Polres
Polresta Pasuruan – Dalam rangka meningkatkan kemampuan personel dalam memberikan pelayanan cepat, tepat, dan profesional kepada masyarakat, Pamapta (Perwira Samapta) Polres Pasuruan menggelar Latihan Peningkatan Kemampuan (Latkatpuan) Penanganan Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) di halaman Mapolres Pasuruan Kota Jl Gajahmada 19 Kota Pasuruan, Kamis (23/10) Kegiatan ini diikuti oleh seluruh personel Pamapta dan beberapa perwakilan dari fungsi lainnya, dengan tujuan memperkuat transformasi Polri yang humanis, responsif, serta profesional dalam menangani setiap kejadian di lapangan, khususnya yang berkaitan dengan penanganan awal TKP. Dalam arahannya Kabagops Polres Pasuruan Kota Kompol Miftahul MBK,SH menyampaikan bahwa latihan ini merupakan bagian dari implementasi program Presisi Kapolri untuk menciptakan sumber daya Polri yang tangguh, terampil, dan berorientasi pada pelayanan publik. “Latkatpuan ini menjadi momentum bagi seluruh personel untuk terus mengasah kemampuan teknis dan taktis dalam penanganan awal tempat kejadian perkara. Pamapta bukan hanya sekadar pasukan pengamanan, tetapi juga harus mampu bersikap responsif dan humanis dalam menghadapi setiap situasi di masyarakat,” ujar Kompol Miftahul MBK,SH. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa profesionalisme anggota di lapangan sangat bergantung pada kesiapan dan pemahaman tentang prosedur penanganan TPTKP, terutama dalam menjaga integritas barang bukti, mengamankan lokasi, dan memberikan perlindungan kepada masyarakat di sekitar TKP. “Kecepatan kita dalam merespons laporan masyarakat harus diimbangi dengan ketelitian serta kepatuhan terhadap SOP yang berlaku. Karena setiap tindakan yang kita lakukan di lapangan akan menjadi cerminan wajah Polri di mata masyarakat,” tambahnya. Kegiatan Latkatpuan ini mencakup simulasi pelaporan cepat melalui call center 110, mendatangi dan penanganan awal TKP, pengamanan lokasi, pencatatan saksi, hingga penanganan perkara pada satuan fungsi terkait seperti Satreskrim. Para personel juga diberikan pembekalan tentang etika komunikasi dan pendekatan humanis kepada masyarakat, sesuai dengan semangat transformasi menuju Polri yang presisi dan terpercaya. Sementara itu, salah satu peserta latihan, Aipda Supriyadi,SH mengaku sangat terbantu dengan kegiatan tersebut. “Latihan ini sangat bermanfaat bagi kami di lapangan. Kami jadi lebih paham tentang bagaimana bertindak cepat namun tetap sesuai prosedur. Selain itu, kami juga dilatih untuk bersikap lebih empatik saat menghadapi masyarakat di lokasi kejadian,” ungkapnya. Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan disiplin tinggi. Di akhir latihan, dilakukan evaluasi oleh instruktur guna memastikan setiap personel memahami tugas dan tanggung jawabnya dalam penanganan TPTKP secara profesional dan bertanggung jawab. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Pamapta Polres Pasuruan semakin siap dan responsif dalam menghadapi setiap bentuk kejadian di lapangan, serta mampu mewujudkan pelayanan kepolisian yang humanis, cepat, dan terpercaya sesuai harapan masyarakat. “Kami ingin setiap anggota menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang sejati, yang bukan hanya hadir ketika ada masalah, tetapi juga memberikan rasa aman dan solusi dengan cara yang humanis dan profesional,” pungkas Kabagops Polres Pasuruan Kota.
Polresta Pasuruan – Dalam rangka meningkatkan kemampuan personel dalam memberikan pelayanan cepat, tepat, dan profesional kepada masyarakat, Pamapta (Perwira Samapta) Polres Pasuruan menggelar Latihan Peningkatan Kemampuan (Latkatpuan) Penanganan Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) di halaman Mapolres Pasuruan Kota Jl Gajahmada 19 Kota Pasuruan, Kamis (23/10)
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh personel Pamapta dan beberapa perwakilan dari fungsi lainnya, dengan tujuan memperkuat transformasi Polri yang humanis, responsif, serta profesional dalam menangani setiap kejadian di lapangan, khususnya yang berkaitan dengan penanganan awal TKP.
Dalam arahannya Kabagops Polres Pasuruan Kota Kompol Miftahul MBK,SH menyampaikan bahwa latihan ini merupakan bagian dari implementasi program Presisi Kapolri untuk menciptakan sumber daya Polri yang tangguh, terampil, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Latkatpuan ini menjadi momentum bagi seluruh personel untuk terus mengasah kemampuan teknis dan taktis dalam penanganan awal tempat kejadian perkara. Pamapta bukan hanya sekadar pasukan pengamanan, tetapi juga harus mampu bersikap responsif dan humanis dalam menghadapi setiap situasi di masyarakat,” ujar Kompol Miftahul MBK,SH.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa profesionalisme anggota di lapangan sangat bergantung pada kesiapan dan pemahaman tentang prosedur penanganan TPTKP, terutama dalam menjaga integritas barang bukti, mengamankan lokasi, dan memberikan perlindungan kepada masyarakat di sekitar TKP.
“Kecepatan kita dalam merespons laporan masyarakat harus diimbangi dengan ketelitian serta kepatuhan terhadap SOP yang berlaku. Karena setiap tindakan yang kita lakukan di lapangan akan menjadi cerminan wajah Polri di mata masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan Latkatpuan ini mencakup simulasi pelaporan cepat melalui call center 110, mendatangi dan penanganan awal TKP, pengamanan lokasi, pencatatan saksi, hingga penanganan perkara pada satuan fungsi terkait seperti Satreskrim. Para personel juga diberikan pembekalan tentang etika komunikasi dan pendekatan humanis kepada masyarakat, sesuai dengan semangat transformasi menuju Polri yang presisi dan terpercaya.
Sementara itu, salah satu peserta latihan, Aipda Supriyadi,SH mengaku sangat terbantu dengan kegiatan tersebut “Latihan ini sangat bermanfaat bagi kami di lapangan. Kami jadi lebih paham tentang bagaimana bertindak cepat namun tetap sesuai prosedur. Selain itu, kami juga dilatih untuk bersikap lebih empatik saat menghadapi masyarakat di lokasi kejadian,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan disiplin tinggi. Di akhir latihan, dilakukan evaluasi oleh instruktur guna memastikan setiap personel memahami tugas dan tanggung jawabnya dalam penanganan TPTKP secara profesional dan bertanggung jawab.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Pamapta Polres Pasuruan semakin siap dan responsif dalam menghadapi setiap bentuk kejadian di lapangan, serta mampu mewujudkan pelayanan kepolisian yang humanis, cepat, dan terpercaya sesuai harapan masyarakat.
“Kami ingin setiap anggota menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang sejati, yang bukan hanya hadir ketika ada masalah, tetapi juga memberikan rasa aman dan solusi dengan cara yang humanis dan profesional,” pungkas Kabagops Polres Pasuruan Kota.
Polres
Polres Ngawi dan Tim Gabungan Buat Sekat Bakar dan Dirikan Posko Antisipasi Karhutla Lawu Utara Meluas

NGAWI – Jajaran Polres Ngawi Polda Jatim bersama tim gabungan bergerak cepat mengendalikan titik api guna mencegah meluasnya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Lawu Utara pada Kamis (17/9/2026).
Langkah taktis ini diambil setelah terdeteksi adanya hotspot (titik api) di kawasan hutan lindung BKPH Lawu Utara, tepatnya di Petak 41 RPH Campurejo.
Kapolres Ngawi, AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., turun langsung ke lapangan memimpin pengecekan di titik rawan.
Pemantauan ini berfokus pada dua titik koordinat yang memiliki tingkat kepercayaan (confidence level) medium di wilayah Desa Karanggupito, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi.
Berdasarkan penyisiran tim di lokasi pertama, yakni Petak 42 E RPH Karangrejo, Desa Karanggupito, kondisi dipastikan aman dan sisa api telah padam sepenuhnya.
Namun, tim gabungan mendeteksi titik api aktif di kawasan hutan lindung BKPH Lawu Utara, tepatnya di Petak 41 RPH Campurejo.
“Area kebakaran ini berada di kawasan Gunung Anak, Petak 41-2 Desa Karanggupito, yang berbatasan langsung dengan Petak 39-2 RPH Manyul, Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo,” kata AKBP Prayoga.
Guna melokalisasi pergerakan api, Kapolres Ngawi bersama Perhutani dan instansi lainnya serta relawan langsung membuat ilaran atau sekat bakar di sepanjang jalur Petak 42 B1, 42 C2, hingga 42 D1 RPH Campurejo.
“Kami bersama seluruh unsur terkait akan terus bersiaga untuk memantau dan memutus pergerakan api,” kata AKBP Prayoga Angga Widyatama.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Tim gabungan kini telah mendirikan Posko Darurat Karhutla di wilayah RPH Campurejo Karanggupito dan RPH Manyul Jogorogo.
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat dan pendaki untuk tidak melakukan aktivitas yang memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membuat perapian di sekitar kawasan hutan.
Warga diminta segera melapor ke pos terdekat atau dapat menghubungi call center 110 bebas pulsa jika melihat kemunculan asap atau titik api baru. (*)
Polres
Polres Pasuruan Kota Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Dampingi Petani di Desa Sedarum
Polresta Pasuruan – Komitmen Polres Pasuruan Kota Polda Jawa Timur dalam mendukung program ketahanan pangan terus diwujudkan melalui kegiatan nyata di lapangan. Jumat (18/9/2026), Bhabinkamtibmas Desa Sedarum, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, melaksanakan kegiatan pengecekan dan pendampingan kepada masyarakat di wilayah Desa Sedarum.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong terwujudnya swasembada pangan. Bhabinkamtibmas turun langsung untuk memantau perkembangan kegiatan pertanian serta berkomunikasi dengan masyarakat terkait kondisi lahan dan pengelolaannya.
Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat juga menjadi bentuk motivasi agar warga terus mengoptimalkan potensi pertanian yang ada. Pendampingan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta mendukung kesejahteraan masyarakat.
Kapolsek Nguling Iptu Kukuh Eko P. mengatakan, pihaknya akan terus mendorong Bhabinkamtibmas untuk aktif mendampingi masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan.
“Kami akan terus memberikan pendampingan dan dukungan kepada masyarakat agar potensi pertanian di wilayah dapat dikelola secara optimal. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata dan mendukung ketahanan pangan,” ujar Iptu Kukuh Eko P.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Pasuruan Kota berharap sinergi antara Polri dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung program ketahanan pangan. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional.
Polres
Sentuh Hati! Aksi Cepat Polres Gresik Selamatkan Ekonomi Keluarga Driver Ojol Korban Kecelakaan

GRESIK — Ruang tengah rumah Hasim (54) mendadak penuh haru pada Rabu (16/9/2026) siang. Pria yang sehari-harinya mengais rezeki sebagai driver ojek online (ojol) itu kini hanya bisa terduduk.
Impiannya untuk kembali mengaspal dan mencari nafkah terenggut sementara akibat kecelakaan tragis di Exit Tol Dahanrejo, Kebomas, pertengahan Agustus lalu.
Kaki dan tangan kanannya terluka parah. Tim medis memprediksi butuh waktu sedikitnya tiga bulan bagi Hasim untuk sekadar bisa melangkah lagi.
Di tengah bayang-bayang pemulihan yang panjang, beban pikiran Hasim kian berat. Sebagai satu-satunya tulang punggung, ada istri, anak yang baru lulus kuliah, dan si bungsu di pesantren, Hasim kini hanya bisa berharap kesehatannya pulih.
Saat ini Hasim hanya bisa duduk dan tak dapat penghasilan. Untuk bergerak di dalam rumah saja ia harus menyewa kursi roda.
Namun, solidaritas jalanan dan respons cepat Polres Gresik Polda Jatim mengubah mendung di rumah Hasim menjadi secercah harapan.
Berawal dari cerita dua rekan ojolnya kepada Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, pintu rumah Hasim tiba-tiba diketuk oleh rombongan para pejabat Polres Gresik Polda Jatim.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution bersama Kasat Lantas AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie datang membawa senyuman.
Sebuah kursi roda baru dipasangkan untuk Hasim agar ia tak perlu lagi menyewa. Kejutan tidak berhenti di sana. Sebuah mobil van polisi datang membawa tumpukan barang dagangan, mengisi kembali rak-rak toko kelontong di rumah Hasim yang sudah lama kosong melompong karena kehabisan modal.
“Kami ingin memastikan Pak Hasim tetap memiliki kegiatan produktif dan berpenghasilan dari rumah demi keluarganya, meski sedang dalam masa pemulihan,” tutur AKBP Ramadhan Nasution dengan hangat.
Bagi Hasim, bantuan ini bukan sekadar materi, melainkan nafas sambungan hidup. Di balik momen menjelang Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 ini, Polres Gresik Polda Jatim menunjukkan bahwa tugas Polisi bukan hanya menjaga ketertiban di aspal jalan raya, tetapi juga hadir membalut luka dan menghadirkan kemanusiaan yang nyata di tengah kesulitan warganya. (*)
-
Polda1 minggu agoBrimob Polda Jatim Bangun Mako Kompi di Pasuruan, Perkuat Kesiapan Pelayanan dan Pengamanan Masyarakat
-
Berita1 minggu agoPolres Pasuruan Kota Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Dampingi Petani Jagung di Desa Gejugjati
-
Polsek1 minggu ago
Patroli Polsek Grati, Wujud Kehadiran Polri Dalam Menjaga Kamtibmas Dan Melayani Masyarakat
-
Polres7 hari agoCegah Karhutla, Polres Ponorogo Gencarkan Edukasi dan Patroli Kawasan Hutan
-
Polsek1 minggu ago
Duduk Sama Rendah, Berdiri Sama Tinggi: Polsek Nguling Hadir Tanpa Sekat Bersama Masyarakat
-
Polsek4 hari ago
Polri Hadir, Bersama Masyarakat Ciptakan Lingkungan Aman dan Kondusif
-
Berita4 hari agoPolri Kerahkan Tim DVI untuk Mendukung Penanganan Hilangnya Kapal Virgo
-
Polsek1 minggu ago
Sinergi Polri dan Petani, Bhabinkamtibmas Desa Rowogempol Kawal Produktivitas Lahan Jagung
