Connect with us

Berita

Jelang Akhir Musim Haji, Satgas Haji Perkuat Perlindungan Jemaah Indonesia

Published

on

Jeddah, Arab Saudi, 1 Juni 2026 — Menjelang berakhirnya rangkaian penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M, Satgas Haji terus memperkuat upaya perlindungan terhadap jemaah Indonesia melalui peningkatan koordinasi dan kerja sama dengan otoritas Kerajaan Arab Saudi.

Komitmen tersebut ditandai dengan kegiatan diskusi antara Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. dengan perwakilan Presidency of State Security (PSS) Arab Saudi terkait pelaksanaan tata kelola haji dan peningkatan kerja sama dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji bagi warga negara Indonesia yang berlangsung di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Senin (1/6).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Biro Kerja Sama Internasional PSS Arab Saudi Brigjen Muhammad Al Qohtoni beserta jajaran, serta delegasi Polri yang terdiri dari Ses NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri Brigjen Pol. Dr. Untung Widyatmoko, S.I.K., M.H., Atase Polri pada KBRI Riyadh Kombes Pol. Bambang Yudhantara Salamun, S.I.K., dan personel pendukung lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan jajaran PSS atas dukungan, pelayanan, serta pengamanan yang diberikan selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini sehingga jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, tertib, dan khusyuk.

Wakapolri menegaskan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi antara Satgas Haji, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, serta seluruh kementerian dan lembaga terkait dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang aman, tertib, dan memberikan perlindungan optimal kepada jemaah Indonesia.

Pada saat yang sama, Indonesia dan Arab Saudi sepakat untuk terus memperkuat komunikasi dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini, khususnya dalam mendukung pengamanan, perlindungan warga negara, pertukaran pengalaman, serta peningkatan kualitas pelayanan jemaah haji.

Penguatan kerja sama tersebut diarahkan pada peningkatan koordinasi, pertukaran informasi, penguatan kapasitas kelembagaan, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung tata kelola dan pengamanan penyelenggaraan ibadah haji. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat perlindungan jemaah Indonesia mulai dari proses keberangkatan, pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, hingga kepulangan ke Tanah Air.

Selain membahas pelaksanaan ibadah haji tahun ini, kedua pihak juga berdiskusi mengenai berbagai pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan keamanan serta pelayanan jemaah. Pengalaman Arab Saudi dalam mengelola jutaan jemaah dari berbagai negara dengan dukungan teknologi modern dinilai menjadi referensi yang berharga bagi peningkatan kualitas pengelolaan kegiatan berskala besar di masa mendatang.

Sementara itu, Kepala Biro Kerja Sama Internasional PSS Arab Saudi Brigjen Muhammad Al Qohtoni menyampaikan apresiasi atas hubungan yang selama ini terjalin antara Indonesia dan Arab Saudi. Menurutnya, Indonesia merupakan mitra strategis yang memiliki kontribusi besar dalam penyelenggaraan ibadah haji dan menjadi salah satu negara yang menunjukkan kerja sama yang sangat baik dalam mendukung kelancaran pelayanan jemaah.

Pihak PSS juga menilai pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan dengan baik berkat optimalisasi personel, penguatan koordinasi, serta pemanfaatan teknologi dalam sistem pengamanan dan pelayanan jemaah.

Evaluasi Haji Tahun Ini Jadi Modal Penguatan Perlindungan Jemaah

Pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun ini sebagai dasar peningkatan kualitas tata kelola, pelayanan, pengamanan, dan perlindungan jemaah pada masa mendatang.

Pengalaman penyelenggaraan haji tahun ini menunjukkan pentingnya koordinasi yang kuat antarinstansi, pemanfaatan teknologi yang semakin optimal, serta pengawasan yang berkelanjutan guna mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji yang melibatkan jutaan jemaah dari berbagai negara.

Satgas Haji yang dibentuk bersama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia telah melaksanakan berbagai langkah pengawasan, pencegahan, dan penanganan permasalahan yang berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji guna memberikan perlindungan kepada masyarakat dan jemaah Indonesia.

Berdasarkan data Subsatgas Gakkum Satgas Haji dan Umrah Tahun 2026 sampai dengan 29 Mei 2026, telah ditangani 29 Laporan Polisi (LP) dan 30 Laporan Informasi (LI) dengan 26 tersangka, jumlah korban mencapai 550 orang, serta total kerugian masyarakat sebesar Rp21.701.700.000.

Penanganan tersebut merupakan hasil sinergi Dittipidter Bareskrim Polri dan Polda jajaran di berbagai wilayah Indonesia. Selain melakukan penegakan hukum, Satgas Haji juga aktif melaksanakan langkah pencegahan melalui edukasi masyarakat, pengawasan keberangkatan jemaah, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna mencegah masyarakat menjadi korban praktik haji non-prosedural maupun berbagai modus penipuan berkedok perjalanan ibadah.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P. mengatakan bahwa evaluasi penyelenggaraan haji tahun ini menjadi modal penting bagi Indonesia dan Arab Saudi untuk terus meningkatkan kualitas perlindungan dan pelayanan kepada jemaah.

“Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini memberikan banyak pembelajaran berharga bagi seluruh pemangku kepentingan. Melalui evaluasi yang komprehensif dan penguatan koordinasi antara Indonesia dan Arab Saudi, diharapkan kualitas pelayanan, pengamanan, dan perlindungan jemaah Indonesia dapat terus ditingkatkan pada masa mendatang,” ujar Kadiv Humas Polri.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia memerlukan sistem perlindungan yang semakin kuat, adaptif, dan terintegrasi.

“Penguatan koordinasi, pemanfaatan teknologi, peningkatan literasi masyarakat, serta sinergi antara Satgas Haji, Kementerian Haji dan Umrah RI, perwakilan Pemerintah Indonesia di Arab Saudi, dan otoritas Kerajaan Arab Saudi menjadi kunci untuk memastikan jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Kadiv Humas menambahkan bahwa tantangan penyelenggaraan haji ke depan tidak hanya berkaitan dengan aspek pelayanan dan pengelolaan jemaah, tetapi juga perlunya penguatan edukasi masyarakat, peningkatan kepatuhan terhadap ketentuan penyelenggaraan haji, optimalisasi penggunaan teknologi, serta penguatan koordinasi antarinstansi guna mengantisipasi berbagai dinamika yang dapat muncul pada penyelenggaraan haji di masa mendatang.

Oleh karena itu, penguatan tata kelola haji, pengawasan yang adaptif, edukasi masyarakat, serta kerja sama yang semakin erat antara Indonesia dan Arab Saudi menjadi langkah strategis yang perlu terus diperkuat. Dengan demikian, perlindungan terhadap jemaah dapat dilakukan secara menyeluruh mulai dari proses pendaftaran, keberangkatan, pelaksanaan ibadah, hingga kepulangan ke Tanah Air.

Polri menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, memperkuat perlindungan warga negara, serta membangun kerja sama yang konstruktif dengan berbagai pihak demi terwujudnya pelayanan haji yang semakin baik bagi masyarakat Indonesia.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Polres

Commander Wish Pagi, Polres Pasuruan Kota Suguhkan Rasa Aman Dan Dukung Kelancaran Aktivitas Masyarakat

Published

on

 

Polresta Pasuruan – Mengawali aktivitas masyarakat pada pagi hari, Polres Pasuruan Kota melaksanakan kegiatan Commander Wish Pagi pada Kamis, 05 November 2026, di sejumlah titik aktivitas masyarakat dan ruas jalan strategis di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.

 

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat, khususnya pada jam-jam sibuk ketika mobilitas masyarakat mengalami peningkatan.

 

Personel Polres Pasuruan Kota tampak melaksanakan pengaturan arus lalu lintas, membantu penyeberangan jalan, serta mengantisipasi potensi kemacetan dan gangguan keamanan maupun ketertiban di jalan raya.

 

Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang hendak berangkat bekerja, mengantar anak sekolah, maupun menjalankan berbagai aktivitas lainnya.

 

Selain melakukan pengaturan lalu lintas, personel juga mengedepankan sikap humanis dan komunikasi yang baik kepada para pengguna jalan, sehingga tercipta suasana tertib, aman, dan lancar selama aktivitas pagi berlangsung.

Kabag Ops Polres Pasuruan Kota Kompol Miftaful M.B.K., S.H., M.H. menyampaikan bahwa Commander Wish Pagi merupakan bagian dari upaya Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

 

“Commander Wish Pagi merupakan bentuk kehadiran Polri untuk memberikan rasa aman, nyaman, serta memastikan aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas berjalan lancar. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik secara humanis,” ungkapnya.

 

Melalui kegiatan tersebut, seluruh personel diharapkan senantiasa mengedepankan profesionalitas, kedisiplinan, serta sikap humanis dalam menjalankan tugas, sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

 

Dengan pelaksanaan Commander Wish Pagi secara rutin dan berkesinambungan, Polres Pasuruan Kota berupaya menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif di wilayah hukumnya.

 

Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polres Pasuruan Kota terus berkomitmen hadir di tengah berbagai aktivitas masyarakat, memberikan pelayanan yang responsif, serta mewujudkan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga.

Continue Reading

Polres

Melalui Binrohtal di Masjid At-Taqwa, Polres Pasuruan Kota Perkuat Mental Dan Karakter Spiritual Personel

Published

on

 

Polresta Pasuruan – Dalam upaya membentuk karakter personel Polri yang berintegritas, humanis, dan profesional, Polres Pasuruan Kota menggelar kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal), Kamis (05/11/2026), bertempat di Masjid At-Taqwa Polres Pasuruan Kota, Jalan Gajah Mada 19, Kota Pasuruan.

 

Kegiatan tersebut menghadirkan AKBP (Purn.) Mustofa Giyanto, S.H., selaku penceramah sekaligus pembina Binrohtal Masjid At-Taqwa Polres Pasuruan Kota. Kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Dhuha berjamaah, dilanjutkan pembacaan Surah Yasin, kemudian tausiyah keagamaan.

 

Dalam tausiyahnya, AKBP (Purn.) Mustofa Giyanto mengangkat tema “Menjaga Sholat, Menjaga Amanah dan Mengabdi dengan Akhlak Mulia”. Tema tersebut mengajak seluruh personel untuk senantiasa menjaga kewajiban ibadah sebagai landasan dalam membangun kepribadian dan menjalankan kehidupan sehari-hari.

 

Ia menyampaikan, “Menjaga salat merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus menjadi pengingat bagi kita untuk senantiasa menjaga amanah, kejujuran, dan perilaku. Sebagai anggota Polri, pengabdian harus dilandasi keikhlasan serta diwujudkan melalui akhlak mulia dalam setiap pelaksanaan tugas.”

Kabag SDM Polres Pasuruan Kota Kompol Nanang Dwi Efendi menyampaikan bahwa kegiatan Binrohtal merupakan bagian penting dari pembinaan personel, tidak hanya dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga membentuk mental serta karakter anggota Polri yang lebih baik.

 

“Melalui kegiatan Binrohtal ini, kami berharap seluruh personel semakin meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat integritas, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga dapat memberikan pelayanan yang tulus, humanis, dan bertanggung jawab kepada masyarakat,” ungkap Kompol Nanang Dwi Efendi.

 

Pembinaan rohani dan mental juga menjadi sarana membangun ketenangan batin, kedisiplinan, serta pengendalian diri dalam menghadapi berbagai tantangan tugas kepolisian yang semakin dinamis.

 

Melalui kegiatan ini, personel diharapkan mampu melakukan introspeksi diri, memperbaiki sikap dan perilaku, serta menanamkan nilai-nilai kejujuran, kesabaran, kepedulian, dan tanggung jawab dalam kehidupan pribadi maupun kedinasan.

 

Polres Pasuruan Kota terus mendorong pembinaan rohani dan mental sebagai bagian penting dalam membangun sumber daya manusia Polri yang tidak hanya unggul dalam kemampuan dan profesionalisme, tetapi juga memiliki karakter kuat, berintegritas, dan berakhlak mulia.

 

Dengan penguatan mental dan spiritual melalui Binrohtal, Polres Pasuruan Kota berharap seluruh personel semakin tulus dalam mengabdi, amanah dalam menjalankan tugas, serta humanis dalam melayani masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat Polri Presisi untuk mewujudkan Polisi Bersama Masyarakat.

Continue Reading

Polres

Sat Polairud Polres Pasuruan Kota Patroli Dialogis, Ingatkan Nelayan Waspada Cuaca Dan Banjir Rob

Published

on

 

Polresta Pasuruan – Mengutamakan keselamatan nelayan sekaligus menjaga keamanan wilayah perairan, Sat Polairud Polres Pasuruan Kota melaksanakan patroli dialogis dengan menyambangi masyarakat nelayan yang tengah beraktivitas di wilayah perairan Pasuruan, Kamis (5/11/2026).

 

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut dipimpin oleh Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota AKP Edy Suseno, S.H., dengan melibatkan tiga personel, yakni Aiptu Joko Tengger W., Aiptu Laswanto, S.H., dan Bripka Santoso.

 

Dalam patroli tersebut, petugas berinteraksi langsung dengan para nelayan untuk menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya terkait keselamatan saat melaut di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

 

Perhatian utama diberikan pada potensi angin kencang dan fenomena banjir rob akibat pasang air laut. Nelayan diingatkan agar selalu memperhatikan perkembangan cuaca, memastikan kondisi kapal dalam keadaan baik, serta melengkapi peralatan keselamatan sebelum berangkat mencari ikan.

Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota AKP Edy Suseno, S.H., menyampaikan bahwa patroli dialogis menjadi salah satu langkah kepolisian untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir terhadap pentingnya keselamatan dan keamanan selama beraktivitas di laut.

 

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami mengimbau para nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut, melengkapi alat keselamatan, dan tidak memaksakan diri berlayar apabila kondisi alam tidak memungkinkan,” ujarnya.

 

Selain keselamatan pelayaran, petugas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut. Para nelayan diingatkan untuk tidak menggunakan alat maupun metode penangkapan ikan yang dapat merusak ekosistem laut atau destructive fishing.

 

Tak hanya itu, Sat Polairud turut mengajak masyarakat nelayan menjaga kerukunan dan menyelesaikan setiap persoalan melalui komunikasi yang baik agar tidak terjadi perselisihan maupun bentrokan antarkelompok nelayan.

 

“Kami ingin masyarakat nelayan dapat bekerja dengan aman, saling menghormati, dan menjaga kebersamaan. Apabila ada persoalan di lapangan, kami berharap dapat diselesaikan melalui komunikasi sehingga situasi tetap kondusif,” tambahnya.

 

Dalam kegiatan tersebut, personel Sat Polairud juga melakukan pengecekan terhadap kapal-kapal yang bersandar di Pelabuhan Pasuruan sebagai bagian dari upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban wilayah perairan.

 

Berdasarkan informasi kondisi cuaca yang tercantum dalam laporan kegiatan, wilayah perairan Pasuruan terpantau cerah dengan ombak relatif tenang. Sementara itu, pasang air laut tertinggi diperkirakan mencapai 2,4 meter pada pukul 21.00 WIB dan surut terendah 0,6 meter pada pukul 14.00 WIB.

 

Meski demikian, masyarakat pesisir tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca serta potensi kenaikan air laut, terutama di kawasan yang rawan terdampak banjir rob.

 

Melalui kegiatan patroli dialogis ini, Polres Pasuruan Kota berharap terjalin komunikasi yang semakin baik antara kepolisian dan masyarakat nelayan, sehingga keselamatan pelayaran, kelestarian lingkungan, serta situasi kamtibmas di wilayah perairan dapat terus terjaga.

Continue Reading

Terbaru

Copyright © 2026 Polres Pasuruan Kota - Presisi