Connect with us

Berita

Bhabinkamtibmas Polsek Rejoso Sambang ke Balai Desa Bersama Tiga Pilar untuk Wujudkan Pilkada 2024 Damai

Published

on

1000567088
1000567088

Polresta Pasuruan – Dalam upaya menciptakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 yang damai dan kondusif, Bhabinkamtibmas Polsek Rejoso, Brigadir Angga, melakukan sambang ke Balai Desa Rejoso. Kegiatan ini dilakukan bersama dengan tiga pilar, yakni perangkat desa, Babinsa, dan tokoh masyarakat setempat. Jumat (30/08/2024).

Brigadir Angga menyatakan bahwa kegiatan sambang ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan Pilkada 2024 dapat berjalan dengan aman, tertib, dan jauh dari segala bentuk gangguan yang dapat merusak suasana damai di masyarakat. “Kami berharap masyarakat dapat menjalani tahapan Pilkada dengan rasa aman dan nyaman,” ungkapnya.

1000567090
1000567090

Dalam kesempatan tersebut, Brigadir Angga juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dalam menjaga stabilitas keamanan. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan dalam mengantisipasi potensi konflik yang dapat muncul selama masa kampanye hingga hari pemungutan suara nanti.

“Keamanan bukan hanya tugas aparat kepolisian, tetapi juga tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh warga untuk turut serta dalam menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masing-masing,” tambah Brigadir Angga.

Di sisi lain, Kepala Desa Rejoso, yang juga hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi langkah Bhabinkamtibmas dalam mendekatkan diri kepada masyarakat. Ia menyebutkan bahwa kehadiran aparat di tengah-tengah masyarakat dapat meningkatkan rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi yang sedang berlangsung.

“Kami sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas dan tiga pilar ini. Dengan adanya sinergi antara perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, kami yakin Pilkada 2024 di Desa Rejoso akan berjalan dengan lancar dan damai,” ujarnya.

Babinsa Desa Rejoso, yang turut hadir, juga menyampaikan komitmennya dalam mendukung terciptanya situasi yang kondusif selama Pilkada 2024. Menurutnya, TNI dan Polri akan terus bersinergi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di wilayah yang rawan konflik.

Selain itu, Brigadir Angga juga mengingatkan pentingnya peran tokoh masyarakat dalam menyebarkan pesan-pesan damai kepada warga. Ia mengajak para tokoh untuk menjadi teladan dalam menjaga keharmonisan di lingkungan sekitar, serta mencegah adanya provokasi yang dapat memicu perpecahan.

Kegiatan sambang ini juga dimanfaatkan oleh Brigadir Angga untuk mendengar langsung aspirasi dan kekhawatiran masyarakat terkait Pilkada 2024. Beberapa warga menyampaikan harapannya agar proses Pilkada dapat berjalan dengan jujur dan adil, tanpa adanya kecurangan yang dapat merusak kepercayaan publik.

Di akhir pertemuan, Brigadir Angga bersama dengan tiga pilar berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan pengawasan selama masa Pilkada. Mereka juga akan intensif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama proses demokrasi berlangsung.

Dengan langkah-langkah preventif yang diambil oleh Bhabinkamtibmas Polsek Rejoso dan tiga pilar, diharapkan Pilkada 2024 di Desa Rejoso dapat berjalan dengan damai dan menghasilkan pemimpin yang dapat membawa kemajuan bagi desa dan seluruh warganya.

Peran aktif masyarakat dalam menjaga suasana yang kondusif sangat diharapkan oleh semua pihak. Dengan kerja sama yang baik antara aparat keamanan, pemerintah desa, dan warga, harapan akan Pilkada damai dapat terwujud dengan baik di Desa Rejoso.

(Humas Rjs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Kapolri Apresiasi Progam Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni di Jabar: Jawab Harapan Masyarakat Terhadap Polri

Published

on

 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan dan Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Kosasih terkait program pembangunan dan renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu) buat masyarakat Jawa Barat.

Hal ini disampaikan Kapolri dalam acara silaturahmi Ramadhan di Polda Jawa Barat, Rabu (4/3/2026).

“Terima kasih pak Gubernur, pak Kapolda, Pangdam yang terus bersinergi membuat program yang tentunya menyentuh masyarakat kelas bawah yang membutuhkan,” kata Sigit.

Menurut Sigit, program pembangunan dan renovasi rumah tidak layak huni sangat bermanfaat bagi masyarakat. Ia pun menyebut program ini menjawab harapan masyarakat terhadap institusi Polri.

“Polri harus bisa melaksanakan dan mendengar apa yang menjadi aspirasi dan harapan masyarakat sehingga kemudian makin hari institusi Polri bisa melaksanakan tugas sesuai dengan harapan dan apa yang diinginkan masyarakat, khususnya masyarakat Jawa Barat,” ucapnya.

Pada program di Jawa Barat, tercatat ada 168 pembangunan rumah tidak layak huni. Rinciannya 67 telah selesai pembangunan dan 101 masih dalam proses pembangunan.

Dalam kesempatan ini, mantan Kabareskrim Polri ini meminta masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan. Apalagi situasi global yang tak pasti dan eskalasi di timur tengah yang meningkat.

“Situasi yang sedang kita hadapi dampak global yang kita hadapi tentunya ini butuhkan kebersamaan persatuan. Itu adalah kunci utama menjaga agar stabilitas kamtibmas tetap terjaga,” katanya.

Lebih lanjut, Sigit menuturkan, apapun kondisi global yang dihadapi Indonesia, pemerintah tetap melaksanakan amanatnya untuk mendukung mendorong terjadinya pertumbuhan dan menyejahterakan masyarakatnya. Semua itu, katanya, bisa dilalui apabila bersatu.

“Tentunya apa yang menjadi program terkait masalah ketahanan pangan, program ketahanan energi tentunya jugaharus kita kawal. Karena ini sebagai bagian dari upaya kita untuk hadapi dinamika global yang ada,” katanya.

Continue Reading

Berita

Gotong Royong Polres Lumajang dan Warga Pasang Ratusan Bronjong di Lokasi Longsor

Published

on

LUMAJANG – Polres Lumajang Polda Jawa Timur melalui Polsek Tempursari bersama warga setempat gotong royong tangani dampak longsor di lokasi longsor jalur Kecamatan Tempursari menuju Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Rabu (4/3/26).

Dengan memasang ratusan bronjong dari sak berisi pasir, puluhan personel kepolisian bersama warga menutup longsoran akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya darurat untuk mencegah longsor susulan yang dapat memperparah kerusakan badan jalan.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar melalui Kapolsek Tempursari Iptu Sukirno mengatakan, pemasangan bronjong dari sak berisi pasir dilakukan sebagai penahan sementara agar tanah tidak kembali longsor, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

“Kami bersama warga melaksanakan kerja bakti memasang bronjong sebagai langkah penanganan darurat. Ini untuk memperkuat tebing dan menahan pergerakan tanah agar tidak terjadi longsor susulan,” ujar Iptu Sukirno.

Ia menjelaskan, akibat longsor tersebut, petugas memberlakukan sistem buka tutup di jalur Pronojiwo–Tempursari.

Kendaraan roda empat masih dapat melintas secara bergantian dengan pengawasan ketat dari petugas di lapangan.

“Kami terapkan sistem buka tutup demi keselamatan pengguna jalan. Personel kami siagakan untuk mengatur arus lalu lintas dan memastikan kendaraan melintas secara bergantian,” tambahnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya saat melintasi jalur rawan longsor di musim penghujan.

Pengendara diminta mengurangi kecepatan, mematuhi arahan petugas, serta tidak memaksakan diri melintas apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan.

Polres Lumajang Polda Jatim bersama instansi terkait terus berkoordinasi guna penanganan lebih lanjut agar akses jalur penghubung antar kecamatan tersebut dapat kembali normal dan aman digunakan masyarakat.

Diketahui longsor yang terjadi pada Minggu (1/3/2026) malam di ruas jalan Desa Kaliuling menuju Desa Pundungsari, Kecamatan Tempursari menyebabkan bahu jalan ambrol, sehingga sebagian badan jalan tergerus material tanah.

Berdasarkan data di lapangan, longsoran memiliki kedalaman sekitar 8 meter, dengan panjang kurang lebih 6 meter dan lebar sekitar 2 meter.

Kondisi tersebut mengganggu arus lalu lintas warga yang melintasi jalur penghubung Tempursari–Pronojiwo. (*)

Continue Reading

Berita

Polres Lamongan Atensi Perlintasan Kereta Api Sebidang Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026

Published

on

LAMONGAN – Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Lamongan Polda Jatim memberikan perhatian serius terhadap perlintasan Kereta Api sebidang terutama tanpa palang pintu.

Hal itu disampaikan oleh Kasat Lantas Polres Lamongan AKP I Made Jata Wiranegara, saat menggelar rapat koordinasi (rakor) di Rupatama Tathya Dharaka, Selasa (3/3).

“Kami ingin ada peningkatan kesiapsiagaan, terutama menjelang lonjakan mobilitas Lebaran,” AKP Made Jata.

Menurut AKP Made Jata, rakor lintas sektoral ini penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi lintas instansi demi mencegah kecelakaan saat arus mudik dalam Operasi Ketupat Semeru 2026 yang merupakan operasi kemanusiaan.

Ia juga mengatakan, rakor tersebut menjadi bagian dari persiapan Operasi Ketupat Semeru 2026.

“Dari hasil rakor ini, kami berharap menghasilkan langkah konkret demi keselamatan masyarakat,” tegas AKP Made Jata.

Dikesempatan tersebut, Kadishub Lamongan, Dianto Heri Wibowo yang mengikuti rakor mengatakan sebanyak 50 perlintasan kereta api (KA) sebidang di Lamongan menjadi perhatian serius menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026

Menurutnya 50 titik perlintasan itu terdiri dari 19 perlintasan dengan pos jaga dan palang pintu, 13 hanya berpalang pintu, 9 palang swadaya masyarakat, 6 tanpa palang pintu, dan 3 dikelola langsung oleh KAI.

“Secara keseluruhan, Lamongan memiliki 81 perlintasan sebidang. Dari jumlah itu, 33 perlintasan berpalang pintu dijaga Dishub, 29 tanpa palang dijaga relawan, dan 19 sudah ditutup,” ujar Dianto Heri Wibowo.

Sementara, perwakilan PT Kereta Api Indonesia (Daop 8) dalam rakor tersebut menyampaikan rencana penambahan 11 perjalanan KA selama masa angkutan Lebaran.

Sejumlah perjalanan tambahan itu melintas pada jam rawan, yakni pukul 22.00 hingga 05.00 WIB. Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra, terutama di perlintasan tanpa penjagaan maksimal.

Untuk diketahui, dalam rakor yang dipimpin oleh Kasat Lantas Polres Lamongan tersebut juga dihadiri Dishub Kabupaten Lamongan,perwakilan Kapolsek jajaran, Perwira Satlantas, perwakilan PT Kereta Api Indonesia (Daop 8), perwakilan Camat dan Kepala Desa sepanjang jalur rel, serta perwakilan Kasitrantib Satpol PP Lamongan.

Kolaborasi yang solid antar-stakeholder ini diharapkan akan menghasilkan langkah yang kuat dan berkelanjutan dalam membangun sinergitas demi keselamatan masyarakat.

Selain itu melalui rakor ini pula diharapkan kesiapan pengamanan perlintasan kereta api sebidang di Kabupaten Lamongan semakin optimal, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri 2026 dengan aman, nyaman, dan selamat. (*)

Continue Reading

Terbaru

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.