai landasan hukum penanganan konflik lahan yang berkeadilan dan mengedepankan prinsip HAM.

Komitmen tersebut disepakati dalam High Level Meeting bertema “Sinergi Mengoptimalkan Penegakan Hukum dalam Isu Hak Asasi Manusia” di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2026).

Pertemuan dihadiri Kepala BRAN Jenderal Polisi Prof. Dr. Dedi Prasetyo dan Ketua Komnas HAM Anis Hidayah beserta jajaran komisioner.

Urgensi penanganan ini berkaca pada tingginya angka sengketa lahan. Anis Hidayah mengungkapkan, Komnas HAM menerima sekitar 2.700 pengaduan konflik agraria dalam tiga tahun terakhir.

Kasus-kasus tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat adat, korporasi, hingga sengketa terkait aset negara. Banyak di antaranya telah mandek lebih dari lima tahun tanpa kejelasan.

“BRAN merupakan lembaga negara strategis yang sudah lama ditunggu masyarakat. Selama bertahun-tahun, penyelesaian konflik agraria menemui jalan terjal dan penuh tantangan,” ujar Anis.

Ia menambahkan, Komnas HAM telah menyusun peta jalan penanganan konflik agraria berbasis HAM selama dua tahun terakhir. Dokumen ini memuat rekomendasi reformasi kelembagaan, perbaikan tata kelola, pembenahan regulasi, hingga strategi pencegahan.

Menanggapi hal itu, Kepala BRAN Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menegaskan, penyelarasan data dan pemetaan menyeluruh di lapangan menjadi kunci. BRAN berkomitmen mengkaji setiap kasus berdasarkan fakta sosiologis, aspek hukum, serta riwayat penguasaan tanah.

“Kami fokuskan pembentukan MoU agar koordinasi berjalan optimal. BRAN sepakat bekerja cepat menuntaskan beberapa kasus prioritas yang diusulkan oleh Komnas HAM,” kata Dedi.

Dedi juga memaparkan bahwa Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) BRAN saat ini sedang digodok intensif.

“Kami menargetkan SOTK rampung dalam 100 hari kerja agar pembagian tugas dan pelaksanaan fungsi lembaga bisa segera berjalan optimal,” tuturnya.

Sementara itu, Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan HAM Komnas HAM Saurlin Siagian menilai, penetapan skala prioritas sangat krusial mengingat menumpuknya ribuan berkas aduan.

Sinergi ini juga diharapkan menekan dampak lanjutan, seperti intimidasi fisik yang kerap membutuhkan intervensi aparat penegak hukum.
Harapan senada disampaikan Wakil Ketua Internal Komnas HAM Prabianto Mukti Wibowo.

Ia berharap kehadiran BRAN mampu menghadirkan penyelesaian non-litigasi yang humanis.

“Penyelesaian tidak semata-mata bertumpu pada jalur hukum formal, melainkan harus mampu memulihkan hak dan rasa keadilan bagi para korban,” pungkasnya. (*)

Continue Reading

Berita

Tak Hanya Padamkan Api, Polri Selamatkan Anak Beruang Madu Terdampak Karhutla

Published

on

Jakarta – Seekor anak beruang madu yang terpisah dari induknya akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah berhasil diselamatkan tim gabungan Baharkam Polri, Polda Kalimantan Tengah, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Jumat (23/10/2026).

Anak beruang madu tersebut ditemukan di sekitar kawasan perkebunan dan hutan Desa Lampasan, Kabupaten Seruyan. Sebelum dievakuasi, satwa dilindungi itu sempat diamankan seorang warga bernama Sugiarto agar terhindar dari ancaman kebakaran dan gangguan di sekitarnya.

Direktur Polisi Satwa Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Tory Kristianto mengatakan, penyelamatan bermula dari laporan masyarakat yang mengetahui keberadaan anak beruang madu tersebut.

“Begitu menerima informasi dari masyarakat, tim langsung berkoordinasi dengan BKSDA untuk melakukan penyelamatan. Prioritas kami memastikan satwa ini berada dalam kondisi aman dan mendapatkan penanganan yang tepat,” ujar Tory, Jumat (23/10/2026).

Tim gabungan kemudian melakukan evakuasi sekaligus pemeriksaan kesehatan awal. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada luka fisik maupun gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap.
Beruntung, anak beruang madu tersebut berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup dan tanpa cedera serius.

Tory kemudian memberikan nama Meli kepada satwa tersebut, yang merupakan singkatan dari “Menyelamatkan Yang Liar”.

Nama itu menjadi simbol kepedulian terhadap satwa liar yang kehidupannya semakin terancam ketika kebakaran melanda kawasan hutan.

“Meli mengingatkan kita bahwa di balik kebakaran hutan, ada kehidupan lain yang juga harus diselamatkan. Satwa-satwa ini tidak bisa meminta pertolongan, sehingga menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melindunginya,” katanya.

Setelah menjalani pemeriksaan awal, Meli dievakuasi menuju fasilitas konservasi BKSDA di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, untuk mendapatkan penanganan dan pemulihan lebih lanjut.

Menurut Tory, penyelamatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan SAR satwa liar yang dilaksanakan Baharkam Polri di Kalimantan Tengah atas arahan Kabaharkam Polri Komjen Herry Heryawan.

Sehari sebelumnya, tim Baharkam Polri telah berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Tengah dan meninjau Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) untuk melihat kondisi orangutan serta kesiapan penanganan satwa yang berisiko terdampak kabut asap.

Tim juga mengevaluasi kesiapan personel dan peralatan SAR bersama jajaran Satbrimob Polda Kalimantan Tengah sebelum melanjutkan pemantauan ke wilayah yang berpotensi terdampak karhutla.

Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Perlindungan habitat dan keselamatan satwa liar juga harus menjadi perhatian bersama.

Ia pun mengapresiasi kepedulian masyarakat, khususnya Sugiarto, yang telah mengamankan Meli sebelum tim penyelamat tiba.

“Peran masyarakat sangat penting. Penyelamatan Meli menjadi contoh bagaimana kepedulian warga dan kesiapan petugas dapat berjalan bersama untuk melindungi satwa liar,” ujarnya.

Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Tory berharap kerja sama antara kepolisian, lembaga konservasi, dan masyarakat terus diperkuat untuk menjaga kelestarian hutan beserta kehidupan di dalamnya.

“Apa yang kita selamatkan hari ini adalah bagian dari kekayaan alam yang harus tetap terjaga untuk generasi mendatang,” pungkasnya.

Continue Reading

Terbaru

Copyright © 2026 Polres Pasuruan Kota - Presisi