Connect with us

Polres

Polres Pasuruan Kota Bersama Timsar dan Nelayan Gelar Sholat Ghoib

Published

on

whatsapp image 2025 07 17 at 12.31.59 44a9da8c

Polresta Pasuruan – Suasana duka masih menyelimuti kawasan pesisir Pasir Panjang, Desa Wates, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, pasca musibah laka laut yang menelan 4(empat) orang korban jiwa, 1(satu) orang masih dalam pencarian serta meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban.

Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas kemanusiaan, Polres Pasuruan Kota bersama Tim SAR gabungan dan para nelayan menggelar sholat ghoib di sebuah mushola sederhana yang terletak tidak jauh dari lokasi kejadian dusun Pasir panjang desa Wates Kecamatan Lekok Kabupaten pasuruan, pada Kamis (17/07).

Sholat ghoib ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi para korban nelayan yang hilang maupun yang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Mushola yang biasanya digunakan untuk ibadah harian oleh warga sekitar, hari itu dipenuhi oleh puluhan personel Polres Pasuruan Kota, anggota tim SAR gabungan, para nelayan, relawan, tokoh agama, dan warga setempat yang datang dengan wajah penuh duka dan keprihatinan.

Kasat Polair Polres Pasuruan Kota, AKP Edi Suseno, Sh bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Pasuruan kota hadir langsung dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya sebelum pelaksanaan sholat, ia menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat nelayan di wilayah tersebut.

“Kami dari jajaran Polres Pasuruan Kota menyampaikan duka yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. Kegiatan sholat ghoib ini adalah bentuk simpati, doa, dan solidaritas kami, semoga para korban diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Kasat Polair Polres Pasuruan Kota.

Sholat ghoib dipimpin oleh seorang tokoh agama setempat dan berlangsung khusyuk. Isak tangis beberapa keluarga korban terdengar di sela-sela doa yang dipanjatkan.

Sejumlah nelayan juga tampak memejamkan mata, menahan pilu, mengenang para korban dan 1(satu) orang yang hingga kini belum ditemukan.

Musibah ini terjadi beberapa hari lalu, saat sekelompok pemancing menaiki perahu dari pesisir perairan pasirpanjang Desa Wates Kecamatan Lekok menuju spot mancing di tengah laut.

Namun nahas, saat mereka akan kembali ke daratan gelombang tinggi disertai cuaca buruk membuat perahu yang mereka tumpangi terbalik dan menyebabkan beberapa pemancing terjatuh ke laut.

Beberapa korban berhasil diselamatkan, namun ada yang dinyatakan hilang dan sebagian telah ditemukan dalam kondisi selamat.

Proses pencarian hingga kini masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dari Basarnas, Polair Polres Pasuruan kota dibantu oleh Ditpolair Polda Jatim, TNI AL, BPBD, serta relawan masyarakat pesisir yang turut membantu pencarian dengan perahu-perahu kecil milik mereka.

whatsapp image 2025 07 17 at 12.39.17 2d9b2494

Selain menggelar sholat ghoib, Polres Pasuruan Kota juga memberikan bantuan logistik kepada Tim SAR gabungan dan tim relawan yang masih berjibaku di lapangan.

Kegiatan ini menjadi momentum guna memaksimalkan proses pencarian korban yang masih dinyatakan hilang.

Kasat Polair Polres Pasuruan Kota Juga mengimbau kepada seluruh nelayan untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang ekstrem dan selalu memantau informasi resmi dari BMKG sebelum melaut.

“Keselamatan adalah prioritas. Kami mohon agar para nelayan tidak memaksakan diri saat cuaca tidak bersahabat. Gunakan alat keselamatan seperti pelampung, dan selalu berkoordinasi dengan pihak desa maupun petugas keamanan terdekat,” tegasnya.

Kepala Desa Wates Sdr. Mahrus turut menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian yang diberikan oleh jajaran Polres Pasuruan Kota dan seluruh tim SAR.

Ia mengatakan bahwa musibah ini adalah peringatan bersama tentang pentingnya kehati-hatian, namun juga bukti bahwa solidaritas antarmanusia tetap kuat di tengah cobaan yang sedang terjadi.

“Kami merasa tidak sendiri. Kehadiran bapak-bapak dari Polres Pasuruan kota, TNI, SAR, dan para relawan memberi kekuatan moral bagi kami dan keluarga korban. Semoga satu orang korban segera ditemukan dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, yang dipanjatkan dengan harapan agar para korban segera ditemukan dan diberikan tempat terbaik di sisi-Nya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Polres

Polresta Malang Kota Petakan Wilayah Rawan Bencana, 357 Personel Gabungan Disiagakan

Published

on

MALANG KOTA – Mengantisipasi lonjakan potensi bencana hidrometeorologi selama musim hujan, Polresta Malang Kota Polda Jatim memperkuat mitigasi dengan memetakan wilayah rawan di lima kecamatan.

Langkah taktis ini diperkuat melalui Apel Siaga Tanggap Darurat Bencana yang diikuti 357 personel gabungan TNI, Polri, Pemkot Malang, BPBD, serta relawan di Lapangan Buring, Kedungkandang, Jumat (6/11/2026).

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo PS, menegaskan bahwa apel ini merupakan sarana konsolidasi lintas instansi untuk menyatukan kesiapan personel dan memastikan langkah penanganan yang cepat saat terjadi bencana fisik maupun dampak kesehatan.

“Intensitas hujan mulai meningkat. Seluruh unsur harus saling berkoordinasi erat dan memantau perkembangan situasi cuaca secara berkelanjutan di wilayah Kota Malang,” ujar Kombes Danang.

Karakteristik perkotaan membuat Malang Kota rawan terhadap genangan air yang mengganggu lalu lintas. Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menyusun peta kerawanan hingga tingkat kelurahan.

Data ini terus diperbarui dengan mempertimbangkan perubahan lingkungan, saluran drainase, serta proyek infrastruktur. Sejumlah kawasan di Kecamatan Lowokwaru dan Kedungkandang menjadi perhatian utama, khususnya wilayah di sepanjang aliran sungai.

Kombes Pol Danang meminta sinergi berjenjang dari tingkat kelurahan hingga kecamatan diperkuat. Lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas wajib aktif bertukar informasi.

Untuk mempercepat penanganan kedaruratan, posko terpadu akan langsung didirikan di lokasi kejadian secara on the spot.

Selain ancaman banjir dan tanah longsor, Kombes Pol Danang juga mengingatkan potensi lonjakan penyakit lingkungan musim hujan, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan diare.

“Evaluasi kejadian tahun lalu harus menjadi dasar peningkatan mitigasi. Kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama, dan keselamatan masyarakat Kota Malang tetap menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (*)

Continue Reading

Polres

Polres Bondowoso Rangkul Driver Ojol, Sediakan Ruang Dialog Kamtibmas Lewat Semangat Polisi Bersama Masyarakat

Published

on

BONDOWOSO – Dalam rangka mengimplementasikan program prioritas “Polisi Bersama Masyarakat”, Polres Bondowoso Polda Jatim menggelar cangkrukan bersama komunitas ojek online (ojol) se-Kabupaten Bondowoso di Alun-alun RBA Ki Ronggo, Rabu (4/11/2026).

Langkah ini menjadi wujud kepedulian Polres Bondowoso Polda Jatim sekaligus ajakan bagi driver ojol untuk menjadi mitra aktif kamtibmas dalam menyukseskan program “Jogo Omah” (Menjaga Rumah) yang digagas oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono.

Acara dihadiri langsung oleh Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., Wakapolres KOMPOL I Gede Suartika, jajaran Pejabat Utama (PJU), serta puluhan pengemudi Grab, Gojek, dan ShopeeFood.

Dalam sambutannya, AKBP Aryo menegaskan bahwa driver ojol memiliki peran strategis di garis depan masyarakat. Mobilitasnya yang tinggi hingga ke pelosok pemukiman menjadikannya mitra potensial kepolisian dalam mengawasi keamanan lingkungan.

“Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, kami hadir untuk merangkul rekan-rekan ojol. Kami mengajak Anda semua menjadi mata dan telinga kamtibmas demi menyukseskan program ‘Jogo Omah’ Kapolda Jatim,” ujar AKBP Aryo.

Sebagai bentuk kepedulian nyata, Kapolres Bondowoso langsung menampung aspirasi driver terkait kendala lapangan, seperti kemudahan pengurusan SIM, denda pajak kendaraan, hingga dilema menghadapi penumpang yang menolak memakai helm.

AKBP Aryo menegaskan segera berkoordinasi dengan Satlantas untuk memfasilitasi solusi terbaik bagi komunitas ojol. Ia juga mengingatkan pemanfaatan Call Center bebas pulsa 110 saat darurat.

Kebersamaan tanpa sekat ini diakhiri dengan momen makan nasi kotak bersama secara lesehan. Salah satu pengemudi ojol mengaku sangat mengapresiasi perhatian kepolisian.

“Kami senang karena Polres Bondowoso begitu peduli. Kami tidak hanya didengar keluhannya, tetapi juga dirangkul sebagai mitra untuk menjaga keamanan Bondowoso,” ungkapnya.

Melalui sinergi kokoh ini, diharapkan para driver dapat bekerja dengan aman dan nyaman sekaligus berkontribusi aktif menjaga kondusifitas wilayah. (*)

Continue Reading

Polres

Polres Ponorogo Siagakan Ratusan Personel Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Published

on

PONOROGO – Kapolres Ponorogo, AKBP Damus Asa menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem harus berupa kesiapan nyata di lapangan dan bukan sekadar seremonial.

Hal itu disampaikannya saat memimpin Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Tahun 2026 di halaman Mapolres Ponorogo, Polda Jatim , Rabu (4/11/2026) waktu lalu.

Apel tersebut dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita, Dandim 0802 Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra, perwakilan BPBD Kabupaten Ponorogo, serta sejumlah instansi terkait dan pemangku kepentingan penanggulangan bencana lainnya.

“Kita tidak boleh lengah menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Seluruh personel dan instansi terkait harus benar-benar siap, baik dari sisi kekuatan personel, kesiapan peralatan, maupun pola koordinasi di lapangan,” ujar AKBP Damus Asa.

Ia menegaskan, ketika bencana terjadi, seluruh unsur harus mampu bergerak cepat, tepat, dan sigap bertindak melindungi masyarakat.

“Kita harus sigap bertindak dan menjadi prioritas kita adalah keselamatan masyarakat,” tegas AKBP Damus Asa.

Kapolres Ponorogo juga menekankan pentingnya memperkuat koordinasi lintas sektoral antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan BPBD.

Menurutnya, kerja sama terpadu ini dibutuhkan mulai dari tahap mitigasi, kesiapan evakuasi, penanganan darurat, hingga pemenuhan kebutuhan perlindungan bagi masyarakat yang terdampak.

Langkah antisipasi bencana ini difokuskan pada sejumlah wilayah rawan yang menjadi ancaman tahunan di Kabupaten Ponorogo, seperti potensi banjir, tanah longsor, angin kencang, serta dampak buruk cuaca ekstrem lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pula penyerahan peralatan tanggap bencana secara simbolis sebagai wujud dukungan terhadap kesiapan operasional personel di lapangan.

Selesai pelaksanaan apel, jajaran Forkopimda Ponorogo langsung melakukan pemeriksaan intensif terhadap kesiapan pasukan berikut kelayakan berbagai sarana dan prasarana pendukung operasional.

Pengecekan berkala ini memastikan bahwa seluruh armada dan alat penyelamatan siap diterjunkan sewaktu-waktu tanpa hambatan teknis saat terjadi situasi darurat di lokasi kejadian.

Melalui Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Tahun 2026 ini, seluruh unsur kedinasan di Ponorogo menyepakati komitmen bersama untuk menempatkan kecepatan bertindak dan keselamatan masyarakat sebagai prioritas paling utama. (*)

Continue Reading

Terbaru

Copyright © 2026 Polres Pasuruan Kota - Presisi