Connect with us

Berita

Demi Wujudkan Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Desa Ketegan Rutin Lakukan Monitoring Tanaman Jagung Warga

Published

on

whatsapp image 2025 07 07 at 17.46.23 3851784b

Polresta Pasuruan – Dalam upaya mendukung program nasional ketahanan pangan sekaligus mewujudkan swasembada pangan di Negara Republik Indonesia, Bhabinkamtibmas Desa Ketegan, Polsek Rejoso, Polres Pasuruan Kota, Polda Jawa Timur, Aipda Putra Yudi terus menunjukkan dedikasi nyata melalui aksi langsung di lapangan. Senin(7/7/2025)

Salah satu langkah konkret yang rutin dilakukannya adalah melaksanakan kunjungan dan monitoring terhadap lahan pertanian milik warga, khususnya tanaman jagung di wilayah Desa Ketegan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menguatkan ketahanan pangan di tingkat desa.

“Kami secara konsisten turun langsung ke sawah-sawah milik warga untuk melakukan pendampingan, memberikan motivasi, serta memastikan bahwa proses penanaman hingga perawatan tanaman berjalan dengan baik dan sesuai anjuran pertanian.” Ucap Aipda Putra.

Dalam keterangannya, Aipda Putra Yudi juga menyampaikan bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam pengawasan pertanian merupakan bagian dari instruksi pimpinan Polri untuk mendukung program strategis pemerintah di sektor pangan.

“Kami hadir untuk memberi semangat kepada petani, sekaligus membantu memonitor perkembangan tanaman, terutama jagung yang menjadi komoditas utama warga di Desa Ketegan. Dengan langkah kecil ini, kami berharap bisa berkontribusi terhadap kemandirian pangan nasional.” Ujar Aipda Putra.

Tanaman jagung sendiri menjadi salah satu komoditas prioritas yang tengah dikembangkan oleh petani di wilayah tersebut, mengingat potensi hasil panen yang tinggi serta dukungan iklim dan kondisi tanah yang subur.

whatsapp image 2025 07 07 at 17.46.22 7041c99a

Pemerintah pusat dan daerah pun mendorong perluasan areal tanam dan peningkatan produktivitas melalui penyediaan bibit unggul, pelatihan kepada petani, hingga pendampingan intensif.

Kapolsek Rejoso Iptu Agung Prasetyo SH., memberikan apresiasi atas kinerja anggotanya tersebut. Menurutnya, peran aktif Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ketahanan pangan merupakan wujud nyata dari transformasi Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang proaktif serta adaptif terhadap isu-isu strategis bangsa, termasuk pangan.

“Kami sangat bangga dengan langkah yang dilakukan oleh Aipda Putra Yudi. Ini merupakan cerminan bahwa Polri tidak hanya berperan dalam bidang keamanan, tetapi juga hadir dalam upaya menciptakan kesejahteraan masyarakat.” Ujar Kapolsek.

Program monitoring ini mendapat respons positif dari para petani. Mereka merasa lebih diperhatikan dan terbantu, tidak hanya dalam hal keamanan, tetapi juga dalam usaha peningkatan hasil pertanian.

Langkah ini sejalan dengan visi Pemerintah Indonesia untuk mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan. Ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor pertanian semata, tetapi juga menjadi kepentingan lintas sektor termasuk keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Oleh karena itu, kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, dan institusi seperti Polri menjadi kunci sukses dalam menciptakan ketahanan pangan yang kuat dari desa hingga nasional.” Tambah Iptu Agung.

Dengan rutinitas kunjungan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Ketegan, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan, serta menciptakan desa yang mandiri dan tangguh di bidang pertanian.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Polres Madiun Hadirkan ‘Polisi Jogo Sekolah’, Kolaborasi Cegah Bullying dan Narkoba

Published

on

MADIUN – Kepolisian Resor (Polres) Madiun Polda Jatim menghadirkan Polisi Jogo Sekolah dan Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Sekolah, Senin (26/10/2026).

Program Polisi Jogo sekolah tersebut digulirkan guna memperkuat keamanan dan ketertiban di lingkungan pendidikan, sekaligus membentengi pelajar dari berbagai ancaman kenakalan remaja.

Kapolres Madiun, AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K menegaskan bahwa sekolah merupakan rumah kedua bagi para siswa untuk menimba ilmu dan membentuk karakter unggul menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, lingkungan pendidikan harus steril dari berbagai hal yang merusak masa depan generasi muda.

“Generasi muda ini yang akan menjadi penerus negara. Kita harus menjaga mereka dari perundungan, tawuran, narkoba, serta pengaruh negatif lainnya,” ujar AKBP Ridwan

AKBP Ridwan Maliki juga menyoroti tantangan nyata era digital bagi generasi muda, mulai dari perundungan siber (cyberbullying), judi online, hoaks, geng motor, hingga dampak buruk konten negatif di gawai.

“Para siswa kami imbau agar lebih bijak dalam bermedia sosial dan memahami bahwa tindakan di dunia maya berdampak langsung pada masa depan di kehidupan nyata. Manfaatkan teknologi untuk berkarya dan meraih prestasi,” tegas AKBP Ridwan.

Lebih lanjut, Kapolres Madiun menjelaskan bahwa program Polisi Jogo Sekolah menempatkan personel Polri untuk berkolaborasi aktif dengan kepala sekolah serta guru Bimbingan Konseling (BK).

Kolaborasi ini akan berfokus pada langkah preventif dan persuasif dalam menangani persoalan siswa, khususnya perundungan dan penyalahgunaan narkoba.

“Melalui Polisi Jogo Sekolah, personel akan memberikan edukasi dan pendampingan kepada para pelajar mengenai batasan dalam pergaulan, pentingnya saling menghormati, serta konsekuensi hukum dari tindakan yang melanggar aturan,” terangnya.

Selain edukasi di sekolah, para pelajar juga diajak menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan tertib berkendara dan tidak menggunakan knalpot brong.

Mereka juga diimbau untuk berani bersuara melapor kepada personel Polri, guru, orang tua, maupun layanan kepolisian Call Center 110 jika melihat atau mengalami tindak kekerasan.(*)

Continue Reading

Berita

Polres Pacitan Razia Penginapan dan Tempat Hiburan Cegah Peredaran Narkoba dan Prostitusi

Published

on

PACITAN – Tim gabungan Polres Pacitan Polda Jatim menggelar razia di sejumlah rumah kos, penginapan, hingga tempat hiburan malam (THM) di wilayah Kabupaten Pacitan pada Sabtu (24/10/2026) malam.

Operasi yang berlangsung pukul 20.00 hingga 23.00 WIB ini bertujuan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) sekaligus mencegah potensi pelanggaran hukum.

Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, menjelaskan bahwa operasi ini menyasar tempat penginapan,THM hingga rumah kos karena dinilai memiliki potensi kerawanan kamtibmas.

“Kami antisipasi mulai dari penyalahgunaan tempat, peredaran minuman keras, narkoba, praktik prostitusi, hingga aktivitas lain yang meresahkan masyarakat,” ujar AKBP Ayub.

Secara teknis, operasi di lapangan dipimpin oleh KBO Satresnarkoba Polres Pacitan, Iptu Sirat. Operasi ini melibatkan personel gabungan dari Polres Pacitan Polda Jatim, tiga perwira remaja, anggota Subdenpom V/1-4 Pacitan, serta Satpol PP Kabupaten Pacitan.

Dari hasil pemeriksaan di Empat lokasi, petugas menjaring 10 pasangan bukan suami istri. Tragisnya, satu pasangan di antaranya diketahui masih di bawah umur.

Selain mendata identitas, petugas juga menggelar tes urine di tempat guna mengantisipasi penyalahgunaan narkotika oleh para penghuni kos.

“Secara keseluruhan, rangkaian razia gabungan tersebut berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif,” pungkas AKBP Ayub. (*)

Continue Reading

Berita

Polri Terjunkan 200 Personel Brimob dan 10 Personel Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Published

on

Jakarta — Polri terus berupaya menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Tengah (Kalteng). Sebanyak 200 personel Pasukan Brimob II Korps Brimob Polri diterjunkan untuk membantu pemadaman dan mencegah meluasnya kebakaran. Selain itu, 10 personel BKO Bareskrim Polri turut dilibatkan untuk mendukung penegakan hukum, dengan pembagian masing-masing lima personel di Kaltim dan Kalteng.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Senin (26/10/2026), mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Polri dalam menangani karhutla secara menyeluruh, mulai dari pemadaman dan pencegahan di lapangan hingga penegakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya kebakaran.

“Polri terus berupaya menangani karhutla melalui pengerahan personel untuk membantu pemadaman, mencegah meluasnya kebakaran, serta mendukung penegakan hukum. Upaya ini dilakukan secara terpadu bersama instansi terkait dan masyarakat agar dampak karhutla dapat diminimalkan,” ujar Trunoyudo.

Di Kalimantan Timur, sebanyak 100 personel dari Resimen 1 Gegana dan Resimen 1 Pelopor Pasukan Brimob II diberangkatkan melalui upacara di Mako Polda Kaltim, Balikpapan, yang dipimpin Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Rustam Mansur.

Personel tersebut ditugaskan untuk membantu penanganan titik api di Kabupaten Kutai Timur serta mendukung upaya mitigasi karhutla di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kutai Timur, Kutai Barat, dan Paser. Penempatan personel dilakukan berdasarkan kebutuhan penanganan di lapangan agar upaya pemadaman dan pencegahan kebakaran dapat berjalan optimal.

Selain itu, lima personel BKO Bareskrim Polri ditempatkan di wilayah Kaltim untuk mendukung proses penegakan hukum terkait karhutla. Kehadiran personel ini diharapkan dapat membantu penanganan perkara secara profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara itu, 100 personel dari Resimen 2 Pelopor Pasukan Brimob II diberangkatkan ke Kalimantan Tengah setelah dilepas oleh Komandan Resimen 2 Pelopor Pasukan Brimob II Kombes Pol. Ndaru Istimawan di Sulawesi Selatan.

Personel tersebut difokuskan untuk membantu menangani titik-titik kebakaran, termasuk di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) Kotawaringin Barat (Kobar) yang membutuhkan penanganan intensif. Mereka akan ditempatkan di sejumlah titik sesuai kebutuhan di wilayah penugasan untuk mendukung pemadaman, pembasahan lahan, dan mencegah api kembali meluas.

Di wilayah Kalteng, lima personel BKO Bareskrim Polri juga ditugaskan untuk mendukung penegakan hukum terhadap dugaan tindak pidana karhutla. Penempatan personel di kedua provinsi tersebut diharapkan dapat membantu penanganan perkara secara optimal, termasuk menelusuri dugaan penyebab kebakaran dan pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan unsur pidana.

Dengan demikian, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga mencakup upaya pencegahan dan penegakan hukum. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya Polri untuk mengatasi kebakaran sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.

Trunoyudo menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari petugas di lapangan, pemerintah daerah, hingga masyarakat. Karena itu, sinergi seluruh pihak menjadi faktor penting dalam mengendalikan kebakaran dan mengurangi dampaknya terhadap lingkungan maupun kehidupan warga.

“Penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Polri akan terus bersinergi dengan instansi terkait dan masyarakat, baik dalam membantu pemadaman maupun menegakkan hukum apabila ditemukan pelanggaran. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api,” tutupnya.

Melalui pengerahan personel Brimob dan dukungan BKO Bareskrim di Kaltim dan Kalteng, Polri terus berupaya hadir membantu masyarakat dalam menghadapi karhutla. Semangat Polisi Bersama Masyarakat menjadi landasan untuk membangun kepedulian dan kerja sama dalam mencegah kebakaran, melindungi warga dari dampak asap, serta menjaga kelestarian lingkungan.

Continue Reading

Terbaru

Copyright © 2026 Polres Pasuruan Kota - Presisi