Connect with us

Berita

Kemala Run 2026 Usung Campaign Charity for Indonesia, Donasi untuk Korban Banjir di Sejumlah Daerah

Published

on

Bali – Kemala Run 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga lari, tetapi juga membawa misi sosial melalui campaign Charity for Indonesia. Kegiatan yang akan digelar di Bali United Training Center, Bali (19/04). Itu mengajak komunitas lari dan pecinta olahraga untuk berpartisipasi sekaligus membantu masyarakat terdampak bencana banjir di sejumlah wilayah Indonesia.

Ketua Panitia Kemala Run 2026 Deny Agus Suryo mengatakan, tema Charity for Indonesia diusung sesuai arahan Ketua Umum Bhayangkari Juliana Listyo Sigit Prabowo agar kegiatan olahraga dapat memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Untuk Kemala Run 2026 tahun ini, kami mengusung tema Charity for Indonesia, sesuai dengan arahan Ibu Ketua kami, Ibu Juliana Listyo Sigit Prabowo. Beliau berkenan mengajak seluruh komunitas lari dan pecinta olahraga lari untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujar Deny Agus Suryo, Sabtu (18/4/2026).

Ia menjelaskan, hasil dari kegiatan tersebut nantinya akan disalurkan kepada daerah-daerah yang terdampak banjir, seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Jawa Barat.

“Di mana hasilnya akan disumbangkan kepada daerah yang terdampak banjir seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Jawa Barat,” katanya.

Selain donasi dari penyelenggaraan event, panitia juga menyiapkan berbagai kegiatan sosial lainnya, salah satunya pelelangan karya seni.

“Terkait bentuk charity sendiri ada bermacam-macam. Untuk kegiatan kali ini, kami juga mengadakan pelelangan. Sebelumnya telah dilakukan pelelangan lukisan karya anak-anak SLB dari Yayasan Kemala Bhayangkari. Hasil dari pelelangan tersebut kemudian disalurkan kepada daerah yang terdampak banjir,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Race Management Kemala Run 2026 Brigjen. Pol Sambodo Purnomo Yogo memastikan seluruh persiapan teknis pelaksanaan kegiatan hampir rampung.

“Hingga saat ini, persiapan kami sudah mencapai 99 persen dan tinggal menunggu pelaksanaan kegiatan. Secara keseluruhan sudah maksimal,” ujar Sambodo.

Untuk mendukung kelancaran acara, panitia melibatkan sekitar 1.300 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, serta pecalang di wilayah yang dilalui rute lomba.

“Untuk pengamanan, Kemala Run 2026 melibatkan kurang lebih 1.300 personel gabungan, terdiri dari Polri, TNI, Pemerintah Daerah, serta pecalang di banjar dan desa yang dilalui rute,” katanya.

Panitia juga menyiapkan berbagai fasilitas bagi peserta, mulai dari area pendinginan, sport massage, hingga makanan dan minuman usai lomba.

“Kepada para peserta atau runners, kami akan memberikan pelayanan terbaik, baik sebelum maupun setelah finish. Setelah finish, peserta dapat menikmati fasilitas cooling down, sport massage, serta makanan dan minuman yang telah disediakan,” ungkap Sambodo.

Adapun jadwal start dibagi dalam tiga kategori, yakni pukul 05.00 WITA untuk half marathon, pukul 05.30 WITA kategori 10K, dan pukul 06.00 WITA kategori 5K.

Melalui kegiatan ini, Kemala Run 2026 diharapkan tidak hanya menjadi pesta olahraga lari, tetapi juga gerakan kepedulian bersama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Polres

Cegah Karhutla, Polres Kediri Siagakan Ratusan Personel Gabungan di Lereng Kelud

Published

on

KEDIRI — Guna mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat cuaca ekstrem di musim kemarau, Kepolisian Resor (Polres) Kediri Polda Jatim menggelar apel kesiapsiagaan tanggap bencana di kawasan lereng Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Ratusan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Perhutani, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta kelompok relawan dikerahkan untuk memperketat pengawasan di titik-titik rawan.

Kapolres Kediri AKBP Dr. Muhammad Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si., menyatakan bahwa langkah preventif ini mutlak dilakukan meskipun status vulkanik Gunung Kelud saat ini berada pada Level 1 (Normal).

Menurut AKBP Latif, kondisi vegetasi yang mengering di lereng gunung dinilai sangat rentan memicu kebakaran jika terkena percikan api sekecil apa pun.

“Kami mengingatkan dan mengimbau seluruh masyarakat serta pengunjung agar tidak melakukan pembakaran lahan secara liar, karena dampaknya bisa fatal bagi kelestarian lingkungan dan keselamatan warga,” ujar AKBP Wahyudin Latif saat memimpin apel.

Sebagai langkah nyata, jajaran Polres Kediri Polda Jatim bersama instansi terkait langsung melaksanakan patroli bermotor menyusuri kawasan hutan terpencil.

Petugas memasang spanduk imbauan dan memberikan edukasi langsung kepada masyarakat setempat. Selain itu, koordinasi intensif juga dilakukan dengan mendatangi Pos Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Kelud.

Sementara itu, kesiapsiagaan di garis depan juga ditunjukkan oleh 20 relawan Desa Tanggap Bencana (Destana) Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar.

Ketua Destana Sugihwaras, Anang Wianto, mengungkapkan bahwa kendala utama dalam penanganan karhutla di kawasan ini adalah sulitnya akses sumber air di medan berbukit.

Sinergi yang kuat antara Polres Kediri bersama instansi terkait dan relawan tapak diharapkan mampu melokalisir potensi bencana sejak dini. (*)

Continue Reading

Berita

Parade 450 Polwan dari 43 Negara Meriahkan IAWP 2026 di Bali

Published

on

BALI – Sebanyak 450 Polisi Wanita (Polwan) dari 43 negara mengikuti parade dalam rangkaian International Association of Women Police (IAWP) Training Conference 2026 di Lapangan Puputan Renon, Denpasar, Bali, Minggu (20/9/2026).

Parade tersebut menampilkan barisan Polwan dari berbagai negara dengan seragam kepolisian masing-masing serta atraksi dan tradisi khas negara peserta. Kegiatan ini disaksikan antusias oleh masyarakat yang memadati kawasan Jl. Raya Puputan Renon hingga Monumen Bajra Sandhi.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pelaksanaan IAWP 2026 tidak hanya menjadi ajang pertemuan Polwan dari berbagai negara, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, berbagi pengalaman, dan membangun kerja sama kepolisian internasional.

“IAWP ini tidak hanya menjadi parade, tetapi juga momentum bagi Polwan dari berbagai negara untuk memperkuat komunikasi, berbagi pengalaman, dan membangun kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan kepolisian yang semakin kompleks,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah isu kepolisian menjadi pembahasan dalam rangkaian konferensi selama lima hari, di antaranya kepemimpinan perempuan, investigasi kompleks, identifikasi korban bencana, perdagangan orang, kontra-terorisme, kekerasan berbasis teknologi, transformasi teknologi kepolisian, hingga kejahatan transnasional terorganisasi.

Menurut Trunoyudo, kehadiran ratusan Polwan dari berbagai negara di Bali juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata sekaligus menunjukkan kesiapan Bali sebagai destinasi penyelenggaraan kegiatan berskala internasional.

“Kita berharap pertemuan ini dapat menghasilkan pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik yang bisa diterapkan di masing-masing negara. Kehadiran ratusan Polwan dari berbagai negara di Bali juga menunjukkan bahwa kerja sama kepolisian tidak mengenal batas negara, terutama dalam menghadapi kejahatan yang terus berkembang,” katanya.

Kelancaran parade dan rangkaian IAWP 2026 tidak terlepas dari pengamanan personel Polda Bali dan jajaran, dukungan masyarakat, serta koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait.

Pelaksanaan IAWP 2026 di Bali menjadi penyelenggaraan kedua konferensi tersebut di Indonesia. Rangkaian kegiatan kali ini dipusatkan di Nusa Dua, Bali.

Continue Reading

Berita

450 Polisi Wanita dari 43 Negara Berkumpul di Bali, Indonesia Jadi Tuan Rumah IAWP 2026

Published

on

Badung – Indonesia kembali menjadi tuan rumah konferensi polisi perempuan dunia. Sebanyak 450 peserta dari 43 negara berkumpul di Bali dalam The 63rd International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference 2026 pada 20-24 September. Forum internasional ini membahas berbagai tantangan kepolisian modern, mulai dari kepemimpinan perempuan, perdagangan orang dan kekerasan berbasis teknologi hingga kontra-terorisme serta kejahatan transnasional.

Pembukaan konferensi digelar di The Westin Resort Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu (20/9/2026). Kapolri hadir dan memberikan sambutan sebelum seremoni pemukulan gong sebagai tanda resmi dibukanya konferensi.

Bagi Indonesia, penyelenggaraan tahun ini menjadi kali kedua mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah konferensi IAWP. Sebelumnya, Indonesia menjadi tuan rumah konferensi ke-58 di Labuan Bajo pada 2021 dengan tema “Women at the Centerstage of Policing”.

Tahun ini, IAWP mengusung tema “Women Leading Global Change”.

“Such an honor for Indonesia to once again be entrusted with hosting the IAWP Conference for the second time, following Labuan Bajo in 2021,” kata Kapolri.

Delegasi yang hadir berasal dari berbagai kawasan dunia. Selain 164 peserta Indonesia, konferensi diikuti 48 peserta Tanzania, 36 Kanada, 19 Amerika Serikat, 18 Inggris, 16 Australia, 14 Korea Selatan, serta delegasi dari puluhan negara lainnya.

Sejumlah tokoh kepolisian internasional juga hadir, antara lain Presiden IAWP Julia Jaeger, Commissioner of the Australian Federal Police Krissy Barrett, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Ukraina Kateryna Pavlichenko.

Konferensi selama lima hari tersebut tidak hanya berbicara soal representasi dan kepemimpinan perempuan. Agenda pelatihan disusun untuk membahas persoalan konkret yang kini dihadapi kepolisian dunia.

Topik yang dibahas antara lain kepemimpinan perempuan, investigasi kompleks, identifikasi korban bencana, perdagangan orang, kontra-terorisme, kekerasan berbasis teknologi, transformasi teknologi kepolisian, hingga kejahatan transnasional terorganisasi.

Kapolri menilai kerja sama semacam itu semakin penting ketika modus kejahatan terus berkembang melintasi batas negara dan memanfaatkan kemajuan teknologi, termasuk AI.

Karena itu, IAWP 2026 diharapkan menjadi ruang bagi polisi perempuan dunia untuk bertukar pengalaman dan praktik terbaik sekaligus membangun jejaring serta kerja sama internasional yang berkelanjutan.

“Together, we empower women. Together, we strengthen policing. Together, we uphold peace. And together, we lead global change,” kata Kapolri.

Continue Reading

Terbaru

Copyright © 2026 Polres Pasuruan Kota - Presisi