Connect with us

Berita

Polres Pasuruan Kota Bersama SMA Negeri 4 Pasuruan Deklarasikan Anti Perundungan

Published

on

whatsapp image 2024 08 30 at 13.50.30

Polresta Pasuruan – Polres Pasuruan Kota mengadakan kegiatan sambang, bimbingan, dan penyuluhan yang bertujuan untuk mencegah aksi perundungan di kalangan mahasiswa, pelajar, dan remaja. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk memberikan pemahaman tentang bahaya perundungan serta cara pencegahannya kepada generasi muda. Jumat (30/8/2024).

Bertempat di Lapangan SMA Negeri 4 Pasuruan, Polres Pasuruan Kota bersama Patroli Keamanan Sekolah (PKS) yang pada hari Kamis, 29 Agustus 2024 lalu telah dikukuhkan oleh Kapolres Pasuruan Kota AKBP Davis Busin Siswara S.I.K., M.I.Kom.

Untuk diketahui bersama, Polres Pasuruan Kota mengukuhkan anggota PKS sebanyak 61 siswa Se-Kota Pasuruan dengan tujuan yang sangat penting bagi keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah. Berikut adalah beberapa maksud dan tujuan terbentuknya PKS:

  1. Anggota PKS berperan dalam mencegah dan menanggulangi gangguan keamanan.
  2. Meningkatkan disiplin siswa.
  3. Menanamkan rasa tanggung jawap.
  4. Mendorong sikap kepedulian dan gotong royong.
  5. Menjadi teladan bagi siswa lain.

Kegiatan yang diawali dengan apel pagi dan senam bersama untuk membangkitkan semangat, dilanjutkan dengan pengarahan dari Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota tentang bahaya dari perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah.

Pada kesempatannya Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota AKP Yulian Putra P S.T.K., S.I.K menyampaikan, selain mencegah perundungan inisiatif ini juga mengajarkan siswa tentang pentingnya kepedulian terhadap sesama serta rasa tanggung jawab sosial.

“Saya berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi langkah awal yang kuat dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari tindakan perundungan dan tidak berhenti disini saja, namun seluruh sekolah diwilayah hukum Polres Pasuruan Kota akan kami gaungkan.” Jelas Kasat lantas.

whatsapp image 2024 08 30 at 13.50.30(1)

Selesai arahan Kasat Lantas seluruh siswa-siswi SMA Negeri 4 Pasuruan membacakan deklarasi anti perundungan. Adapun isi deklarasi anti perundungan:
Kami siswa-siswi SMA Negeri 4 Pasuruan dengan sadar dan rasa penuh
tanggungjawab mendeklarasikan bahwa:

  1. Kami akan menghargai teman dan menghormati guru.
  2. Kami akan menghapus tindakan perundungan.
  3. Kami akan menghargai pendapat teman.
  4. Kami akan membantu saat teman mengalami kesulitan.
  5. Kami akan peduli terhadap teman.
  6. Kami tidak akan menyebarkan berita bohong.
  7. Kami tidak akan melakukan perundungan fisik pada teman.
  8. Kami tidak akan memanggil teman dengan julukan yang tidak nyaman.
  9. Kami tidak akan membentak teman.
  10. Kami menolak segala bentuk kekerasan terhadap anak-anak.

Siswi Farah salah satu anggota dari PKS mendukung penuh inisiatif Polres Pasuruan Kota dengan adanya sambang, bimbingan, dan penyuluhan serta deklarasi anti perundungan.

“Saya harap bisa memberikan dampak yang baik untuk SMA Negeri 4 Pasuruan dan saya sangat berterima kasih dengan Polres Pasuruan Kota untuk sosialisasi yang telah diberi semoga kedepannya tidak terjadi lagi perundungan sekolah kedepannya lebih baik.” Ungkap Farah.

Dengan adanya kegiatan sambang, bimbingan, dan penyuluhan ini, diharapkan kesadaran akan bahaya perundungan semakin meningkat di siswa-siswi SMA Negeri 4 Pasuruan. Upaya pencegahan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar dan sosialisasi yang aman, nyaman, dan tanpa rasa takut bagi semua individu.

Polres Pasuruan Kota berkomitmen, kegiatan ini akan berlanjut ke sekolah lainnya guna menciptakan lingkungan yang lebih baik dan bebas dari aksi perundungan dan kekerasan. Semoga melalui upaya bersama ini, generasi muda bisa tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang mendukung dan positif.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Polres

Cegah Karhutla, Polres Kediri Siagakan Ratusan Personel Gabungan di Lereng Kelud

Published

on

KEDIRI — Guna mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat cuaca ekstrem di musim kemarau, Kepolisian Resor (Polres) Kediri Polda Jatim menggelar apel kesiapsiagaan tanggap bencana di kawasan lereng Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Ratusan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Perhutani, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta kelompok relawan dikerahkan untuk memperketat pengawasan di titik-titik rawan.

Kapolres Kediri AKBP Dr. Muhammad Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si., menyatakan bahwa langkah preventif ini mutlak dilakukan meskipun status vulkanik Gunung Kelud saat ini berada pada Level 1 (Normal).

Menurut AKBP Latif, kondisi vegetasi yang mengering di lereng gunung dinilai sangat rentan memicu kebakaran jika terkena percikan api sekecil apa pun.

“Kami mengingatkan dan mengimbau seluruh masyarakat serta pengunjung agar tidak melakukan pembakaran lahan secara liar, karena dampaknya bisa fatal bagi kelestarian lingkungan dan keselamatan warga,” ujar AKBP Wahyudin Latif saat memimpin apel.

Sebagai langkah nyata, jajaran Polres Kediri Polda Jatim bersama instansi terkait langsung melaksanakan patroli bermotor menyusuri kawasan hutan terpencil.

Petugas memasang spanduk imbauan dan memberikan edukasi langsung kepada masyarakat setempat. Selain itu, koordinasi intensif juga dilakukan dengan mendatangi Pos Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Kelud.

Sementara itu, kesiapsiagaan di garis depan juga ditunjukkan oleh 20 relawan Desa Tanggap Bencana (Destana) Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar.

Ketua Destana Sugihwaras, Anang Wianto, mengungkapkan bahwa kendala utama dalam penanganan karhutla di kawasan ini adalah sulitnya akses sumber air di medan berbukit.

Sinergi yang kuat antara Polres Kediri bersama instansi terkait dan relawan tapak diharapkan mampu melokalisir potensi bencana sejak dini. (*)

Continue Reading

Berita

Parade 450 Polwan dari 43 Negara Meriahkan IAWP 2026 di Bali

Published

on

BALI – Sebanyak 450 Polisi Wanita (Polwan) dari 43 negara mengikuti parade dalam rangkaian International Association of Women Police (IAWP) Training Conference 2026 di Lapangan Puputan Renon, Denpasar, Bali, Minggu (20/9/2026).

Parade tersebut menampilkan barisan Polwan dari berbagai negara dengan seragam kepolisian masing-masing serta atraksi dan tradisi khas negara peserta. Kegiatan ini disaksikan antusias oleh masyarakat yang memadati kawasan Jl. Raya Puputan Renon hingga Monumen Bajra Sandhi.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pelaksanaan IAWP 2026 tidak hanya menjadi ajang pertemuan Polwan dari berbagai negara, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, berbagi pengalaman, dan membangun kerja sama kepolisian internasional.

“IAWP ini tidak hanya menjadi parade, tetapi juga momentum bagi Polwan dari berbagai negara untuk memperkuat komunikasi, berbagi pengalaman, dan membangun kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan kepolisian yang semakin kompleks,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah isu kepolisian menjadi pembahasan dalam rangkaian konferensi selama lima hari, di antaranya kepemimpinan perempuan, investigasi kompleks, identifikasi korban bencana, perdagangan orang, kontra-terorisme, kekerasan berbasis teknologi, transformasi teknologi kepolisian, hingga kejahatan transnasional terorganisasi.

Menurut Trunoyudo, kehadiran ratusan Polwan dari berbagai negara di Bali juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata sekaligus menunjukkan kesiapan Bali sebagai destinasi penyelenggaraan kegiatan berskala internasional.

“Kita berharap pertemuan ini dapat menghasilkan pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik yang bisa diterapkan di masing-masing negara. Kehadiran ratusan Polwan dari berbagai negara di Bali juga menunjukkan bahwa kerja sama kepolisian tidak mengenal batas negara, terutama dalam menghadapi kejahatan yang terus berkembang,” katanya.

Kelancaran parade dan rangkaian IAWP 2026 tidak terlepas dari pengamanan personel Polda Bali dan jajaran, dukungan masyarakat, serta koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait.

Pelaksanaan IAWP 2026 di Bali menjadi penyelenggaraan kedua konferensi tersebut di Indonesia. Rangkaian kegiatan kali ini dipusatkan di Nusa Dua, Bali.

Continue Reading

Berita

450 Polisi Wanita dari 43 Negara Berkumpul di Bali, Indonesia Jadi Tuan Rumah IAWP 2026

Published

on

Badung – Indonesia kembali menjadi tuan rumah konferensi polisi perempuan dunia. Sebanyak 450 peserta dari 43 negara berkumpul di Bali dalam The 63rd International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference 2026 pada 20-24 September. Forum internasional ini membahas berbagai tantangan kepolisian modern, mulai dari kepemimpinan perempuan, perdagangan orang dan kekerasan berbasis teknologi hingga kontra-terorisme serta kejahatan transnasional.

Pembukaan konferensi digelar di The Westin Resort Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu (20/9/2026). Kapolri hadir dan memberikan sambutan sebelum seremoni pemukulan gong sebagai tanda resmi dibukanya konferensi.

Bagi Indonesia, penyelenggaraan tahun ini menjadi kali kedua mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah konferensi IAWP. Sebelumnya, Indonesia menjadi tuan rumah konferensi ke-58 di Labuan Bajo pada 2021 dengan tema “Women at the Centerstage of Policing”.

Tahun ini, IAWP mengusung tema “Women Leading Global Change”.

“Such an honor for Indonesia to once again be entrusted with hosting the IAWP Conference for the second time, following Labuan Bajo in 2021,” kata Kapolri.

Delegasi yang hadir berasal dari berbagai kawasan dunia. Selain 164 peserta Indonesia, konferensi diikuti 48 peserta Tanzania, 36 Kanada, 19 Amerika Serikat, 18 Inggris, 16 Australia, 14 Korea Selatan, serta delegasi dari puluhan negara lainnya.

Sejumlah tokoh kepolisian internasional juga hadir, antara lain Presiden IAWP Julia Jaeger, Commissioner of the Australian Federal Police Krissy Barrett, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Ukraina Kateryna Pavlichenko.

Konferensi selama lima hari tersebut tidak hanya berbicara soal representasi dan kepemimpinan perempuan. Agenda pelatihan disusun untuk membahas persoalan konkret yang kini dihadapi kepolisian dunia.

Topik yang dibahas antara lain kepemimpinan perempuan, investigasi kompleks, identifikasi korban bencana, perdagangan orang, kontra-terorisme, kekerasan berbasis teknologi, transformasi teknologi kepolisian, hingga kejahatan transnasional terorganisasi.

Kapolri menilai kerja sama semacam itu semakin penting ketika modus kejahatan terus berkembang melintasi batas negara dan memanfaatkan kemajuan teknologi, termasuk AI.

Karena itu, IAWP 2026 diharapkan menjadi ruang bagi polisi perempuan dunia untuk bertukar pengalaman dan praktik terbaik sekaligus membangun jejaring serta kerja sama internasional yang berkelanjutan.

“Together, we empower women. Together, we strengthen policing. Together, we uphold peace. And together, we lead global change,” kata Kapolri.

Continue Reading

Terbaru

Copyright © 2026 Polres Pasuruan Kota - Presisi