Berita
Pengasuh Ponpes Metal Rejoso Apresiasi Respon Cepat Polres Pasuruan Kota Ungkap Kasus Penculikan Santri
gambar whatsapp 2025 04 29 pukul 06.32.31 97afc3a5
KOTA PASURUAN – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Metal Rejoso, K.H. M. Nurcholis, memberikan apresiasi kepada Polres Pasuruan Kota Polda Jatim atas respon cepat dan profesional dalam mengungkap kasus dugaan tindak pidana penculikan salah satu santrinya.
Ucapan terimakasih dan apresiasi kepada Polres Pasuruan Kota itu disampaikan K.H. M. Nurcholis saat menghadiri konferensi pers di Gedung Wichaksana Laghawa Polres Pasuruan Kota, Senin (28/4).
K.H. M. Nurcholis menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Metal Rejoso memiliki perhatian khusus dalam membina anak-anak dengan latar belakang sosial yang beragam, seperti anak-anak yatim piatu, korban kenakalan remaja, penyalahgunaan minuman keras, hingga anak-anak yang lahir di luar pernikahan.
“Seperti saudara Sulaiman sendiri telah diasuh sejak bayi oleh pihak pondok dan selama ini membantu berbagai kebutuhan pondok serta mendampingi keseharian Kyai.” Ucap H Nurcholis.
Kyai Nurcholis mengaku sangat terkejut saat mendengar kabar penculikan Sulaiman, mengingat keseharian Sulaiman lebih banyak berada di lingkungan pondok dan tidak pernah bergaul di luar.
Namun, berkat gerak cepat dari tim Polres Pasuruan Kota, pelaku yang diduga terlibat berhasil diamankan dalam waktu singkat.
“Atas nama keluarga besar Pondok Pesantren Metal Rejoso, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada jajaran Polres Pasuruan Kota yang telah bertindak cepat, sehingga santri kami bisa segera diselamatkan dan situasi kembali kondusif.”ucap Kyai Nurcholis.
Ia mengatakan respons cepat aparat kepolisian ini tidak hanya mengamankan korban, tetapi juga menunjukkan sinergitas yang baik antara aparat penegak hukum dan lembaga pendidikan dalam menciptakan rasa aman di masyarakat.
“Sekali lagi, terimakasih dan apresiasi yang setinggi – tingginya atas kinerja pihak Kepolisian yang dengan gerak cepat dapat mengungkap kasus penculikan santri kami,’ ujar Kyai Nurcholis.
Seperti diketahui, Polres Pasuruan Kota Polda Jatim berhasil menangkap tersangka kasus dugaan penculikan yang terjadi pada Senin malam, 21 April 2025, sekitar pukul 19.30 WIB.
Korban, seorang santri berinisial MS, diculik oleh sekelompok pria menggunakan mobil Avanza berwarna hitam di halaman Toko Hamdala, Jalan Raya Pantura, Desa Rejoso Lor, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.
Kapolres Pasuruan Kota AKBP Davis Busin Siswara S.I.K., M.I.Kom.,
Kapolres menjelaskan setelah menerima laporan dari pihak pondok dan saksi mata, Tim Khusus (Timsus) segera bergerak cepat melakukan penyelidikan termasuk melacak kendaraan yang digunakan para pelaku.
Melalui penyelidikan intensif, petugas akhirnya berhasil mengamankan Lima orang pelaku pada Selasa pagi, 22 April 2025, sekitar pukul 09.30 WIB, di exit Tol Gresik.
“Lima orang tersangka sudah kami amankan untuk proses lebih lanjut,” kata AKBP Davis.
Lima orang tersebut masing-masing yaitu SG peran mengeksekusi penculikan dengan membawa korban masuk ke dalam mobil serta membekap mata korban menggunakan pakaian korban.
Tersangka AE berperan menunggu di mobil dan bertindak sebagai sopir dari TKP, serta melakukan penodongan terhadap korban dengan menggunakan airsoft gun.
Tersangka PR berperan menunggu di dalam mobil dan menakut-nakuti korban selama dalam perjalanan.
Tersangka MH berperan membantu membawa korban masuk ke dalam mobil dan memukul korban sebanyak dua kali saat di dalam kendaraan.
Tersangka MNR yaitu otak penculikan yang memberikan perintah dan pendanaan aksi penculikan.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan beberapa pasal berlapis yaitu Pasal 76F Jo Pasal 83 Undang–Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dengan ancaman pidana penjara 3 hingga 15 tahun dan denda antara Rp60 juta hingga Rp300 juta.
Pasal 328 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, tentang penculikan, dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara dan Pasal 333 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, tentang penahanan kemerdekaan orang, dengan ancaman pidana maksimal 8 tahun penjara. (*)
Berita
Polres Bondowoso Distribusikan Air Bersih Bantu Warga Taman Krocok Hadapi Kemarau Panjang

BONDOWOSO – Memasuki puncak musim kemarau, sejumlah wilayah di Kabupaten Bondowoso mulai dilanda krisis air bersih akibat kekeringan.
Merespons kondisi tersebut, Polres Bondowoso Polda Jatim menggelar aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan air bersih untuk warga terdampak di Dusun Nyambungan, Desa Kemuningan, Kecamatan Taman Krocok, pada Rabu (30/9/2026).
Bakti sosial ini dilaksanakan sekaligus dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Propam Polri tahun 2026.
Jalannya pendistribusian bantuan dipimpin langsung oleh Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., didampingi Wakapolres Kompol I Gede Suartika, S.H., M.H., serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Bondowoso.
Menggunakan sejumlah armada mobil tangki, personel kepolisian menyisir pemukiman warga untuk membagikan air bersih secara merata.
Ratusan warga Dusun Nyambungan terlihat sangat antusias mengantre tertib membawa jeriken dan ember untuk menampung bantuan tersebut.
Kapolres Bondowoso, AKBP Aryo Dwi Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan kehadiran Polri di tengah kesulitan masyarakat, khususnya saat menghadapi bencana musiman seperti kekeringan.
“Saat ini beberapa wilayah di Bondowoso mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau. Melalui pasokan bantuan ini, kami berharap dapat meringankan beban warga untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari seperti memasak dan minum,” ujar AKBP Aryo Dwi Wibowo.
Lebih lanjut, Kapolres Bondowoso menegaskan bahwa aksi sosial ini tidak akan berhenti di satu titik saja. Polres Bondowoso Polda Jatim berkomitmen untuk terus memetakan wilayah krisis air dan menyalurkan bantuan serupa secara berkala.
Menurutnya, tugas kepolisian tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga wajib hadir memberikan solusi nyata saat warga membutuhkan pertolongan kemanusiaan.
Seluruh proses distribusi air bersih berjalan dengan aman, lancar, dan tertib, serta diwarnai suasana penuh keakraban antara personel kepolisian dan masyarakat setempat. (*)
Berita
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Tingkatkan Kepatuhan dan Tekan Polusi melalui Operasi Gabungan

SURABAYA – Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jatim berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menggelar operasi gabungan di ruas Jalan Pegirian pada Selasa (29/9/2026).
Penertiban terpadu ini fokus pada pemeriksaan kelengkapan administrasi kendaraan barang sekaligus pengujian emisi gas buang di tempat.
Operasi intensif ini menerjunkan personel gabungan dari berbagai jajaran. Di lokasi, Kanit Kamsel Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak memimpin langsung koordinasi lapangan bersama anggota Satlantas dan tim teknis dari Dishub Kota Surabaya.
Kasat Lantas AKP Imam Syafudin Rodji melalui Kasi Humas Iptu Suroto, menjelaskan bahwa operasi ini digelar untuk memastikan seluruh armada angkutan niaga yang beroperasi telah memenuhi regulasi hukum dan aspek kelayakan jalan.
Menurut Iptu Suroto, Operasi gabungan ini merupakan langkah nyata Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama stakeholder terkait untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).
“Kami ingin memastikan para pemilik dan pengemudi angkutan barang taat terhadap aturan administrasi,” ujar Iptu Suroto.
Selain memeriksa kelengkapan surat kendaraan dan izin angkutan, pengujian emisi gas buang menjadi sasaran krusial dalam penertiban kali ini. Petugas langsung mengecek tingkat kepekatan asap knalpot guna menekan polusi udara dari sektor transportasi.
Iptu Suroto mengatakan, pengendalian emisi kendaraan bermotor sangat penting untuk menjaga kualitas udara kota. Langkah ini penting agar kendaraan tidak menghasilkan polusi berlebih yang merugikan kesehatan masyarakat.
“Melalui uji emisi ini, kami mengimbau para pemilik angkutan barang agar rutin melakukan perawatan berkala,” tegas Iptu Suroto.
Dalam pelaksanaannya, petugas menjaring sejumlah kendaraan barang yang melintas di kawasan Jalan Pegirian. Pemeriksaan dilakukan secara teliti dengan tetap menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi agar tidak menimbulkan kemacetan.
Melalui razia terpadu ini, Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jatim berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat dan pelaku usaha transportasi.
Diharapkan, para pelaku industri transportasi dapat selalu mengedepankan keselamatan berkendara serta aktif menjaga kelestarian lingkungan. (*)
Berita
Polri dan Prof Ary Ginanjar Kuatkan Sistem Karier Berbasis TalentDNA dan Teknologi

Jakarta, 30 September 2026 — Polri memperkuat sistem pembinaan karier personel dengan mengintegrasikan TalentDNA, Assessment Center, rekam jejak, Satu Data Polri, dan Artificial Intelligence (AI). Langkah ini diarahkan untuk membangun sistem SDM yang lebih utuh, objektif, dan mampu melihat potensi sekaligus integritas personel.
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. bersama Pendiri ESQ Prof. Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Salah satu fokus utama yang dibahas adalah penguatan integritas dalam pembinaan SDM, termasuk pada jenjang Perwira Tinggi (Pati) Polri.
Dalam pertemuan tersebut dipaparkan hasil Assessment Center terhadap 100 Pati Polri, dengan 96 Pati mengikuti assessment. Proses penilaian dilakukan secara objektif dan berbasis data, dengan mempertimbangkan berbagai aspek kompetensi, pengalaman, kinerja, serta rekam jejak personel.
Hasil pemetaan tidak dimaksudkan sebagai penilaian yang bersifat menghakimi, melainkan sebagai gambaran menyeluruh mengenai kekuatan dan ruang pengembangan pada sejumlah kompetensi kepemimpinan. Beberapa area yang menjadi perhatian untuk terus diperkuat antara lain integritas, komitmen terhadap organisasi, perencanaan dan pengorganisasian, pengambilan keputusan, pengelolaan perubahan, serta pengawasan.
Wakapolri menegaskan bahwa hasil assessment tidak boleh dibaca secara terpisah. Gambaran seorang personel harus dilihat dari berbagai sisi, mulai dari kompetensi, kinerja, perjalanan karier, rekam jejak, pemetaan psikologi, hingga catatan integritas.
“Assessment adalah salah satu instrumen. Hasilnya harus dilihat bersama rekam jejak, perjalanan karier, kinerja, pemetaan psikologi, data Propam, hasil pengawasan Itwasum, serta sumber informasi lainnya,” jelas Dedi.
Menurutnya, assessment juga harus menjadi ruang feedback agar setiap pemimpin dapat memahami kekuatan yang dimiliki sekaligus area yang masih dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Penguatan SDM tidak baru dimulai ketika seseorang menjadi Pati. Polri ingin proses tersebut dibangun sejak personel berada di lembaga pendidikan, termasuk sejak Akademi Kepolisian (Akpol).
“Negara-negara maju mempersiapkan calon pemimpinnya sejak proses pendidikan. Karena itu, pembenahan sistem pendidikan menjadi salah satu kunci agar organisasi mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujar Dedi.
Pendidikan Polri ke depan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis dan hafalan, tetapi juga membangun karakter, integritas, cara berpikir kritis, kemampuan mengambil keputusan, dan kesiapan menghadapi perubahan.
Kualitas tenaga pendidik juga menjadi perhatian. Dosen, instruktur, dan pengajar perlu memiliki kompetensi sekaligus kemampuan membentuk karakter peserta didik.
Ary Ginanjar menjelaskan tiga unsur penting dalam pendidikan, yaitu message, method, dan messenger.
“Dari sisi *message*, substansi sudah baik. *Method* perlu dikembangkan agar pendidikan tidak hanya menyentuh ranah kognitif, tetapi juga afektif. Sedangkan *messenger* atau tenaga pendidik harus mampu menyampaikan materi yang membentuk karakter dan integritas peserta didik,” kata Ary.
TalentDNA untuk Mengenali Potensi Sejak Dini
Dalam pertemuan tersebut juga dipaparkan hasil pemetaan TalentDNA terhadap 282 Taruna Akpol.
Pemetaan ini digunakan untuk melihat potensi, karakter, kekuatan, dan area pengembangan masing-masing taruna secara lebih terukur.
Hasil tersebut dapat dipadukan dengan data pendidikan, prestasi, kinerja, assessment, rekam jejak, dan pengembangan kompetensi. Dengan begitu, pengembangan personel dapat dilakukan lebih personal sesuai potensi dan kebutuhannya.
ESQ mendorong pendekatan talent-based personalization, yaitu pengembangan pendidikan dan karier yang tidak menggunakan pola yang sama untuk semua orang.
“Setiap anggota memiliki nilai dan potensi masing-masing. Karena itu, pengembangan talenta perlu disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan individu,” ujar Ary.
Pendekatan ini diharapkan dapat membantu Polri menyiapkan calon pemimpin sejak dini sekaligus memberikan ruang bagi setiap personel untuk mengembangkan potensi terbaiknya.
Penguatan sistem penilaian dilakukan secara berkelanjutan, baik terhadap taruna Akpol maupun Pati Polri. Setiap proses diarahkan untuk menggunakan indikator yang jelas, data yang relevan, serta metode assessment yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam kerangka tersebut, AI dapat membantu menganalisis berbagai data secara lebih cepat dan komprehensif. Teknologi ini dapat digunakan untuk menemukan pola, memetakan potensi, mengidentifikasi kebutuhan pengembangan, serta menyajikan informasi pendukung bagi pimpinan.
Namun, AI tetap ditempatkan sebagai alat bantu analisis, bukan pengambil keputusan. Keputusan pembinaan dan karier tetap berada pada kewenangan pimpinan melalui proses yang mempertimbangkan aspek profesionalitas, kepemimpinan, integritas, kebutuhan organisasi, serta ketentuan yang berlaku.
Polri juga tengah mendorong optimalisasi Satu Data Polri dan e-Kandidat dalam pembinaan SDM.
Berbagai informasi seperti TalentDNA, kompetensi, prestasi, kinerja, hasil assessment, rekam jejak pendidikan dan penugasan, data psikologi, catatan integritas, data Propam, hasil pengawasan Itwasum, serta riwayat pengembangan karier dapat diolah menjadi gambaran yang lebih lengkap mengenai seorang personel.
ESQ mengusulkan pilot project pemanfaatan Agentic AI untuk membantu mengolah data tersebut.
AI dapat membantu menemukan pola, memetakan potensi, mengidentifikasi kebutuhan pengembangan, dan menyajikan informasi yang relevan bagi pimpinan.
Namun, teknologi tetap ditempatkan sebagai alat bantu, bukan pengambil keputusan.
“Assessment adalah salah satu instrumen. Hasilnya harus dilihat bersama rekam jejak, perjalanan karier, kinerja, pemetaan psikologi, data Propam, hasil pengawasan Itwasum, serta sumber informasi lainnya,” kata Dedi.
Karena itu, pengembangan sistem juga akan memperhatikan keamanan data, hak akses, akurasi informasi, serta etika penggunaan teknologi.
Wakapolri menegaskan bahwa pembangunan SDM merupakan investasi jangka panjang. Apa yang dibangun sejak pendidikan akan menentukan kualitas kepemimpinan Polri di masa depan.
“Kalau kita ingin membangun organisasi untuk 20 sampai 30 tahun ke depan, fondasinya harus disiapkan sejak sekarang. Pendidikan, pembinaan SDM, integritas, dan kepemimpinan merupakan investasi jangka panjang organisasi,” kata Dedi.
MoU Polri–ESQ Jadi Landasan Kerja Sama
Penguatan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) antara Polri dan ESQ yang telah dibuat.
Melalui kerja sama tersebut, ESQ siap mendukung Polri dalam pengembangan SDM, mulai dari pendidikan, pemetaan talenta, pengembangan kepemimpinan, pembinaan karakter dan integritas, hingga pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan SDM.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kesempatan untuk mendampingi Polri, khususnya dalam pengembangan SDM. Dukungan ESQ ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang telah dibuat. Kami siap mendukung Polri dalam membangun SDM yang adaptif, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas,” ujar Ary.
Ke depan, Polri dan ESQ akan mendalami sejumlah program, termasuk pilot project integrasi Agentic AI dengan Satu Data Polri, pengembangan TalentDNA, penyusunan Leadership Passport, evaluasi Assessment Center, serta penguatan sistem pendidikan berbasis talenta.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Polri membangun SDM yang berintegritas, profesional, adaptif, dan siap menjadi pemimpin yang mampu menjawab tantangan Polri di masa depan.
-
Polsek1 minggu ago
Polri Hadir di Tengah Masyarakat, Polsek Keboncandi Intensifkan Patroli Dialogis
-
Polres6 hari agoDalam Rangka HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-71, Polres Pasuruan Kota Gelar “Gas Bareng Ayah”
-
Berita1 minggu agoPolice Go To School, Satlantas Polres Pasuruan Kota Edukasi Siswa SMKN 1 Pasuruan tentang Keselamatan Berkendara
-
Berita1 minggu agoPolres Pasuruan Kota Kawal Aksi Damai PC PMII dan Aliansi BEM Pasuruan Raya, Pastikan Penyampaian Aspirasi Berjalan Aman dan Kondusif
-
Berita1 minggu ago
Bhabinkamtibmas Desa Pasinan Dampingi Petani Jagung, Wujudkan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat
-
Berita6 hari agoHari Tani Nasional 2026: Polres Kediri Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan bersama Petani
-
Polres1 minggu agoHari Tani Nasional 2026, Polres Bondowoso Gandeng Petani dan Dunia Pendidikan Wujudkan Ketahanan Pangan
-
Berita1 minggu agoSaat Galodo Menerjang Solok, Polri Hadir Melayani: SAR Dikerahkan, Mapolres Jadi Tempat Pengungsian
