Polres
Dua Bulan Polrestabes Surabaya Berhasil Ungkap 54 Kasus Curanmor, 41 Pelaku dan 6 Penadah Diamankan

SURABAYA — Polrestabes Surabaya Polda Jatim tak henti – hentinya melakukan upaya pencegahan terjadinya tindak kejahatan seperti diantaranya pencurian motor.
Namun demikian aksi bandit jalanan seakan tak jera beraksi di Kota Surabaya yang merupakan kota besar kedua di Indonesia.
Melihat hal itu, Polrestabes Surabaya Polda Jatim bekerja ekstra keras bukan hanya mencegah namun juga mencari dan menindak tegas para pelaku.
Seperti halnya pada Dua bulan terakhir ( 26 Februari – 22 April 2025) Polrestabes Surabaya Polda Jatim berhasil mengungkap kasus curanmor sedikitnya 54 kasus.
Dari 54 kasus itu, Polisi berhasil mengamankan 41 pelaku curanmor dan Enam orang penadah.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan terus melakukan upaya-upaya memberantas bandit curanmor bersama Polsek jajarannya, termasuk menjalankan patroli malam hari dan penyuluhan.
Dalam keterangannya, Kombes Pol Luthfie menyebut bahwa sebagian besar kendaraan yang dicuri disasar dari area permukiman.
Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Wali Kota Surabaya untuk memperkuat sistem keamanan lingkungan.
“Ke depan akan segera kita lakukan peningkatan keamanan di lingkungan, antara lain dengan adanya pemasangan portal-portal yang sudah direncanakan oleh Pak Wali Kota,” jelasnya.
Berdasarkan data hasil pemeriksaan, jaringan penjualan motor curian ini cukup luas.
“Satu persen dijual di wilayah Pasuruan, tiga persen dilempar ke Gresik, sebagian masih ada di Surabaya, dan 44 persen mereka lempar melalui jalur Jembatan Suramadu ke arah Madura,” bebernya.
Kapolrestabes Surabaya tak lupa memberikan imbauan penting kepada warga Surabaya. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memarkirkan kendaraan pribadi.
“Beberapa kasus yang kita tangani, ternyata ada juga yang lupa mengambil kuncinya, sehingga masih menempel di kendaraan. Ini tentu mempermudah pelaku curanmor,” tegasnya.
Ia menyarankan penggunaan kunci ganda sebagai langkah awal pencegahan.
Bahkan, beberapa Kapolsek disebut telah berinisiatif memberikan hadiah berupa kunci ganda kepada warga sebagai bentuk dukungan nyata dalam menjaga keamanan.
Dalam Lima bulan terakhir, tidak kurang dari 120 pelaku curanmor berhasil ditangkap dan diproses hukum oleh Polrestabes Surabaya Polda Jatim.
Kendati demikian, aksi curanmor masih terjadi dan menjadi pekerjaan rumah bersama antara pihak kepolisian dan masyarakat.
“Kita akan terus mengejar penadahnya. Target kita bisa mengembalikan kendaraan-kendaraan milik warga Surabaya kepada pemiliknya,” tegas Kombes Pol Luthfie. (*)
Polres
Polresta Malang Kota Raih Kompolnas Awards 2026, Terbaik Nasional Kategori Polres Kelompok C

KOTA MALANG — Polresta Malang Kota menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Satuan kewilayahan Polda Jawa Timur ini sukses meraih penghargaan tertinggi sebagai Pemenang Terbaik Polres Kelompok C dalam ajang Kompolnas Awards 2026.
Capaian ini sangat istimewa karena Polresta Malang Kota Polda Jatim menjadi satu-satunya perwakilan dari jajaran Polda Jawa Timur yang berhasil menembus nominasi sekaligus membawa pulang predikat terbaik dalam kategori tersebut.
Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung dalam malam penganugerahan Kompolnas Awards 2026 yang berlangsung di Sari Pacific Hotel, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026) malam.
Ketua Pelaksana Kompolnas Awards 2026, Ida Oetari Poernamasasi, menjelaskan bahwa rangkaian penilaian dilakukan secara ketat untuk memperoleh gambaran berbasis bukti.
Aspek yang dinilai meliputi kinerja, inovasi, praktik terbaik (best practice), kepemimpinan, serta dampak nyata dari pelayanan yang diberikan oleh para nominator kepada masyarakat dan institusi Polri.
Kompolnas Awards 2026 sendiri digelar sebagai bentuk apresiasi bagi satuan kerja (satker), satuan kewilayahan (satwil), dan personel Polri yang menunjukkan integritas, kepemimpinan, inovasi, serta kontribusi besar dalam pelayanan publik.
Mekanisme penilaian juga melibatkan proses verifikasi faktual melalui visitasi lapangan ke instansi para nominator.
Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya berpesan agar para penerima penghargaan dapat menjadi teladan bagi satuan kerja lain.
Kapolri menekankan pentingnya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di tengah tingginya tuntutan publik pada era teknologi saat ini.
Sebelumnya, Polresta Malang Kota ditetapkan sebagai salah satu dari lima nominasi terkuat di kategori Polres Kelompok C. Mereka bersaing ketat dengan Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Polda Metro Jaya), Polresta Balikpapan (Polda Kalimantan Timur), Polresta Mataram (Polda Nusa Tenggara Barat), dan Polrestabes Semarang (Polda Jawa Tengah).
Dalam proses penjurian, Polresta Malang Kota Polda Jatim telah melalui tahapan visitasi dan verifikasi program inovasi pelayanan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara laporan kinerja dengan realisasi pelayanan nyata di lapangan.
Di hadapan para pejabat tinggi Polri, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo P.S. menerima langsung piagam penghargaan serta piala kemenangan tersebut.
Usai menerima penghargaan, Kombes Pol Danang menyampaikan rasa syukur dan menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar keberhasilan pimpinan, melainkan buah dari kerja keras seluruh personel dan dukungan masyarakat Kota Malang.
“Anugerah Kompolnas Awards 2026 ini merupakan prestasi seluruh keluarga besar Polresta Malang Kota serta masyarakat Kota Malang,” ujar Kombes Danang, Jumat (18/9/2026).
Ia berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi besar bagi jajarannya untuk mempertahankan semangat dan konsistensi dalam menjalankan tugas dengan penuh ketulusan serta rasa tanggung jawab.
“Tetap semangat, terus berkarya, laksanakan tugas dengan baik, dan tulus memberikan pelayanan prima untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.
Pencapaian sebagai Polres Kelompok C terbaik tingkat nasional ini menjadi pendorong bagi Polresta Malang Kota untuk terus menjaga kualitas pelayanan, memperkuat inovasi, serta memantapkan kepercayaan publik melalui kerja-kerja kepolisian yang profesional dan responsif. (*)
Polres
Sinergi Polri Dan Petani, Bhabinkamtibmas Desa Rowogempol Kawal Produktivitas Lahan Jagung
Polresta Pasuruan – Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan, Bhabinkamtibmas Desa Rowogempol Polsek Lekok Polres Pasuruan Kota melaksanakan pemantauan dan pengecekan lahan pertanian jagung pada Sabtu, 19 September 2026, di lahan jagung yang terletak di Desa Rowogempol, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.
Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas melakukan pengecekan kondisi dan pertumbuhan tanaman jagung sekaligus berdialog dengan para petani untuk mengetahui perkembangan tanaman maupun kendala yang dihadapi selama proses budidaya. Kegiatan ini merupakan bentuk pendampingan Polri kepada masyarakat sekaligus upaya mendorong pengelolaan lahan pertanian agar semakin produktif.
Bhabinkamtibmas juga mengingatkan para petani untuk memperhatikan perawatan tanaman, pemupukan, pengairan, serta melakukan langkah antisipasi terhadap serangan hama dan penyakit tanaman. Dengan perawatan yang baik dan berkelanjutan, diharapkan pertumbuhan tanaman jagung dapat optimal dan hasil panen meningkat.
Kapolsek Lekok AKP Mawan Budi P mengatakan bahwa Polri akan terus hadir memberikan pendampingan kepada para petani sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan.
“Kami akan terus mendorong kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat, khususnya para petani. Pendampingan dan pemantauan secara berkelanjutan diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian, sehingga hasil panen dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan petani sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar AKP Mawan Budi P.
Melalui kegiatan tersebut, Polsek Lekok berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan. Kehadiran Polri di tengah petani diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus mempererat kemitraan dalam mewujudkan pertanian yang produktif dan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Polres
Polres Blitar dan Tim Gabungan Dirikan Posko Darurat Tangani Karhutla Gunung Butak

BLITAR – Polres Blitar Polda Jawa Timur bersama tim gabungan lintas instansi bergerak cepat mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Butak, Kabupaten Blitar, pada Jumat (18/9/2026).
Langkah taktis ini diambil setelah satelit mendeteksi adanya titik api (hotspot) di kawasan hutan lindung BKPH Ampelgading.
Titik api tersebut tepatnya berada di sisi lereng selatan Puncak Pitrang dari arah Puncak Langit, Desa Tunggorono, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar.
Merespons situasi tersebut, Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution, S.I.K., M.H., bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar dan pihak Perhutani turun langsung ke lapangan. Mereka menyisir sejumlah titik rawan yang memiliki tingkat kepercayaan (confidence level) medium.
Saat menyisir Petak 38 RPH Puncak Langit, petugas menemukan kepulan asap dan indikasi rambatan api. Tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Blitar, instansi terkait, relawan, serta komunitas pecinta alam langsung melakukan pemadaman manual menggunakan alat seadanya.
Namun, medan yang ekstrem dan lokasi api yang berada di dalam hutan lebat menjadi kendala besar di lapangan.
Menyadari sulitnya akses jalur darat, BPBD Kabupaten Blitar langsung berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur untuk meminta bantuan pengeboman air dari udara.
“Tadi tim telah berkoordinasi untuk meminta dukungan pemadaman udara menggunakan Helikopter Water Bombing PK-DAP/AS350B3e agar penanganan bisa lebih cepat dan efektif,” ujar AKBP Ardhy.
Di sisi lain, tim gabungan membawa kabar baik bahwa kebakaran di wilayah Sirah Kencong, Kecamatan Wlingi, kini telah berhasil dipadamkan total. Fokus petugas saat ini sepenuhnya dialihkan ke kawasan Puncak Langit, Kecamatan Doko.
Kapolres Blitar mengatakan, sebagai pusat kendali dan upaya memperkuat mitigasi, tim gabungan juga mendirikan Posko Darurat Karhutla di kawasan Puncak Langit.
“Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi, pemantauan berkala, dan penanganan taktis di lapangan,” ujar AKBP Ardhy.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat dan para pendaki untuk tidak melakukan aktivitas yang memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membuat api unggun di area hutan.
“Warga yang melihat kepulan asap baru diminta segera melapor ke petugas terdekat atau menghubungi Call Center 110 Polri secara gratis,” pungkas AKBP Ardhy. (*)
-
Polda1 minggu agoBrimob Polda Jatim Bangun Mako Kompi di Pasuruan, Perkuat Kesiapan Pelayanan dan Pengamanan Masyarakat
-
Polsek1 minggu ago
Sinergi Polri dan Petani, Bhabinkamtibmas Desa Rowogempol Kawal Produktivitas Lahan Jagung
-
Polsek5 hari ago
Polri Hadir, Bersama Masyarakat Ciptakan Lingkungan Aman dan Kondusif
-
Polres1 minggu agoCegah Karhutla, Polres Ponorogo Gencarkan Edukasi dan Patroli Kawasan Hutan
-
Polsek1 minggu ago
Patroli Polsek Grati, Wujud Kehadiran Polri Dalam Menjaga Kamtibmas Dan Melayani Masyarakat
-
Polsek1 minggu ago
Duduk Sama Rendah, Berdiri Sama Tinggi: Polsek Nguling Hadir Tanpa Sekat Bersama Masyarakat
-
Polres5 hari ago
Sinergi Polri Dan Petani, PS. Kanit Binmas Polsek Lekok Kawal Produktivitas Lahan Jagung
-
Berita3 hari agoPolres Gresik Sita 10,8 Kg Ganja di Gudang Ekspedisi
