Connect with us

Berita

Polri Gandeng P2TP2A Berikan Penanganan Khusus Kepada Korban Pelecehan di Tangerang

Published

on

img 20241010 wa0013
img 20241010 wa0013

Polri telah berhasil menyelamatkan anak-anak Yayasan Panti Asuhan yang mengalami tindakan pelecehan seksual di Tangerang. Hal ini merupakan komitmen Polri dalam melayani masyarakat.

“Ini merupakan bukti nyata komitmen dan konsistensi Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya kaum rentan, dalam hal ini anak-anak,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, di Mabes Polri, Rabu (9/10/2024).

Ia menegaskan, pelayanan terhadap kaum rentan khususnya anak menjadi perhatian khusus Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Hingga dibentuk Direktorat PPP dan PPO yang baru.

“Untuk memaksimalkan pelayanan Polri terhadap kasus-kasus yang berkaitan dengan kaum rentan dan anak, Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah membentuk direktorat PPA dan PPO yang baru sebagai langkah strategis dan kolaboratif,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota berhasil mengungkap kasus dugaan pelecehan seksual terhadap belasan anak di Yayasan Panti Asuhan di Kelurahan Kunciran Indah, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Dari hasil pengungkapan Polisi menangkap tiga orang pelaku yakni S (49 tahun), yang merupakan ketua yayasan panti asuhan. S adalah pelaku utama. Kemudian Dua orang rekan S, yaitu YB (30) dan YS (28) alias A, menjadi pengasuh anak-anak. Saat kecil, YB dan YS adalah korban S ketiganya mempunyai penyimpangan seksual sesama jenis, dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, kasus itu terungkap saat korban berusia 16 tahun melakukan pelaporan ke Polresta Tangerang, pada 2 Juli 2024. Korban melaporkan pencabulan yang dilakukan oleh ketua yayasan S di panti asuhan yang telah berdiri sejak 2006

“Kasus ini terkuak saat kami terima laporan RK pada 2 Juli 2024. Kemudian kami lakukan penyelidikan lebih lanjut,” Ucap Zain dalam konfrensi Pers Di Mapolrestro Tangerang Kota, Selasa, (8/10/2024).

Saat membuat Laporan di SPKT Polrestro Tangerang Kota RK didampingi oleh F, kerabatnya. Atas laporan tersebut kemudian Polisi melakukan pemeriksaan visum di RSU Tangerang didampingi petugas, yang ditindaklanjuti dengan proses penyelidikan.

“Kita proses dengan melakukan pemeriksaan pada para saksi dengan total 11 orang,” ucapnya.

Sejak laporan 2 Juli 2024, proses hukum pada kasus tersebut terkendala, karena kondisi psikis korban yang tertekan, sehingga Kepolisian dan lembaga terkait menunggu kesiapan korban.

Dalam proses penyelidikan diketahui bahwa Korban ternyata bukan hanya pelapor, namun ada korban lain yang merupakan anak-anak.

“Memang untuk anak perlu penanganan khusus, tidak semudah tiba-tiba periksa, anak tersebut butuh kesiapan, sehingga tanggal 30 September 2024 bisa melakukan pemeriksaan pada yang bersangkutan itu didampingi oleh P2TP2A termasuk dari pelapor saudara RK,” jelasnya.

Selanjutnya Polisi melakukan pemanggilan kepada terduga pelaku kemudian menetapkan 3 tersangka yakni S (45) sebagai ketua yayasan, YB (30), YS (28) sebagai pengasuh.

“Dari 3 orang, 2 orang datang yaitu S dan YB, sehingga dari pemeriksaan itu kita tangkap, tetapkan tersangka. Sedangkan YS, DPO setelah pemanggilan dua kali tidak hadir,” ungkapnya.

Zain mengatakan, sampai saat ini 7 laporan sudah diterima sejak 2 Juli 2024 hingga Selasa (8/10), dengan rincian 4 anak dan 3 dewasa.

“Awal kami terima tiga laporan, sekarang total ada tujuh laporan, mereka menjadi korban dengan rincian empat anak dan tiga dewasa,” katanya di Dinas Sosial Pemkot Tangerang, Selasa (8/10).

Dikesempatan yang sama Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan kedua tersangka merupakan pemilik dan pengurus yayasan. Kedua tersangka, yakni S dan Y, diduga telah melakukan tindakan pelecehan terhadap 4 orang anak dan 3 orang dewasa, yang semuanya laki-laki.

Tersangka dijerat dengan Pasal 76E juncto Pasal 82 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau pencabulan dimaksud dalam Pasal 289 KUHP.

“Ancaman pidana minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun atau denda paling banyak Rp 5 miliar,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Dekat dengan Petani, Polsek Kraton Perkuat Dukungan Menuju Swasembada Pangan

Published

on

Polresta Pasuruan – Di tengah hamparan sawah dan obrolan sederhana bersama petani, Bhabinkamtibmas Desa Slambrit, Kecamatan Kraton, Polsek Kraton, Polres Pasuruan Kota, Polda Jatim, terus menjalin komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat, khususnya para petani jagung di wilayah desa binaannya. Senin (2/11/2026).

Kegiatan sambang tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.

Selain mempererat hubungan dengan petani, Bhabinkamtibmas juga memberikan motivasi agar para petani terus semangat mengelola lahan pertanian serta menyampaikan kendala yang dihadapi selama proses bercocok tanam.

Kapolsek Kraton AKP Moch. Soleh menyampaikan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah petani merupakan wujud kepedulian Polri dalam mendukung sektor pertanian sekaligus memperkuat kemitraan dengan masyarakat.

“Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mendorong Bhabinkamtibmas untuk terus menjalin komunikasi dengan para petani, memberikan motivasi, serta mengetahui secara langsung kondisi dan kendala yang mereka hadapi. Harapannya, para petani semakin bersemangat dalam meningkatkan hasil pertanian guna mendukung swasembada pangan nasional,” ujar AKP Moch. Soleh.

Melalui pendekatan sederhana dan komunikasi yang humanis, Polsek Kraton berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat serta mendukung program ketahanan pangan demi kesejahteraan petani dan ketersediaan pangan nasional.

#astacita
#polrespasuruankota
#birosdmpoldajatim
#ketahananpanganpoldajatim
#polisibersamamasyarakat
#swasembadapangan
#swassembadajagung
#polisicintapetani
#astacitapresiden

Continue Reading

Berita

Patroli Polsek Keboncandi di Desa Bajangan, Sampaikan Imbauan Kamtibmas untuk Cegah Kriminalitas

Published

on

Polresta Pasuruan – Tingkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polsek Keboncandi Polres Pasuruan Kota Polda Jatim, melaksanakan patroli kamtibmas di wilayah hukumnya, Senin (2/11/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Aiptu Misran bersama Aipda Kukuh dengan menyasar Desa Bajangan. Dalam patroli, personel memantau situasi lingkungan serta aktivitas masyarakat guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan tindak kriminalitas.

Saat berada di lokasi, personel Polsek Keboncandi menjumpai sejumlah warga yang sedang berkumpul untuk bersantai dan minum kopi. Personel kemudian menyampaikan imbauan agar masyarakat tetap waspada, berhati-hati dalam beraktivitas, serta turut menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

Kapolsek Keboncandi AKP Topo Utomo, S.H. menyampaikan bahwa patroli rutin merupakan salah satu upaya kepolisian untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Melalui patroli ini, kami ingin memastikan situasi wilayah tetap aman dan kondusif. Kami juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, peduli terhadap lingkungan sekitar, serta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya hal-hal yang mencurigakan,” ungkapnya.

Dengan kegiatan patroli yang dilaksanakan secara rutin, Polsek Keboncandi berharap kehadiran Polri dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat serta memperkuat sinergi dalam menjaga harkamtibmas.

Continue Reading

Berita

Cegah Kriminalitas 3C, Polsek Pohjentrek Intensifkan Patroli dan Dialogis dengan Masyarakat

Published

on

Polresta Pasuruan – Guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), Polsek Pohjentrek Polres Pasuruan Kota terus meningkatkan kegiatan patroli untuk mengantisipasi tindak kriminalitas, khususnya pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta tindak pidana lainnya.

Pada Senin (2/11/2026), personel Polsek Pohjentrek melaksanakan patroli dengan menyasar sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat maupun objek vital.

Rute patroli meliputi ATM dan perbankan, pertokoan waralaba, SPBU Warungdowo, Desa Warungdowo, Desa Susukanrejo, Desa Pleret, Desa Tidu, Desa Logowok, hingga jalur Pantura.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Pohjentrek melakukan pemantauan situasi keamanan di sejumlah titik serta berdialog langsung dengan masyarakat.

Polsek Pohjentrek juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar warga senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menjaga keamanan lingkungan, dan berhati-hati saat beraktivitas, khususnya ketika berada di kawasan rawan tindak kriminalitas.

Kapolsek Pohjentrek AKP Sukrisno, S.H. menyampaikan bahwa patroli rutin dan dialogis merupakan langkah preventif untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan sekaligus memastikan kehadiran Polri dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami terus meningkatkan patroli, terutama di lokasi rawan kriminalitas dan objek vital. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan, serta segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan,” ujarnya.

Selama pelaksanaan patroli, tidak ditemukan kejadian menonjol. Situasi wilayah hukum Polsek Pohjentrek Polres Pasuruan Kota terpantau aman dan kondusif.

Melalui kegiatan ini, Polsek Pohjentrek berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Continue Reading

Terbaru

Copyright © 2026 Polres Pasuruan Kota - Presisi