Connect with us

Berita

Wujudkan Pemilu Kada yang Damai, Polsek Grati Gencarkan Giat Patroli Antisipasi Kriminalitas dan Kejahatan Lainnya.

Published

on

oplus 0
oplus 0

Polresta Pasuruan – Dalam rangka menciptakan situasi yang kondusif menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pemilu Kada), Polsek Grati meningkatkan intensitas patroli di berbagai wilayahnya. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, termasuk kriminalitas dan kejahatan lainnya, yang dapat mengganggu pelaksanaan pemilu yang damai dan demokratis, Rabu (04/09/2024).

Kapolsek Grati, AKP Yudi Prasetyo, S.H., dalam keterangannya menjelaskan bahwa patroli yang dilakukan bukan hanya sebatas kegiatan rutin, tetapi sudah direncanakan dengan matang untuk menargetkan area-area yang dianggap rawan. “Kami fokus pada titik-titik yang memiliki potensi konflik, seperti pusat keramaian, daerah perbatasan antar wilayah, serta tempat-tempat yang sering menjadi lokasi kegiatan masyarakat,” ujar AKP Yudi.

Ia menambahkan bahwa patroli ini melibatkan berbagai satuan, termasuk Satuan Sabhara, Satuan Reserse Kriminal, serta Bhabinkamtibmas yang secara langsung bersentuhan dengan masyarakat. “Selain patroli, kami juga melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat dan pemuda, serta memberikan penyuluhan hukum kepada warga agar mereka memahami pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pemilu berlangsung,” imbuhnya.

Patroli ini tidak hanya dilakukan pada siang hari, tetapi juga diperketat pada malam hari hingga dini hari. Polsek Grati juga telah menyiapkan posko-posko keamanan di beberapa titik strategis yang berfungsi sebagai pusat informasi sekaligus tempat pengaduan bagi masyarakat jika menemukan adanya aktivitas yang mencurigakan.

oplus 0
oplus 0

Di sisi lain, masyarakat menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Polsek Grati. Salah satu warga, Bapak Agus, mengatakan bahwa kehadiran polisi yang lebih intens di lingkungan mereka membuat warga merasa lebih aman dan nyaman. “Dengan patroli yang dilakukan hampir setiap saat, kami merasa terlindungi. Semoga Pemilu Kada ini bisa berjalan dengan damai dan lancar,” ungkapnya.

Polsek Grati juga bekerja sama dengan aparat keamanan lainnya, termasuk Babinsa dan Linmas, untuk memastikan bahwa semua potensi gangguan dapat diatasi dengan cepat dan tepat. Koordinasi yang baik antara berbagai unsur keamanan ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat dalam menjaga situasi tetap kondusif.

Sebagai penutup, AKP Yudi Prasetyo, S.H., mengimbau kepada seluruh warga untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. “Mari kita jaga bersama-sama kedamaian ini, karena Pemilu Kada bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga tentang menjaga persatuan dan kesatuan bangsa”.

Dengan berbagai upaya yang telah dan terus dilakukan, Polsek Grati optimis bahwa Pemilu Kada di wilayahnya dapat berlangsung dengan aman, damai, dan demokratis, “tutupnya dengan penuh harap”.

By Humas Grati.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Safari Subuh di Masjid Jami’ Assegaf, Kapolres Pasuruan Kota Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Published

on

Polresta Pasuruan – Pererat silaturahmi dan tingkatkan sinergi dengan masyarakat, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo, S.I.K., S.H., M.H., bersama pejabat utama (PJU) melaksanakan Safari Subuh dan dialog interaktif di Masjid Jami’ Assegaf, Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan diikuti Pejabat Utama Polres Pasuruan Kota, Kapolsek Purworejo serta personel Polres Pasuruan Kota dan sekitar 40 jamaah, dengan diawali salat Subuh berjamaah, zikir, dan doa bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Pasuruan Kota menyampaikan pesan kamtibmas sekaligus mengajak masyarakat menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat. Apabila mengetahui informasi atau hal-hal yang berpotensi mengganggu kamtibmas, silakan sampaikan kepada anggota kepolisian, khususnya Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing,” ujar AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo.

Sementara itu, Ta’mir Masjid Jami’ Assegaf, Ustaz Yasin, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan Safari Subuh yang dilaksanakan Polres Pasuruan Kota. Ia juga mengucapkan terima kasih atas pesan dan imbauan kamtibmas yang disampaikan Kapolres kepada para jamaah.

“Kami menyambut baik kegiatan Safari Subuh ini karena menjadi sarana mempererat silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat. Terima kasih kepada Bapak Kapolres atas imbauan yang disampaikan kepada jamaah. Semoga pesan tersebut dapat menjadi pengingat bagi kita semua untuk bersama-sama menjaga keamanan, kerukunan, dan ketertiban lingkungan,” ungkap Ustaz Yasin.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, pemberian bingkisan, foto bersama, dan ramah tamah. Seluruh rangkaian berlangsung aman dan kondusif.

Melalui Safari Subuh ini, Polres Pasuruan Kota berharap hubungan harmonis dengan masyarakat semakin kuat demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Continue Reading

Berita

BRAN dan Komnas HAM Perkuat Sinergi, Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Berbasis HAM

Published

on

JAKARTA – Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menjajaki kerja sama kelembagaan guna mempercepat penyelesaian konflik agraria. Langkah awal kolaborasi ini difokuskan pada penyusunan nota kesepahaman (MoU) sebagai landasan hukum penanganan konflik lahan yang berkeadilan dan mengedepankan prinsip HAM.

Komitmen tersebut disepakati dalam High Level Meeting bertema “Sinergi Mengoptimalkan Penegakan Hukum dalam Isu Hak Asasi Manusia” di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2026).

Pertemuan dihadiri Kepala BRAN Jenderal Polisi Prof. Dr. Dedi Prasetyo dan Ketua Komnas HAM Anis Hidayah beserta jajaran komisioner.

Urgensi penanganan ini berkaca pada tingginya angka sengketa lahan. Anis Hidayah mengungkapkan, Komnas HAM menerima sekitar 2.700 pengaduan konflik agraria dalam tiga tahun terakhir.

Kasus-kasus tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat adat, korporasi, hingga sengketa terkait aset negara. Banyak di antaranya telah mandek lebih dari lima tahun tanpa kejelasan.

“BRAN merupakan lembaga negara strategis yang sudah lama ditunggu masyarakat. Selama bertahun-tahun, penyelesaian konflik agraria menemui jalan terjal dan penuh tantangan,” ujar Anis.

Ia menambahkan, Komnas HAM telah menyusun peta jalan penanganan konflik agraria berbasis HAM selama dua tahun terakhir. Dokumen ini memuat rekomendasi reformasi kelembagaan, perbaikan tata kelola, pembenahan regulasi, hingga strategi pencegahan.

Menanggapi hal itu, Kepala BRAN Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menegaskan, penyelarasan data dan pemetaan menyeluruh di lapangan menjadi kunci. BRAN berkomitmen mengkaji setiap kasus berdasarkan fakta sosiologis, aspek hukum, serta riwayat penguasaan tanah.

“Kami fokuskan pembentukan MoU agar koordinasi berjalan optimal. BRAN sepakat bekerja cepat menuntaskan beberapa kasus prioritas yang diusulkan oleh Komnas HAM,” kata Dedi.

Dedi juga memaparkan bahwa Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) BRAN saat ini sedang digodok intensif.

“Kami menargetkan SOTK rampung dalam 100 hari kerja agar pembagian tugas dan pelaksanaan fungsi lembaga bisa segera berjalan optimal,” tuturnya.

Sementara itu, Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan HAM Komnas HAM Saurlin Siagian menilai, penetapan skala prioritas sangat krusial mengingat menumpuknya ribuan berkas aduan.

Sinergi ini juga diharapkan menekan dampak lanjutan, seperti intimidasi fisik yang kerap membutuhkan intervensi aparat penegak hukum.
Harapan senada disampaikan Wakil Ketua Internal Komnas HAM Prabianto Mukti Wibowo.

Ia berharap kehadiran BRAN mampu menghadirkan penyelesaian non-litigasi yang humanis.

“Penyelesaian tidak semata-mata bertumpu pada jalur hukum formal, melainkan harus mampu memulihkan hak dan rasa keadilan bagi para korban,” pungkasnya. (*)

Continue Reading

Berita

Tak Hanya Padamkan Api, Polri Selamatkan Anak Beruang Madu Terdampak Karhutla

Published

on

Jakarta – Seekor anak beruang madu yang terpisah dari induknya akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah berhasil diselamatkan tim gabungan Baharkam Polri, Polda Kalimantan Tengah, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Jumat (23/10/2026).

Anak beruang madu tersebut ditemukan di sekitar kawasan perkebunan dan hutan Desa Lampasan, Kabupaten Seruyan. Sebelum dievakuasi, satwa dilindungi itu sempat diamankan seorang warga bernama Sugiarto agar terhindar dari ancaman kebakaran dan gangguan di sekitarnya.

Direktur Polisi Satwa Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Tory Kristianto mengatakan, penyelamatan bermula dari laporan masyarakat yang mengetahui keberadaan anak beruang madu tersebut.

“Begitu menerima informasi dari masyarakat, tim langsung berkoordinasi dengan BKSDA untuk melakukan penyelamatan. Prioritas kami memastikan satwa ini berada dalam kondisi aman dan mendapatkan penanganan yang tepat,” ujar Tory, Jumat (23/10/2026).

Tim gabungan kemudian melakukan evakuasi sekaligus pemeriksaan kesehatan awal. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada luka fisik maupun gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap.
Beruntung, anak beruang madu tersebut berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup dan tanpa cedera serius.

Tory kemudian memberikan nama Meli kepada satwa tersebut, yang merupakan singkatan dari “Menyelamatkan Yang Liar”.

Nama itu menjadi simbol kepedulian terhadap satwa liar yang kehidupannya semakin terancam ketika kebakaran melanda kawasan hutan.

“Meli mengingatkan kita bahwa di balik kebakaran hutan, ada kehidupan lain yang juga harus diselamatkan. Satwa-satwa ini tidak bisa meminta pertolongan, sehingga menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melindunginya,” katanya.

Setelah menjalani pemeriksaan awal, Meli dievakuasi menuju fasilitas konservasi BKSDA di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, untuk mendapatkan penanganan dan pemulihan lebih lanjut.

Menurut Tory, penyelamatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan SAR satwa liar yang dilaksanakan Baharkam Polri di Kalimantan Tengah atas arahan Kabaharkam Polri Komjen Herry Heryawan.

Sehari sebelumnya, tim Baharkam Polri telah berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Tengah dan meninjau Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) untuk melihat kondisi orangutan serta kesiapan penanganan satwa yang berisiko terdampak kabut asap.

Tim juga mengevaluasi kesiapan personel dan peralatan SAR bersama jajaran Satbrimob Polda Kalimantan Tengah sebelum melanjutkan pemantauan ke wilayah yang berpotensi terdampak karhutla.

Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Perlindungan habitat dan keselamatan satwa liar juga harus menjadi perhatian bersama.

Ia pun mengapresiasi kepedulian masyarakat, khususnya Sugiarto, yang telah mengamankan Meli sebelum tim penyelamat tiba.

“Peran masyarakat sangat penting. Penyelamatan Meli menjadi contoh bagaimana kepedulian warga dan kesiapan petugas dapat berjalan bersama untuk melindungi satwa liar,” ujarnya.

Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Tory berharap kerja sama antara kepolisian, lembaga konservasi, dan masyarakat terus diperkuat untuk menjaga kelestarian hutan beserta kehidupan di dalamnya.

“Apa yang kita selamatkan hari ini adalah bagian dari kekayaan alam yang harus tetap terjaga untuk generasi mendatang,” pungkasnya.

Continue Reading

Terbaru

Copyright © 2026 Polres Pasuruan Kota - Presisi