Berita
Kapolres Pasuruan Kota Ungkap Motif Pelaku Penculikan Santri Pondok Metal Rejoso

Polresta Pasuruan – Kapolres Pasuruan Kota AKBP Davis Busin Siswara S.I.K., M.I.Kom., memimpin langsung konferensi pers pengungkapan kasus penculikan terhadap seorang santri Pondok Pesantren Metal Rejoso. Kegiatan konferensi pers tersebut digelar di Gedung Wichaksana Laghawa Polres Pasuruan Kota dihadiri pula oleh pimpinan pondok, Kyai H. Nurcholis. Senin(28/4/2025)
Kapolres menjelaskan kronologi singkat penculikan yang terjadi pada Senin malam, 21 April 2025, sekitar pukul 19.30 WIB. Korban, seorang santri berinisial MS, diculik oleh sekelompok pria menggunakan mobil Avanza berwarna hitam di halaman Toko Hamdala, Jalan Raya Pantura, Desa Rejoso Lor, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.
“Setelah menerima laporan dari pihak pondok dan saksi mata, Tim Khusus (Timsus) segera bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam, termasuk melacak kendaraan yang digunakan para pelaku.” Ucap Kapolres.
Melalui penyelidikan intensif, petugas akhirnya berhasil mengamankan lima orang pelaku pada Selasa pagi, 22 April 2025, sekitar pukul 09.30 WIB, di exit Tol Gresik, saat para pelaku berada di dalam mobil Toyota Vios berwarna merah.
Dalam kasus ini, Polres Pasuruan Kota telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Berikut rincian identitas dan peran masing-masing yaitu SG peran mengeksekusi penculikan dengan membawa korban masuk ke dalam mobil serta membekap mata korban menggunakan pakaian korban. AE peran menunggu di mobil dan bertindak sebagai sopir dari TKP, serta melakukan penodongan terhadap korban dengan menggunakan airsoft gun.
“PR peran menunggu di dalam mobil dan menakut-nakuti korban selama dalam perjalanan. MH peran membantu membawa korban masuk ke dalam mobil dan memukul korban sebanyak dua kali saat di dalam kendaraan. Dan MNR yaitu otak penculikan yang memberikan perintah dan pendanaan aksi penculikan.” Ujar AKBP Davis.
“Kami juga mengungkapkan, motif di balik penculikan ini adalah kesalahan target. Para pelaku sebenarnya mengincar seseorang berinisial ARF yang diduga membawa narkotika jenis sabu seberat 200 gram dengan nilai sekitar Rp 200 juta. Namun, akibat kekeliruan identifikasi, para pelaku justru menculik MS, santri Pondok Metal, yang tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan kasus tersebut.” Tambah AKBP Davis.

Atas perbuatan para tersangka bisa dijerat dengan beberapa pasal yaitu. Pasal 76F Jo Pasal 83 Undang–Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dengan ancaman pidana penjara 3 hingga 15 tahun dan denda antara Rp60 juta hingga Rp300 juta. Pasal 328 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, tentang penculikan, dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara. Pasal 333 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, tentang penahanan kemerdekaan orang, dengan ancaman pidana maksimal 8 tahun penjara.
Turut hadir dalam konferensi pers, Kyai H. Nurcholis, Pimpinan Pondok Pesantren Metal Rejoso, yang menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi mendalam kepada pihak kepolisian.
“Kami banyak-banyak terima kasih kepada Kapolres dan seluruh jajaran Polres Pasuruan Kota yang telah bertindak cepat. Alhamdulillah, dalam waktu singkat, pelaku penculikan anak/santri kami bisa tertangkap.” Ujar Kyai Nurcholis.
“Pihak pondok awalnya sangat kaget atas peristiwa tersebut, mengingat MS selama ini sangat terlindungi dari dunia luar dan sehari-hari membantu kegiatan pondok. Namun, setelah mendapat penjelasan dari kepolisian bahwa kasus ini adalah salah culik, pihak pondok merasa lega dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib.” Tambah Kyai Nurcholis.

Selain kelima tersangka yang sudah diamankan, Kapolres juga mengungkapkan bahwa pihaknya kini memburu dua orang lainnya yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), yakni P dan U, yang diduga turut terlibat dalam aksi penculikan tersebut.
“Kami akan terus melakukan pengejaran terhadap nama-nama yang disebutkan oleh para pelaku, yaitu P dan U. Kami optimistis dapat segera menangkap keduanya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.” Tutup Kapolres.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat terkait pentingnya keamanan di ruang publik serta ketegasan aparat dalam menindak tegas kejahatan yang melibatkan anak-anak.
Polres
Kapolres Gresik Kembalikan Motor Korban Curanmor, Dua Residivis Diberi Tindakan Tegas Terukur

GRESIK – Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menunjukkan komitmennya dalam memberantas tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah hukum Polres Gresik Polda Jatim.
Tim Satreskrim Polres Gresik berhasil membekuk dua bandit residivis yang kerap meresahkan warga di Kecamatan Kebomas.
Pengungkapan kilat ini bermula setelah Polisi menerima laporan kehilangan sepeda motor Honda Beat milik seorang warga bernama Amilia.
Korban kehilangan motornya saat diparkir di sebuah minimarket di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, pada Jumat (25/9/2026).
Aksi pencurian tersebut diperkirakan terjadi antara pukul 10.50 WIB hingga 11.10 WIB. Menyadari motornya raib usai melakukan transaksi top-up di dalam toko, korban langsung melapor ke Polisi.
Satreskrim Polres Gresik bergerak cepat melakukan penyelidikan, termasuk menganalisis rekaman CCTV di lokasi kejadian. Hasilnya, kurang dari dua jam setelah menerima laporan, tepatnya sekitar pukul 13.30 WIB, dua tersangka berhasil diringkus di sekitar Jalan Usman Sadar, Kecamatan Gresik diketahui berinisial SH dan MP warga Surabaya.
“Keduanya merupakan residivis untuk kasus yang sama,” kata AKBP Ramadhan Nasution, Selasa (29/9/2026).
Karena sempat melakukan perlawanan saat ditangkap, petugas terpaksa memberikan tindakan tegas terukur kepada kedua pelaku.
Dari tangan tersangka, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti kejahatan yang meliputi delapan mata kunci, dua kunci L, satu magnet, satu kunci pas ring, dan tiga kunci motor palsu.
Selain itu, Polisi menyita satu unit Honda Beat milik korban, satu unit Honda Beat Street yang digunakan pelaku sebagai sarana beraksi, dua ponsel, jaket, topi, helm, serta rekaman CCTV minimarket.
Petugas kemudian melakukan pengembangan terhadap keterangan kedua tersangka. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa komplotan ini diduga kuat terlibat dalam rentetan aksi curanmor di Enam lokasi lain di wilayah Kabupaten Gresik.
Enam tempat kejadian perkara (TKP) yang kini tengah didalami dan diverifikasi oleh penyidik meliputi Minimarket Randuagung (Honda Beat hitam), Depan Kantor Kecamatan Kebomas (Honda Scoopy abu-abu), toko di Jalan Sunan Giri, Kebomas (Honda Scoopy putih),Minimarket Jalan Jawa, GKB (Honda Beat merah-hitam), Toko Elektronik Pangsud (Honda Beat abu-abu) dan Toko Roti GKB (Honda Vario hitam)
Hingga saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman, verifikasi TKP, pemeriksaan saksi dan korban, serta menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain atau jaringan penadah yang terlibat.
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 477 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama tujuh tahun atau denda kategori V.
Sebagai bentuk pelayanan prima, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution langsung menyerahkan kembali sepeda motor curian tersebut kepada para pemiliknya di Mapolres Gresik tanpa dipungut biaya sepeser pun (gratis).
Selain Amilia, Kapolres Gresik juga menyerahkan empat kendaraan lain kepada para korban curanmor dari TKP Balongpanggang, Kedamean, Panceng, dan Kebomas.
Amilia selaku korban menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada jajaran kepolisian. Ungkapan senada juga disampaikan oleh para korban lainnya, yakni Asnan, Khoirul, Masyidul, dan Mohamad Shodiq.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Gresik yang sukses menangkap pelaku dan mengembalikan motor kami. Alhamdulillah, kendaraan ini gratis tanpa biaya dan bisa kami gunakan lagi untuk bekerja,” tukas mereka kompak.
Di akhir kesempatan, AKBP Ramadhan Nasution mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.
“Kami meminta warga memastikan kendaraannya terkunci dengan baik saat diparkir di tempat umum dan tidak meninggalkan barang berharga di dalam motor. Jika mengetahui atau menjadi korban kejahatan, segera lapor ke Polres Gresik, hotline 110, atau melalui program Lapor Kapolres Gresik (Cak Rama) di nomor 081188002006 agar bisa langsung kami tangani,” pungkasnya. (*)
Berita
Tim Terjun Payung Polri Bawa Indonesia Raih Tiga Medali di 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026

BOGOR – Tim Terjun Payung Polri yang memperkuat Tim Nasional Indonesia berhasil meraih satu medali emas dan dua medali perak pada 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026. Capaian tersebut menjadi prestasi penting bagi Indonesia sekaligus menunjukkan kontribusi Persatuan Terjung Payung (PTP) Polri dalam pembinaan atlet dan membawa nama Merah Putih di tingkat Asia.
2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026 berlangsung pada 17 sampai 20 September 2026 di Gedung Soemardhi Simulator Terjun Payung, Wind Tunnel Korbrimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kejuaraan ini merupakan FAI Category 1 dan menjadi salah satu ajang tertinggi olahraga dirgantara di dunia.
Ketua Komite Terjun Payung PB FASI Irvan Zuladry dalam keterangannya, 28 September 2026, mengatakan kejuaraan FAI tersebut memiliki arti penting bagi Indonesia. Dalam konteks nilai prestasi olahraga, Irvan mengibaratkannya dengan cabang olahraga pada Asian Games, meskipun Asian Games merupakan multi-event, sedangkan kejuaraan FAI merupakan single-event.
Indonesia sebelumnya menjadi tuan rumah kejuaraan FAI pada 1991 dan 1996, sebelum kembali dipercaya menyelenggarakan 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026. Penyelenggaraan ini didukung Wind Tunnel Korbrimob Polri yang memenuhi persyaratan internasional FAI.
Dalam kejuaraan tersebut, personel Polri yang tergabung dalam Tim Nasional Indonesia turut menorehkan prestasi, dengan raihan:
*1. Juara 1, Medali Emas, 4 Way Formation Skydiving Open*
* Briptu Ichiko Wuryantoro Putro
* Briptu Muhamad Fadhly Nugroho
* Bripda Ridwansyah
* Bharatu Imam Ramdhan
* Bharada Muhammad Apriliansyah
*2. Juara 2, Medali Perak, 4 Way Formation Skydiving Female*
* Brigpol Nur Fauziah Anwari Puteri
* Bripda Regina Valeria Sanam
* Bripda Imelya Cahya Pramdita
* Sertu Tismaenah
* Sertu Ayu Fitria Handriani
*3. Juara 2, Medali Perak, 4 Way Vertical Formation Skydiving*
* Briptu Wildan Aditya Nugraha Mukti
* Bharatu Husain
* Bharatu Kms Aldi
* Bharatu David Redonsen
* Bharada Saidul Mahdi Firja
Capaian tersebut meningkat dibandingkan 1st FAI Asian Indoor Skydiving Championship 2024 di Makau yang menghasilkan satu medali perak dan satu medali perunggu. Medali emas 2026 juga diraih setelah Tim Indonesia mengungguli Tim China yang menurut Irvan sebelumnya memiliki catatan sebagai juara dunia pada nomor tersebut.
“Ke depan kita akan terus melakukan continuous improvement, baik dari perolehan medali maupun penyelenggaraan. Untuk dua tahun ke depan, kami akan meningkatkan program latihan secara lebih intensif, termasuk mendatangkan pelatih yang memiliki prestasi di tingkat dunia untuk meningkatkan kemampuan atlet,” ujar Irvan.
Irvan turut mengapresiasi dukungan Polri, khususnya Kapolri, PTP Polri dan Korbrimob Polri dalam penyelenggaraan serta pembinaan atlet.
“Kami memberikan apresiasi kepada pimpinan Polri, khususnya Kapolri serta PTP Polri dan Korbrimob Polri, atas dukungan dalam penyelenggaraan maupun perolehan medali. Timnas Indonesia diwakili oleh atlet-atlet Polri. Kami berkolaborasi untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah olahraga indoor skydiving,” ungkapnya.
Selain kejuaraan FAI, Indonesia juga menyelenggarakan International Open Indoor Skydiving Kapolri Cup II Tahun 2026 yang diikuti *382 peserta dalam 156 tim
Pada Kelas Nasional, tim-tim Polri mendominasi podium dengan raihan *empat medali emas, lima medali perak dan lima medali perunggu.
Sementara pada Kelas International Open, tim yang secara eksplisit tercatat dari unsur Polri meraih tiga medali emas dan satu medali perak, termasuk melalui Polwan Korbrimob Polri dan tim Korbrimob Polri.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa Kapolri Cup II menjadi wadah pembinaan dan kompetisi, sementara 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026 menjadi panggung bagi atlet Indonesia untuk membawa nama bangsa pada kejuaraan FAI tingkat Asia.
Kontingen Terjun Payung Polri yang memperkuat Tim Nasional Indonesia pada 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026 terdiri atas:
*Ketua Umum Persatuan Terjun Payung Polri (PTPPOLRI):*
• Komjen Pol. Ramdani Hidayat, S.H.
*Ketua Kontingen:*
• Irjen Pol. Almas Widodo Kolopaking, S.E.
• Brigjen Pol. Mulyadi, S.I.K., M.H.
• Irvan Zuladry, S.H., M.M. (FASI)
*Manager Team:*
• Brigjen Pol. Christiyanto Goetomo, S.I.K., S.H., M.H., M.Han.
• Brigjen Pol. Deonijiu De Fatima, S.I.K., S.H.
• Kombes Pol. Yudo Nugroho Sugianto, S.I.K.
*Official:*
• Kombes Pol. Dr. H. Joseph Ananta Pinora, S.I.K., M.Si.
• Ipda Muhammad Rifky Akmal Ramadhan, B.M.C.
• Ardya Rifiantara (FASI)
*Pelatih:*
• Kompol Anjiel Faozi, S.H.
• Iptu M. Ibrohim, S.H.
• Iptu Alfyan Syahvidi, S.H.
*Katim Atlet:*
• Kompol Sang Ngurah Wiratama, S.H., S.I.K., M.Si., M.Han.
• Kompol Reynando Hutapea, S.I.K., M.M.
Keberhasilan meraih satu medali emas dan dua medali perak pada 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026, ditambah dominasi tim Polri pada Kapolri Cup II, menjadi bagian dari perkembangan olahraga indoor skydiving Indonesia serta kontribusi PTP Polri dalam membawa nama bangsa di kancah internasional.
Berita
Kapolri Pastikan Polri Kawal Muktamar Muhammadiyah agar Aman dan Sukses

MEDAN – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memastikan Polri akan melakukan pengecekan dan menyiapkan pengamanan Muktamar Muhammadiyah agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, lancar, dan sukses.
Hal tersebut disampaikan Kapolri usai memberikan Kuliah Umum pada Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Tahun 2026 di Kampus Utama UMSU, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (28/9/2026).
Kapolri mengatakan, Polri akan mengawal pelaksanaan Muktamar sebagai bagian dari komitmen memberikan rasa aman kepada seluruh peserta dan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
“Tentunya kita saat ini akan mengecek dan kita mengharapkan agar perjalanan Muktamar bisa berjalan dengan aman, lancar, dan sukses,” ujar Kapolri.
Selain memastikan aspek keamanan, Kapolri berharap Muktamar Muhammadiyah dapat melahirkan pimpinan-pimpinan yang mampu menjadi teladan serta terus membawa organisasi memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Menurut Kapolri, Muhammadiyah memiliki rekam jejak panjang dalam membangun bangsa, termasuk melalui peran pendidikan yang telah melahirkan banyak tokoh dan pemimpin nasional. Karena itu, keberlangsungan organisasi dan proses konsolidasinya diharapkan senantiasa memperkuat pengabdian kepada masyarakat.
Kapolri juga menilai mahasiswa Muhammadiyah memiliki modal penting untuk menjadi generasi penerus dan calon pemimpin masa depan. Selain memperoleh ilmu pengetahuan, mahasiswa dibekali nilai keimanan dan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk isu lingkungan.
Pada tahun akademik 2026/2027, UMSU mencatat 6.027 mahasiswa melakukan registrasi dan herregistrasi pada semester ganjil. Kapolri mengajak mahasiswa memanfaatkan masa pendidikan untuk membangun kemampuan, karakter, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Kapolri berharap seluruh unsur dapat bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif sehingga Muktamar Muhammadiyah dapat berjalan tertib dan membawa manfaat bagi organisasi maupun bangsa Indonesia.
-
Berita1 minggu agoAKBP Hety Raih Penghargaan “Leadership” Di Ajang IAWP 2026
-
Polres1 minggu agoRespon Laporan Warga, Polresta Sidoarjo Bongkar Arena Sabung Ayam di Dua Lokasi
-
Polsek1 minggu ago
Patroli Dialogis Polsek Lekok, Bangun Pondasi Kamtibmas melalui Kedekatan dan Komunikasi Bersama Masyarakat
-
Polsek6 hari ago
Polri Hadir di Tengah Masyarakat, Polsek Keboncandi Intensifkan Patroli Dialogis
-
Berita6 hari ago
Bhabinkamtibmas Desa Pasinan Dampingi Petani Jagung, Wujudkan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat
-
Berita1 minggu agoIAWP 2026, Kapolri: Perempuan Bukan Sekadar Bagian dari Perubahan
-
Polres5 hari agoDalam Rangka HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-71, Polres Pasuruan Kota Gelar “Gas Bareng Ayah”
-
Berita1 minggu agoPolice Go To School, Satlantas Polres Pasuruan Kota Edukasi Siswa SMKN 1 Pasuruan tentang Keselamatan Berkendara
