Connect with us

Berita

Tim DVI Polri Lakukan Tahap Awal Identifikasi 10 Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Published

on

Makassar – Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan menggelar Konferensi Pers terkait perkembangan penanganan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Biddokkes Polda Sulsel pada Senin (19/1/2026).

Konferensi Pers tersebut dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., didampingi Kabiddokkes Polda Sulsel, perwakilan Pusdokkes Polri selaku Kabid DVI, serta perwakilan Bareskrim Polri melalui Kabiddaktikkrim Pusident.

Dalam keterangannya, Kombes Pol Didik Supranoto menyampaikan bahwa Polda Sulsel telah mengerahkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk melakukan proses identifikasi terhadap para korban kecelakaan pesawat tersebut.

“Sejak awal kejadian, Polda Sulsel telah mengerahkan Tim DVI untuk menangani proses identifikasi korban. Tim ini diperkuat oleh Tim DVI dari Pusdokkes Polri serta dukungan dari Tim Pusident Bareskrim Polri,” ujar Kombes Pol Didik.

Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih fokus pada proses pengumpulan data antemortem dari keluarga korban sebagai tahapan awal identifikasi.

“Sampai dengan saat ini, kami telah melaksanakan pengumpulan data awal atau antemortem terhadap keluarga korban. Sebanyak delapan keluarga korban telah dilakukan pemeriksaan dan pengambilan data,” jelasnya.

Menurut Kabid Humas, pengumpulan data antemortem meliputi berbagai aspek penting, seperti data DNA, data medis, serta data administrasi milik korban.

Sementara itu, dua keluarga korban lainnya masih dalam proses pengumpulan data.
Berdasarkan data manifes yang diperoleh dari pihak maskapai penerbangan serta keterangan resmi dari Kementerian Perhubungan Udara, total korban dalam insiden tersebut berjumlah 10 orang, yang terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang.

“Setelah seluruh data antemortem terkumpul, Tim DVI akan melanjutkan ke tahapan postmortem. Proses ini dilakukan setelah adanya penyerahan korban atau temuan lainnya dari tim pencarian yang dipimpin oleh Basarnas,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa proses identifikasi korban dilakukan melalui pencocokan data antemortem dan postmortem secara teliti dan profesional.

“Data antemortem dan postmortem nantinya akan dicocokkan untuk memastikan identitas korban. Setelah proses pencocokan selesai, barulah dapat disimpulkan kesesuaian antara korban yang ditemukan dengan data manifes yang disampaikan oleh pihak maskapai maupun Kementerian Perhubungan Udara,” terang Kombes Pol Didik.

Lebih lanjut, Kabid Humas menegaskan bahwa seluruh rangkaian proses identifikasi dilakukan sesuai standar operasional prosedur yang berlaku.

“Kami pastikan seluruh proses identifikasi dilakukan secara profesional, akuntabel, serta dapat dipertanggungjawabkan baik secara hukum maupun keilmuan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa hasil identifikasi nantinya akan sangat penting bagi keluarga korban untuk kepentingan administrasi dan keperluan lainnya.

“Hasil identifikasi ini dapat dimanfaatkan oleh pihak keluarga korban untuk kepentingan lanjutan, seperti pengurusan asuransi maupun administrasi lainnya,” tutup Kabid Humas Polda Sulsel.

Hingga saat ini, proses pencarian dan identifikasi korban masih terus berlangsung. Polda Sulsel bersama instansi terkait berkomitmen untuk bekerja maksimal guna memastikan seluruh korban dapat teridentifikasi dengan baik dan diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Kapolda Jatim Cek Pos Terpadu dan Pos Pam di Surabaya Pastikan Layanan Mudik Berjalan Optimal

Published

on

SURABAYA,– Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto didampingi para pejabat utama Polda Jatim melakukan pengecekan langsung sejumlah pos Operasi Ketupat Semeru 2026 di Kota Surabaya,Senin (16/3/26).

Adapun tiga lokasi yang menjadi titik pengecekan yakni Pos Terpadu di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Pos Pengamanan (Pospam) di Stasiun Pasar Turi, serta Pos Pam di Kebun Binatang Surabaya.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan pengecekan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel serta pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.

Selain itu Kapolda Jatim bersama rombongan juga memantau situasi arus mudik yang mulai meningkat di beberapa titik transportasi pada masa mudik lebaran 1447 H/2026.

“Pada kesempatan ini saya bersama pejabat utama melihat lokasi-lokasi kegiatan arus mudik yang sudah mulai dilaksanakan oleh seluruh masyarakat, baik yang datang dari Jakarta maupun dari luar pulau,” kata Irjen Nanang.

Ia menjelaskan, sebelumnya pemantauan juga telah dilakukan di stasiun kereta api Gubeng bersama Kapolri, dan pada hari ini dilanjutkan di Stasiun Pasar Turi serta Pelabuhan Tanjung Perak untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal.

Menurutnya, seluruh personel pengamanan yang telah tergelar di berbagai titik dapat memberikan rasa aman serta pelayanan terbaik bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Kapolda Jatim juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik, baik menggunakan moda transportasi darat, laut, maupun udara.

“Harapan kami, silakan seluruh masyarakat melaksanakan mudik dengan baik dan tetap saling menjaga, karena keselamatan adalah yang utama. Tujuan mudik adalah untuk bersilaturahmi dengan keluarga,” tuturnya.

Irjen Pol Nanang juga menyampaikan akan melakukan pengecekan di sejumlah wilayah lain, termasuk di Banyuwangi, mengingat adanya potensi peningkatan aktivitas penyeberangan yang bertepatan dengan momentum Hari Raya Nyepi di Bali.

“Pengaturan arus penyeberangan akan diprioritaskan agar tidak terjadi kepadatan, sekaligus tetap menghormati pelaksanaan ibadah Hari Raya Nyepi di Pulau Bali,” ucap Irjen Nanang.

Dengan berbagai langkah pengamanan yang bersinergi dengan lintas sektoral tersebut, diharapkan pelaksanaan arus mudik hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri dapat berjalan aman, tertib, dan lancar, sehingga terwujud Mudik Aman Keluarga Bahagia.(*)

Continue Reading

Berita

Layanan Humanis Polwan Polresta Sidoarjo Bantu Lansia di Terminal Purabaya Saat Arus Mudik

Published

on

SIDOARJO – Aksi humanis ditunjukkan dua anggota Polisi Wanita (Polwan) dari Satuan Samapta Polresta Sidoarjo Polda Jatim saat bertugas di Pos Pelayanan Operasi Ketupat Semeru 2026 Terminal Purabaya, Bungurasih.

Dengan sigap dan penuh kepedulian, mereka membantu para pemudik yang hendak menaiki bus, Senin (16/3/2026).

Dua Polwan tersebut, Iptu Susmiati dan Iptu Deti Meivani, yang sedang melaksanakan piket pelayanan, melihat seorang ibu lanjut usia berjalan tertatih menuju bus tujuan Lumajang.

Tanpa ragu, Iptu Deti Meivani segera menghampiri dan membantu sang lansia hingga naik ke dalam bus dengan aman.

Aksi simpatik itu mendapat apresiasi dari penumpang dan masyarakat sekitar yang menyaksikan langsung kepedulian aparat kepolisian terhadap pemudik, khususnya kelompok rentan seperti lansia.

Iptu Deti Meivani mengatakan, pelayanan kepada masyarakat merupakan prioritas utama selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru, terutama di titik-titik keramaian arus mudik.

“Kami hadir untuk memastikan para pemudik merasa aman dan nyaman. Melihat ibu tersebut kesulitan berjalan, sudah menjadi kewajiban kami untuk membantu hingga beliau bisa naik bus dengan selamat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu meminta bantuan kepada petugas apabila mengalami kesulitan selama perjalanan mudik.

“Silakan hubungi atau datangi petugas di pos pelayanan. Kami siap membantu kapan pun dibutuhkan,” tambahnya.

Keberadaan Pos Pelayanan Operasi Ketupat Semeru 2026 di Terminal Purabaya memang difokuskan untuk memberikan rasa aman, pelayanan kesehatan, informasi perjalanan, serta bantuan langsung kepada para pemudik agar perjalanan menuju kampung halaman berlangsung lancar dan selamat.

“Ini juga untuk mewujudkan Mudik Aman Keluarga Bahagia,” pungkasnya. (*)

Continue Reading

Berita

Hari Keempat Operasi Ketupat Semeru Polda Jatim Pastikan Jalur Tol dan Arteri Lancar

Published

on

SURABAYA – Memasuki hari keempat pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, situasi arus lalu lintas di wilayah hukum Polda Jawa Timur secara umum terpantau lancar dan terkendali.

Pada Minggu (15/3/2026) malam hingga Senin (16/3/2026) pagi, belum terlihat adanya peningkatan signifikan jumlah kendaraan baik di jalur tol maupun jalur arteri.

Kasatgas Humas Operasi Ketupat Semeru 2026, Kombes Pol Jules Abraham Abast melalui Kasubsatgas Penmas, AKP Muchamad Saifudin mengatakan, berdasarkan laporan situasi lalu lintas selama 1×12 jam, mulai pukul 18.00 hingga 06.00 WIB, arus kendaraan di berbagai titik perbatasan dan jalur utama masih relatif stabil.

“Hingga saat ini juga belum terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang signifikan,” kata AKP Muchamad Saifudin, Senin (16/3/26).

Di jalur tol, volume kendaraan di sejumlah gerbang tol mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Di Gerbang Tol Ngawi misalnya, kendaraan yang keluar dari Jawa Timur menuju Jawa Tengah tercatat sebanyak 1.535 unit atau turun 26 persen dari sebelumnya.

Sementara kendaraan yang masuk dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur sebanyak 959 unit atau turun 83 persen.

Hal serupa juga terjadi di Gerbang Tol Malang. Kendaraan yang keluar dari arah Surabaya menuju Malang tercatat 2.317 unit atau turun 54 persen, sedangkan kendaraan dari Malang menuju Surabaya sebanyak 1.795 unit atau turun 57 persen.

Sementara itu di Gerbang Tol Probolinggo, kendaraan yang keluar dari Surabaya menuju Probolinggo tercatat sebanyak 5.258 unit atau turun 16 persen, dan kendaraan yang masuk menuju Surabaya tercatat 4.786 unit atau turun 17 persen.

“Rata-rata kecepatan kendaraan di jalur tol berada pada kisaran 70 hingga 80 kilometer per jam,” kata AKP Saifudin.

Sementara itu pada jalur arteri di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, kondisi lalu lintas juga relatif lancar dengan kecepatan kendaraan berkisar 50 hingga 70 kilometer per jam.

Di jalur Tuban misalnya, kendaraan yang masuk ke Jawa Timur tercatat sebanyak 1.902 unit, sementara kendaraan yang keluar menuju Jawa Tengah sebanyak 1.531 unit.

Di jalur arteri Ngawi tercatat 3.198 kendaraan masuk Jawa Timur dan 3.042 kendaraan keluar menuju Jawa Tengah.

Sedangkan di jalur Bojonegoro terdapat 1.684 kendaraan masuk dan 1.323 kendaraan keluar.

Untuk jalur arteri Magetan tercatat 135 kendaraan masuk dan 140 kendaraan keluar.

Di jalur Pacitan terdapat 254 kendaraan masuk dan 284 kendaraan keluar.

Sedangkan di jalur Ponorogo tercatat 279 kendaraan masuk dan 272 kendaraan keluar wilayah Jawa Timur.

AKP Muchamad Saifudin juga menyampaikan bahwa hingga laporan tersebut dibuat, tidak terdapat kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Jawa Timur.

“Untuk kejadian kecelakaan lalu lintas berdasarkan data DORS hingga saat ini nihil. Begitu juga dengan bencana alam, rekayasa lalu lintas, maupun pelanggaran kendaraan sumbu tiga ke atas tidak ditemukan,” tuturnya.

Polda Jawa Timur memastikan akan terus melakukan pemantauan dan pengamanan secara intensif selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sehingga Mudik Aman Keluarga Bahagia dapat terwujud. (*)

Continue Reading

Terbaru

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.