Connect with us

Berita

Polri: Waspadai Penipuan Online Berkedok Investasi, Jangan Jadi Korban!

Published

on

img 20250126 wa0158
img 20250126 wa0158

Jakarta – Kasus penipuan online dengan modus investasi semakin marak dan meresahkan masyarakat. Salah satu yang kini sedang menjadi perhatian adalah penipuan berkedok trading cryptocurrency melalui platform palsu. Hingga saat ini, platform tersebut dilaporkan telah menelan banyak korban dengan kerugian mencapai miliaran rupiah.

Modus operandi pelaku dimulai dari penyebaran tautan di media sosial seperti Facebook dan Instagram. Setelah itu, korban diarahkan untuk bergabung dalam grup WhatsApp yang menyamar sebagai forum edukasi investasi. Di grup tersebut, korban diberikan edukasi palsu oleh seseorang yang mengaku sebagai “profesor”, dengan iming-iming keuntungan besar dari investasi cryptocurrency dan trading saham.

Tahap Penipuan:

  1. Penargetan: Pelaku mengidentifikasi korban potensial melalui media sosial.
  2. Membangun Kepercayaan: Edukasi investasi diberikan dengan data palsu yang meyakinkan.
  3. Eksekusi Penipuan: Korban mulai diminta mentransfer dana ke akun yang mencurigakan.
  4. Penipuan Lanjutan: Saat korban mencoba menarik dana, mereka diminta membayar biaya tambahan untuk proses “verifikasi”.
  5. Menghilang: Pelaku memutus kontak dan menghilangkan jejak.

Banyak korban yang akhirnya kehilangan seluruh dana mereka setelah aplikasi palsu menunjukkan nilai investasi yang terus naik, namun uang tidak bisa ditarik. Bahkan, ada yang menerima dokumen palsu dari lembaga keuangan luar negeri, yang seolah-olah memvalidasi transaksi mereka.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, memberikan himbauan keras kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap penipuan online ini.

“Kami meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya pada tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Lakukan verifikasi menyeluruh terhadap platform atau aplikasi yang digunakan. Pastikan bahwa platform tersebut terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau lembaga resmi lainnya,” ujar Brigjen Trunoyudo.

Beliau juga menambahkan bahwa masyarakat perlu berhati-hati terhadap tautan mencurigakan di media sosial.

“Penjahat online biasanya menggunakan trik manipulasi psikologis untuk membuat korban percaya, seperti memberikan tekanan waktu atau godaan hadiah besar. Jika ragu, jangan klik tautan atau transfer uang ke rekening yang tidak jelas,” tambahnya.

Tips Menghindari Penipuan Online:

  1. Verifikasi Legalitas: Periksa apakah aplikasi atau platform terdaftar di OJK atau lembaga resmi lainnya.
  2. Jangan Klik Tautan Sembarangan: Hindari mengklik tautan yang mencurigakan di media sosial atau email.
  3. Waspadai Edukasi Palsu: Jangan mudah percaya pada grup WhatsApp atau forum edukasi yang tidak jelas asal-usulnya.
  4. Periksa Rekening: Jika melakukan transfer dana, pastikan rekening tujuan adalah milik lembaga resmi, bukan perseorangan atau perusahaan abal-abal.
  5. Lapor jika Menjadi Korban: Jangan ragu melapor ke pihak berwajib jika Anda menjadi korban. Polri akan membantu mengusut tuntas kasus ini.

Polri mengingatkan masyarakat bahwa pelaku penipuan online sering kali menggunakan identitas palsu dan menyamarkan jejak mereka dengan cara profesional. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk lebih kritis dan cerdas dalam mengelola investasi online.

Sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberantas penipuan online, Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri sebelumnya telah berhasil mengungkap sejumlah kasus besar selama dua tahun terakhir, termasuk:

  1. Polri dan Polisi Jepang Ungkap Kejahatan Siber Peretas Kartu Kredit (2023):
    Polri dan Kepolisian Jepang bekerja sama mengungkap kejahatan tindak pidana peretasan kartu kredit dengan melakukan transaksi elektronik di beberapa marketplace yang ada di Jepang dengan kerugian total mencapai Rp128 miliar dengan korban tersebar di 70 negara.
  2. Penipuan Berkedok Lowongan Kerja Paruh Waktu (2024):
    Pada Juli 2024, Dittipidsiber berhasil membongkar jaringan penipuan internasional yang menggunakan modus lowongan kerja palsu. Kasus ini menyebabkan kerugian total sekitar Rp1,5 triliun, dengan korban di Indonesia mencapai 823 orang. Polisi menetapkan tiga tersangka, termasuk seorang warga negara asing.
  3. Penipuan oleh lima tersangka kasus penipuan siber (2024) :
    Polri berhasil membekuk lima tersangka kasus penipuan dengan skema Business Email Compromised atau BEC yang mengakibatkan kerugian sebanyak Rp32 miliar. Dua dari lima tersangka merupakan warga negara asing yang berasal dari Nigeria.

Masyarakat diimbau untuk segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan atau telah menjadi korban dari platform investasi online. Kecepatan pelaporan sangat penting agar pelaku dapat segera diungkap dan korban tidak semakin banyak.

“Mari bersama kita tingkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan siber demi menciptakan ruang digital yang aman dan bebas dari penipuan,” tutup Brigjen Trunoyudo.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Polres Lamongan Bangun Kesadaran Hukum Pelajar Se-Kabupaten

Published

on

LAMONGAN – Guna membentengi generasi muda dari pengaruh negatif, Kepolisian Resor (Polres) Lamongan Polda Jatim bersama seluruh Polsek jajaran menggelar program Police Goes to School secara serentak pada Senin (14/9) pagi.

Dalam aksi serentak ini, Pejabat Utama (PJU) Polres Lamongan hingga para Kapolsek diterjunkan langsung menjadi pembina upacara bendera di berbagai SMA, SMK, MA, dan sekolah sederajat di seluruh wilayah Kabupaten Lamongan.

Langkah preemtif ini sengaja diambil oleh Polres Lamongan Polda Jatim sebagai strategi dalam meningkatkan kesiapsiagaan dini.

Selain itu, program ini berfokus untuk mengantisipasi segala potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus menanamkan kesadaran hukum yang kuat di kalangan pelajar sejak dini agar mereka terhindar dari perilaku kriminal.

Kapolres Lamongan, AKBP Adhytiawarman Gautama Putra, Ph.D. melalui Kasihumas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid, S.Pd. menegaskan bahwa kehadiran institusi Polri di tengah lingkungan sekolah memegang peran krusial. Kehadiran fisik ini diharapkan menjadi sarana edukasi yang efektif sekaligus medium komunikasi positif antara polisi, siswa, dan lembaga pendidikan.

“Melalui agenda Police Goes to School ini, kami memberikan edukasi langsung kepada para siswa agar menjauhi jerat narkoba, aksi perkelahian atau tawuran, serta perundungan (bullying). Kami juga membekali mereka agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi hoaks yang belum tentu kebenarannya,” kata Ipda M. Hamzaid.

Lewat momentum upacara serentak ini, Polres Lamongan Polda Jatim mengajak seluruh elemen pelajar untuk aktif bersinergi dalam menjaga kondusivitas, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat luas.

“Komitmen bersama ini diharapkan mampu mencetak generasi muda Lamongan yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga disiplin dan taat hukum,” pungkas Ipda M. Hamzaid. (*)

Continue Reading

Berita

Kapolri Apresiasi Buruh Dorong Desk Ketenagakerjaan Polri Masuk RUU Ketenagakerjaan

Published

on

Sukabumi — Kapolri menyampaikan apresiasi kepada kalangan buruh yang mendorong agar Desk Ketenagakerjaan Polri masuk dalam revisi RUU Ketenagakerjaan. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperkuat penyelesaian persoalan hubungan industrial sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi pekerja.

Hal itu disampaikan Kapolri saat menghadiri puncak HUT ke-53 Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit (FSP TSK) KSPSI AGN di Sukabumi, Senin (14/9/2026).

“Saya juga berterima kasih bahwa teman-teman buruh mendorong Desk Ketenagakerjaan ini untuk masuk di revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan. Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih untuk rekan-rekan semua,” ujar Kapolri.

Kapolri mengatakan, kehadiran Desk Ketenagakerjaan Polri selama ini telah membantu menyelesaikan berbagai persoalan hubungan industrial yang sebelumnya berlarut-larut. Melalui desk tersebut, Polri berupaya menjadi bagian dari penyelesaian masalah ketenagakerjaan secara cepat, objektif, profesional, dan berkeadilan.

Sejak 2025 hingga Agustus 2026, Desk Ketenagakerjaan Polri telah menangani 358 perkara ketenagakerjaan. Selain itu, sebanyak 4.236 pekerja terdampak PHK telah difasilitasi untuk dapat kembali bekerja.

Kapolri pun secara khusus mengapresiasi dukungan buruh agar keberadaan Desk Ketenagakerjaan Polri dapat diperkuat melalui revisi RUU Ketenagakerjaan. Menurutnya, langkah tersebut membuka ruang bagi Polri untuk terus berkontribusi dalam membantu penyelesaian persoalan perburuhan.

Di sisi lain, Kapolri menegaskan bahwa perlindungan dan kesejahteraan pekerja harus terus diperkuat melalui regulasi ketenagakerjaan yang berkeadilan. Penyusunan RUU Ketenagakerjaan menjadi momentum penting untuk mengakomodasi berbagai aspirasi pekerja sekaligus menciptakan hubungan industrial yang semakin sehat.

Kapolri juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang seimbang antara buruh dan pengusaha. Keduanya harus menjadi mitra strategis yang saling membutuhkan dan menguatkan. Kesejahteraan pekerja akan mendorong produktivitas, sementara perusahaan yang sehat dapat menjaga keberlangsungan lapangan kerja dan investasi.

Dalam kesempatan itu, Kapolri berharap sinergi antara Polri dan buruh terus terjaga, khususnya dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, menjaga stabilitas keamanan, serta mendukung terciptanya iklim usaha yang kondusif dan kesejahteraan pekerja yang semakin baik.

Bagi Kapolri, dukungan buruh terhadap Desk Ketenagakerjaan Polri menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan ketenagakerjaan membutuhkan kolaborasi. Pemerintah, buruh, pengusaha, dan Polri harus bergerak bersama agar perlindungan terhadap pekerja semakin kuat dan setiap persoalan hubungan industrial dapat diselesaikan secara adil.

Continue Reading

Berita

Gelombang Kurang Bersahabat, Kapal Polri Tetap Sisir Laut Bersama Tim Sar Cari Korban Km Virgo Transport 8

Published

on

BANJARMASIN – Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 terus dilakukan bersama Basarnas dan seluruh unsur yang terlibat. Di tengah gelombang yang kurang bersahabat, Kapal Polisi tetap dikerahkan untuk memperkuat penyisiran di laut, sementara dukungan udara dilakukan untuk membantu pencarian dan evakuasi.

Dua Kapal Polisi yang dikerahkan dalam pencarian hari ini adalah KP Ibis-6001 dan KP Laksmana-7012.

KP Ibis-6001, kapal kelas B1 yang berjarak sekitar 103 nautical mile (NM) dari lokasi kejadian, berangkat dari Dermaga Bulog, Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah, pada Senin (14/9/2026) pukul 03.00.

Dalam pelaksanaan pencarian, lima personel Ditpolairud Polda Kalimantan Tengah turut dilibatkan. Pada pukul 09.00 WITA, KP Ibis-6001 melakukan penyisiran di wilayah utara area pencarian, tepatnya sekitar koordinat 03°49’228’’ LS dan 114°18’009’’ BT.

Penyisiran dilakukan dalam kondisi gelombang sekitar 2–2,5 meter dengan kecepatan angin 25–35 knot. Kondisi tersebut membuat pelaksanaan pencarian harus dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan personel dan kapal.

Pada pukul 11.00 WIB, KP Ibis-6001 kembali menuju Pelabuhan Banjar Raya Banjarmasin. Hingga pukul 17.00 WITA, kapal telah sandar di Dermaga Banjar Raya untuk melakukan bekal ulang sebelum kembali mendukung operasi SAR.

Sementara itu, KP Laksmana-7012, kapal kelas A3 yang berjarak sekitar 80 NM dari lokasi kejadian, telah diberangkatkan lebih dahulu dari Dermaga Banjar Raya, Banjarmasin, pada Minggu (13/9/2026) pukul 15.45 WITA.

Dalam perjalanan menuju lokasi pencarian, kondisi gelombang yang kurang bersahabat membuat KP Laksmana-7012 melakukan lego jangkar pada pukul 20.00 WITA. Setelah kondisi memungkinkan, kapal kembali mengangkat jangkar pada Senin (14/9/2026) pukul 03.00 WITA untuk melanjutkan operasi.

Pada pukul 07.54 WITA, KP Laksmana-7012 tiba di sekitar posisi terakhir KM Virgo Transport 8 sebelum tenggelam, yakni koordinat S 4°32’538” dan E 114°01’967”, sekitar 5 NM dari titik koordinat tenggelam.

Kapal kemudian melakukan penyisiran di sekitar area tersebut. Pada pukul 09.08 WITA, KP Laksmana-7012 bergerak menuju wilayah perairan Kalimantan Tengah untuk memperluas pencarian, dengan mempertimbangkan kemungkinan korban terbawa arus.

Hingga pukul 16.00 WITA, hasil pencarian KP Laksmana-7012 masih nihil. Kapal kemudian kembali dan sandar di Dermaga Banjar Raya, Banjarmasin.

DUKUNGAN DARI UDARA

Di tengah operasi pencarian di laut, Polri juga memberikan dukungan melalui helikopter Dauphin AS 365 N3 P-3103.

Dalam rangkaian operasi SAR gabungan, satu jenazah ditemukan di atas tongkang yang ditarik Tugboat TCP. Temuan tersebut merupakan hasil pencarian dalam operasi gabungan seluruh unsur dan kapal yang membantu SAR, bukan hasil pencarian Kapal Polisi.

Setelah menerima informasi mengenai temuan tersebut, helikopter Polri diberangkatkan dari Bandara Syamsuddin Noor menuju lokasi yang berjarak sekitar 80 NM dari Banjarmasin untuk mendukung proses evakuasi.

Helikopter menempuh perjalanan sekitar 45 menit menuju lokasi. Proses evakuasi dilakukan dengan metode hoist menggunakan Basket Life, dengan Kombes Pol. Herli sebagai Kapten Pilot.

Misi berlangsung pada pukul 14.48 hingga 16.50 WITA. Setelah tiba di Bandara Syamsuddin Noor, jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans TNI AU untuk mendapatkan penanganan dan proses identifikasi lebih lanjut di Kalimantan Selatan.

PERKEMBANGAN EVAKUASI KORBAN

KM Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dan dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.05 WITA.

Berdasarkan data Pemerintah melalui Posko Stamaops Polri per 14 September 2026 pukul 17.00 WIB, jumlah korban tercatat sebanyak 243 orang.

Dari jumlah tersebut, 86 orang telah berhasil dievakuasi menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan 1 orang berhasil dievakuasi menggunakan HR-3601 menuju Bandara Syamsuddin Noor.

Sementara itu, terdapat 27 orang yang belum terevakuasi, sedangkan 129 orang masih dalam pencarian.

POLRI TERUS PERKUAT OPERASI SAR

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Dr. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., menegaskan bahwa Polri terus memberikan dukungan untuk memperkuat operasi SAR yang dikoordinasikan Basarnas.

“Gelombang yang kurang bersahabat menjadi tantangan bagi seluruh tim di lapangan. Namun, pencarian tetap dilakukan selama kondisi memungkinkan. Kapal Polri terus bergerak memperkuat operasi SAR bersama Basarnas dan seluruh unsur yang terlibat.”

“Operasi ini merupakan kerja bersama. Setiap kapal yang melakukan penyisiran dan setiap dukungan dari udara merupakan bagian dari ikhtiar untuk menemukan korban yang masih dalam pencarian. Polri akan terus memberikan dukungan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.

Operasi pencarian dan pertolongan KM Virgo Transport 8 masih terus berlangsung. Seluruh unsur SAR terus melakukan penyisiran dengan memperhatikan perkembangan kondisi laut, arah arus, angin, serta kemungkinan pergerakan korban dari lokasi terakhir kapal.

Di tengah gelombang yang kurang bersahabat, Kapal Polri tetap bergerak bersama tim SAR. Laut terus disisir dan dukungan udara dikerahkan, demi menemukan korban dan memberikan kepastian bagi keluarga yang masih menunggu.

Continue Reading

Terbaru

Copyright © 2026 Polres Pasuruan Kota - Presisi