Berita
Jaga Kondusifitas Wilayah, Polres Pasuruan Kota Kerahkan Ratusan Personel Amankan Suro Agung 2026
Polresta Pasuruan – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif, Polres Pasuruan Kota mengerahkan ratusan personel untuk melaksanakan pengamanan rangkaian kegiatan Suro Agung 2026 yang berlangsung di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota, Kamis (18/6/2026).
Pengamanan tersebut merupakan langkah preventif yang dilakukan Polres Pasuruan Kota guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Selain melibatkan personel Polri, pengamanan juga didukung oleh unsur TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya.
Sebelum pelaksanaan tugas, seluruh personel mengikuti apel kesiapan yang bertujuan untuk menyamakan persepsi dan pola tindak di lapangan. Dalam apel tersebut, petugas diberikan arahan terkait pengamanan jalur, lokasi kegiatan, pengaturan lalu lintas, serta langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu jalannya kegiatan.
Pengamanan difokuskan pada titik-titik strategis, mulai dari lokasi kegiatan, jalur kedatangan dan kepulangan peserta, hingga pusat-pusat keramaian yang berpotensi menimbulkan kepadatan. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Selain pengamanan terbuka, personel juga melaksanakan patroli dan pemantauan secara intensif di sejumlah wilayah guna memastikan situasi tetap terkendali. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Polres Pasuruan Kota dalam menjaga stabilitas kamtibmas selama berlangsungnya kegiatan Suro Agung 2026.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly menegaskan bahwa pengamanan Suro Agung merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
“Kami berkomitmen memberikan pengamanan terbaik dalam pelaksanaan Suro Agung 2026. Seluruh personel telah kami siagakan dan kami instruksikan untuk melaksanakan tugas secara profesional, humanis, serta mengedepankan tindakan preventif guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” tegas AKBP Titus Yudho Uly.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Pasuruan Kota Kompol Miftaful M.B.K., S.H., M.H. menjelaskan bahwa pola pengamanan telah disusun secara matang dengan melibatkan seluruh fungsi operasional serta didukung oleh stakeholder terkait.
“Pengamanan ini tidak hanya berfokus pada lokasi kegiatan, tetapi juga mencakup pengamanan jalur, pengaturan lalu lintas, patroli, serta monitoring situasi secara berkelanjutan. Kami berharap seluruh peserta dapat mematuhi aturan yang berlaku dan bersama-sama menjaga ketertiban demi kelancaran kegiatan,” ujar Kompol Miftaful.
Dengan kesiapan ratusan personel, dukungan lintas instansi, serta partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, Polres Pasuruan Kota optimistis pelaksanaan Suro Agung 2026 dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan kondusif, sehingga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota tetap terjaga dengan baik.
Polres
Polres Blitar Lindungi Pelajar dari Bahaya Judol dan Kejahatan Siber melalui Program Polidik

BLITAR – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Blitar Polda Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan sekaligus menjaga moral generasi muda.
Melalui program unggulan Polisi Peduli Pendidikan (Polidik), Polres Blitar Polda Jatim secara masif menggelar sosialisasi guna membentengi para pelajar dari ancaman kejahatan di era digital.
Kali ini, implementasi program Polidik dilaksanakan oleh satuan fungsi Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Blitar dengan menyambangi para pelajar di SMK PGRI Wlingi, Kabupaten Blitar, pada Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan ini difokuskan pada pemberian edukasi mengenai bahaya judi online (Judol), modus penipuan digital, hingga pentingnya etika dalam bermedia sosial.
Disela-sela kegiatan, Kasi Humas Polres Blitar Aiptu Muheni turun langsung memberikan pemahaman mendalam secara interaktif.
Para pelajar diajak untuk tidak mudah tergiur oleh tawaran keuntungan instan yang kerap menjadi kedok perjudian dan penipuan online.
Mereka juga diimbau untuk lebih bijak serta bertanggung jawab saat beraktivitas di ruang digital agar tidak menjadi korban maupun pelaku kejahatan siber.
Secara terpisah, Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution, S.I.K., M.H menegaskan bahwa program Polidik ini merupakan langkah preventif strategis Polri untuk menyelamatkan masa depan bangsa dari dampak buruk teknologi.
“Kami dari jajaran Polres Blitar terus berkomitmen dan berupaya keras memerangi praktik judi online serta mencegah berbagai tindak kejahatan siber. Salah satu jalur terbaiknya adalah melalui edukasi dini dan pendekatan langsung ke lingkungan sekolah seperti ini,” ujar AKBP Ardhy.
Melalui keberlanjutan program Polisi Peduli Pendidikan ini, Polres Blitar Polda Jatim berharap para pelajar dapat tumbuh menjadi generasi muda yang cerdas, memiliki literasi digital yang baik, serta mampu menyaring informasi secara bijak.
“Keterlibatan aktif sekolah dan pelajar ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman serta kondusif di wilayah hukum Polres Blitar,” pungkas AKBP Ardhy. (*)
Berita
Gandeng Tokoh Agama, Polres Kediri Perkuat Pesan Damai Melalui Pengukuhan Dai Kamtibmas

KEDIRI – Polres Kediri Polda Jatim resmi mengukuhkan Dai Polri dan Dai Kamtibmas di Pondok Pesantren Nurul Azizah, Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jumat (6/11/2026).
Langkah ini diambil guna menggelorakan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” serta mendukung program “Jogo Omah” (Menjaga Rumah) yang diinisiasi oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono.
Sinergi strategis dengan tokoh agama ini bertujuan untuk meredam maraknya hoaks, provokasi, dan ujaran kebencian yang berpotensi merusak keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kapolres Kediri, AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa kehadiran para dai merupakan mitra penting dalam menyebarkan pesan persaudaraan, toleransi, dan kepatuhan hukum ke seluruh lapisan masyarakat.
“Esensi utama dari pengukuhan ini sejalan dengan program Bapak Kapolda Jatim yaitu Jogo Omah, yaitu menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketenteraman lingkungan secara bersama-sama,” ujar AKBP Latif usai acara pengukuhan.
Dalam arahannya, Kapolres Kediri meminta para Da’i mengedepankan dakwah yang santun, moderat, dan menyejukkan.
Pesan tersebut mencakup penguatan tiga pilar persaudaraan, yakni ukhuwah Islamiyah (sesama umat), ukhuwah wathaniyah (sebangsa dan setanah air), serta ukhuwah insaniyah (sesama manusia).
“Harapan kami, para Da’i dapat menjadi pelopor persatuan dan toleransi serta membawa kesejukan melalui dakwah yang santun dan bijaksana, serta jangan sampai menimbulkan perpecahan,” kata AKBP Latif.
Semangat kebersamaan antara Polisi dan masyarakat ini juga diarahkan ke ranah digital. Para Dai didorong memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan konten keagamaan yang edukatif dan inspiratif.
Gerakan ini diperkuat dengan komunikasi berkala di lapangan bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, serta unsur masyarakat lainnya demi memastikan rasa aman terjaga hingga ke lingkungan terkecil.
“Pengukuhan ini menjadi awal dari amanah dan tanggung jawab untuk menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegas AKBP Latif.
Sebagai keberlanjutan program, Kapolres Kediri menginstruksikan Bhabinkamtibmas untuk intens melakukan koordinasi dengan para dai serta melibatkan mereka dalam penyuluhan kamtibmas maupun kegiatan keagamaan lokal.
Melalui sinergi erat dengan mengusung spirit Jogo Omah dan kedekatan Polisi Bersama Masyarakat, Polres Kediri Polda Jatim optimis stabilitas keamanan dan kerukunan warga di wilayah Jawa Timur, khususnya Kabupaten Kediri, dapat terus terawat dengan baik. (*)
Berita
Polri dan KPAI Perkuat Kerja Sama Lindungi Anak dari TPPO dan Kekerasan

JAKARTA – Polri dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memperkuat kerja sama dalam mencegah dan menangani kejahatan terhadap anak, mulai dari tindak pidana perdagangan orang (TPPO), kekerasan seksual, hingga penyalahgunaan narkotika.
Penguatan kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dengan Ketua KPAI beserta jajaran di Mabes Polri, Jakarta. Kedua pihak menekankan pentingnya penegakan hukum yang mengedepankan perlindungan anak, baik sebagai korban maupun dalam upaya pencegahan kejahatan.
Kapolri mengatakan, perlindungan anak menjadi perhatian bersama yang harus dilakukan melalui langkah pencegahan, edukasi, hingga penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan.
“Penanganan khususnya terkait TPPO dan lebih khusus lagi terhadap anak ini menjadi perhatian kita bersama. Kita berupaya bagaimana menjaga dan melindungi anak-anak agar tidak menjadi korban,” ujar Suyudi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (06/11/2026).
Ia menjelaskan, Polri bersama KPAI selama ini melakukan pemetaan terhadap pelaku kejahatan, baik melalui pemantauan di wilayah maupun patroli siber. Upaya tersebut juga diarahkan untuk mengidentifikasi kejahatan terhadap anak di ruang digital, termasuk eksploitasi seksual dan kekerasan.
Menurut Suyudi, penyalahgunaan narkotika juga menjadi ancaman yang perlu diantisipasi karena anak-anak berpotensi menjadi korban penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.
“Kita tidak ingin anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa ini menjadi korban atau menjadi objek dari orang-orang atau pelaku kejahatan yang memang menargetkan anak,” tegasnya.
Untuk memperkuat koordinasi, Kapolri menyebut Polri bersama KPAI dan kementerian serta dinas terkait juga membahas kemungkinan pengembangan aplikasi yang dapat menyelaraskan kerja sama antarlembaga. Sistem tersebut diharapkan dapat mendukung penanganan kasus perlindungan anak secara lebih efektif.
Sementara itu, Wakil Ketua KPAI Dr. Jasra Putra, menyampaikan bahwa kondisi perlindungan anak di Indonesia membutuhkan dukungan penegakan hukum yang memiliki perspektif perlindungan anak. Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian meliputi anak korban narkotika, TPPO, kekerasan seksual, serta kekerasan fisik dan psikis.
“Kami mengapresiasi Pak Kapolri yang menyambut masukan-masukan kami mengenai bagaimana mengarusutamakan perlindungan anak dalam penegakan hukum. Beliau juga menyampaikan komitmen terhadap upaya pemberatan hukum bagi para pelaku kejahatan terhadap anak, termasuk pelaku pedofilia,” ujar Jasra.
KPAI berharap perlindungan anak menjadi salah satu perhatian dalam kebijakan dan pelaksanaan tugas Polri, sehingga upaya pencegahan maupun penanganan kejahatan terhadap anak dapat berjalan lebih optimal.
-
Berita1 minggu agoCegah Aksi Balap Liar, Pleton Siaga 5 Satlantas Polres Pasuruan Kota Gelar Patroli di Jalan Panglima Sudirman
-
Polres6 hari agoSatlantas Polres Pasuruan Kota Hadir Lebih Dekat, Gelar Pelayanan SIM Bersama Masyarakat dalam Ops Patuh Semeru 2026
-
Berita5 hari agoOps Patuh Semeru 2026, Satlantas Polres Pasuruan Kota Catat Ribuan Pelanggaran, Edukasi dan Teguran Terus Digencarkan
-
Berita7 hari agoPolri Dalami Keluhan Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, Kadiv Humas Tegaskan Komitmen Evaluasi
-
Berita6 hari agoGiant Sea Wall Pantura Disiapkan, BRAN Kawal Kepastian Tanah dan Perlindungan Nelayan
-
Polres1 minggu ago
Sinergi Bhabinkamtibmas Desa Sungiwetan Bersama Petani, Dukung Ketahanan Pangan
-
Polda6 hari agoWakapolda Jatim Turun Langsung Pantau Pelayanan Lalu Lintas, Pastikan Aktivitas Masyarakat Aman dan Lancar
-
Berita5 hari agoETLE dan INCAR Catat 3.904 Pelanggaran Lalu Lintas di Pasuruan Kota, Terobos Lampu Merah Jadi Pelanggaran Tertinggi
