Connect with us

Polres

Polres Sumenep Amankan Buronan Kasus Pencurian Dua Ekor Sapi

Published

on

SUMENEP – Satreskrim Polres Sumenep Polda Jatim kembali menunjukkan komitmennya dalam menindak tegas pelaku kejahatan.

Kali ini, Satreskrim Polres Sumenep Polda Jatim berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian hewan berupa sapi di wilayah Kecamatan Ganding.

Kasus ini bermula dari laporan seorang warga Dusun Mandala Barat, Desa Gadu Barat, yang kehilangan Dua ekor sapi miliknya pada 8 Maret 2023 tahun lalu.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Unit Resmob Polres Sumenep Polda Jatim sebelumnya telah menangkap seorang tersangka inisisial SUP.

Dari keterangan SUP, terungkap bahwa aksi pencurian tersebut dilakukan bersama seorang pelaku lain bernama RUK warga Desa Daramista, Kecamatan Lenteng.

Namun setelah kejadian, tersangka RUK melarikan diri dan keberadaannya tidak diketahui.

Polisi terus melakukan serangkaian penyelidikan mendalam hingga akhirnya Unit Resmob Polres Sumenep Polda Jatim mendapatkan informasi mengenai persembunyian tersangka.

Pada Sabtu, 29 November 2025 sekira pukul 19.00 WIB, petugas berhasil melakukan penangkapan terhadap RUK di wilayah Kabupaten Kediri.

Dalam proses pemeriksaan, tersangka mengakui keterlibatannya dan menjelaskan bahwa aksi pencurian dilakukan dengan cara masuk ke kandang, memotong tali pengikat dua ekor sapi, dan membawa hewan tersebut keluar dari kandang.

Dari ungkap kasus ini, petugas turut mengamankan barang bukti berupa Dua ekor sapi hasil kejahatan.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke-1, 3, 4, 5 dan ayat (2) junto Pasal 55 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Kapolres Sumenep AKBP Rivanda, S.I.K melalui Kasi Humas, AKP Widiarti menegaskan, Polres Sumenep Polda Jatim terus berkomitmen penuh dalam memberantas kejahatan yang meresahkan masyarakat, termasuk pencurian hewan yang seringkali menjadi keresahan di wilayah pedesaan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus bekerja sama dengan kepolisian dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan,” ujarnya, Selasa (2/12).

Dengan keberhasilan ini, Polres Sumenep menegaskan bahwa setiap bentuk tindak kriminal akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku demi menjaga rasa aman dan nyaman masyarakat. (*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Polres

Hangat dan Berkesan, Pelepasan Kapolres Pasuruan Kota Diiringi Ratusan Mitra Gojek se-Pasuruan Raya

Published

on

Polresta Pasuruan – Tradisi farewell Kapolres Pasuruan Kota berlangsung hangat dan penuh makna. Kegiatan yang digelar di Lapangan Wicaksana Lagawa Polres Pasuruan Kota pada hari Kamis (15/01/2026) tersebut menjadi penanda berakhirnya masa tugas AKBP Davis Busin Siswara, S.I.K., M.I.Kom sekaligus penyambutan Kapolres Pasuruan Kota yang baru, AKBP Titus Yudho Uly, S.I.K., M.Si.

Kegiatan tradisi ini diikuti oleh jajaran pejabat utama, personel Polres Pasuruan Kota, Bhayangkari, serta perwakilan berbagai elemen masyarakat dan komunitas. Suasana khidmat berpadu dengan nuansa kekeluargaan, mencerminkan soliditas internal institusi serta sinergi yang kuat antara Polri dan masyarakat.

Selama menjabat, AKBP Davis Busin Siswara dikenal sebagai sosok pemimpin yang humanis, komunikatif, dan dekat dengan berbagai lapisan masyarakat. Pendekatan persuasif yang diterapkannya dinilai berhasil membangun kepercayaan publik serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.

Tak sedikit komunitas yang menaruh kesan mendalam atas kepemimpinan tersebut. Bahkan, AKBP Davis Busin Siswara dinobatkan sebagai Bapak Komunitas karena konsistensinya merangkul komunitas sebagai mitra strategis kamtibmas. Kedekatan itu terasa kuat, khususnya di kalangan komunitas transportasi daring dan mitra Gojek se-Pasuruan Raya.

Sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih, ratusan mitra Gojek turut mengiringi pelepasan Kapolres dengan tertib dan penuh keakraban. Arak-arakan tersebut menjadi pemandangan unik sekaligus simbol kuatnya ikatan emosional antara Polri dan masyarakat, yang terbangun atas dasar saling percaya dan kebersamaan.

 

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Davis Busin Siswara menyampaikan pesan perpisahan kepada seluruh masyarakat Pasuruan.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Pasuruan atas dukungan dan kepercayaan selama saya bertugas. Keamanan dan ketertiban yang kita rasakan adalah hasil dari kebersamaan kita semua,” tuturnya.

Tak lupa AKBP Davis juga menyampaikan pesan khusus kepada komunitas mitra gojek atas sinergi dan kebersamaan selama beliau menjabat sebagai Kapolres Pasuruan Kota.

“Terima kasih atas kebersamaan dan sinergi yang luar biasa. Kalian bukan hanya mitra, tetapi sudah menjadi keluarga. Teruslah menjadi pelopor keselamatan dan mitra Kamtibmas di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota,” ungkapnya.

Apresiasi dan rasa haru juga disampaikan oleh Ketua Komunitas Gojek Kota Pasuruan, Yunus (55) merasa sangat kehilangan sosok pemimpin yang benar-benar dekat dengan kami.

“Beliau bukan hanya Kapolres, tetapi sudah kami anggap sebagai bapak dan sahabat komunitas. Kepeduliannya kepada mitra Gojek sangat tulus dan nyata. Semoga beliau sukses dan amanah di tempat tugas yang baru. Nilai kebersamaan yang ditanamkan akan selalu kami kenang.” ujar Yunus.

Sebagai bagian dari rotasi dan penyegaran organisasi, AKBP Davis Busin Siswara kini dipercaya mengemban amanah tugas baru sebagai Wakil Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota di bawah jajaran Polda Metro Jaya.

Sementara itu, tongkat estafet kepemimpinan Polres Pasuruan Kota resmi dilanjutkan oleh AKBP Titus Yudho Uly, dengan harapan nilai-nilai humanis, kebersamaan, dan semangat Presisi terus berlanjut demi Polres Pasuruan Kota yang semakin profesional dan dipercaya masyarakat.

Continue Reading

Polres

Polres Pacitan Gandeng Ipda Purnomo Rehabiltasi Lima ODGJ

Published

on

PACITAN – Polres Pacitan Polda Jatim menggandeng Ipda Purnomo, anggota Polres Lamongan yang dikenal aktif menangani ODGJ, untuk memberikan perawatan lanjutan kepada warga yang selama ini belum tertangani secara optimal.

Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar menyampaikan, pada tahap awal pihaknya membawa Lima ODGJ untuk mendapatkan perawatan intensif di Lamongan.

Langkah ini merupakan bentuk kolaborasi antara kepolisian dan pemerintah daerah, dengan melibatkan Dinas Sosial serta tenaga kesehatan.

“Hari ini kami bawa lima orang menderita gangguan kejiwaan bersama pemerintah daerah yang diwakili Dinsos, dibantu Ipda Purnomo, anggota Polres Lamongan,” ujar AKBP Ayub, Rabu (14/1/2026).

Ia menegaskan, kehadiran aparat negara dalam penanganan ODGJ merupakan wujud tanggung jawab sosial sekaligus kemanusiaan.

Menurutnya, selama ini sebagian pasien sudah pernah mendapatkan pengobatan, bahkan dirujuk ke rumah sakit jiwa. Namun, kondisi mereka kembali kambuh setelah pulang ke rumah.

“Semoga dengan hadirnya Pak Purnomo, pasien kita yang dipondokkan di Lamongan bisa kembali normal saat ke Pacitan nanti,” lanjutnya.

Kapolres Pacitan juga memastikan program ini tidak berhenti pada satu tahap saja.

“Ini menunjukkan bahwa negara hadir dan insyaallah nanti masih ada kloter selanjutnya,” kata AKBP Ayub.

Sementara itu, Ipda Purnomo menjelaskan bahwa faktor penyebab gangguan jiwa yang dialami para pasien sangat beragam.

Mulai dari tekanan ekonomi hingga latar belakang kehidupan yang berat, sehingga penanganannya tidak bisa dilakukan secara parsial.

“Kalau faktor, kita lihat tadi ada yang belajar ilmu pencak silat, kebanyakan faktor ekonomi. Jadi kami tidak bisa menyalahkan pihak manapun, karena ODGJ ini butuh pengobatan berkelanjutan,” ungkap Ipda Purnomo.

Menurut Ipda Purnomo, peran keluarga menjadi kunci utama dalam proses pemulihan pasien.

Setelah dinyatakan sehat, pasien akan dipulangkan dan tetap membutuhkan pendampingan lanjutan di lingkungan keluarga.

“Insyaallah mudah-mudahan yang empat ODGJ sebulan sehat. Untuk yang dipasung dan dirantai paling dua bulan sudah sehat. Kalau sembuh kami pastikan 100 persen, namun pengobatan harus dilanjutkan. Bisa distabilkan, tapi peran keluarga sangat penting,” tegasnya.

Ipda Purnomo juga menjelaskan metode penanganan yang diterapkan di tempat rehabilitasi yang berada di bawah naungan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Lamongan.

Seluruh pasien mendapatkan perawatan medis dengan melibatkan dokter jiwa dan tenaga spesialis, tanpa praktik pemasungan.

“Di tempat kami tidak ada yang dikerangkeng, kami lepas semuanya. Dan yang paling penting, mereka dimanusiakan. Insyaallah kena air wudhu, segera pulih,” pungkasnya. (*)

Continue Reading

Polres

Gratis, Polres Kediri Kota Temukan dan Kembalikan Motor Hilang kepada Pemiliknya

Published

on

Kediri Kota – Satreskrim Polres Kediri Kota Polda Jatim mengembalikan sepeda motor hasil tindak pidana pencurian kepada pemiliknya.

Barang bukti sepeda motor itu merupakan kasus curanmor yang berhasil diungkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Kediri Kota Polda Jatim bersama Polsek jajarannya.

Motor itu dikembalikan secara simbolis kepada pemiliknya yang menjadi korban pencurian di Mako Polres Kediri Kota pada Rabu (14/1/2026).

Sebanyak empat korban pencurian kendaraan bermotor di wilayah Barat sungai Kabupaten Kediri akhirnya bisa tersenyum lega setelah polres setempat berhasil mengembalikan motor mereka secara gratis.

“Kita langsung serahkan unit sepeda motor kepada masing-masing pemiliknya yang sebelumnya dilaporkan hilang dicuri,” ujar Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Cipto Dwi Leksana.

Ia mengatakan, para tersangka kini sudah diproses hukum dan diamankan di Polres Kediri Kota.

“Petugas juga berhasil mengamankan barang bukti sepeda motor yang sebelumnya dicuri oleh tersangka yang sekarang kami serahkan ke pemilik sah nya,” jelas AKP Cipto.

Ia juga memastikan bahwa tidak ada biaya apapun alias gratis mulai dari laporan pencurian hingga pengembalian sepeda motor.

“Alhamdulillah sepeda motornya bisa digunakan kembali untuk beraktivitas sehari-hari,” ucapnya.

AKP Cipto mengimbau kepada masyarakat masyarakat agar senantiasa hati-hati, waspada, dan tidak teledor ketika memarkirkan kendaraannya.

“Kami harap ke depannya makin banyak CCTV yang terpasang di bling spot area yang berada di wilayah hukum polres Kediri Kota sehingga bisa mencegah tindak pidana kejahatan,” tuturnya.

Sementara itu Sri salah satu korban pencurian asal Desa/Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri mengaku, senang sepeda motornya bisa kembali.

Ia juga berterima kasih kepada Polres Kediri Kota yang sudah berhasil mengungkap kasus curanmor sekaligus motornya bisa kembali dalam keadaan utuh.

“Terima kasih pak polisi akhirnya motor saya bisa kembali,” ungkapnya. (*)

Continue Reading

Terbaru

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.