Connect with us

Polres

Anggota Polsek Bugul Kidul Dialogis dengan Warga, Sampaikan Himbauan Pilkada 2024.

Published

on

img 20240928 wa0015
img 20240928 wa0015

Polresta Pasuruan – Dalam upaya menjaga ketertiban dan keamanan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, Polsek Bugul Kidul aktif menggelar kegiatan dialogis dengan warga setempat. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan sosialisasi dan imbauan penting kepada masyarakat terkait pelaksanaan Pilkada yang akan segera berlangsung, Minggu malam (30/09/2024) jam 19.30 Wib.

Polsek Bugul Kidul berpatroli dengan mengunjungi beberapa titik di wilayah kecamatan Bugul Kidul. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa anggota Polisi yang bertugas untuk berdialog langsung dengan warga. Sasaran utama adalah kawasan-kawasan yang dinilai memiliki potensi gangguan keamanan dan ketertiban, terutama yang berkaitan dengan politik menjelang Pilkada.

Dalam dialog yang berlangsung, anggota Kepolisian menyampaikan beberapa pesan penting terkait pelaksanaan Pilkada, di antaranya imbauan untuk menjaga persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan pilihan politik. Warga diminta untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu negatif yang berpotensi memecah belah masyarakat.

“Kami mengajak seluruh warga Bugul Kidul untuk tetap menjaga kerukunan meskipun berbeda pilihan. Pilkada ini merupakan pesta demokrasi yang harus kita sambut dengan gembira, bukan malah dijadikan ajang saling menjatuhkan,” ujar Aipda Andres Lesmana dalam salah satu dialognya dengan warga.

Selain itu, Aipda Andres juga menekankan pentingnya menjaga situasi kondusif selama masa kampanye hingga hari pemungutan suara. Ia mengingatkan agar warga tidak terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum, seperti kampanye hitam, politik uang, maupun penyebaran hoaks.

“Polri akan bersikap tegas terhadap segala bentuk pelanggaran hukum selama Pilkada. Kami berharap, masyarakat Bugul Kidul bisa turut berperan aktif dalam menjaga kelancaran dan keamanan Pilkada ini,” tambahnya.

Tidak hanya memberikan imbauan, anggota Polsek juga membagikan selebaran yang berisi informasi mengenai tata cara pemungutan suara, serta peraturan terkait dengan kampanye dan hari tenang. Hal ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat tentang proses demokrasi yang sedang berlangsung.

Respon warga terhadap kegiatan ini cukup positif. Mereka mengapresiasi langkah kepolisian yang turun langsung ke lapangan untuk memberikan sosialisasi dan menjamin keamanan selama masa Pilkada. Seorang warga, Bapak Subandi, menyatakan bahwa ia merasa lebih tenang setelah mendengar langsung dari pihak kepolisian mengenai kesiapan pengamanan Pilkada.

“Kami senang polisi aktif mengingatkan warga soal pentingnya menjaga keamanan. Dengan begitu, kami tidak perlu khawatir akan ada kerusuhan atau hal-hal yang tidak diinginkan selama Pilkada nanti,” ujar Subandi.

img 20240928 wa0013
img 20240928 wa0013

Ditempat terpisah Kapolsek Bugul Kidul Kompol Masykur, S.H., M.H., menerangkan bahwa Kegiatan dialogis seperti ini rencananya akan terus dilanjutkan oleh Polsek Bugul Kidul hingga masa Pilkada berakhir. Polri berkomitmen untuk menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan damai, agar pelaksanaan Pilkada 2024 di wilayah Bugul Kidul, khususnya, dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan yang berarti.

Dengan adanya pendekatan langsung ke masyarakat, Polsek Bugul Kidul berharap masyarakat dapat lebih memahami perannya dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan selama proses demokrasi berlangsung. Mereka juga berharap agar Pilkada 2024 bisa berjalan dengan sukses dan menghasilkan pemimpin-pemimpin yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Kapolsek juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi sikap toleransi dan kerukunan antarwarga, terutama di lingkungan yang plural dan heterogen seperti di Bugul Kidul. Ia menyampaikan bahwa perbedaan pilihan politik adalah hal yang lumrah dalam demokrasi, namun jangan sampai perbedaan tersebut memicu konflik sosial.

“Perbedaan adalah kekayaan bangsa. Kita harus bisa menghormati pilihan masing-masing dan tetap menjaga silaturahmi. Pilkada ini hanya satu hari, tetapi persaudaraan dan kerukunan harus dijaga sepanjang masa,” tegas Kompol Masykur.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Polsek Bugul Kidul juga menggandeng tokoh-tokoh masyarakat dan pemuda setempat untuk turut serta dalam mengedukasi warga tentang pentingnya menjaga sikap damai selama Pilkada berlangsung.Dengan segala persiapan dan pendekatan yang dilakukan, Polsek Bugul Kidul berharap dapat meminimalisir potensi konflik serta memastikan seluruh warga dapat menggunakan hak pilihnya secara bebas, tanpa tekanan maupun ancaman, ”Pungkas Kapolsek”.

By Humas Bglkdl.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Polres

Sinergi Cegah Karhutla, Polres Bojonegoro Sisir Kawasan Rawan di Kedungadem

Published

on

BOJONEGORO – Memasuki musim kemarau, potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi perhatian serius Polres Bojonegoro Polda Jawa Timur beserta jajarannya.

Untuk mengantisipasi hal itu,Polres Bojonegoro melalui Polsek Kedungadem bersama petugas Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tondomulo rutin menggelar patroli terpadu, menyisir area hutan yang dinilai rawan guna memastikan situasi tetap aman.

Tak hanya memantau pepohonan, petugas gabungan juga menyambangi warga yang beraktivitas di sekitar hutan. Pendekatan langsung ini dinilai lebih efektif untuk mengetuk kesadaran masyarakat.

Kapolsek Kedungadem, AKP Mat Suiswanto, mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Selain berbahaya, tindakan itu jelas melanggar aturan hukum.

“Membakar lahan secara serampangan bisa merusak ekosistem dan habitat satwa. Kami juga minta warga tidak buang puntung rokok sembarangan. Kalau lihat ada asap atau titik api, tolong segera laporkan,” kata AKP Mat Suiswanto, Senin (14/9/2026).

Di tempat terpisah, Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty menegaskan pentingnya sinergi antara kepolisian dan pengelola hutan dalam menjaga paru-paru bumi di wilayah Bojonegoro.

AKBP Yenni menambahkan, Polisi di lapangan sengaja mengedepankan cara-cara yang humanis saat berdialog dengan warga sekitar hutan.

“Kami ingin pesan-pesan pencegahan Karhutla ini benar-benar dipahami dan dijalankan atas kesadaran sendiri oleh masyarakat,” pungkas AKBP Yenni.

Namun demikian, Kapolres Bojonegoro mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat bahwa pembakaran hutan dan lahan secara sengaja ataupun lalai akan ada sanksi hukum.

Hal itu lanjut AKBP Yenni merujuk pada Pasal 78 UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan yang menyatakan bahwa pelaku pembakaran hutan dengan sengaja diancam pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar.

Selain itu, pelaku pembakaran hutan juga dapat dijerat Pasal 108 UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH) dengan ancaman penjara minimal 3 tahun hingga maksimal 10 tahun, serta denda hingga Rp10 miliar. (*)

Continue Reading

Polres

Kawal Kebijakan Bapanas, Satgas Pangan Polres Blitar Kota Sidak Rantai Pasok Beras

Published

on

BLITAR — Polres Blitar Kota Polda Jatim bersama instansi lintas sektor memperketat pengawasan harga dan mutu beras dari tingkat produsen hingga pedagang pasar tradisional.

Langkah preventif ini diambil untuk menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus memastikan harga jual di tingkat konsumen tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, melalui Kasihumas AKP Sjamsul Anwar, menyatakan bahwa inspeksi mendadak ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional RI Nomor 369 Tahun 2026 terkait Pembentukan Satuan Pengawasan Harga dan Mutu Beras.

“Kami ingin memastikan intervensi kebijakan pemerintah di sektor pangan berjalan efektif di lapangan,” ujar AKP Sjamsul Anwar, Senin (14/9/2026).

Pelaksanaan pemantauan di lapangan dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Rudi Kuswoyo, bersama personel Unit II Satreskrim, dengan melibatkan staf Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar.

Berdasarkan hasil pantauan di sejumlah penggilingan padi diketahui sempat terhenti selama sepekan akibat lonjakan harga bahan baku pecah kulit (PK).

Kendati demikian, stok beras premium yang diproduksi tetap tersalurkan ke pedagang kecil di wilayah Kabupaten Blitar dengan harga Rp14.800 per kilogram.

Dari keseluruhan titik inspeksi, petugas memastikan harga jual beras di wilayah Kota Blitar masih berada di bawah ambang batas HET.

Selain kepatuhan harga, komoditas yang beredar juga dipastikan memenuhi standar mutu konsumsi dan tidak ditemukan adanya indikasi penimbunan.

“Pihak kepolisian bersama instansi terkait akan melakukan pengawasan berkala demi menjaga iklim pasar tetap kondusif,” pungkas AKP Sjamsul Anwar. (*)

Continue Reading

Polres

Sinergi Polri Dan Petani, PS. Kanit Binmas Polsek Lekok Kawal Produktivitas Lahan Jagung

Published

on

Polres Pasuruan – Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan, Kanit Binmas Polsek Lekok melaksanakan pemantauan dan pengecekan lahan pertanian jagung pada Senin, 14 September 2026, di lahan jagung yang terletak di Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.

 

Dalam kegiatan tersebut, Ps.Kanit Binmas melakukan pengecekan kondisi dan pertumbuhan tanaman jagung sekaligus berdialog dengan petani untuk mengetahui perkembangan tanaman serta kendala yang dihadapi dalam proses budidaya. Kehadiran personel Polri di tengah petani menjadi bagian dari upaya pendampingan guna mendorong pengelolaan lahan pertanian secara optimal.

 

Ps. Kanit Binmas juga memberikan imbauan kepada para petani agar memperhatikan perawatan tanaman, pemupukan, pengairan, serta melakukan langkah antisipasi terhadap serangan hama dan penyakit tanaman. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas lahan dan hasil panen jagung.

 

Kapolsek Lekok AKP Mawan Budi P mengatakan bahwa Polri akan terus mendukung para petani melalui kegiatan pendampingan dan pemantauan secara berkelanjutan.

 

“Kehadiran personel Polri di tengah para petani merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan. Kami akan terus bersinergi dengan masyarakat, khususnya para petani, agar produktivitas pertanian dapat meningkat dan hasilnya mampu mendukung kesejahteraan masyarakat serta ketahanan pangan nasional,” ujar AKP Mawan Budi P.

 

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Lekok berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan. Sinergi antara Polri dan petani diharapkan mampu menciptakan pertanian yang produktif, berkelanjutan, serta turut memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Continue Reading

Terbaru

Copyright © 2026 Polres Pasuruan Kota - Presisi