Berita
Patroli Polsek Lekok Sambang Pertokoan Imbau Kamtibmas

Polresta Pasuruan – Polsek Lekok, Polres Pasuruan Kota, Polda Jawa Timur, terus mengintensifkan kegiatan patroli dialogis dan sambang ke sejumlah lokasi strategis. Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah patroli sambang ke kawasan pertokoan, pusat perbelanjaan, dan tempat usaha masyarakat guna memberikan rasa aman serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas. Senin (30/6/2025).
Anggota Polsek Lekok melaksanakan patroli sambang ke sejumlah toko dan tempat usaha di wilayah Kecamatan Lekok. Dalam kegiatan tersebut, Polsek Lekok memberikan imbauan langsung kepada para pemilik toko dan karyawan terkait pentingnya menjaga keamanan lingkungan, mengantisipasi aksi pencurian, penipuan, maupun tindak kejahatan lainnya yang menyasar tempat usaha.
Kapolsek Lekok, Iptu Mawan, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan patroli ini merupakan bagian dari strategi pemeliharaan keamanan wilayah dengan pendekatan dialogis dan humanis. Menurutnya, kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat, terutama di kawasan yang berpotensi ramai aktivitas ekonomi, sangat penting untuk memberikan rasa aman sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Kawasan pertokoan menjadi salah satu titik fokus pengamanan, karena kerap menjadi sasaran kejahatan seperti pencurian atau pemerasan. Dengan patroli rutin dan pendekatan langsung kepada masyarakat, kami ingin membangun komunikasi yang baik, sehingga masyarakat merasa aman dan tidak segan melapor jika ada hal-hal mencurigakan,” jelas Kapolsek.
Dalam kegiatan tersebut, anggota Polsek Lekok juga mengingatkan para pemilik toko untuk selalu waspada terhadap peredaran uang palsu, memasang kamera pengawas (CCTV), serta memastikan keamanan toko saat tutup, terutama di malam hari.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak segan melaporkan segala bentuk gangguan kamtibmas atau tindak kejahatan ke Polsek Lekok atau melalui layanan aduan cepat di hotline 110.
Dengan kegiatan patroli dan sambang pertokoan ini, Polsek Lekok berharap terjalin sinergi yang kuat antara Polsek Lekok dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif, khususnya di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota. Patroli akan terus ditingkatkan sebagai langkah preventif menghadapi berbagai potensi kerawanan yang mungkin timbul di tengah masyarakat.
Polres
Tanggap Kemarau Panjang, Polres Sampang Distribusikan 120 Ribu Liter Air Bersih

SAMPANG – Krisis air bersih dampak kemarau panjang di Kabupaten Sampang, Madura menjadi perhatian serius oleh jajaran Polres Sampang Polda Jatim.
Hal itu dibuktikan melalui kegiatan Bakti Sosial oleh Polres Sampang Polda Jatim, dengan menyaluurkan bantuan air bersih sebanyak 120.000 liter pada Kamis (22/10/2026) yang lalu.
Kapolres Sampang Polda Jatim, AKBP Anang Hardiyanto, S.IK mengatakan, penyaluran bantuan air bersih yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan, Desa Barorasang, Kecamatan Tambelangan saat itu adalah upaya Kepolisian membersamai masyarakat dalam kondisi sulit.
Puluhan truk tangki serta mobil pick-up yang membawa air bersih langsung bergerak menyebar ke titik-titik distribusi yang telah ditentukan oleh pengasuh pondok.
Tak ketinggalan, mobil AWC (Water Cannon) milik Polres Sampang Polda Jatim juga dikerahkan untuk langsung menyuplai air bersih ke dalam lingkungan Pondok Pesantren Lanbulan.
“Aksi sosial ini merupakan salah satu wujud nyata kepedulian dan kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan,” kata AKBP Anang.
Ia menegaskan, Polisi Bersama Masyarakat bukan hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga aktif memberikan solusi langsung saat masyarakat menghadapi kesulitan ataupun bencana.
Sementara itu, KH. Ahmad Ghozali Mf bersama para pengasuh pondok pesantren lainnya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Kapolres Sampang beserta jajaran atas bantuan air bersih yang diberikan.
Bantuan ini dinilai sangat berguna untuk memenuhi kebutuhan harian ribuan santri dan santriwati yang menimba ilmu di pondok tersebut.
“Saya atas nama pribadi dan mewakili para pengasuh pondok pesantren yang lain sangat berterimaksih dan mengapresiasi kepedulian Polres Sampang dan jajarannya kepada masyarakat termasuk di lingkungan pondok ini, ” ungkap KH. Ahmad Ghozali. (*)
Polres
Polres Magetan Siaga 24 Jam di Cemoro Sewu, Antisipasi Rembetan Karhutla Tawangmangu

MAGETAN – Polres Magetan Polda Jatim terus memperkuat kesiapsiagaan personel gabungan di Posko Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Cemoro Sewu, Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan.
Kapolres Magetan AKBP Bagas Sancoyoning Aji mengatakan, langkah tersebut untuk mengantisipasi rembetan kebakaran hutan Gunung Lawu yang masih terjadi di wilayah Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.
“Polres Magetan bersama tim gabungan lintas sektor dan relawan telah memetakan titik-titik rawan serta memastikan sarana prasarana siap memotong api Karhutla agar tidak menyeberang ke wilayah Magetan,” ujar AKBP Bagas, Minggu (25/10/2026).
Menurut AKBP Bagas kondisi di sisi barat Gunung Lawu memang sempat kritis. Kebakaran yang bermula sejak 15 Oktober 2026 di kawasan hutan lindung Gondosuli, Tawangmangu, dilaporkan terus meluas akibat tiupan angin kencang hingga melahap ratusan hektare vegetasi.
“Kesiapsiagaan di perbatasan Cemoro Sewu ini mutlak dilakukan. Angin kencang dan cuaca ekstrem sangat berpotensi mengarahkan lidah api ke timur atau masuk wilayah Kabupaten Magetan,” terang AKBP Bagas.
Hingga saat ini Polres Magetan Polda Jatim bersama tim gabungan bersiaga 24 jam untuk mengantisipasi pergerakan api di Gunung Lawu yang merupakan perbatasan dua wilayah provinsi yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut.
“Personel harus standby 24 jam dan sekat bakar harus dipastikan efektif agar potensi kebakaran bisa diredam sedini mungkin sebelum memasuki wilayah kita,” tegas AKBP Bagas.
Sebagai langkah preventif, seluruh jalur pendakian menuju puncak Lawu, termasuk gerbang pendakian Pos Cemoro Sewu Magetan, kini resmi ditutup total untuk umum demi keselamatan masyarakat.
Kapolres Magetan juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat lereng gunung untuk tidak memicu kepulan asap baru melalui aktivitas pembakaran lahan.
“Masyarakat wajib waspada dan dilarang keras membakar lahan dalam kondisi apa pun. Jika melihat kepulan asap atau indikasi titik api baru di sekitar perbatasan hutan, segera laporkan ke aparat terdekat atau hubungi Call Center 110 Polri,” pungkasnya. (*)
Berita
Wakapolda Jatim Gelar Minggu Kasih di GKJW Waru Sidoarjo, Ingatkan Bahaya Hoaks dan Bullying

SIDOARJO – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menggelar kegiatan Minggu Kasih di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Waru, Sidoarjo, Minggu (25/10/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai pukul 18.00 WIB ini merupakan implementasi Program Prioritas Kapolri, yaitu “Polisi Bersama Masyarakat”, guna mempererat sinergi antara kepolisian dan warga.
Acara dipimpin langsung oleh Wakapolda Jatim Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, S.H., S.I.K. didampingi Dirreskrimum Polda Jatim,Kombes Pol Roy Sihombing, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast, serta Kapolresta Sidoarjo, AKBP Bobby A. Condro Putra.
Dalam sambutannya, Wakapolda Jatim menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan arahan langsung dari Kapolda Jatim untuk menindaklanjuti program prioritas Kapolri.
Pada kesempatan tersebut, Wakapolda Jatim juga memperkenalkan Salam Polisi terbaru, yaitu “Polisi Bersama Masyarakat”. Secara khusus, Wakapolda Jatim memberikan atensi besar terhadap bahaya penyebaran berita bohong (hoaks) dan tindakan bullying (perundungan).
Ia mengingatkan jemaat untuk tidak menganggap remeh hoaks karena dampaknya dapat menggiring opini negatif, memicu emosi, hingga mengganggu situasi kamtibmas.
“Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Biasakan membaca informasi secara utuh,” tegas Kombes Pol Feri Handoko.
Ia menambahkan, Presiden sangat menaruh perhatian pada isu hoaks ini karena perang dan fitnah bisa terjadi akibat hoaks. Saat ini, Polri terus bergerak mengantisipasi ajakan maupun pemberitaan hoaks di media sosial.
Terkait perundungan, Wakapolda Jatim menegaskan bahwa bullying merupakan tindakan destruktif yang dapat merusak mental serta masa depan generasi muda.
Ia pun mengajak jemaat untuk merefleksikan nilai-nilai keagamaan, seperti yang tertuang dalam kitab Amsal 14:15 dan Efesus 4:29, agar selalu mengikuti tuntunan Tuhan demi menjadi umat yang bermanfaat bagi sesama.
Di akhir sambutannya, Wakapolda Jatim turut menyosialisasikan program dan slogan dari Kapolda Jatim, yaitu Jogo Omah, Jogo Lingkungan, Jogo Jawa Timur.
Para orang tua juga diimbau untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka, terutama dalam menggunakan media sosial.
“Mari bersama-sama menjaga dari lingkup terkecil kita, mulai dari rumah dan lingkungan sekitar, sehingga kerukunan di Jawa Timur dapat tetap terjaga dengan baik,”pungkas Wakapolda Jatim. (*)
-
Berita1 minggu ago
Patroli Akhir Pekan Polsek Keboncandi, Tingkatkan Kamtibmas Aman dan Kondusif
-
Berita1 minggu ago
Bhabinkamtibmas Kawisrejo Dampingi Petani Jagung, Dukung Ketahanan Pangan
-
Berita1 minggu agoKapolres Pasuruan Kota Hadiri Anniversary Paguyuban Ojol, Perkuat Sinergitas dan Kebersamaan
-
Berita1 minggu agoPolres Pasuruan Kota Gelar Bimtek, Tingkatkan Kompetensi Pelayanan Publik Ramah Bagi Kelompok Rentan
-
Polres7 hari agoPolisi Bersama Masyarakat: Kapolres Madiun Kota Ngopi Bareng Warga,Serap Aspirasi Perkuat Kamtibmas
-
Berita1 minggu agoPolri: Imbau Masyarakat Waspadai Risiko Judi Online, Tingkatkan Kesadaran Diri Jaga Keluarga
-
Polres1 minggu agoPerkuat Semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polresta Malang Kota Gelar Minggu Kasih
-
Polsek1 minggu ago
Antisipasi Kerawanan di Tengah Kelangkaan Solar, Polsek Pohjentrek Intensifkan Patroli SPBU
