Connect with us

Berita

Polres Pasuruan Kota Gelar Sarapan Bareng Stakeholder, Bahas Kegiatan Sound Horeg dan Karnaval Desa

Published

on

img 20250729 wa0002

Polresta Pasuruan – Dalam upaya menjaga kondusifitas wilayah dan menjalin sinergi lintas sektor, Polres Pasuruan Kota menyelenggarakan program unggulan bertajuk SALAM MAS (Sarapan Bareng Stakeholder, Tokoh Agama, Pemuda, dan Masyarakat) yang digelar di Lobi Kapolres Pasuruan Kota, Jalan Gajah Mada No. 19, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Selasa (29/7/2025).

Program ini menjadi forum diskusi strategis antara jajaran kepolisian dengan berbagai unsur masyarakat untuk membahas kegiatan-kegiatan masyarakat yang akan berlangsung dalam waktu dekat, khususnya dua agenda besar, yaitu rencana pelaksanaan Sound Horeg BREWOG AUDIO di Dusun Asem Sepuluh, Desa Pasinan, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan saat H+7 Lebaran tahun 2026, dan kegiatan Karnaval Desa Kebotohan yang akan digelar pada tanggal 9 Agustus 2025 di Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Pasuruan Kota Kompol Yokbeth Wally S.I.K, Kabag Ops Kompol Miftaful MBK, SH., MH, Kasat Lantas AKP Yulian Putra Prasviawan, STK, SIK, Kapolsek Kraton AKP Rio Sagita EW, serta Kapolsek Lekok IPTU Mawan, SH. Turut serta para kepala desa, panitia kegiatan dari masing-masing wilayah, serta tokoh pemuda dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakapolres Pasuruan Kota Kompol Yokbeth Wally menyampaikan pentingnya perhatian terhadap pelaksanaan kegiatan masyarakat yang melibatkan penggunaan sound system berkapasitas besar (sound horeg), khususnya menyangkut aspek keamanan, keterlibatan publik, dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.

“Saya mewakili Kapolres ingin mengingatkan kembali bahwa dalam penyelenggaraan kegiatan seperti karnaval dan pertunjukan musik dengan sound horeg, kita perlu patuh terhadap batasan dan himbauan yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Surat edaran dari Pemkab sudah jelas, dan kita semua harus mengindahkannya,” tegasnya.

Wakapolres juga menyinggung potensi konflik yang dapat timbul dari kegiatan tersebut, baik akibat pelanggaran lalu lintas, pelanggaran norma kesopanan, hingga potensi pelecehan terhadap penari atau peserta yang berpakaian tidak senonoh. Ia menekankan pentingnya menjaga tema acara agar tidak menjurus pada provokasi, pelecehan, atau tindakan yang berujung pada tindak pidana.

“Kita semua ingin acara ini berjalan dengan meriah dan aman. Namun, saya ingatkan agar tidak ada mabuk-mabukan, tidak ada pakaian yang mengundang hal-hal negatif, dan jangan sampai terjadi pelecehan seperti yang pernah terjadi di tempat lain. Tema acara sebaiknya berkaitan dengan semangat kemerdekaan, bukan yang bersifat vulgar,” tambahnya.

Kapolsek Lekok Iptu Mawan menambahkan bahwa kegiatan sound horeg yang direncanakan di wilayahnya tidak terkait langsung dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI, namun lebih pada perayaan pasca-Lebaran tahun 2026. Ia juga menyatakan bahwa panitia akan berkoordinasi dengan pihak Puslatpur Marinir karena lokasi kegiatan berdekatan dengan kawasan latihan militer.

“Kami akan undang pihak Marinir dalam rakor berikutnya agar semua dapat dikomunikasikan secara terbuka. Intinya, acara bisa berjalan dengan baik, namun tidak mengganggu kepentingan lainnya,” jelas Iptu Mawan.

Kabag Ops Polres Pasuruan Kota, Kompol Miftaful MBK, SH., MH menegaskan bahwa pelaksanaan acara yang menutup jalan total harus dihindari. Ia mencontohkan jika ada masyarakat yang membutuhkan akses cepat ke rumah sakit, maka kegiatan seperti ini justru bisa membahayakan.

“Jangan sampai kegiatan menutup akses masyarakat yang sangat membutuhkan. Kita perlu pikirkan jalur alternatif atau cara agar kegiatan tetap bisa jalan tanpa mengorbankan orang lain,” ujarnya.

Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota, AKP Yulian Putra Prasviawan, menyoroti penggunaan jalan nasional yang tidak bisa sembarangan ditutup atau digunakan untuk acara hiburan. Ia mengingatkan pentingnya pengalihan arus, pengamanan, dan pemahaman terhadap aturan-aturan lalu lintas yang berlaku.

“Kalau jalan itu jalan nasional dan tidak memungkinkan dialihkan, maka harus bekerja ekstra keras agar acara berjalan lancar tanpa mengganggu hak masyarakat pengguna jalan,” katanya.

img 20250729 wa0003

Sementara itu, perwakilan Kecamatan Kraton menyampaikan rencana teknis pelaksanaan Karnaval Desa Kebotohan, yang akan menampilkan sembilan unit sound system dan sembilan tim dari masing-masing RT. Mereka juga memastikan bahwa karnaval akan berlangsung tertib dengan pengawalan dan penataan yang tidak mengganggu arus lalu lintas umum.

Kegiatan SALAM MAS ini ditutup dengan penegasan dari KBO Intelkam Polres Pasuruan Kota agar setiap kegiatan masyarakat memiliki surat pemberitahuan resmi yang dapat menjadi dasar hukum pengamanan dan pengawasan dari aparat keamanan.

“Kegiatan sebesar ini harus memiliki dasar surat yang resmi, karena itu menjadi pegangan kita semua. Kita akan rapatkan teknis pelaksanaannya, termasuk pembagian tanggung jawab antara panitia dan aparat,” ucapnya.

Program SALAM MAS merupakan bentuk nyata komitmen Polres Pasuruan Kota dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk menciptakan ruang publik yang aman, tertib, dan bermartabat. Sinergi antar-pemangku kepentingan diharapkan mampu mencegah potensi konflik dan memastikan bahwa setiap kegiatan masyarakat dapat terlaksana secara aman, tertib, serta menghormati hak-hak semua pihak.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Momentum Sumpah Pemuda, Polda Jatim Ajak Generasi Muda Bijak Bermedia Sosial dan Jaga Persatuan

Published

on

SURABAYA – Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026, Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengajak generasi muda untuk terus menjaga semangat persatuan, memperkuat rasa kebangsaan, serta semakin bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, nilai-nilai Sumpah Pemuda tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Jika dahulu para pemuda dipersatukan oleh tekad kebangsaan, maka generasi muda saat ini memiliki tantangan untuk merawat persatuan di tengah derasnya arus informasi dan dinamika ruang digital.

“Momentum Sumpah Pemuda mengingatkan kita bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan masa depan bangsa. Mari jadikan ruang digital sebagai tempat menyebarkan gagasan, kreativitas, dan hal-hal positif yang memperkuat persaudaraan,” ujar Kombes Pol Abast, Selasa (27/10/2026).

Ia mengingatkan generasi muda agar tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terlebih informasi yang mengandung provokasi, ajakan kekerasan, maupun narasi yang berpotensi memecah persatuan.

“Jangan mudah terprovokasi dan jangan sekadar ikut-ikutan terhadap ajakan yang belum dipahami tujuan maupun risikonya. Jadilah generasi muda yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab,” pesan Kombes Pol Abast.

Kabid Humas Polda Jatim menegaskan, Polri menghormati ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan pendapat, gagasan, kritik, maupun aspirasi. Namun, kebebasan tersebut hendaknya dijalankan secara bertanggung jawab, tertib, dan damai, serta tetap menghormati hak dan keselamatan orang lain.

Dalam momentum Sumpah Pemuda, Polda Jatim juga mengajak para orang tua untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan anak serta memberikan pendampingan terhadap lingkungan pergaulan dan aktivitas mereka di ruang digital.

Menurut Kombes Pol Abast, menjaga generasi muda sekaligus keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Semangat tersebut sejalan dengan pesan “Jogo Omah” yang terus digaungkan Kapolda Jawa Timur.

“Jogo Omah bukan hanya menjaga rumah secara fisik. Kita menjaga keluarga kita, menjaga anak-anak kita, menjaga lingkungan kita, dan pada akhirnya bersama-sama menjaga Jawa Timur sebagai rumah kita agar tetap aman dan kondusif,” ungkap Kombes Pol Abast.

Ia berharap momentum Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa semangat menjaga persatuan dapat dimulai dari lingkungan yang paling dekat, yakni keluarga dan masyarakat.

“Semangat Sumpah Pemuda adalah semangat persatuan. Mari kita mulai dari rumah kita sendiri. Jogo Omah, Jogo Lingkungan, lan Jogo Jawa Timur. Bersama-sama kita jaga Jawa Timur tetap aman, damai, dan kondusif,” pungkas Kombes Pol Abast. (*)

Continue Reading

Berita

Polri: Operasi Patuh 2026 Utamakan Keselamatan Bersama dan Budaya Tertib Berlalu Lintas

Published

on

JAKARTA – Polri menegaskan pelaksanaan Operasi Patuh 2026 berfokus pada peningkatan kesadaran dan kepatuhan masyarakat untuk mewujudkan lalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan. Dalam pelaksanaannya, masyarakat ditempatkan sebagai subjek yang berperan aktif dalam menciptakan keselamatan di jalan raya, bukan sekadar sasaran penegakan hukum.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan Polri dan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, Operasi Patuh menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas merupakan kebutuhan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

“Operasi Patuh 2026 merupakan upaya membangun kesadaran bersama agar setiap pengguna jalan memahami pentingnya mematuhi aturan lalu lintas. Kepatuhan bukan hanya untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga keselamatan diri sendiri dan sesama pengguna jalan,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Ia menjelaskan, pelanggaran seperti melawan arus, tidak menggunakan helm, menerobos lampu merah, menggunakan telepon genggam saat berkendara, hingga tidak mematuhi batas kecepatan dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, pelaksanaan operasi diprioritaskan pada perilaku berkendara yang membahayakan keselamatan, dengan tetap memperhatikan karakteristik dan tingkat kerawanan di setiap wilayah.

Menurutnya, keberhasilan Operasi Patuh tidak hanya dilihat dari pelaksanaan penegakan hukum, tetapi juga dari perubahan perilaku masyarakat dalam berlalu lintas. Meningkatnya kepatuhan, berkurangnya perilaku berkendara yang berisiko, serta terciptanya kondisi lalu lintas yang lebih aman menjadi indikator penting keberhasilan operasi tersebut.

“Yang ingin kita wujudkan adalah budaya tertib berlalu lintas yang tumbuh dari kesadaran masyarakat. Ketika setiap orang memahami bahwa aturan lalu lintas bertujuan melindungi keselamatan bersama, kepatuhan akan menjadi bagian dari kebiasaan dalam berkendara sehari-hari,” jelasnya.

Trunoyudo menambahkan, pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis perlu dikedepankan agar masyarakat memahami tujuan dari setiap aturan lalu lintas. Sementara itu, penegakan hukum tetap dilaksanakan secara selektif, profesional, dan proporsional, khususnya terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan atau membahayakan pengguna jalan lainnya.

Melalui Operasi Patuh 2026, Polri mengajak masyarakat berperan aktif dalam menciptakan budaya berlalu lintas yang lebih baik. Sebab, keselamatan di jalan raya tidak dapat diwujudkan oleh kepolisian semata, tetapi membutuhkan kepedulian dan tanggung jawab setiap pengguna jalan.

Polri hadir untuk mengedukasi, melayani, mencegah, serta menindak pelanggaran yang membahayakan keselamatan. Di sisi lain, masyarakat berperan menjaga ketertiban dengan mematuhi aturan dan menghormati hak pengguna jalan lainnya. Sinergi tersebut diharapkan dapat mewujudkan lalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan, sehingga setiap orang dapat berkendara dengan nyaman dan sampai ke tujuan dengan selamat.

Continue Reading

Berita

Kadivhumas Polri Ajak Masyarakat Perkuat Kolaborasi Jaga Keamanan dan Ketertiban masyarakat

Published

on

Jakarta – Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda, Polri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Semangat persatuan dan kebersamaan yang menjadi nilai utama Sumpah Pemuda diharapkan dapat terus diwujudkan melalui sikap saling menghormati, kepedulian, serta tanggung jawab bersama dalam menjaga ruang publik yang aman, tertib, dan nyaman.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara aparat, masyarakat, komunitas, dan dunia usaha menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga seluruh aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik.

“Semangat Sumpah Pemuda mengajarkan kita tentang pentingnya persatuan di tengah keberagaman. Menjaga keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan kolaborasi dan kepedulian seluruh elemen masyarakat agar tetap aman, tertib, dan nyaman bagi semua,” ujar Johnny dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).

Johnny menjelaskan, Polri senantiasa menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pada saat yang sama, setiap pihak diharapkan dapat menjalankan hak dan tanggung jawabnya dengan tetap memperhatikan keselamatan, ketertiban umum, serta kepentingan masyarakat luas.

“Perbedaan pandangan merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat yang harus disikapi secara dewasa. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengedepankan komunikasi, saling menghormati, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Dengan begitu, setiap aktivitas dapat berlangsung secara tertib tanpa mengabaikan hak orang lain,” lanjutnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga suasana kondusif dengan tidak melakukan tindakan yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, menghindari kekerasan, serta bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya melalui media sosial.

Menurut Johnny, momentum Hari Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat bahwa persatuan tidak hanya diwujudkan melalui simbol dan peringatan seremonial, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga ketertiban, menghargai sesama, dan membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Polri berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga kamtibmas, memperkuat persatuan, serta menciptakan keamanan dan nyaman bagi seluruh warga,” tutup Johnny.

Melalui semangat Hari Sumpah Pemuda, Polri terus mengedepankan semangat Polisi Bersama Masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Dengan memperkuat kolaborasi dan sinergi antara Polri dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan tercipta situasi kamtibmas yang kondusif serta lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga.

Continue Reading

Terbaru

Copyright © 2026 Polres Pasuruan Kota - Presisi