Connect with us

Berita

Bripka Bagus Pratomo, Sosok Inspiratif dan Pelatih Bela Diri Karate Berprestasi

Published

on

567feb01 ea89 4645 aa39 aa2f3ba9e116

Polresta Pasuruan – Bripka Bagus Pratomo, seorang anggota Polsek Gadingrejo, dikenal sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi dalam menjalankan tugasnya sebagai polisi, tetapi juga aktif dalam dunia olahraga bela diri karate. Sebagai personel kepolisian, ia kerap menunjukkan sikap ramah dan bersahabat kepada masyarakat, menjadikannya figur yang dihormati dan disegani di lingkungan sekitar terutama di Kel. Petahunan sebab Bripka Bagus bertugas sebagai Bhabinkamtibmas setempat. Tak hanya bertugas menjaga keamanan, Bripka Bagus juga memiliki peran besar dalam mendidik generasi muda melalui olahraga karate. Jumat (06/09/2024).

Bripka Bagus Pratomo memulai kariernya di dunia kepolisian dengan dedikasi yang tinggi. Selama bertugas di Polsek Gadingrejo, ia dikenal sebagai polisi yang disiplin dan dekat dengan warga. Sikap ramah dan pedulinya terhadap masyarakat menjadikannya sosok yang mudah diakses dan dicari jika warga membutuhkan bantuan. Namun, di balik seragam yang dikenakannya, Bripka Bagus juga dikenal sebagai pelatih karate yang sukses mengantarkan banyak anak didiknya meraih berbagai prestasi.

Sebagai pelatih karate, Bripka Bagus telah melatih puluhan anak muda di wilayah Kota Pasuruan. Ia melatih sebuah dojo karate yang kini menjadi tempat berkumpulnya para atlet muda untuk berlatih dan mengasah kemampuan mereka. Dalam setiap sesi latihan, Bripka Bagus selalu menekankan pentingnya disiplin, ketekunan, dan rasa hormat, nilai-nilai yang juga ia bawa dalam tugas kesehariannya sebagai seorang polisi.

Tak hanya fokus pada teknik bela diri, Bripka Bagus juga membimbing anak didiknya untuk memiliki karakter yang kuat. Ia percaya bahwa karate bukan hanya tentang fisik, tetapi juga tentang membentuk mental dan moral yang tangguh. Berkat pendekatannya yang holistik, banyak anak didik Bripka Bagus yang tidak hanya meraih prestasi di bidang olahraga, tetapi juga menjadi individu yang disiplin dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Berbagai prestasi telah diraih oleh para anak didik Bripka Bagus. Mereka telah berhasil mengharumkan nama daerah dengan menyabet medali di berbagai kejuaraan karate, baik di tingkat lokal maupun nasional. Prestasi-prestasi ini tentu tak lepas dari bimbingan dan arahan Bripka Bagus yang dengan tekun melatih mereka setiap hari. Dengan kepiawaiannya dalam melatih, Bripka Bagus berhasil membentuk para atlet muda yang tangguh dan siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

Prestasi ini menjadi bukti nyata dari komitmen dan kerja keras yang ia tanamkan kepada para atlet muda. Meski sibuk dengan tugas sebagai polisi, Bripka Bagus selalu menyempatkan waktu untuk mendampingi dan memberikan motivasi kepada anak didiknya saat berlaga di berbagai kejuaraan.

Kegigihan Bripka Bagus dalam mengembangkan bakat-bakat muda di bidang karate juga mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah setempat. Banyak warga Gadingrejo yang merasa bangga dengan kehadiran Bripka Bagus, tidak hanya sebagai pelindung masyarakat, tetapi juga sebagai sosok yang berperan dalam membangun karakter anak muda melalui olahraga. Beberapa pejabat daerah bahkan mengakui bahwa prestasi anak didik Bripka Bagus turut mengangkat nama daerah di mata nasional.

de1e0315 8bfb 4bc9 8a72 450f206bfb4e

Di luar dojo, Bripka Bagus tetap menjadi figur yang dicintai masyarakat. Ia sering kali terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan olahraga di lingkungannya. Sikapnya yang rendah hati membuatnya mudah diterima di berbagai kalangan, baik oleh anak-anak muda yang ia latih maupun oleh warga sekitar yang menghormatinya sebagai polisi yang peduli.

Meski telah banyak meraih kesuksesan, Bripka Bagus tetap rendah hati. Baginya, prestasi bukanlah tujuan akhir, melainkan proses pembentukan karakter yang lebih penting. Ia selalu mengingatkan anak didiknya untuk tetap fokus, rendah hati, dan tidak mudah menyerah. Filosofi ini, menurut Bripka Bagus, adalah kunci kesuksesan baik dalam karate maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Kepolisian Resort Pasuruan Kota tempat di mana Bripka Bagus bertugas, juga memberikan dukungan penuh terhadap aktivitasnya sebagai pelatih karate. Mereka melihat kontribusi Bripka Bagus dalam mendidik generasi muda sebagai salah satu bentuk pelayanan masyarakat yang luar biasa. Kombinasi peran sebagai polisi dan pelatih karate ini menjadikan Bripka Bagus sebagai sosok yang multifungsi dan inspiratif bagi banyak orang.

Ke depannya, Bripka Bagus berencana untuk terus mengembangkan bakat-bakat muda di bidang karate dan memperluas jaringan dojonya agar semakin banyak anak-anak muda yang dapat berlatih dan meraih prestasi. Ia berharap, dengan semakin banyaknya atlet muda yang dilatih, mereka dapat terus mengharumkan nama daerah di berbagai kompetisi.

Dengan segala dedikasi dan kerja keras yang ia lakukan, Bripka Bagus Pratomo tidak hanya menginspirasi anak-anak muda yang ia latih, tetapi juga masyarakat luas. Kombinasi antara tugas kepolisian dan perannya sebagai pelatih karate menjadikannya sosok yang patut dicontoh, baik dalam hal disiplin, kerja keras, maupun rasa peduli terhadap sesama.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

BRAN dan Komnas HAM Perkuat Sinergi, Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Berbasis HAM

Published

on

JAKARTA – Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menjajaki kerja sama kelembagaan guna mempercepat penyelesaian konflik agraria. Langkah awal kolaborasi ini difokuskan pada penyusunan nota kesepahaman (MoU) sebagai landasan hukum penanganan konflik lahan yang berkeadilan dan mengedepankan prinsip HAM.

Komitmen tersebut disepakati dalam High Level Meeting bertema “Sinergi Mengoptimalkan Penegakan Hukum dalam Isu Hak Asasi Manusia” di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2026).

Pertemuan dihadiri Kepala BRAN Jenderal Polisi Prof. Dr. Dedi Prasetyo dan Ketua Komnas HAM Anis Hidayah beserta jajaran komisioner.

Urgensi penanganan ini berkaca pada tingginya angka sengketa lahan. Anis Hidayah mengungkapkan, Komnas HAM menerima sekitar 2.700 pengaduan konflik agraria dalam tiga tahun terakhir.

Kasus-kasus tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat adat, korporasi, hingga sengketa terkait aset negara. Banyak di antaranya telah mandek lebih dari lima tahun tanpa kejelasan.

“BRAN merupakan lembaga negara strategis yang sudah lama ditunggu masyarakat. Selama bertahun-tahun, penyelesaian konflik agraria menemui jalan terjal dan penuh tantangan,” ujar Anis.

Ia menambahkan, Komnas HAM telah menyusun peta jalan penanganan konflik agraria berbasis HAM selama dua tahun terakhir. Dokumen ini memuat rekomendasi reformasi kelembagaan, perbaikan tata kelola, pembenahan regulasi, hingga strategi pencegahan.

Menanggapi hal itu, Kepala BRAN Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menegaskan, penyelarasan data dan pemetaan menyeluruh di lapangan menjadi kunci. BRAN berkomitmen mengkaji setiap kasus berdasarkan fakta sosiologis, aspek hukum, serta riwayat penguasaan tanah.

“Kami fokuskan pembentukan MoU agar koordinasi berjalan optimal. BRAN sepakat bekerja cepat menuntaskan beberapa kasus prioritas yang diusulkan oleh Komnas HAM,” kata Dedi.

Dedi juga memaparkan bahwa Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) BRAN saat ini sedang digodok intensif.

“Kami menargetkan SOTK rampung dalam 100 hari kerja agar pembagian tugas dan pelaksanaan fungsi lembaga bisa segera berjalan optimal,” tuturnya.

Sementara itu, Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan HAM Komnas HAM Saurlin Siagian menilai, penetapan skala prioritas sangat krusial mengingat menumpuknya ribuan berkas aduan.

Sinergi ini juga diharapkan menekan dampak lanjutan, seperti intimidasi fisik yang kerap membutuhkan intervensi aparat penegak hukum.
Harapan senada disampaikan Wakil Ketua Internal Komnas HAM Prabianto Mukti Wibowo.

Ia berharap kehadiran BRAN mampu menghadirkan penyelesaian non-litigasi yang humanis.

“Penyelesaian tidak semata-mata bertumpu pada jalur hukum formal, melainkan harus mampu memulihkan hak dan rasa keadilan bagi para korban,” pungkasnya. (*)

Continue Reading

Berita

Tak Hanya Padamkan Api, Polri Selamatkan Anak Beruang Madu Terdampak Karhutla

Published

on

Jakarta – Seekor anak beruang madu yang terpisah dari induknya akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah berhasil diselamatkan tim gabungan Baharkam Polri, Polda Kalimantan Tengah, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Jumat (23/10/2026).

Anak beruang madu tersebut ditemukan di sekitar kawasan perkebunan dan hutan Desa Lampasan, Kabupaten Seruyan. Sebelum dievakuasi, satwa dilindungi itu sempat diamankan seorang warga bernama Sugiarto agar terhindar dari ancaman kebakaran dan gangguan di sekitarnya.

Direktur Polisi Satwa Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Tory Kristianto mengatakan, penyelamatan bermula dari laporan masyarakat yang mengetahui keberadaan anak beruang madu tersebut.

“Begitu menerima informasi dari masyarakat, tim langsung berkoordinasi dengan BKSDA untuk melakukan penyelamatan. Prioritas kami memastikan satwa ini berada dalam kondisi aman dan mendapatkan penanganan yang tepat,” ujar Tory, Jumat (23/10/2026).

Tim gabungan kemudian melakukan evakuasi sekaligus pemeriksaan kesehatan awal. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada luka fisik maupun gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap.
Beruntung, anak beruang madu tersebut berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup dan tanpa cedera serius.

Tory kemudian memberikan nama Meli kepada satwa tersebut, yang merupakan singkatan dari “Menyelamatkan Yang Liar”.

Nama itu menjadi simbol kepedulian terhadap satwa liar yang kehidupannya semakin terancam ketika kebakaran melanda kawasan hutan.

“Meli mengingatkan kita bahwa di balik kebakaran hutan, ada kehidupan lain yang juga harus diselamatkan. Satwa-satwa ini tidak bisa meminta pertolongan, sehingga menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melindunginya,” katanya.

Setelah menjalani pemeriksaan awal, Meli dievakuasi menuju fasilitas konservasi BKSDA di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, untuk mendapatkan penanganan dan pemulihan lebih lanjut.

Menurut Tory, penyelamatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan SAR satwa liar yang dilaksanakan Baharkam Polri di Kalimantan Tengah atas arahan Kabaharkam Polri Komjen Herry Heryawan.

Sehari sebelumnya, tim Baharkam Polri telah berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Tengah dan meninjau Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) untuk melihat kondisi orangutan serta kesiapan penanganan satwa yang berisiko terdampak kabut asap.

Tim juga mengevaluasi kesiapan personel dan peralatan SAR bersama jajaran Satbrimob Polda Kalimantan Tengah sebelum melanjutkan pemantauan ke wilayah yang berpotensi terdampak karhutla.

Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Perlindungan habitat dan keselamatan satwa liar juga harus menjadi perhatian bersama.

Ia pun mengapresiasi kepedulian masyarakat, khususnya Sugiarto, yang telah mengamankan Meli sebelum tim penyelamat tiba.

“Peran masyarakat sangat penting. Penyelamatan Meli menjadi contoh bagaimana kepedulian warga dan kesiapan petugas dapat berjalan bersama untuk melindungi satwa liar,” ujarnya.

Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Tory berharap kerja sama antara kepolisian, lembaga konservasi, dan masyarakat terus diperkuat untuk menjaga kelestarian hutan beserta kehidupan di dalamnya.

“Apa yang kita selamatkan hari ini adalah bagian dari kekayaan alam yang harus tetap terjaga untuk generasi mendatang,” pungkasnya.

Continue Reading

Berita

Kapolri: Tim Gabungan Sita Hampir 1,2 Ton Sabu dari Laboratorium Gelap di Aceh

Published

on

PIDIE – Kepolisian bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai mengungkap laboratorium gelap pembuatan sabu yang diduga menjadi bagian dari jaringan narkotika internasional di Kabupaten Pidie, Aceh. Dalam pengungkapan tersebut, petugas menyita hampir 1,2 ton bruto narkotika, menjadikannya pengungkapan laboratorium gelap dengan barang bukti terbesar di Indonesia.

Penindakan dilakukan secara serentak pada 21 Oktober 2026 di lima lokasi yang tersebar di Kabupaten Pidie, Bireuen, Aceh Utara, dan Kota Lhokseumawe. Pengungkapan ini berawal dari pengembangan informasi intelijen serta pemantauan pergerakan jaringan dan logistik yang diduga digunakan untuk memproduksi sabu.

Di sebuah ruko di Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, petugas menemukan laboratorium gelap yang diduga digunakan untuk mengolah meth oil atau sabu cair menjadi sabu kristal. Dari lokasi tersebut, petugas menyita 20 drum berisi meth oil, sekitar 500 kilogram sabu kristal, serta sejumlah peralatan produksi.

Secara keseluruhan, barang bukti yang disita dalam operasi tersebut mencapai hampir 1,2 ton bruto. Sebanyak 11 orang yang diamankan terdiri atas dua WNA dan sembilan WNI. Penyidik masih mendalami peran masing-masing serta kemungkinan keterkaitan mereka dengan jaringan narkotika internasional.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, bahan narkotika cair tersebut diduga bergerak dari kawasan Asia Tenggara sebelum tiba di Aceh. Tim gabungan kemudian memantau pergerakan sejumlah orang yang diduga terlibat hingga menemukan lokasi yang digunakan sebagai laboratorium gelap.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengapresiasi kerja sama lintas lembaga dan dukungan masyarakat dalam pengungkapan tersebut.

“Saya ucapkan selamat atas pengungkapan dalam rangka menyelamatkan anak bangsa ini. Polisi dan masyarakat kita berhasil mengungkap jaringan narkoba skala besar,” kata Suyudi di Pidie, Jumat (23/10/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya pemilik ruko, kontrakan, dan rumah sewa, untuk memastikan identitas serta aktivitas penyewa dapat dipertanggungjawabkan.

“ Saya berpesan kepada seluruh masyarakat, khususnya pemilik ruko, kontrakan, atau rumah sewa, agar senantiasa selektif dan memastikan identitas serta aktivitas penyewa dapat dipertanggungjawabkan. Jangan apatis dengan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Penyidik masih mendalami jaringan yang terlibat, mengejar sejumlah pihak yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), serta menelusuri dugaan aliran dana hasil kejahatan. Polri bersama instansi terkait juga akan berkoordinasi dengan otoritas luar negeri untuk mengungkap keterkaitan jaringan tersebut.

Kapolri turut mengapresiasi personel Polri, BNN, Bea Cukai, dan National Narcotics Control Commission (NNCC) Tiongkok yang terlibat dalam pengungkapan tersebut. Kerja sama lintas negara dinilai penting untuk memutus rantai pasokan narkotika dan mencegah Indonesia digunakan sebagai lokasi produksi maupun jalur distribusi jaringan internasional.

Continue Reading

Terbaru

Copyright © 2026 Polres Pasuruan Kota - Presisi