Connect with us

Berita

Polri Bentuk Satgas Perlindungan Jemaah Haji untuk Masyarakat Indonesia

Published

on

Jakarta – Polri secara resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kemanusiaan guna memberikan perlindungan kepada jemaah haji dari berbagai potensi kejahatan, termasuk penipuan dan penyelenggaraan ilegal. Pembentukan Satgas ini menjadi langkah strategis Polri dalam memastikan keamanan, perlindungan, dan penegakan hukum yang berkeadilan bagi masyarakat.

Sebelumnya, Polri bersama Kemenhaj telah berkolaborasi dan berkomitmen untuk memberikan perlindungan terhadap jemaah Indonesia. Pertemuan tersebut menghasilkan kerja sama pembentukan Satgas untuk penguatan sinergi lintas sektor dalam pengawasan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Sementara itu, arahan Presiden RI Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya memastikan perlindungan menyeluruh bagi jemaah haji dan umrah Indonesia.

Dalam rangka memberikan perlindungan, keselamatan, dan rasa aman, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo telah menginstruksikan pembentukan Satgas yang dituangkan melalui Surat Perintah (Sprin).

Satgas ini bekerja dengan melibatkan unsur pusat (Mabes Polri) hingga daerah (Polda jajaran), dengan mengedepankan langkah preemtif, preventif, serta penegakan hukum yang berkeadilan.

Potensi yang menjadi perhatian antara lain penyelenggaraan haji khusus dan umrah tanpa izin, pengumpulan dana jemaah secara ilegal, pemberangkatan fiktif, penggelapan dana, hingga pemalsuan dokumen seperti paspor dan visa.

Oleh karena itu, Polri memandang penting untuk melakukan langkah-langkah sosialisasi, pencegahan, serta penegakan hukum sebagai upaya terakhir guna melindungi jemaah dan memberikan rasa keadilan.

Penindakan terhadap pelaku mengacu pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, khususnya Bab XVIII Pasal 120 hingga 126. Dalam ketentuan tersebut diatur bahwa penyelenggara haji khusus tanpa izin dapat dipidana hingga 6 tahun penjara atau denda Rp6 miliar, sementara penyelenggara umrah ilegal diancam 4 tahun penjara atau denda Rp4 miliar.

Selain itu, tindak pidana penipuan dan penggelapan dana jemaah juga diatur secara tegas. Pelaku yang dengan sengaja tidak memberangkatkan jemaah meski telah menerima pembayaran dapat dipidana hingga 8 tahun penjara atau denda Rp8 miliar. Bahkan, pengalihan dana jemaah untuk kepentingan lain dapat dikenakan pidana hingga 10 tahun penjara atau denda Rp10 miliar.

Terkait pemalsuan dokumen haji dan umrah seperti paspor, visa, identitas, dan dokumen kesehatan dapat diancam pidana hingga 5 tahun penjara atau denda Rp5 miliar.

Dalam aturan tersebut juga ditegaskan bahwa tindak pidana dapat dikenakan kepada korporasi dengan sanksi denda hingga tiga kali lipat. Percobaan dan pembantuan juga tetap dipidana, serta pelaku wajib mengembalikan kerugian jemaah. Delik ini bersifat umum sehingga dapat langsung diproses oleh aparat tanpa menunggu laporan dari korban.

Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa pembentukan Satgas merupakan bentuk komitmen Polri dalam melindungi masyarakat.

“Satgas dibentuk sebagai implementasi instruksi Kapolri dengan dibuatkannya surat perintah Satgas Kepolisian Penanganan Haji dan Umrah Ilegal, dipimpin oleh Wakabareskrim Irjen Pol. Nunung Syaifuddin dengan membawahi Kasubsatgas Preemtif, Preventif, Penegakan Hukum, Deteksi, Hubinter, Humas, dan Kerja Sama. Hal ini merupakan wujud kehadiran negara dalam misi kemanusiaan untuk memberikan jaminan perlindungan, keamanan, dan rasa keadilan kepada jemaah haji dan umrah,” ujarnya, Kamis (16/4).

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan layanan aduan dan hotline yang telah disediakan Polri.

“Polri mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan pengaduan dan konsultasi Bareskrim melalui pencarian Google, klik pada tautan https://pusiknas.polri.go.id/live/pengaduanreserse/ serta hotline nomor 081218899191. Masyarakat juga dapat memanfaatkan hotline milik Kemenhaj apabila menemukan indikasi pelanggaran dan keluhan pada jemaah,” tambahnya.

Pembentukan Satgas Kemanusiaan ini merupakan wujud komitmen dan konsistensi Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada jemaah haji Indonesia agar pelaksanaan ibadah dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Bromo Kembali Dibuka untuk Wisatawan, Polres Probolinggo Beri Atensi Khusus Pencegahan Karhutla

Published

on

PROBOLINGGO – Kawasan wisata Gunung Bromo resmi dibuka kembali bagi wisatawan menyusul dikeluarkannya surat edaran dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS).

Merespons hal tersebut, Polres Probolinggo Polda Jatim melalui Satuan Pengamanan Objek Vital (Sat Pam Obvit) langsung menerjunkan personel untuk menggelar patroli intensif di area wisata.

Kapolres Probolinggo, AKBP Asmida Rizki Siregar, melalui Kasat Pam Obvit AKP Merdhania Pravita Shanty mengatakan, patroli ini difokuskan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sekitar destinasi internasional tersebut tetap kondusif.

“Langkah preventif ini diambil guna memberikan rasa aman serta kenyamanan ekstra bagi para pelancong yang mulai memadati kawasan Bromo,” ujar AKP Vita di Bromo, Selasa (22/9/2026).

Ia juga meminta seluruh pengunjung untuk selalu memprioritaskan keselamatan dan menaati regulasi yang berlaku selama berada di dalam kawasan konservasi.

“Dengan dibukanya kembali pintu masuk wisata Gunung Bromo, kami mengimbau seluruh wisatawan agar senantiasa mengutamakan keselamatan diri dan mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh pihak pengelola,” tambah AKP Vita.

Selain aspek keselamatan pribadi, perwira Polwan tersebut juga memberikan atensi khusus pada pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di area Bromo, mengingat vegetasi yang rentan, wisatawan dilarang keras memicu aktivitas yang melibatkan api.

“Kami mengingatkan agar wisatawan tidak menyalakan api unggun, membuang puntung rokok sembarangan, atau melakukan aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran. Mari bersama-sama menjaga keamanan sekaligus kelestarian alam Gunung Bromo,” tegas AKP Vita.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak meninggalkan sampah di area wisata. Pengunjung pun diminta untuk tetap memperbarui informasi mengenai kondisi cuaca lokal demi kelancaran aktivitas berlibur.

“Komitmen kami adalah memastikan wisatawan dapat menikmati keindahan panorama Bromo dengan aman, tertib, dan nyaman. Namun perlu diingat, menjaga keselamatan dan kelestarian ekosistem ini adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas AKP Vita.(*)

Continue Reading

Berita

Polres Kediri Sambangi Marfel, Bocah Kelas 5 SD yang Berjuang Rawat Ibunya

Published

on

KEDIRI — Ketulusan hati Marfelino Dhuha Saputra (11), bocah kelas 5 SD yang berjuang merawat ibunya yang lumpuh seorang diri, menyentuh empati mendalam Kapolres Kediri, AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si.

Didorong rasa kepedulian yang besar, AKBP Latif bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kediri, Ny. Ika Latif, Wakapolres, dan Kasat Lantas, menyambangi kediaman Marfel di Desa Ngancar, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Selasa (22/9/2026).

Kehadiran Kapolres Kediri ini menjadi bukti nyata bahwa Polri tidak sekadar menegakkan hukum, tetapi juga hadir sebagai pengayom yang memiliki kepekaan sosial tinggi.

Dalam pertemuan penuh kehangatan tersebut, AKBP Latif dan istri meluangkan waktu untuk duduk bersama dan menguatkan mental Marfel.

Sebagai wujud kasih sayang dan dukungan nyata terhadap masa depan bocah tangguh tersebut, Kapolres Kediri menyerahkan tali asih berupa kebutuhan pokok harian serta perangkat elektronik untuk menunjang keperluan belajar Marfel.

Bantuan yang diserahkan langsung oleh Kapolres Kediri itu diterima Marfel dengan mata berkaca-kaca penuh haru.

Di hadapan perwira menengah Polri tersebut, Marfel mengungkapkan rasa terima kasihnya yang mendalam atas kehadiran dan perhatian besar yang ia terima.

“Terima kasih Bapak Kapolres. Semoga Bapak sehat selalu dan panjang umur,” tutur Marfel dengan polos.

Bagi AKBP Latif, mengetuk langsung pintu rumah warga yang sedang kesulitan adalah sebuah kewajiban moral.

Ia menegaskan bahwa Polri harus memiliki mata dan telinga yang peka untuk melihat langsung penderitaan masyarakat di garis bawah.

“Ketika ada masyarakat yang membutuhkan uluran tangan, Polri harus hadir dan melihat langsung kondisinya di lapangan. Apa yang kami berikan hari ini mungkin sederhana, tetapi yang paling prinsip adalah memastikan Marfel dan keluarganya tahu bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Kami ada di sini bersama mereka,” ujar AKBP Latif dengan penuh empati.

Ia menambahkan bahwa aksi turun langsung ke masyarakat seperti ini merupakan ruh dari pelayanan kepolisian. Dengan membangun komunikasi yang menyentuh sisi kemanusiaan, Polres Kediri dapat mendeteksi persoalan sosial warga lebih cepat dan memberikan solusi yang tepat sasaran.

Kunjungan kasih dari jajaran Polres Kediri Polda Jatim ini tidak hanya memberikan bantuan materiil, melainkan juga menyuntikkan energi moril yang luar biasa bagi Marfel.

Lewat kepedulian tulus dari AKBP Wahyudin Latif, Polres Kediri Polda Jatim telah menghadirkan sosok Polisi yang hangat, humanis, dan selalu ada di tengah kesulitan warganya.(*)

Continue Reading

Berita

Presiden IAWP Tegaskan Kepedulian Polwan Dunia pada Kelestarian Alam Bali

Published

on

BALI – Presiden International Association of Women Police (IAWP) Julia Jaeger menegaskan bahwa polisi wanita memiliki peran lebih luas dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat dan lingkungan. Hal itu disampaikannya saat bersama para delegasi IAWP mengikuti penanaman mangrove di Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar, Bali, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian IAWP ke-63 sekaligus wujud kolaborasi IAWP dan Polri bersama SeaSoldier dalam mendukung keberlanjutan lingkungan serta perlindungan ekosistem pesisir Bali.

Kegiatan ini dihadiri Ketua Pelaksana IAWP Indonesia Brigjen Pol. Nurul Azizah, Presiden IAWP Julia Jaeger, perwakilan Bhayangkari Daerah Bali, para relawan, dan Mangrove Rangers.

“Ini adalah kesempatan untuk datang dan memberikan sesuatu setelah konferensi luar biasa yang kami selenggarakan di sini. Ini merupakan bagian dari legasi IAWP untuk Bali dan Indonesia,” ujar Julia.

Julia mengapresiasi antusiasme para delegasi yang ingin terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, semangat itu menunjukkan bahwa kerja sama dan kepedulian Polwan tidak berhenti pada forum kepolisian, tetapi dapat diwujudkan melalui aksi nyata bersama.

Walaupun para delegasi mungkin tidak kembali ke Bali untuk melihat mangrove yang mereka tanam tumbuh besar, Julia mengatakan mereka tetap ingin meninggalkan kontribusi bagi Indonesia.

“Mereka tahu bahwa mungkin mereka tidak akan melihat mangrove yang mereka tanam tumbuh seperti ini lagi, tetapi mereka tetap ingin datang dan memberikan sesuatu kembali kepada Indonesia,” tuturnya.

Julia menegaskan, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari semangat pengabdian polisi wanita di berbagai negara.

“Kami bukan hanya polisi wanita, tetapi kami juga merupakan penjaga alam dan pemerhati lingkungan,” tegas Julia.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026), turut mengapresiasi kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan para delegasi IAWP bersama Polri dan SeaSoldier menunjukkan bahwa kerja sama kepolisian dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

“Polri mengapresiasi semangat dan kepedulian para delegasi IAWP yang turut berkontribusi dalam menjaga lingkungan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari semangat bersama untuk memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi Indonesia,” ujar Trunoyudo.

Dalam kolaborasi Polri bersama SeaSoldier, sebanyak 250 mangrove ditanam secara serentak pada Selasa (22/9/2026), dari target keseluruhan 1.000 mangrove yang akan ditanam secara bertahap di kawasan Mangrove Arboretum Park.

Program tersebut tidak berhenti pada penanaman. Polri dan SeaSoldier akan mengupayakan untuk melanjutkan dengan monitoring serta pemeliharaan selama satu tahun untuk memastikan mangrove yang telah ditanam terus terawat.

Melalui kegiatan ini, Polri bersama IAWP dan para Polwan dari berbagai negara memperkuat semangat kolaborasi yang tidak hanya diwujudkan melalui pertukaran pengetahuan kepolisian, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan untuk memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia.

Continue Reading

Terbaru

Copyright © 2026 Polres Pasuruan Kota - Presisi