Berita
Polres Lamongan Gelar Jumat Curhat Bahas Maraknya Order Fiktif dan Keamanan Pengiriman

LAMONGAN – Dalam rangka mendekatkan diri dengan masyarakat serta mendengar langsung keluhan dan masukan dari para pelaku jasa layanan antar, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lamongan Polda Jatim menggelar kegiatan Jumat Curhat bersama Komunitas Delivery Order.
Acara tersebut berlangsung pada Jumat pagi (11/04) di ruang tunggu Satreskrim Polres Lamongan Polda Jatim.
Kegiatan dipimpin oleh Iptu M. Yusuf Efendi, S.T., M.M. selaku KBO Satreskrim Polres Lamongan dan didampingi oleh Ipda Mitro S.H., M.H. selaku Kanit II Tipidter Satreskrim.
Dalam sambutannya Iptu M. Yusuf Efendi menjelaskan bahwa kegiatan Jumat Curhat bertujuan untuk menjalin komunikasi yang baik antara kepolisian dan masyarakat, khususnya para pekerja di sektor layanan pengiriman.
“Merupakan wadah untuk menampung aspirasi, keluhan, serta memberikan edukasi hukum yang relevan dengan tantangan yang mereka hadapi,” ungkapnya.
Salah satu isu utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah maraknya orderan fiktif yang sering merugikan para driver.
Menanggapi hal ini, pihak kepolisian mengimbau agar para driver lebih waspada dan selektif dalam menerima orderan.
“Jika menemui kejanggalan, sebaiknya melakukan verifikasi lebih lanjut terhadap pemesan,” tutur Iptu Yusuf.
Selain itu, dibahas pula pertanyaan seputar apakah mengunggah foto orang yang diduga sebagai pelaku orderan fiktif di media sosial melanggar hukum.
Pihak kepolisian menjelaskan bahwa tindakan tersebut tidak diperbolehkan karena dapat melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Terkait kekhawatiran pengiriman order pada malam hari, terutama ke luar kota Lamongan dan adanya potensi gangguan keamanan, pihak kepolisian mengingatkan agar para driver lebih berhati-hati dan selektif dalam menerima order.
Jika merasa tidak aman atau membutuhkan bantuan, masyarakat dapat segera menghubungi layanan kepolisian melalui nomor 110, di mana Satreskrim Polres Lamongan menyiagakan personel piket selama 24 jam.
Dalam sesi tanya jawab, juga dibahas mengenai situasi saat driver diminta mengirimkan barang oleh customer, namun kemudian diketahui barang tersebut adalah barang terlarang.
Menanggapi hal ini, Satreskrim menyarankan agar setiap driver menyimpan seluruh percakapan dengan customer, terutama terkait jenis dan isi barang yang dikirim.
“Bukti tersebut dapat menjadi dasar perlindungan hukum apabila terjadi permasalahan di kemudian hari,” terangnya.
Kegiatan Jumat Curhat ini disambut antusias oleh para anggota komunitas Delivery Order, yang merasa terbantu dan lebih teredukasi mengenai hak dan kewajiban mereka sebagai warga serta pekerja jasa antar. (*)
Polres
Kapolri Bersama Gus Baha: Jaga Persatuan agar Indonesia Terus Tumbuh dan Maju

REMBANG – Persatuan bukan hanya fondasi kehidupan berbangsa, tetapi juga modal penting agar pembangunan dapat terus berjalan. Di tengah berbagai tantangan global, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersamaan, mengelola perbedaan, dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan Kapolri dalam Ngaji Kebangsaan bersama K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026).
Kapolri menilai tantangan yang dihadapi bangsa semakin kompleks. Karena itu, persatuan harus terus dijaga agar perbedaan yang menjadi karakter Indonesia tidak berkembang menjadi konflik yang justru merugikan masyarakat dan negara.
Dalam upaya tersebut, kebersamaan ulama dan umara memiliki arti strategis. Kapolri mengingatkan bahwa ulama dan umara telah memiliki sejarah perjuangan bersama sejak merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Semangat yang sama kini dibutuhkan untuk mengisi kemerdekaan dan membawa Indonesia terus maju.
Kapolri menyebut ulama sebagai lentera dan kompas bagi bangsa. Nasihat, tuntunan, dan doa para ulama memberikan arah dalam menjaga kehidupan masyarakat. Sementara itu, Polri memiliki tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.
Kedua peran tersebut bertemu pada tujuan yang sama. Ketika persatuan terawat dan keamanan terjaga, masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan tenang dan pembangunan dapat terus bergerak.
Kapolri pun menyampaikan terima kasih kepada Gus Baha dan seluruh pengurus pesantren yang telah memberikan kesempatan kepada keluarga besar Polri untuk mengikuti Ngaji Kebangsaan. Bagi jajaran Polri, pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan mendapatkan ilmu, nasihat, dan doa sebagai bekal dalam menjalankan tugas.
Semangat itu digaungkan kepada keluarga besar Polri dari berbagai penjuru Indonesia. Sebanyak 700 peserta hadir langsung di Rembang, terdiri atas 100 Polwan, 300 Polki, dan 300 santri. Sementara itu, 41.449 peserta mengikuti kegiatan secara virtual.
Kapolri juga memahami bahwa tugas anggota Polri penuh dengan risiko. Karena itu, ia memohon doa dan bimbingan para ulama serta secara khusus menitipkan personel yang sedang menjalankan tugas agar diberikan keselamatan, kekuatan, dan kemudahan dalam mengabdi kepada masyarakat.
Ngaji Kebangsaan bersama Gus Baha akhirnya mempertemukan tiga kekuatan penting: tuntunan ulama, pengabdian aparat, dan persatuan masyarakat.
Dari Rembang, pesannya jelas: perbedaan jangan menjadi jarak, keberagaman harus menjadi kekuatan. Ketika ulama dan umara bergandengan tangan serta masyarakat tetap bersatu, keamanan terjaga, pembangunan bergerak, dan cita-cita Indonesia yang adil, makmur, serta semakin maju dapat diwujudkan bersama.
Polres
Sinergi Polres Bondowoso dan Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Kawasan Wisata Black Lava Ijen

BONDOWOSO — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Blok R PTPN Regional 5 Blawan serta areal wisata Black Lava di Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, pada Sabtu (26/9/2026).
Kebakaran yang menghanguskan lahan seluas kurang lebih 11 hektare tersebut berhasil dipadamkan setelah personel Polres Bondowoso melalui Polsek Sempol bersama tim gabungan berjibaku selama lima jam di lokasi kejadian.
Kapolsek Sempol AKP Nisin, S.H., mengatakan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 10.00 WIB setelah pihaknya menerima laporan dari petugas wisata Black Lava.
Menurut informasi di lapangan, api pertama kali muncul dari arah timur, kemudian merembet dengan cepat ke pinggir jalan hingga memasuki areal wisata.
“Kondisi rumput ilalang yang sudah mengering di musim kemarau panjang, ditambah dengan hembusan angin kencang, membuat api sangat cepat membesar dan meluas,” ujar AKP Nisin dalam keterangannya.
Mendapat laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Sempol, personel BKO Brimob Polda Jatim dan instansi terkait, serta relawan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melokalisir dan memadamkan api.
Upaya penjinakan api dilakukan secara intensif menggunakan satu unit armada roda enam milik Damkar Bondowoso dengan dukungan dua unit truk tangki air milik PTPN Blawan.
Kerja keras tim gabungan akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 15.00 WIB, di mana titik api utama di kawasan lahan PTPN Blawan berhasil dipadamkan secara total.
Di lokasi terpisah, Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bondowoso Iptu Boby Dwi Siswanto, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena lokasi kebakaran berada jauh dari pemukiman warga.
Meski demikian, Iptu Boby meminta warga sekitar untuk tetap bersiaga guna mengantisipasi potensi rambatan api susulan.
“Hingga Sabtu sore, sisa titik api dilaporkan sempat merambah ke kawasan Batu Rejeng milik Perhutani di Petak 102 B, namun seluruhnya sudah berhasil diatasi dengan baik,” ujar Iptu Boby.
Kasi Humas Polres Bondowoso menegaskan bahwa situasi di wilayah Kecamatan Ijen pasca-karhutla tetap aman dan kondusif.
Sebagai langkah antisipasi di tengah musim kemarau panjang yang masih berlangsung, Polres Bondowoso terus meningkatkan koordinasi dengan pihak PTPN, Perhutani, serta Muspika Kecamatan Ijen.
“Koordinasi berkala terus kami lakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru di sekitar lokasi,” imbuh Iptu Boby.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan ke posko Perhutani terdekat atau melalui call center layanan kepolisian 110 (bebas pulsa) apabila melihat adanya indikasi atau kemunculan titik api karhutla di lingkungan sekitar. (*)
Polres
Polres Kediri Dampingi dan Beri Dukungan Moril Keluarga Korban KM Virgo Transport 8

KEDIRI — Suasana duka mendalam menyelimuti kediaman keluarga Aditya Firmansyah (20) di Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri.
Pemuda tersebut merupakan salah satu korban meninggal dunia dalam tragedi memilukan tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang membawa total 243 penumpang dan dilaporkan tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, saat sedang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/9/2026).
Isak tangis tak terbendung saat jenazah putra ketiga dari pasangan Budi Setiawan dan Ratna Sri Astutik ini tiba di rumah duka pada Jumat (25/9/2026).
Setelah dishalatkan oleh pihak keluarga dan pelayat, jenazah almarhum langsung diantarkan menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Manggis.
Di tengah momen penuh kesedihan tersebut, Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si., hadir secara langsung di rumah duka untuk menunjukkan empati mendalam dari institusi kepolisian.
Didampingi Wakapolres Kediri Kompol Hari Kurniawan, S.H., M.H., serta sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Kediri, kehadiran korps Bhayangkara ini menjadi pilar penguat bagi keluarga yang tengah terpukul.
Sebagai bentuk kepedulian nyata dan untuk meringankan beban yang dihadapi, AKBP Wahyudin Latif secara simbolis menyerahkan santunan tali asih langsung kepada orang tua korban.
“Kami hadir di sini untuk menyampaikan rasa duka yang mendalam sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga. Kami ingin memastikan bahwa keluarga tidak sendirian dalam menghadapi ujian ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan untuk melewati masa-masa sulit ini,” ungkap AKBP Wahyudin Latif.
Kehadiran dan perhatian besar dari Kapolres Kediri beserta jajaran ini mendatangkan keharuan tersendiri bagi pihak keluarga.
Mewakili keluarga besar almarhum, Budi Setiawan selaku orang tua korban menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian yang telah ditunjukkan oleh Polres Kediri.
“Kami selaku pihak keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolres Kediri dan seluruh jajaran yang telah meluangkan waktu untuk hadir, mendoakan anak kami, dan memberikan santunan. Perhatian dan dukungan moril ini sangat berarti bagi kami yang sedang berduka. Semoga kebaikan Bapak sekalian dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa,” tutur Budi dengan nada lirih. (*)
-
Berita1 minggu agoAKBP Hety Raih Penghargaan “Leadership” Di Ajang IAWP 2026
-
Polres1 minggu agoRespon Laporan Warga, Polresta Sidoarjo Bongkar Arena Sabung Ayam di Dua Lokasi
-
Polsek1 minggu ago
Patroli Dialogis Polsek Lekok, Bangun Pondasi Kamtibmas melalui Kedekatan dan Komunikasi Bersama Masyarakat
-
Polsek6 hari ago
Polri Hadir di Tengah Masyarakat, Polsek Keboncandi Intensifkan Patroli Dialogis
-
Berita6 hari ago
Bhabinkamtibmas Desa Pasinan Dampingi Petani Jagung, Wujudkan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat
-
Berita1 minggu agoIAWP 2026, Kapolri: Perempuan Bukan Sekadar Bagian dari Perubahan
-
Polres5 hari agoDalam Rangka HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-71, Polres Pasuruan Kota Gelar “Gas Bareng Ayah”
-
Berita1 minggu agoPolice Go To School, Satlantas Polres Pasuruan Kota Edukasi Siswa SMKN 1 Pasuruan tentang Keselamatan Berkendara
